Bab 10

Beberapa hari kemudian.

"Ini sertifikat dan kunci rumahnya. Terima kasih banyak." Lea menyerahkan sertifikat rumah beserta kunci rumahnya setelah L dan dirinya selesai melakukan transaksi jual beli. Uang sudah masuk di rekening Lea dan sebagai gantinya, Lea harus memberikan apa yang seharusnya menjadi milik pria itu.

"Terima kasih kembali." L tersenyum sambil berjabat tangan dengan Lea.

"Karena urusan kita sudah selesai, jadi aku ingin pamit kembali ke kantor." Lea buru-buru beranjak dari duduknya karena tidak ingin berlama-lama dengan pria itu. Namun, sebelum Lea melangkahkan kakinya melewati pintu restoran, sebuah notifikasi m-banking kembali muncul di ponselnya. Uang dengan nominal 30 juta kembali masuk di rekeningnya.

"Apa ini? Kenapa dia mengirimiku uang 30 juta?" gumam Lea. Tidak berselang lama, pesan baru dari L juga muncul.

'Aku mengembalikan uangmu yang kau tinggalkan di ruanganku tempo hari. Maaf, aku tidak bisa menerimanya karena aku tidak mau kenangan indah antara kau dan aku kau beli dengan uang.' Tulis L dalam pesannya.

Lea menggenggam ponselnya dengan erat karena marah, kemudian berjalan kembali menghampiri pria licik yang menyebalkan itu.

"Sebenarnya apa maumu?" tanya Lea disertai tatapan tajam. "Apa kau memang sengaja ingin mempermainkanku, hah?"

L tersenyum. "Jangan salah paham. Aku bukannya ingin mempermainkanmu, hanya saja, aku tidak ingin kau memberiku uang dan menyuruhku melupakan kejadian malam itu begitu saja. Bukankah aku sudah pernah bilang, bagaimana kalau kejadian malam itu begitu berkesan sehingga sangat sulit untuk dilupakan?"

"Kau-"

"Sayang, kenapa kau ada di sini?" tanya Daniel yang tiba-tiba muncul di belakang Lea, membuat wanita itu urung melanjutkan ucapannya.

Berada di antara dua laki-laki menyebalkan, satu brengsyek dan yang satunya lagi sangat licik, Lea jadi tidak tahan berada di tempat tersebut. Apalagi kedua laki-laki itu memang sangat ingin dia hindari untuk tetap menjaga kewarasannya.

Baru saja Lea ingin memutar badan dan hendak pergi dari sana, tapi Daniel sudah mencengkram pergelangan tangannya. "Tunggu dulu, Sayang." Daniel lantas beralih menatap L yang masih betah duduk di tempat. "Tuan Emmanuel, perkenalkan, Nona Azalea adalah calon istriku," kata Daniel sambil merangkul pinggang Lea dengan posesif.

"Lepaskan, Daniel," bisik Lea tapi Daniel tetap tidak peduli.

Pria itu lantas mengeluarkan selembar undangan pernikahan dari dalam saku jasnya. "Mumpung calon istriku ada di sini bersamaku, aku ingin memberikan undangan pernikahan kami padamu, Tuan Emmanuel."

Lea yang baru tahu bahwa ternyata Daniel sudah mencetak undangan pernikahan tentu saja menjadi marah. Bisa-bisanya laki-laki brengsyek itu bersikap semaunya. Apalagi hingga detik ini Lea masih belum setuju untuk kembali pada Daniel, apalagi sampai mau menikah dengan pria brengsyek itu.

"Hentikan, Daniel, atau kamu akan mempermalukan dirimu sendiri." Lea kembali berbisik untuk memperingatkan Daniel.

Sementara itu, L sendiri malah menerima undangan pernikahan itu dengan penuh suka cita. "Wah, selamat untuk kalian berdua. Aku turut bahagia untuk ini." L lantas beralih menatap Lea. "Nona Azalea, selamat ya, sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Daniel."

Entah mengapa Lea merasa bahwa ucapan yang keluar dari mulut L malah terdengar seperti sebuah kalimat ejekan. Seolah-olah L menertawainya karena masih mau menikah dengan laki-laki yang pernah mengkhianatinya.

Tidak tahan dengan suasana menyebalkan ini, Lea segera melepaskan tangan Daniel yang merangkul pinggangnya, kemudian buru-buru pergi dari sana.

"Permisi, aku harus kembali ke kantor, aku masih punya banyak sekali pekerjaan," pamit Lea.

Begitu Lea pergi, L dan Daniel lantas saling berjabat tangan.

"Saya tidak menyangka bahwa ternyata Anda lah Tuan Emmanuel yang terkenal itu," kata Daniel. "Sebelumnya saya ingin meminta maaf, karena pertemuan pertama kita tempo hari kurang mengenakkan."

L balas tersenyum. "Saya juga meminta maaf yang sebesar-besarnya, Tuan Daniel, karena waktu itu saya juga belum mengenali Anda. Saya juga belum tahu kalau ternyata Anda adalah calon suami pengawas Lea."

Daniel tertawa. "Tidak masalah. Oh iya, ayo kita duduk. Maaf sudah membuatmu menunggu."

"Tidak apa-apa. Tadi saya juga memang sedang ada urusan yang lumayan penting," kata L.

Kedua pria itu lantas duduk berseberangan sembari membahas mengenai masalah pekerjaan.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Dan apakah diantara ke2 pria tersebut yg bisa mempersunting Lea🤔?
Dan bagaimana Khabar pernikahan Lea dengan Daniel, berlanjut atau putus🤔🙏? Selalu semangat buat Outhor dan pastinya lanjut baca,, cushhhhhh gooooo😘

2023-03-06

0

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

semoga L mau menolong lea kepas dr daniel

2023-02-25

0

Yusup Priyono

Yusup Priyono

Say NO......!!!
to Daniel.....
tegas Lea.....!!!

2023-02-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!