Episode. 14

Sudah lama nama Kota ini dilupakan, kini nama itu benar-benar hilang dari Kota Tanpa Nama ini, kota yang dikuasai oleh Raja Hantu Feilin, dan merupakan pemimpin dari salah satu Sekte yang memiliki sedikit warisan Tanah Suci.

Kota ini jorok, kusam dan tidak terawat.

Masyarakatnya suram dan tak berharapan.

Dengan kesunyian dan keputusasaan, mereka terus bekerja untuk menghidupkan diri dan keluarga, sambil berharap datangnya penyelamat.

Di gerbang Kota, dua anak muda memasuki kawasan. Mereka melihat bagaimana kota mereka yang tak pernah hidup, dan akhirnya ikut berputus asa.

Mereka sudah berusaha mencari ahli kuat yang bisa membunuh Raja Hantu dan bahkan keluar dari wilayah Raja Hantu namun selama seminggu mereka tak menemukan satupun ahli tersebut.

Mereka sudah kehabisan pasokan makanan. Selama 6 bulan hingga 1 tahun, mereka tak akan bisa keluar.

Di atas langit, Shu Feng bersembunyi di balik awan hitam. Mata nya memandang Kota yang luasnya setidaknya sekitar 500 meter hingga 1 kilometer, namun karena aura jahat ini, Kota besar dan megah tak menampakkan keindahannya seujung rambut pun.

Raja Hantu... ... ...

Setelah tiba di sini, Shu Feng selalu merasa dirinya diawasi. Dia merasa seseorang bisa membunuhnya kapan saja.

Sekarang dia tau perbedaan ranah Jiwa Baru Lahir dan ranah Istana Violet sebesar apa dan fakta nya, dia meremehkan seorang Raja.

Raja tetap lah Raja.

Prestasinya mengalahkan seorang Grandmaster ketika masih di ranah Inti Emas tingkat Lanjut itu sudah biasa terjadi.

Shu Feng mengakui betapa lemahnya dia di hadapan seorang Raja... ... ...

"Kurasa aku harus menemukan tempat untuk menerobos dulu sebelum menantang Raja Hantu."

Akhirnya, Shu Feng memutuskan untuk menunda pertempurannya dan berubah menjadi angin menuju puncak tebing yang tak jauh dari Kota.

Dia masih berharap dengan Dao Persembunyian yang ia kembangkan bersama beberapa teknik persembunyiannya bisa menyembunyikannya dari sosok Raja itu.

Setelah dia mendarat di atas tebing, Shu Feng berkultivasi di sana selama 3 hari.

3 hari kemudian, ketika dia membuka mata, akhirnya dia menerobos ke tingkat Ekstrim.

Dia bisa merasakan, di tingkat ekstrim ini, basis kultivasi berada di keadaan paling tidak stabil. Ini membuatnya takut — jika saja dia bertempur, apakah inti emasnya akan meledak?

Shu Feng memikirkan berbagai kemungkinan dan akhirnya mencapai satu kesimpulan.

Dia sudah mengembangkan inti emasnya selama 2-3 tahun, baginya untuk bergegas ke ranah Jiwa baru lahir adalah hal yang mustahil.

Akhirnya, Shu Feng memilih jalan aman.

Ini mungkin menunda pencarian Ibunya, namun jika dia memiliki basis kultivasi ranah Jiwa Baru Lahir, dia akan merasa lebih aman.

Jadi Shu Feng memutuskan untuk keluar terlebih dahulu dari wilayah Raja Hantu karena dia masih mewaspadai Raja Hantu dan pergi melewati Desa yang pernah dia kunjungi namun saat dia di sana, dia melihat bendera berkibar, dan berbagai tubuh para pemuda berbaring tak bernyawa.

Shu Feng terkejut dan memeriksa setiap tubuh. Itu bekas tebasan benda tajam. Shu Feng kurang yakin apa itu namun kemungkinan itu adalah pedang. Dan dengan bendera putih, dia semakin yakin... ... ...

Yang datang bukanlah iblis atau binatang buas, namun yang lebih mengerikan dari itu, manusia.

Shu Feng menghembuskan nafasnya, lalu dia menoleh. Di sana, dia melihat jasad perempuan dengan pakaian yang dirobek, hampir seluruh tubuhnya terbuka, namun darah beku masih mengalir dari mulutnya.

"Kakak Fei."

Sekarang, Shu Feng merasa dia dibangunkan lagi oleh kenyataan.

Bahkan jika dia memiliki sistem, bukan berarti dia bisa melindungi segalanya.

Benar, dia bukan maha bisa.

Dia bukan dewa yang maha kuasa.

Dia tak menangisi kematian Kakak Fei, dia hanya... ... ... sedih karena tak bisa melakukan apapun untuk orang yang pernah membantunya.

"Setidaknya, aku harus membalaskan dendam mereka." Shu Feng kemudian berubah menjadi angin dan melangkah ke langit dengan kecepatan yang paling tinggi.

Tak perlu waktu lama, baru lah dia melihat gerombolan manusia membawa banyak makanan dan wanita dan masing-masing wanita itu pernah dia lihat di Desa tanpa nama itu.

Shu Feng berhenti di depan mereka dan membuat mereka semua terkejut.

"Siapa kau?"

"Apa kau ingin menghalangi jalan kami?"

"Bunuh dia!"

Setiap dari mereka berlari ke arah Shu Feng, membawa pedang dan kapak. Namun sebelum mereka sempat menyentuh Shu Feng, Shu Feng mengumpulkan energi Yuan pada Pedang Kaisar Giok dan menebas setiap kepala dari mereka.

Sesaat setelah darah mengalir dan menjadi hujan dan genangan, Shu Feng tersenyum ramah pada wanita itu, "Kembalilah ke desa kalian, bereskan dan berikan pemakaman yang layak untuk warga desa."

Mendengar itu, mereka semua menangis tersedu-sedu dan terus berterimakasih tanpa tau bahwa Shu Feng sudah pergi.

...... ... ... ......

6 bulan kemudian, di atas Bukit tak bernama,

Fwoooshhh..........

Angin terus berhembus, awan terus bergejolak, dan petir terus menggelegar.

Pemandangan itu sungguh mengerikan jika dilihat dari jauh.

Dan ditengah semua itu, Shu Feng berdiri di bawah langit gelap dengan segala keberanian yang dia miliki.

Ini adalah kesengsaraan petir keduanya. Tak ada satupun kehidupan dalam jarak 900 meter selain tumbuhan. Bahkan burung tak berani mendekat.

Shu Feng kemudian duduk di atas langit dengan ekspresi yang sangat dalam.

Sesaat kemudian, Inti emas terwujud dan aura hitam bergelombang.

Gelombang itu bahkan menyapu pepohonan dalam jarak 100 meter.

Beberapa saat kemudian, Inti Emas retak dan kemudian muncul lah aura yang segera menekan apapun di bawahnya.

Itu sangat menakutkan, karena apapun yang ada dibawahnya langsung, di tekan hingga hancur.

Shu Feng bisa merasakannya. Ini adalah kekuatan ranah Jiwa Baru Lahir!

Beberapa saat kemudian, embun keluar dari sela-sela retakan Inti Emas. Itu berwarna hitam dengan beberapa cahaya yang berkedip. Kemudian embun itu membentuk seorang bayi kecil yang di sekitarnya energi yuan langit dan bumi yang sangat lah murni berputar.

Selesai Jiwa Baru Lahir terbentuk, barulah petir turun!

BOM!!!!!

Petir pertama menggetarkan bumi!

BOMMMMMMM!!!!!

Petir kedua menggemparkan langit!

BOMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!

Ketika petir ketiga turun, awan seperti hanyut di dorong ke tepi dan seluruh cahaya redup dan kemudian bukit hancur berkeping-keping!

Di dalam debu dan asap, Shu Feng masih duduk dengan tenang. Matanya yang khusyuk tak berubah dan akhirnya seluruh perubahan langit dan bumi berhenti.

Pada saat Shu Feng menyadarinya, Shu Feng berhembus lega memerhatikan Jiwa baru lahir dan Inti Emas retak yang stabil.

Sekarang dia resmi menjadi Grandmaster!

Seorang anak berumur 9 tahun, telah resmi menjadi Grandmaster!

Terpopuler

Comments

Hiu Kali

Hiu Kali

lanjoootkan thor fantasimuuh wuarrbiyasaaah...

2023-03-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!