ayah berlalu meninggalkan ku,dengan uang sepuluh juta yang berada di tangan ku,aku melangkah lunglai ke arah kamar,ternyata pria bejad itu benar-benar ingin meninggalkan ibu dan adik-adikku dan akan menjadikan seorang putri menjadi madu bagi ibu nya
begitu tega nya pria itu,demi hawa nafsu dia tega meninggalkan keluarga nya,bahkan adik ku Azka masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah,tak bisa ku bayang kan nasib mereka jika ayah benar pergi,dan aku lah penyebab kepergian itu,aku akan menyandang aib itu seumur hidup ku,seorang anak kawin lari dengan ayah tirinya,kisah yang sangat menjijikkan
ini tidak akan pernah terjadi,tunggu lah ayah... kau tidak akan melihat ku lagi dalam hidup mu tidak akan pernah..!
suasana sangat dingin malam ini,hembusan angin mampu membuat seluruh tubuh merasa sejuk,aku menarik selimut untuk menutupi tubuh yang kian terasa menggigil
sebak sebuk suara dedaunan diluar yang bergerak di tiup angin kencang membuat suasana semakin mencekam,tak bisa lagi ku lelap Kan mata setelah tadi ayah membangunkan ku,uang sepuluh juta sudah ku simpan di tas bersama ponsel yang ku sembunyikan,apa yang akan aku lakukan dengan uang itu,apa ku tinggalkan saja untuk ibu,tapi ibu akan bertanya darimana asal uang itu,tapi jika ku bawa bersama ku Aril mungkin tidak akan mau menerimanya,tapi kami butuh banyak biaya untuk pergi nanti,walupun uang tabungan ku dan Aril di satukan mungkin masih kurang,mengigat kami belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan sesampainya di sana
baik lah uang itu akan ku bawa serta,aku tak perduli apa yang akan terjadi kemudian,aku hanya akan pergi sejauh mungkin
***
aku melangkah cepat menuju rumah bibi, suasana masih magrib,di kiri kanan ku tak ada seorang pun terlihat,hanya aku tergopoh-gopoh melaju langkah agar tak ada yang melihat ku
sebuah tas kecil ku tenteng di tangan,beberapa pakaian ku letak kan di sana,termasuk juga uang sepuluh juta yang di berikan ayah tadi malam
malam ini Aril sudah membelikan tiket untuk kepergian kami,kota Batam adalah tujuan nya,kami akan menaiki bus lintas Sumatra yang akan mengantar kan kami hingga ke Dumai,lalu akan menyebrang lautan dengan kapal
aku terus melaju langkah ku,jarak rumah bibi tak terlalu jauh dari rumah ku dan sangat dekat dengan jalan lintas propinsi,aku akan mudah menuju tempat untuk menunggu bus yang Aril sewa
aku hanya akan meletakkan tas baju ku ini lalu pulang kembali, karena bus yang kami tumpangi baru akan berangkat pukul sepuluh malam nanti
usai meletakkan tas di rumah bibi aku langsung pamit pulang kembali ke rumah,jangan sampai ayah menyadari kalau aku keluar,aku mengendap-endap masuk melalui pintu dapur
"Ira... dari mana kamu?" suara ibu membuat ku terperanjat,ternyata ibu sudah berdiri di pintu tengah menuju dapur,lalu ayah berjalan di belakang ibu,aku menjadi kikuk tak tau harus mengatakan apa,ayah menatap ku tajam penuh tanda tanya
"Ira baru buang sampah Bu" tiba-tiba saja perkataan itu ku ucapkan,ayah dan ibu melihat ke arah keranjang sampah yang sudah kosong,untunglah tadi sore aku membuang sampah itu keluar
"kok Magrib Ra kamu buang sampah nya,kan bisa tunggu nanti habis magrib" ucap ibu lagi
"iya,tadi udah kebauk an sampah nya,jadi Ira buang aja" ucap ku sambil berlalu ke kamar mandi pura-pura mencuci tangan
aku mondar-mandir di kamar ku,jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam satu jam lagi aku harus sudah di tempat yang ku janjikan dengan Aril,Aril akan lebih dulu menaiki bus dari terminal,lalu aku akan menunggu sekitar lima kilo meter dari tempat itu,agar kami tidak terlihat bersama
hatiku gelisah bukan main,bagai mana cara ku keluar rumah sedang ayah dan ibu sedang di ruang TV yang berada tepat di hadapan pintu kamar ku
"Ira,kamu lagi apa?" ayah datang mengejutkan ku yang sedang duduk di tempat tidur dengan cemas
"enggak ada yah" jawab ku sedikit gugup
"ini tiket untuk malam besok sudah ayah beli,kamu simpan ya,dan bersiap lah,kita akan berangkat jam dua belas malam besok" ucap ayah setengah berbisik dan sesekali melihat ke arah pintu
ayah menyodorkan tiket yang sudah ia beli itu meletakkan di tangan ku,aku menggenggam tiket itu dengan tangan bergetar
"tidak perlu membawa apapun,kita akan beli disana " ucapan ayah terputus karena ibu sudah ada di depan kamar ku
"kenapa Ira yah...?" wanita itu bertanya dengan wajah penasaran,cepat ku selipkan tiket yang si berikan ayah tadi kebawah bantal
"ini buk... ayah tanya Ira mau di belikan apa karna ayah mau beli makanan" ucap ayah sambil menutupi tubuh ku dari penglihatan ibu
"ooo... ibu kirain kenapa,ibu mau sate ya yah,udah lama enggak makan sate" ucap ibu lalu keluar di ikuti ayah
suara motor melaju meninggalkan rumah,itu artinya ayah sudah pergi,aku mengelus dada lega,akhirnya aku bisa keluar dari rumah ini,ku pandangi lagi tiket bus yang tadi ayah berikan,hatiku kembali terasa terhiris setiap kali mengigat ayah akan pergi meninggalkan ibu untuk bersamaku,kasihan ibuku memiliki suami seperti dia
aku mengendap-endap menuju pintu dapur,setelah meyakini ibu sudah berada di dalam kamar,ketiga adik ku sedang asyik menonton TV,mereka tak akan menyadari kepergian ku
pelan ku buka pintu dapur agar tak terdengar ibu dan adikku,lalu melangkah cepat menuju rumah bibi,jika tadi ayah melalui jalan depan maka aku sekarang memilih jalan belakang rumah,ada banyak pohon berduri di lahan kosong tak terurus ini,kaki ku beberapa kali tersangkut ranting yan mampu menghadirkan rasa perih karna goresannya,rok ku bahkan sesekali tersangkut duri dari pepohonan,aku memilih tak menghirau kan sakit ku,waktu ku sudah tidak banyak,aku harus tiba di tempat yang sudah ku sepakati tepat waktu
keringat bercucuran di tubuh ku,cuaca dingin tak mampu menyejukkan tubuh ku yang terasa panas,nafas ku memburu tak menentu,kenapa lama sekali sampai di rumah bibi,padahal Aril sudah berulang kali menghubungiku kalau dia sudah di terminal dan akan bersiap menaiki bus
bibi sudah ada di depan pintu saat aku tiba,gegas ia mengambil kunci motor dan mengeluar kan tas yang tadi ku titipkan padanya,segera bibi menghidupkan kan motor bersiap mengantarkan ku menuju bus yang sudah menunggu,semoga saja aku tak bertemu ayah di jalan,semoga saja... tolong aku tuhan ku,aku hanya ingin keluar dari kehidupan yang nista ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Sunarmi Narmi
Srgera Pergi Ira....semoga Authornya meloloskan mu...
2025-02-16
0