"Kau kalah?"
Seorang pria paruh baya menoleh pada seorang pria tua di belakanganya dan bertanya dengan nada yang penuh keterkejutan.
"Ya... ... ..." Pria tua yang menjawab, agak segan namun tetap mengangguk. Itu adalah Grandmaster tua yang mendatangi Klan kultivasi Huang sehari yang lalu.
"Jadi dia benar-benar Putra Surga ya... ... ...?" Pria paruh baya menyentuh dagunya dan menggeleng kepalanya dengan kecewa. Jika memang Shu Feng sekuat itu, maka satu-satunya cara untuk menghabisinya adalah dengan membuat kepala sekte turun tangan.
Walaupun dia juga adalah Grandmaster dan memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Grandmaster tua, dia juga tak terlalu jauh dari Grandmaster tua dan Grandmaster tua juga mengatakan bahkan setelah pertempuran singkat itu, Shu Feng masih belum kelelahan.
Shu Feng sejak awal adalah musuh; sejak dia lahir, sejak Shu Qian memutuskan untuk melahirkannya dan membesarkannya, Shu Feng adalah musuhnya.
Sekarang musuhnya tumbuh dibalik bayangan ketika dia berpikir dia bisa membunuhnya kapan saja,
Sekarang Shu Feng tak lagi bisa dia bunuh kapan saja... ... ...
...... ... ... ......
Di sisi lain, di ruang bawah tanah, Shu Feng sedang duduk sambil menginterogasi You Bai.
Dalam pembicaraan singkat mereka, dia berhasil mendapatkan siapa saja yang mengisi struktur organisasi.
Salah satunya adalah Kepala Sekte Dashan, Raja Dashan, serta Pendiri Sekte Dashan.
Dia terkejut ketika tau bahwa dia sudah menjadi seorang Raja, ahli dari ranah Istana Violet.
Untuk sekarang, dia cukup yakin bisa membunuh siapapun yang ada di ranah Jiwa baru lahir, namun dia tak yakin dengan ranah Istana Violet.
Setelah itu, dia menanyakan tentang tujuan dari kedatangan mereka dan You Bai menjawab, "Kami datang untuk mengambil posisi Kepala Klan yang tidak diisi. Kami datang atas perintah Shu Yu! Benar! Ia adalah Grandmaster dan salah satu pengikut Raja Dashan sejak dia mendirikan Sekte Dashan! Dia adalah kakekmu!"
Sejak dia mendengar itu, Shu Feng tak lagi bisa tenang.
Kakek?
Apakah dia orang yang sama yang mengirim pembunuh 9 tahun yang lalu?
"Kenapa aku harus disini... ... ..." Shu Feng merasa seluruh dunianya menjadi gelap. Dia mulai mempertanyakan alasan dia menetap di Klan ini dan kenapa dia harus memimpin mereka... ... ... lalu dia menoleh ke samping; ketika dia melihat Hao Yanyi berdiri di sana, dia menghela nafas yang dalam dan seluruh dirinya akhirnya kembali lagi.
Benar, mereka mencintai tempat ini... ... ...
Setelah itu, dia menanyakan apakah Sekte Dashan mempunyai keterlibatan atas hilangnya Shu Qian.
Pertanyaan ini dijawab dengan ragu oleh You Bai, "Tidak. Kemungkinan... ... ... Tujuan ibumu pergi adalah tempat itu,"
"Tempat itu?"
"Benar, tempat itu, tempat dia bertemu dengan ayahmu, alam reruntuhan Gerbang Abadi."
...... ... ... ......
Shu Feng menghela nafas nya ketika dia duduk di atas meja kerja yang berisi berkas-berkas yang belum dia lihat. Dia lelah. Dia perlu istirahat. Banyak yang ingin dia pikirkan.
Punggung Shu Feng bersandar ke dinding, matanya menatap ke luar jendela, di sana sinar matahari menusuk langsung ke matanya.
Lalu dia melihat ke arah Hao Yanyi dan bertanya dengan ragu, "Kakak Yan, kenapa kamu ada di Klan ini?"
"Tempat ini sudah membesarkanku. Aku besar disini dan hidup disini." Hao Yanyi menjawab dengan tenang.
"Apakah kamu mencintai tempat ini?"
"Tidak, faktanya, aku mencintai Ibumu dan dirimu, Tuanku."
Benar, Shu Qian telah banyak membantu Hao Yanyi dan kebersamaannya dengan Shu Feng sudah membuat dirinya merasa sangat nyaman bersama keluarga kecil ini.
"... ... ..."
Shu Feng terdiam dan hatinya mendung. Lalu dia bertanya lagi, "Apakah ibuku akan mengatakan hal yang sama?"
"Tentu saja. Dia menjadi Kepala Klan karena dia mencintaimu, Tuanku." Hao Yanyi menjawab dengan senyuman manis di wajahnya.
Shu Feng mengambil nafas dengan sangat dalam lalu melepaskannya.
"Aku memutuskannya. Aku akan meninggalkan Klan ini. Aku tidak lagi melihat mereka sebagai keluarga ataupun sekutu. Mereka adalah musuhku."
"Begitu... ... ..." Hao Yanyi tersenyum dengan lembut, "Saya turut senang mendengarnya, Tuanku."
Shu Feng melihat Hao Yanyi dengan dalam, berdiri dan berjalan ke arahnya. Di depannya, dia berkata dengan nada pelan, "Apa kamu ingin ikut bersamaku menjelajahi dunia luar?"
"... ... ..."
Melihat Hao Yanyi ragu, Shu Feng bergegas menambahkan lagi, "Aku akan melindungimu, aku sangat kuat... ... ..."
"... ... ..."
"Aku juga akan membantumu dalam berkultivasi... ... ..."
"... ... ..."
"Aku tidak bisa berpisah darimu... ... ..." Shu Feng mengatakannya dengan nada yang paling pelan.
Hao Yanyi adalah salah satu orang yang peduli dengannya, keluarganya... ... ...
Jika dia tidak ikut dengannya, Shu Feng akan sendirian lagi... ... ...
"Tuanku, bakatku sangat rendah, kekuatanku lemah, dan aku hanya akan menjadi beban jika aku mengikutimu, tuanku."
Shu Feng menatap mata Hao Yanyi dengan sangat dalam lalu dia tersenyum lebar.
"Baiklah. Aku mengerti." Lalu dia berjalan keluar, meninggalkan Hao Yanyi sendirian di sana... ... ...
Sore, seluruh majelis di adakan, dan Gu Binghan juga dipanggil.
Ini adalah rapat darurat, jadi hampir setiap orang di sana tidak mengetahui apapun.
Ketika mereka mendengar Shu Feng akan mengundurkan diri, mereka terkejut.
Lalu mereka bertanya mengapa dan Shu Feng menjawab dengan kasar, "Bukankah kalian menginginkan keputusan ini?" Setelah dibalas dengan pertanyaan, mereka tak lagi mengajukan pertanyaan.
Mereka mendengarkan dengan seksama dan ketika Shu Feng mengatakan bahwa Gu Binghan akan menjadi Kepala Sekte baru hingga utusan dari Shu Yu tiba, mereka terkejut.
Tapi mereka masih menerima keputusan itu.
Gu Binghan adalah orang yang pintar, dan cukup wajar Shu Feng memilihnya sebagai Kepala Klan sementara.
Setelah rapat itu, Shu Feng tiba-tiba menahan mereka dan dengan ekspresi menyeramkan dia berkata pada mereka, "Aku akan meninggalkan salah satu orang paling berhargaku pada kalian... ... ... Jika kalian berani menyentuh ataupun membiarkan orang lain menyentuhnya, aku akan membantai Klan ini."
Ancaman itu bukan candaan. Shu Feng serius dengan niat membunuh yang sangat dalam dan mereka memahami itu sedalam mungkin.
Besok pagi, di depan Klan kultivasi Huang, ada dua orang berdiri di sana, Shu Feng dan Hao Yanyi.
Ketika mereka tiba di Gerbang, Shu Feng menyerahkan sesuatu pada Hao Yanyi. Itu adalah sebilah pedang. Itu adalah salah satu dari 5 Harta Dharma tingkat Kaisar nya, Pedang Qingyun. "... ... ... Aku sudah menyempurnakannya dengan darahmu. Pedang ini adalah milikmu. Walaupun tingkatannya pasti dibawah kekuatan aslinya, pedang ini pasti yang paling kuat di Faksi Yunhao."
"Terimakasih... ... ..." Hao Yanyi tersenyum dengan sangat lembut.
Shu Feng juga menjawab senyumannya dengan candaan. "Ketika kamu merindukanku, kamu bisa memoles pedang ini. Qingyun sangat suka dipoles dan dibersihkan. Dia sangat suka tempat yang bersih. Dia pendiam sepertiku tapi dia ramah sepertiku."
"Ya... ... ..." Hao Yanyi tersenyum dengan sedikit tawa. Lalu air mata mengalir.
Ini adalah perpisahan.
Kapan mereka akan berjumpa, tidak ada yang tau.
Mereka bisa saja tidak berjumpa lagi... ... ...
Dunia ini luas dan waktu tak pernah mundur ke masa-masa yang telah lalu... ... ...
"Terimakasih banyak atas segalanya." Shu Feng memeluk Hao Yanyi dengan sangat erat, seolah-olah ini adalah yang terakhir dan melepaskan pelukannya.
"Sampai jumpa."
Lalu Shu Feng lenyap di sana, tak meninggalkan jejak apapun selain Pedang Qingyun.
Dan Hao Yanyi tersenyum dengan senyuman paling indah dan cantik bersama tangisan yang tak reda,
"Ya, sampai jumpa!"
[Childhood Arc Part 1 - Completed]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments