L tersenyum kecut seraya berdiri dari duduknya, kemudian berjalan mendekat ke arah Lea. "Aku heran, kenapa kau terus saja menganggap bahwa malam itu adalah sebuah kesalahan?"
"Tentu saja malam itu adalah sebuah kesalahan, maka dari itu aku harap kau mau bekerjasama denganku. Ambil kembali uang ini dan kita lupakan kejadian malam itu, anggap saja kesalahan semalam itu tidak pernah terjadi diantara kita," ujar Lea yang ikut berdiri dari duduknya.
L kembali tersenyum, kemudian berjalan mendekat ke arah Lea dan berhenti tepat di hadapan wanita itu. "Aku ingin bertanya satu hal padamu, apa sebelumnya kau pernah berpikir, bagaimana jika seandainya kejadian malam itu terlalu berkesan sehingga sulit untuk dilupakan?" tanya L, kepalanya kini condong ke arah Lea dan berbisik tepat di dekat telinga wanita itu. "Bagaimana jika seandainya kejadian malam itu merupakan yang pertama bagiku, apakah kamu pikir aku bisa melupakan kenangan indah kita semudah itu?"
"Kau!" Mendengar ucapan L, Lea seketika menjadi emosi, dia sudah berusaha meminta pada pria itu dengan cara baik-baik, tapi sepertinya pria itu tidak suka cara yang halus, mungkin dia lebih suka cara yang kasar. "Apa susahnya sih mengambil uang itu dan lupakan kejadian malam itu? Harus berapa kali aku mengatakan bahwa kejadian itu hanyalah sebuah kesalahan-"
"Kesalahan apa, Pengawas Lea?" Suara bariton seorang pria dari arah pintu sukses mengalihkan perhatian keduanya.
"Di-Direktur Hans." Lea yang terkejut sontak menjaga jarak dengan L.
"Silahkan duduk, Pak Hans," kata L sambil tersenyum ramah dan berjalan menghampiri pria paruh baya tersebut. "Tadi saya dan Pengawas Lea membahas mengenai adanya kesalahan input data, jadi ... dia datang menemuiku untuk memperbaiki kecerobohannya."
'Apa? Kurang ajar sekali dia. Berani-beraninya bicara sembarangan pada atasanku.' Kesal Lea dalam hati.
"Oh, ya? Rasanya sangat aneh jika ... Pengawas Lea melakukan kesalahan. Sepanjang aku berkecimpung di dunia bisnis bersamanya, ini pertama kalinya aku mendengar bahwa Pengawas Lea ternyata bisa keliru juga dan kurang teliti."
L tertawa. "Pak Hans, Pengawas Lea ini hanya manusia biasa, yang juga bisa melakukan kesalahan seperti karyawan pada umumnya.
"Ya, kau benar, di dunia ini tidak ada makhluk yang sempurna."
*
*
Lea kembali ke kantornya dengan perasaan teramat kesal, mengingat semua yang dikatakan oleh L tentu saja membuat kepalanya semakin pusing, ditambah lagi Daniel yang masih saja belum menyerah untuk mengejarnya, pria itu masih ingin hubungan mereka kembali seperti dulu meski apa yang sudah dia lakukan di belakang Lea.
Tunggu tunggu. Bukankah sekarang Lea dan Daniel sama saja? Mereka berdua sama-sama pernah tidur dengan orang lain.
Tidak tidak. Lea tidak merasa mengkhianati Daniel setelah tidur dengan L, sebab dia tidur dengan lelaki licik dan menyebalkan itu setelah dia memutuskan hubungannya dengan Daniel. Dalam hal ini, Lea tidak menganggap dirinya sebagai pengkhianat seperti mantan tunangannya itu.
Saat Lea tengah melamun dan berdebat dengan dirinya sendiri, salah satu bawahannya tiba-tiba datang menghampiri.
"Bu Lea, ada titipan untuk Bu Lea dari Tuan Daniel," kata Wina sambil meletakkan paper bag pemberian Daniel di atas meja. "Oh iya, Bu, Tuan Daniel baik sekali ya, dia mentraktir semua orang di divisi kita," tambah Wina seraya melihat ke arah teman-temannya yang kini tengah menikmati kopi dan cemilan pemberian Daniel.
Melihat hal tersebut dari balik dinding kaca ruangannya, Lea hanya tersenyum dipaksakan. Masalahnya dengan Daniel, mungkin belum semua orang tahu mengenai hal tersebut, kecuali Ben yang keepo tingkat akut pada urusannya.
"Terima kasih banyak, Win. Pergilah bergabung dengan teman-temanmu yang lain."
"Baik, Bu."
Begitu Wina beranjak dari ruangannya, Lea lantas memeriksa isi paper bag pemberian Daniel, ada jus dan salad buah kesukaannya, serta beberapa botol vitamin dan suplemen untuk menjaga kesehatan. Lea lantas membaca sepucuk surat yang ditinggalkan Daniel untuknya.
'Jangan lupa jaga kesehatan, Sayang. Malam ini aku menunggumu di rumah kita. I love you.'
Lea mendengus kesal kemudian melempar pesan itu ke tempat sampah setelah me re mas nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Alanna Th
sekali lancung k ujian, seumur hdp org tak percaya! bener gk seh pepatah lama ini? sekali brkhianat suatu saat akan kembali berkhianat, aq yakin itu 😠😜😜🤮
2023-05-15
0
Nila
kalau sudah mantan kelaut aja. masih banyak pria yg lebih baik
2023-03-21
1
Ray
Mantan terindah tetapi menyakitkan😭😥
2023-03-06
0