Episode. 10

Seluruh Aula Utama ditekan oleh energi Yuan yang inti emas Shu Feng lepaskan.

Tato abu-abu di kening Shu Feng perlahan muncul dan matanya yang ungu perlahan berubah menjadi hitam pekat.

Ini adalah wujud sejati dari tubuh Teratai Hitam Penghancuran.

Mereka semua tidak menduga ini, kecuali mereka yang sudah menyaksikan kekuatan nyata dari Shu Feng.

Kedatangan mereka, para sesepuh majelis utama, hanya untuk memastikan kekuatan dari Shu Feng.

Sekarang mereka sudah melihatnya lagi, tak perlu bagi mereka untuk melihat lebih jauh.

"Bagi mereka yang tak lagi ingin protes, bisa pergi." Shu Feng berkata dengan acuh tak acuh.

Dan setelah dia mengatakan itu, hampir semua orang pergi, hanya menyisakan 1 orang di bawah,

Orang itu adalah pria bernama Gu Binghan.

Gu Binghan yang masih tak berkutik karena rasa takjub, memandang Shu Feng dengan dalam.

"Tuan Muda— tidak, haruskah kupanggil kamu Kepala Klan? Apakah kamu benar-benar Putra Shu Qian, Tuan Muda Tertinggi Shu Feng kami? Apakah kamu bukan seorang Grandmaster yang menyusup ke dalam tubuh tuan muda tertinggi kami?"

Shu Feng yang melihat keraguan Gu Binghan, masih tersenyum tipis dan dia menarik kembali seluruh auranya dan kembali ke wujud aslinya, berambut hitam dan bermata ungu dengan ekspresi yang ramah.

Wajar bagi Gu Binghan curiga, ditambah dengan fakta bahwa hanya Grandmaster, kultivator ranah Jiwa Baru Lahir, bisa melepaskan jiwa dan menyusup ke tubuh baru. Hanya dengan ini mereka bisa selamat dari kematian.

"Sejak awal aku adalah aku. Jika bukan karena kursi Kepala Klan kosong, aku tidak akan pernah menunjukkan kekuatanku sampai waktunya tiba."

Gu Binghan tertawa kaku. Hingga saat itu tiba, akan kah kau mengambil kembali kursi Kepala Klan dengan cara yang sama? Gu Binghan menggeleng kepalanya dan membungkuk,

"jika begitu, saya akan mundur diri." Katanya dengan penuh hormat lalu berbalik untuk pergi.

"Tunggu."

Tiba-tiba, Shu Feng memanggil Gu Binghan, lalu dia berkata, "Gu Binghan dari keluarga besar Gu, katakan padaku, aku akan menawarkan nya sekali, keputusannya ada di tanganmu. Aku sedang membutuhkan seorang tangan kanan, aku jelas tidak bisa memimpin Klan ini sendirian, karena itu, ikuti lah aku dan aku akan membawamu ke puncak."

Gu Binghan adalah salah satu aset yang berharga, walau dia tidak sehebat bakat kelas pertama Klan, dia memiliki sikap yang dibutuhkan.

Di tambah, Gu Binghan adalah salah satu orang yang tidak memandang rendah dirinya.

Dia bisa disuruh dan dia tak terikat dengan harga diri yang tinggi bahkan ketika dia memilikinya, dia tau posisinya dan dia tau harus melakukan apa.

Gu Binghan adalah pilihan yang bagus.

"Mengikutimu... ... ...?"

Gu Binghan berkerut.

Baginya, Shu Feng adalah orang yang sangat tepat untuk memimpin Klan. Walaupun karena sikap sombongnya menjadikannya agak ragu atas pemikiran ini, tetapi tetap saja, dia merasa Shu Feng harus diwaspadai karena sifatnya yang misterius.

Tapi dia adalah seorang pemikir.

Jika dia bukan seorang Pemikir, dia tak akan ada di sini, di bawah tatapan seorang Master dengan tanpa terluka.

Dia harus memikirkan tawaran ini.

"Berikan aku waktu seminggu untuk berpikir." Gu Binghan berkata.

"Baiklah," Shu Feng mendengus dan dia menopang dagu dengan santai, "Kamu boleh pergi."

Dengan begitu, pertemuan pertama di bawah penguasaan Shu Feng, berakhir.

...... ... ... ......

Sehari kemudian, berita tentang seorang anak berusia 8 tahun naik ke posisi Kepala Klan menyebar dengan sangat cepat.

Banyak sekte tingkat menengah seperti Sekte Laoxing mempertanyakan kebenarannya.

Seorang bocah berusia 8 tahun naik menjadi Kepala Klan masih bisa diterima, namun seorang bocah berusia 8 tahun sebagai seorang Master? Patut dipertanyakan kebenarannya!

Karena itu bukan lagi jenius tertinggi, itu seekor Naga di antara manusia!

Sehari lagi berlalu,

Sekte Dashan,

Sekte itu terletak di antara Gunung paling besar di bawah Dinasti Abadi Xinghuang.

Gunung itu memiliki tinggi sekitar 1km, dengan luas sekitar 13km,

Gunung semegah dan sebesar itu sungguh paling besar di Daratan, karena itu nama sekte di sana adalah Sekte Dashan.

Luo Qi dipanggil ke kediaman Masternya, Kepala Sekte Dashan, pendiri dari Sekte Dashan, Grandmaster Dashan, atau lebih tepatnya, Raja Dashan.

Ketika Luo Qi tiba di kediaman, dia langsung dipersilahkan masuk oleh para pelayan. Ketika dia sampai di ruang meditasi, tempat biasanya dia belajar dan bertukar pikiran dengan Masternya, dia melihat Masternya duduk dengan gelas dibibir, menikmati pagi yang damai.

Luo Qi berjalan ke Raja Dashan, duduk di depannya, dengan sikap yang tak terlalu mencolok.

Kemudian, Raja Dashan berbicara dengan tenang, "Tunanganmu bertingkah."

"Aku tidak tau apapun tentang itu." Luo Qi sudah mendengar tentang ini, tapi dia tetap belum pernah mendengar atau mendapatkan surat apapun langsung dari Shu Feng.

"Kamu sudah pasti pernah mendengarnya."

"Ya, tapi aku tidak tau kebenaran atas rumor itu, tapi memang benar, Kepala Klan Shu Qian menghilang dan seseorang tampaknya menggantikan Kepala Klan Shu Qian."

Raja Dashan memandang Luo Qi dengan dalam, kamudian dia tersenyum, "Kalau begitu kita harus memanggilnya."

"Lakukanlah sesukamu." Luo Qi menutup matanya mendengar itu. Dalam kepalanya, dia sedang memikirkan sesuatu.

… … …

Sekali lagi, hari berlalu,

Di Klan kultivasi Huang, semuanya berjalan lancar walaupun klan itu masih dalam keadaan shock.

Di ruang kerja Kepala Klan, Shu Feng melihat seluruh berkas yang menumpuk dan mengerjakannya satu persatu.

Di sisi lain, Hao Yanyi berdiri di sampingnya dengan sangat tenang.

Tempat itu sangat tenang.

Kemudian Shu Feng berbicara, "Kakak Yan, apa makan malam hari ini?"

Hao Yanyi menjawab dengan pelan, "Ayam panggang."

"Oke... ... ..." Shu Feng menganggukkan kepala lalu melihat ke luar jendela. Dia mendesah dan membaringkan kepalanya di atas meja sambil memikirkan sesuatu.

"Ada apa?" Hao Yanyi tau ada sesuatu yang dipikirkan oleh Shu Feng dan bertanya.

"Kemana menurutmu Ibu pergi?"

Wajah Hao Yanyi langsung suram mendengarnya, "Nyonya Besar akan baik-baik saja."

"En,"

Shu Feng hanya tersenyum mendengar kata-kata penyemangat Hao Yanyi.

Dia sudah memulai penyelidikan atas hilangnya Shu Qian. Sehari yang lalu ia menyelidiki masalah ini sembari mengikuti jejak.

Sangat sulit untuk melacak jejak mereka dan dia hanya bisa melihat jejaknya sebanyak 71 langkah saja. Itu tak terlalu jauh dari Klan kultivasi Huang.

Beberapa saat kemudian, langit tiba-tiba bergemuruh.

Shu Feng langsung berdiri. Itu pertanda bahwa ada kapal langit berhenti!

Shu Feng bergegas keluar dari ruangan hingga lapangan besar. Di sana dia melihat bendera dari Sekte Dashan berkibar.

"Ini... ... ..."

Shu Feng berkerut.

Beberapa saat kemudian, seorang pemuda bersama seorang pak tua berjalan keluar dari kapal, dan terbang di angkasa. Masing-masing mata mereka menatap Shu Feng dengan hina.

"Siapa mereka?" Shu Feng bergumam.

Terpopuler

Comments

Hiu Kali

Hiu Kali

dan Shu Feng pun sakit perut, entah kapan bisa up lagee... yooo semangaat bagoos ini plot ceritanyaah...

2023-03-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!