Lea mendorong dada L sekuat tenaga agar pria itu segera menyingkir dari hadapannya, tapi sayangnya, L malah membalik posisi mereka sehingga kini gilirannya yang bersandar di tembok dengan posisi memeluk pinggang Lea erat-erat menggunakan kedua tangannya.
"Lepaskan. Atau aku akan berteriak," ancam Lea.
"Teriak saja. Aku justru tidak masalah kalau kita berdua sampai ketahuan," balas L dengan santainya.
Bug.
Bug.
"Dasar pria menyebalkan." Lea memukul dada L kuat-kuat. "Sebenarnya apa maumu, hah?"
Tok tok tok!
"Sayang!"
Seseorang tiba-tiba saja mengetuk pintu toilet dari luar, dari suaranya jelas sekali kalau itu adalah Daniel.
"Itu Daniel, cepat sembunyi." Untungnya L melonggarkan pelukannya ketika mendengar suara ketukan pintu, sehingga Lea bisa melepaskan diri.
Melihat wajah panik Lea, L justru berkata dengan santainya sambil melipat kedua tangannya di depan dada, "Bukankah tadi aku sudah pernah bilang, kalau aku sama sekali tidak masalah kalau kita ketahuan."
"Emmanuel. Kau ini benar-benar sangat menyebalkan. Aku sangat membencimu." Lea berkata dengan penuh penekanan saking emosinya pada pria itu. Detik berikutnya Lea langsung menyeret L masuk ke dalam kamar kecil kemudian mengunci pintunya dari dalam.
"Jadi kau sangat membenciku?" tanya L. Saat ini dia sudah dipojokkan oleh Lea di sudut kamar kecil.
"Diam." Lea langsung menyumpal mulut L menggunakan sebelah tangannya. "Atau aku akan-"
"Sayang! Apa kau ada di dalam?!" Suara teriakan Daniel langsung menghentikan ucapan Lea.
"Akan apa, hm?" L bertanya setelah menurunkan tangan Lea yang menutupi mulutnya.
Sontak Lea kembali menyumpal mulut L dengan tangannya. "Aku mohon diamlah," bisiknya.
"Aku baru akan diam kalau kau mau berjanji satu hal padaku," ucap L setelah menurunkan tangan Lea yang menyumpal mulutnya untuk kedua kalinya.
"Berjanji apa?" Lea benar-benar frustasi karena kelakuan L.
"Berjanjilah untuk memenuhi satu permintaanku."
"Permintaan apa lagi?" Dalam kondisi normal, Lea jelas malas memenuhi permintaan L, tapi disaat mendesak seperti ini mau tidak mau pun harus dia lakukan.
"Aku belum memikirkannya," jawab L.
Lea menarik napas dalam-dalam. Rasanya dia ingin menangis saking stresnya menghadapi sikap L. Semenjak L muncul dalam kehidupannya, pria itu bisanya hanya membuat Lea pusing dan memberinya banyak sekali masalah.
"Emmanuel brengsyek. Kau ini benar-benar manusia terlicik yang pernah aku kenal." Lea berkata dengan pasrah, membuat L tersenyum penuh kemenangan meski pun sedang dikatai.
"Sayang! Lea! Apa kau ada di dalam?!" Suara teriakan Daniel semakin terdengar jelas. Dari suara-suara yang terdengar di luar sana, sepertinya pria itu sedang membuka pintu kamar kecil yang kosong satu per satu sambil terus memanggil nama wanitanya. Untungnya tempat Lea dan L bersembunyi saat ini adalah kamar kecil yang berada di posisi paling ujung.
Melihat posisi Lea yang berdiri di depan pintu, L dengan cepat membawa Lea ke dalam gendongannya, karena bisa saja Daniel mengetahui keberadaan Lea dengan cara mengintip sepatu wanita itu dari balik pintu bagian bawah.
"Apa yang kau lakukan?" bisik Lea setelah melepas tangannya yang dia gunakan untuk menyumpal mulutnya sendiri. Hampir saja dia memekik karena terkejut karena L tiba-tiba saja menggendongnya tanpa aba-aba.
"Diamlah, atau kita akan ketahuan." L berkata sambil tersenyum. Sama sekali tidak ada raut tegang yang tergambar di wajahnya, berbanding terbalik dengan Lea yang sudah pucat dengan jantung berdebar cepat.
"Sayang! Apa kau ada di dalam?! Azalea!" Daniel kembali berteriak, sembari tangannya bergerak memutar kenop pintu kamar kecil tempat Lea dan L bersembunyi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ray
Seru dan semakin Seru, muantap dong main gendong gendongan, tak gendong kemana mana😂😄😘😭
2023-03-06
0
Rahmi Miraie
lagi pada main kucing"an ya..hhhhaa daniel percuma kamu cari lea
lea ga bakalan menjawab panggilan kmu
2023-03-03
0
Fenty Dhani
dag Dig dug duer😆
2023-02-28
0