Bab 8

Mendengar nama mantan tunangannya disebut, Lea malah berdiri mematung di tempat. Senyuman bahagia karena kedatangan keluarganya kini sudah tidak ada lagi, berganti menjadi perasaan sedih, marah, kesal, dan kecewa yang bercampur menjadi satu.

"Kenapa diam saja? Cepat bawa tehnya. Nanti tehnya keburu dingin."

"Tidak mau, Bu." Dengan wajah cemberut Lea malah duduk di kursi meja makan. "Leon, bawakan teh itu untuk ayah," titah Lea pada adiknya.

"Loh, Kak? Ada apa?" tanya Leon. Pemuda yang lebih muda 5 tahun dari Lea tersebut kini sudah duduk di samping sang kakak. Jujur saja, dia paling tidak suka melihat kakaknya bersedih.

Lea tidak menjawab pertanyaan Leon. Jika biasanya adiknya itu adalah tempatnya berkeluh kesah menceritakan semua masalah yang dia hadapi, baik masalah percintaan mau pun masalah di tempat kerja, kali Lea justru memilih untuk memendam masalahnya sendiri dan tidak menceritakan pengkhiatan Daniel pada adik kandungnya tersebut, takut Leon malah membuat masalahnya menjadi rumit ketika pemuda itu mendatangi Daniel dan menghajarnya.

"Kenapa diam saja, Kak? Cepat ceritakan padaku? Apa kak Daniel menyakitimu? Katakan padaku, biar aku yang menghajarnya sampai babak belur jika dia berani melakukannya," kata Leon, tapi Lea tetap saja diam. Andai mereka hanya berdua di sana, dia pasti sudah menagis dalam pelukan sang adik.

"Leon, jangan banyak bicara. Cepat bawa teh ini untuk ayahmu sebelum tehnya menjadi dingin," titah sang ibu.

"Tapi Bu-"

"Keluarlah, Kakak juga ingin bicara berdua dengan Ibu." Lea tiba-tiba memotong ucapan adiknya.

Karena tidak punya pilihan lain, Leon pun akhirnya menuruti perintah ibu dan kakaknya.

Begitu Leon sudah keluar, Ibu lantas duduk di dekat putrinya dan berkata dengan lembut, "Nak Daniel bilang, kamu marah dan ingin membatalkan pernikahan kalian. Apa itu benar?"

Lea tertunduk. Perasaannya semakin tidak karuan ketika mengetahui bahwa Daniel sudah lebih dulu berbicara pada kedua orang tuanya. Yang Lea takutkan, Daniel malah mengarang cerita dan tidak mengatakan cerita yang sebenarnya pada kedua orang tuanya.

"Nak, masalah muncul menjelang pernikahan itu memang wajar terjadi, hampir semua pasangan yang sekarang sudah menikah, semuanya dulu juga mengalami hal yang sama menjelang pernikahan mereka, tidak terkecuali Ibu. Dulu, tepatnya 30 tahun yang lalu, saat Ibu dan ayahmu akan menikah, Ibu juga sempat ingin membatalkan pernikahan seminggu menjelang resepsi. Padahal kalau dipikir-pikir, hanya masalah kecil, tapi Ibu malah membesar-besarkan masalah dan tidak ingin pernikahan terjadi. Coba kamu pikir, kalau Ibu tidak jadi menikah dengan ayahmu, apa kamu pikir kamu dan Leon bisa hadir di dunia ini? Tidak, 'kan?"

Lea terdiam sambil masih tertunduk menyimak ucapan Ibunya.

"Nak, sebelum kau mengambil keputusan, pikirkan dulu apa akibatnya, jangan egois dan hanya memikirkan dirimu sendiri, pikirkan juga Ibu dan ayah, kalau kau dan nak Daniel tidak jadi menikah, mau ditaruh dimana muka Ibu dan ayah? Bukan hanya kau yang malu, tapi Ibu dan Ayah juga. Kalian sudah bersama selama 10 tahun, dan hampir semua orang tahu hal itu. Apa kau ingin mengakhiri 10 tahun kebersamaan kalian begitu saja hanya karena sebuan kesalah pahaman?"

Lea langsung menatap sang ibunda ketika mendengar beliau berkata seperti itu. Sepertinya memang benar bahwa Daniel sudah menceritakan sesuatu pada mereka.

"Bu, bolehkah aku berbicara?" tanya Lea.

"Tentu saja, Nak. Bicaralah."

"Apa yang sudah Daniel katakan pada Ibu dan Ayah?" tanya Lea penasaran. Jika dugaannya benar bahwa Daniel sudah mengarang cerita baru, dia berjanji akan memberi pelajaran pada pria brengsyek itu.

"Nak Daniel bilang, kau sangat marah karena cemburu pada rekan kerjasama bisnisnya. Kau berpikir nak Daniel sudah berselingkuh darimu jadi kau memutuskan hubungan dan membatalkan pernikahan secara sepihak." Ibu menjelaskan apa yang dia ketahui.

"Hanya itu?" tanya Lea.

"Iya, hanya itu."

"Bu, bagaimana jika seandainya calon menantu Ibu benar-benar berselingkuh, hingga sampai tidur dengan wanita lain?" tanya Lea meminta pendapat ibunya.

Terpopuler

Comments

Nila

Nila

Daniel bohong

2023-03-21

1

Ray

Ray

Bisa jadi seorang ibu tidak mempercayai tanpa adanya bukti🤔🙏😔

2023-03-06

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

lanjut thorrrr kuh

2023-02-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!