Waktu seolah berhenti berputar saat Lea dan pria yang bersamanya semalam saling adu pandang. Mengapa dunia begitu sempit? Begitu pikir Lea saat ini. Selama beberapa saat Lea termenung, dia kembali sadar ketika Direktur Hans menyuruhnya untuk memperkenalkan diri pada calon investor perusahaan mereka.
Awalnya Lea sedikit gelagapan, wanita itu bingung bagaimana caranya dia memperkenalkan diri pada lelaki itu. Entahlah, saat ini rasanya dia ingin memuntahkan jantungnya saking deg-degannya.
"Pengawas Lea, ada apa denganmu?" tanya Direktur Hans.
Sementara Ben, yang merupakan saingan Lea hanya tersenyum melihat rivalnya itu kurang konsentrasi. "Pengawas Lea, tidak baik memikirkan masalah pribadi saat berada di tempat kerja," sindir Ben, membuat Lea menatapnya dengan tajam.
"Kalau dia tidak mau memperkenalkan diri juga tidak apa-apa, bukankah kalian sudah menyebut namanya beberapa kali." Emmanuel, atau yang biasa dikenal sebagai Tuan L tiba-tiba berkata seperti itu pada Direktur Hans dan Ben, setelah itu pria tampan tersebut menatap Lea dan berkata, "Pengawas Lea nampak sedikit pucat, apa mungkin semalam kau lembur dan begadang hingga kurang tidur."
Terdapat senyuman tipis tak kasat mata di ujung bibir pria itu. Masalah kurang tidur atau pun tidak, hanya mereka berdua yang tahu.
'Si al. Apa dia sedang berusaha mengingatkanku tentang kejadian semalam? Astaga, apa yang harus aku lakukan sekarang? Ya Tuhan ... kenapa juga aku harus bertemu dengan pria ini di tempat kerja?' Batin Lea mulai frustasi.
"Y-ya, sepertinya saya memang kurang istirahat. Semalam saya lembur hingga tengah malam," bohong Lea sambil tersenyum dipaksakan.
Direktur Hans tertawa. "Tuan Emmanuel, Pengawas Lea ini orangnya memang pekerja keras sekali, dia satu-satunya karyawan yang masih bertahan di samping saya hingga detik ini sejak perusahaan ini didirikan dan mengalami jatuh bangun."
"Oh, ya? Hebat sekali kalau begitu." L tiba-tiba saja mengulurkan tangannya pada Lea. "Semoga kita berdua bisa bekerja sama dengan baik ke depannya, Pengawas Lea."
Lea melihat tangan L dengan ragu-ragu, antara membalas uluran tangan pria itu atau tidak. Tapi kalau Lea tidak membalasnya, bukankah hal itu justru malah mengundang kecurigaan orang lain.
'Lebih baik aku balas saja. Jika dia bisa bersikap biasa-biasa saja saat bertemu denganku, lalu untuk apa aku merasa tertekan sendiri? Ah, sebaiknya aku pura-pura saja tidak pernah bertemu dengannya, dan untuk kejadian semalam, anggap saja kejadian itu tidak pernah terjadi.'
Melihat Lea berjabat tangan dengan L sambil saling melempar senyuman, Ben sendiri justru merasa kepanasan. Bagaimana tidak, secara terang-terangan pihak investor mengajak Lea untuk bekerjasama, sementara dirinya, dia bahkan tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan.
*
*
Berselang beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya selesai membahas masalah penting dengan pihak investor, dan akhirnya pihak investor setuju untuk menginvestasikan modal dalam jumlah besar pada perusahaan Jaya Sentosa mereka.
"Semoga kerja sama kita saling menguntungkan." L berkata saat berjabat tangan dengan Direktur Hans.
"Tentu, itu juga yang kami harapkan. Semoga Bara Holdings bisa membawa perusahaan kami lebih maju dari sebelum-sebelumnya," balas Direktur Hans. "Oh iya, Pengawas Lea, tolong antar Direktur Emmanuel sampai ke bawah."
"Baik, Pak." Meski pun sedikit terkejut dengan perintah atasannya, tapi Lea tetap berusaha bersikap setenang mungkin. Meski pun itu artinya dia akan menemani pria itu selama beberapa menit ke depan. "Mari silahkan, Pak."
Lea dan L lantas berjalan beriringan bersama, sementara asisten dan sekretaris L sudah kembali lebih dulu. Kini keduanya sudah berdiri di depan pintu lift menunggu pintu lift yang akan mengantar mereka ke lantai bawah terbuka. Saat keduanya sama-sama memasuki lift, jantung Lea yang tadinya sudah berdetak cepat kini berdetak semakin tidak karuan saja. Entah apa nanti yang akan L katakan padanya, tapi semoga saja lelaki itu sudah melupakan kejadian semalam. Namun, harapan Lea tidak sesuai kenyataan, disaat pintu lift tertutup rapat, disaat yang bersamaan L malah membawanya masuk ke dalam kurungan tangan pria itu.!
"Aku tidak menyangka bahwa ternyata kau bekerja di sini, Sayang," kata L disertai tatapan yang lebih layak disebut sebagai tatapan mesyum.
"Lepaskan. Jaga sikap Anda Direktur Em-" Ucapan Lea seketika terhenti saat L meletakkan jari telunjuknya pada bibir wanita itu.
"Kau boleh memanggilku L saja, tanpa embel-embel pak atau pun tuan."
"Tidak mau." Lea mendorong dada L dengan kuat sehingga pria itu berhasil bergeser dari hadapannya. "Tolong jangan bersikap kurang ajar padaku. Kita berdua ini tidak saling mengenal."
L tersenyum. "Kamu tidak sedang berakting pura-pura lupa padaku, 'kan? Semalam kita baru saja menghabiskan malam bersama. Malam yang indah."
"Apa maksud Anda? Saya tidak mengerti?" tanya Lea pura-pura.
L kembali tersenyum smirk. "Sepertinya dugaanku benar, kau memang sengaja !!pura-pura lupa padaku." L menjeda sejenak ucapannya, sembari mengeluarkan kartu identitas dari dalam saku jasnya. "Untungnya semalam aku sudah berjaga-jaga dengan mengambil KTP ini di dalam tasmu."
Mata Lea membulat, apalagi saat melihat KTP nya benar-benar ada di tangan pria itu.
"Kembalikan itu." Lea berusaha merebut KTP miliknya dari tangan L, tapi pria itu dengan cepat menjauhkan dari jangkauannya.
"Jangan harap kamu bisa mengambilnya sebelum melunasi hutang-hutangmu padaku," kata L sambil tersenyum smirk.
"Hutang apa maksudmu?" tanya Lea tidak mengerti.
"Sepertinya kau belum membaca pesan yang aku selipkan pada menu sarapan yang aku titipkan untukmu tadi pagi!!."
Ting. Pintu lift akhirnya terbuka kembali. L lantas keluar dari sana lebih dulu kemudian berbalik dan berkata pada Lea, "Aku menunggumu menghubungiku secepatnya, Nona Azalea, semoga harimu menyenangkan."
Selesai mengucapkan kalimat itu pada Lea, L lantas segera pergi dari sana sembari tersenyum penuh kemenangan.
"Ah, si al." Lea terus saja merutuki kebodohannya sendiri, kenapa bisa dia sebodoh itu sampai mabuk-mabukan dan mengajak seorang pria asing untuk tidur dengannya. Si al nya, dia malah tanpa sengaja menyewa pria menyeramkan seperti Emmanuel.
Lea buru-buru berjalan menghampiri mejanya begitu kembali ke lantai sekian tempat kantornya berada. Wanita itu ingin segera memeriksa apa isi pesan yang diselipkan L pada box menu sarapannya.
'Kau berhutang uang sewa kamar dan bayaran atas jasaku. Segera hubungi aku jika kau ingin tahu bagaimana cara melunasinya.' Isi pesan L yang pria itu tulis pada secarik kertas. Tidak lupa L meninggalkan nomor kontaknya agar Lea bisa segera menghubunginya.
Tidak ingin banyak basa-basi dan ingin masalah ini segera selesai, Lea segera menghubungi sekretaris L untuk meminta nomor rekening pria tersebut. Setelah mendapatkan apa yang dia mau, Lea segera mengirim sejumlah uang ke nomor rekening L.
'Aku sudah melunasinya, jadi tolong lupakan kejadian itu. Anggap saja kejadian semalam tidak pernah terjadi di antara kita.' Tulis Lea dalam pesannya disertai tanda bukti transfer.
Tidak butuh waktu lama untuk L membalas pesannya.
'Hey, apa maksudmu? Apa kau sedang menghinaku? Bagaimana bisa kau menghargaiku begitu murah?' Protes L.
"Gi la. Apa dia sedang berusaha memerasku? Dia pikir uang 20 juta itu sedikit. Dasar," kesal Lea kemudian kembali mengetik pesan.
'Apa kau sedang mencoba memerasku?'
'Memerasmu? Untuk apa aku memerasmu? Aku hanya tidak terima kau menghargaiku begitu murah.'
"Astaga. Orang ini benar-benar." Lea mendengus kasar, kemudian kembali mentransfer uang senilai 10 juta ke rekening L.
'Aku rasa itu sudah cukup untuk melunasi hutangku. Jadi aku mohon, tolong kita lupakan kejadian semalam.' Tulis Lea pada pesan terakhirnya, kemudian memblokir nomor kontak L agar pria itu tidak bisa menghubunginya lagi, meski pun hal itu sebenarnya tidak masuk akal karena mulai beberapa puluh menit yang lalu mereka adalah rekan kerja sama bisnis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Wiwik Retno Eni
seharusx rugi itu cewek,ini cewek kokkayak gak ada harganya.....!
2023-06-04
1
Alanna Th
utang yg bkln gk lunas", krn kpuasan yg tdk pernah tuntas? 😱😫😵😥
2023-05-14
0
Nila
makanya jangan suka sembarangan. kamu sendiri ygrugi Lea
2023-03-21
0