Bab 11

Lea sudah kembali ke kantor, dan sekarang dia sedang berdiri di depan pintu lift. Tadi setelah meninggalkan restoran, wanita itu sempat pergi meninjau studio tempat mereka akan melakukan pemotretan untuk promosi produk terbaru yang berada di bawah naungan perusahaan mereka. Namun, Lea merasa sangat terkejut ketika tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan menyeretnya pergi ke tempat sepi.

"Hey, siapa kamu? Lepas, akh!" Lea meringis saat merasakan punggungnya terbentur di tembok, dan dalam sekejap dia sudah berada di dalam kurungan tangan seorang pria. Siapa lagi kalau bukan pria licik itu, Emmanuel.

"Mau apa kamu?!" teriak Lea.

L menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya sendiri. "Sst, jangan ribut. Nanti ada yang melihat dan mendengar kita. Bisa-bisa orang lain jadi curiga."

"Apa sebenarnya maumu?" bisik Lea namun penuh penekanan. Wanita itu menarik napasnya dalam-dalam. Mengapa pria yang satu ini suka sekali menguji emosi dan kesabarannya.

"Mauku?" L tertawa kecil. "Melepas rindu denganmu tentunya," jawab L sambil membelai lembut wajah Lea. Jangan lupakan tatapan mesyumnya yang sepertinya ingin memakan wanita itu.

"Jangan kurang ajar." Lea dengan cepat menipis tangan L. "Kalau kau berani macam-macam padaku, aku tidak akan segan-segan menghajarmu."

L kembali tertawa. Wajah mesyumnya kini tidak ada lagi. Dia memang senang menggoda Lea, sebab wajah wanita itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan ketika marah.

"Kenapa kau suka sekali marah-marah? Aku hanya bercanda. Aku membawamu kemari karena aku ingin mengucapkan selamat untukmu secara khusus." L menjeda ucapannya sambil tersenyum. "Selamat ya, setelah membalas pengkhiatan calon suamimu, kamu akhirnya mau kembali lagi padanya. Aku turut bahagia karena kalian sebentar lagi akan segera menikah, tapi aku penasaran, seperti apa nanti reaksi Daniel ketika tahu bahwa ternyata calon istrinya ini pernah tidur denganku." Lagi-lagi L membelai lembut wajah Lea tapi wanita itu dengan cepat menepisnya. "Dan mengenai rumah kalian, Daniel pasti belum tahu kalau kau sudah menjualnya, 'kan?"

Bug.

Bug.

Bug.

Lea memukul dada bidang L berkali-kali sambil menangis saking kesal dan marahnya dia pada pria itu.

"Sebenarnya apa maumu, hah? Apa salahku padamu? Kenapa kau tidak bisa membiarkan aku hidup dengan tenang? Apa susahnya melupakan kejadian itu dan kita berdua bisa kembali hidup damai dengan kehidupan kita masing-masing?"

L terdiam. Dia bisa melihat dengan jelas sorot mata kebencian yang Lea lemparkan padanya. Hatinya jelas tercubit, tentu bukan hasil seperti ini yang dia harapkan.

"Apa kau benar-benar ingin melupakan kejadian malam itu begitu saja?" tanya L sembari menatap wanita yang tengah menangis itu dengan lekat.

Lea terdiam. Tanpa dia jawab pun L pasti sudah tahu apa jawabannya.

L menarik napasnya dalam-dalam, kemudian melepaskan kurungan tangannya dari Lea. "Baiklah, aku akan mengabulkan keinginanmu, tapi dengan satu syarat. Sebentar malam tepatnya pukul 7, datang temui aku di kafe X. Aku akan menunggumu di sana. Kalau kau berani tidak datang, jangan harap aku akan berhenti mengganggumu."

Setelah mengatakan itu pada Lea, L segera melenggang pergi meninggalkan wanita itu.

Namun tanpa mereka sadari, di sudut lain seseorang ternyata sudah mencuri dengar obrolan mereka dan juga sempat mengambil beberapa foto dan video.

"Akhirnya, aku punya bukti untuk menyingkirkanmu." Orang itu berkata sambil tersenyum sinis.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Itu si rivalnya Lea si Bens si sirik 😡

2023-03-06

1

Fenty Dhani

Fenty Dhani

pasti Ben si rubah jantan😔

2023-02-27

0

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

siapa lagi yg udah menguping pembicaraan antara lea dan L..apakah rival lea?

2023-02-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!