Sesampainya di sana, Sekretaris May langsung menyambut kedatangan Lea. "Silahkan masuk, Bu Lea, Pak L sedang menunggu Anda."
"Terima kasih."
Begitu Lea masuk ke dalam ruangan, L langsung menyambut kedatangan wanita itu dengan senyuman. "Sepertinya kau datang 10 menit lebih cepat dari waktu yang dijanjikan, Sayang."
"Jangan memanggilku seperti itu. Katakan saja, apa sebenarnya maumu?" Lea berkata dengan ketus.
L berdiri dari duduknya, kemudian berjalan mendekat ke arah Lea. "Temani aku ke suatu tempat. Itu permintaanku padamu."
"Hanya itu?" tanya Lea ingin memastikan bahwa pria itu tidak ingin macam-macam.
"Hem." L bergumam seraya berjalan mendahului wanita itu keluar dari ruangannya.
Sesampainya di tempat parkir.
"Apa kau bisa menyetir?" L bertanya pada Lea.
"Bisa," jawab Lea, dan secara spontan L langsung melempar kunci mobil ke arahnya.
"Sekalian kau jadi sopirku hari ini." L berkata kemudian masuk ke dalam mobil lebih dulu, sementara Lea yang menerima kunci mobil tersebut sedikit pun tak melayangkan protes.
Begitu Lea masuk ke dalam mobil kemudian melajukannya, dia pun bertanya pada L, "Kita akan pergi ke mana?"
"Pantai mutiara." L menjawab sambil memperbaiki posisi duduknya kemudian memejamkan matanya seperti hendak tertidur. Akhir-akhir ini insomnianya memang kambuh, jadi dia ingin tidur selagi Lea berada di sampingnya.
"Pantai mutiara itu agak jauh, untuk apa kau ingin pergi ke sana?" tanya Lea, tapi L tidak menjawab pertanyaannya. "Hey, kenapa kau diam saja?"
Melihat L masih saja terdiam, Lea hanya bisa berdecak kesal sambil terus melajukan mobil Rubicon hitam itu meninggalkan area perkantoran.
"Hey, apa kau tidur?" tanya Lea, tapi L tetap saja tidak menyahut, sepertinya pria itu memang sudah tertidur. "Kenapa cepat sekali?"
*
*
Lea menepikan mobil begitu sudah sampai di tempat tujuan. Selama lebih dari setengah jam dia melajukan mobil, dan selama itu pula L terlelap. Melihat pria itu tertidur dengan pulas di sampingnya membuat Lea jadi tak tega membangunkannya.
Lea menatap wajah L dengan lekat, nampak sekali kalau wajah pria itu sangat kelelahan. "Kau sangat tampan saat tertidur, tapi sangat menyebalkan ketika terbangun." Lea menjeda ucapannya sejenak. "Kau tahu, aku sangat membencimu, karena semenjak kau muncul dalam kehidupanku, kau bisanya hanya memberiku masalah demi masalah."
Wanita itu lantas keluar dari mobil kemudian membuka sepatunya ketika akan berjalan di atas pasir yang basah. Sudah sangat lama Lea tidak pergi ke pantai, terakhir kali saat Daniel mengajaknya liburan di Pantai Duta 2 tahun yang lalu, dan itu pun saat Daniel pertama kali melamar Lea sekaligus merencanakan pernikahan.
Mengingat betapa indahnya kisah mereka saat itu, Lea tanpa sadar menjatuhkan air matanya. Hatinya sangat sakit ketika menyadari bahwa Daniel ternyata tega mengkhianatinya.
Selama hampir 10 menit Lea menjemur dirinya di bawah sinar matahari yang terik, L yang sudah terbangun pun lantas berjalan menghampiri wanita itu.
"Kenapa kau tidak membangunkanku?" L bertanya begitu sudah berdiri tepat di samping Lea.
"Aku tidak tega melakukannya. Kau nampak sangat kelelahan, jadi aku membiarkanmu tidur sebentar lagi," jawab Lea.
L menatap Lea dengan lekat. "Matamu merah dan sembab, apa kau habis menangis?"
Lea menggeleng. "Tidak. Untuk apa juga aku menangis? Tidak ada yang perlu aku tangisi."
L tersenyum miring. "Jangan pikir aku bodoh. Kau pasti habis menangisi calon suami tercintamu itu."
Lea sontak menatap L dengan tajam. "Bisakah kau berhenti mengejekku? Kenapa kau suka sekali melakukannya? Apa itu membuatmu puas dan bahagia?"
"Mengejekmu? Untuk apa juga aku mengejekmu? Tidak ada untungnya. Bukankah satu bulan lagi kalian berdua memang akan segera menikah? Undangan pernikahan kalian bahkan sudah tersebar dimana-mana, lalu apa namanya jika tuan Daniel bukan calon suamimu?" balas L.
Lea berdecak kesal. Seketika wanita itu menjadi sangat emosi. "Dengar, Tuan Emmanuel yang terhormat, dia itu bukan calon suamiku. Laki-laki pengkhianat seperti dia tidak pantas dijadikan sebagai pendamping hidup. Dan aku tegaskan, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau menikah dengannya, jadi berhenti menyebutnya sebagai calon suamiku."
L justru malah tertawa mendengar ucapan Lea. "Kau ini lucu sekali, Nona Azalea. Kalau kau memang bersikeras tidak ingin menikah dengan tuan Daniel Henry, lalu mengapa semalam kau bersembunyi ketika dia datang mencarimu ke toilet? Kenapa tidak kau tunjukkan saja padanya bahwa sekarang kau bersamaku? Dan lagi, jika kau bersikeras tidak ingin menikah dengannya, lalu apa yang akan kau lakukan dengan undangan pernikahan yang sudah tersebar luas, hm?"
Lea terdiam sambil menahan gejolak emosi yang bersarang di dadanya. Daniel pengkhianat itu benar-benar sangat menyebalkan. Bisa-bisanya dia mengatur pernikahan dan menyebarkan undangan tanpa persetujuan Lea.
"Tidak usah mencampuri urusanku. Aku pasti bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Dan juga aku beritahukan padamu, aku tidak akan melakukan hal bodoh untuk merusak reputasi yang sudah susah payah aku bangun selama bertahun-tahun." Lea lantas kembali masuk ke dalam mobil meninggalkan L yang masih berdiri sendirian di bibir pantai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ray
Lea bisa jadi dibawa kabur nih sama Tuan L😄Lanjut baca dan semangat buat Outhor💪🙏😘
2023-03-06
0
Rahmi Miraie
bisa ga sih L sehari aja ga bikin masalah sama lea ga capek apa?
2023-03-03
0
Fenty Dhani
jangan marah² Mulu Lea...nti darah tinggi Lo😂😂😂
2023-02-28
0