"Ira mana dek... kok enggak nampak" suara ayah kembali ku dengar,aku kelimpungan hampir tak tau mau sembunyi di mana,tapi Aril berdiri dengan tenang
"bang... bisa gawat ini kalau ayah liat kita berduaan gini" aku semakin kahwatir,suara ayah semakin dekat
"ya ampun... setakut gitu sama ayah nya,ya udah Abang naik ke atas sekarang biar ayah kamu enggak liat" cepat dia menaiki anak tangga,menghilang dari pandangan tepat saat ayah masuk keruang istirahat.
"ini ayah bawakan makanan buat kamu,kata ibu kamu enggak bawa bekal" ayah menemuiku seraya menyodorkan sebungkus nasi ayam geprek yang di beli nya di warung
"kenapa ayah bawaain Ira makanan,Ira kan udah bilang ke ibu mau beli makana diluar siang ini" aku memang sudah di janjikan Aril sebungkus mie goreng Ter enak di kota ini,karna itu aku tak membawa bekal tadi pagi
"mau beli makana di mana kamu memang nya,atau mau makan diluar ya... janjian sama laki!" aku harus jawab apa,bisa punya filing gitu ayah terhadap ku
"enggak yah... Ira pesan mi goreng tadi Sama teman,tu belum abis Ira makan" kutunjukkan bungkusan mi yang terbuka dan masih berisi karna baru setengah ku habis kan,untung saja bang Aril tadi naik keatas sambil membawa bungkusan mie nya yang juga belum habis
"itu kok ada bungkusan jus dua,kamu makan sama siapa..!?" ternyata jus bang Aril lupa dibawanya serta,duh... gimana jika ayah curiga
"punya teman Ira yah,lagi kekamar mandi dianya" ayah hanya manggut-manggut lalu keluar setelah menyerah kan bungkusan ayam geprek yang tadi di bawa,syukur dia tak banyak tanya lagi
begitulah yang kurasakan semenjak penolakan ku terhadap ayah dia lebih banyak curiga daripada mempercayaiku,masalah melayaninya masih terus ku lakoni kapan saja dia mau,entah kapan aku bisa lepas dari jeratan cinta terlarang ayah tiriku itu
***
"ibu lagi ngapain Bu,biar Ira aja yang cuci piring kotor nya" kulihat ibu sedang sibuk mengumpulkan piring kotor dan membawanya ke tempat cuci
"enggak apa,biar ibu aja... kamu kan capek baru pulang kerja" sahut ibu masih dengan aktifitasnya
"ibu juga kan capek habis nyuci seharaian,Ira enggak capek kali kok Bu,di toko kan Ira cuma berdiri melayani pembeli" ucapan ku tak di gubris ibu,dia tetap melanjutkan mecuci piring kotor itu
"Bu .. apa enggak sebaik nya ibu berhenti aja ambil upah cuci baju,Ira kan udah kerja Bu" aku merasa kasihan melihat ibu yang semakin tak terurus tubuh nya
"ibu maunya gitu Ra... tapi nanti takut nya uang yang ayah mu kasih enggak cukup untuk kebutuhan kita" bagi mana bisa cukup kalau uang yang ayah dapat kan separuh nya selalu diberikan padaku,pernah sekali aku menolak karna memang perasaan ku sudah hambar terhadap ayah,tapi ayah malah marah dan mencekik ku karna merasa aku tak menginginkan nya lagi
"Bu... nanti waktu Ira gajian Ira kasih setengah buat ibu,jadi ibu enggak usah nyuci lagi ya" ibu menatap kearah ku seraya tersenyum saat kukatakan niat ku
"memang nya kamu cukup nak dengan setegah gajimu"
"ya cukup lah Bu,Ira kan gak pakek ongkos di antar jemput ayah,lagipula Ira selalu bawa bekal ke toko,jadi enggak banyak pengeluaran"
"emmm... ya udah biar ibu habis kan bulan ini dulu ya nyucinya,udah itu enggak ibu sambung lagi" aku tersenyum senag mendengar ibu mau melepaskan pekerjaan nya itu,sudah bertahun-tahun semenjak aku kecil ibu telah melakoni pekerjaan mencuci pakayan di beberapa tempat,ibu nampak sangat kelelahan
ayah memang selalu memberikan ku uang,tapi semua kuhabiskan untuk kebutuhan ku,terutama jajan dan skincare yang diharus kan ayah untuk ku pakai,sekarang aku sudah bekerja,ayah juga selalu memberikan ku uang,biar kuberikan ke ibu saja gaji ku
***
sudah seminggu ini hampir tiap malam ayah memintaku melayani nya,permintaan yang tak pernah lagi ku tolak kecuali saat sedang datang bulan
ayah masih dengan kebiasaannya memuaskan hasrat dengan durasi yang lama,dan itu sangat melelah kan,mengigat siang nya aku harus bekerja,jika kutolak sudah pasti dia akan marah dan mencurigaiku
entah kenapa dia bisa punya nafsu sebesar itu,kadang aku berfikir apa dia tidak lelah melakukan nya setiap malam,baik dengan ku atau dengan ibu,bisa sampai Berjam-jam ayah beraksi dengan berbagai gaya yang dia mau,aku hanya bisa menuruti kemauan ayah meski hatiku sudah tidak ingin,kadang aku berharap saat sedang mengintimiku ibu keluar dari kamar agar ayah melepas kan ku,tapi ayah tiri ku itu memang sangat cerdik sebelum beraksi akan dia kunci terlebih dahulu kedua kamar dari luar,jadi saat ibu atau adik ku terbangun Meraka tak bisa langsung keluar kamar
" malam ini ayah tunggu ya..!" bisik nya saat aku sedang menikmati makan malam,kebetulan aku sendirian di dapur,ibu dan adiku sedang menonton TV
"Ira lelah ayah..." jawab ku pelan,wajah ayah berubah marah saat kutolak ajakan nya
"kenapa!?" ucap nya seraya menuang kan air kedalam gelas
"tadi banyak pelanggan di toko,lagi pula udah satu Minggu ayah tak biar Kan ira istirahat" ayah menatap ku tajam,aku hanya berhara dia mengerti,tubuh ku memang sangat lelah
"ya sudah... malam ini kamu istirahat,besok ayah enggak mau dengar penolakan lagi" ucap nya seraya berlalu dari ku,aku menghela nafas lega,akhirnya malam ini aku bisa tidur nyeyak
***
[assalamualaikum cantik...]
pesan Aril di handphone kubaca seraya tersenyum
[waalaikum salam] jawab ku cepat
[lagi ngapain ni,apa udah tidur]
[baru mau rebahan ni bang] jawab ku sambil menarik selimut,tadinya aku memang sudah sangat mengantuk,tapi pesan dari Aril membuat mataku kembali terang
[udah sholat isya sayang...] pesan nya tak langsung ku balas,aku memang belum sholat,bahkan hampir tak pernah sholat meski aku tau setiap bacaan nya,aku mersa tubuh kotor,tak pantas menyembah tuhan ku
[sholat dulu dong sayang...,siap sholat jangan lupa berdoa,semoga di permudah kan segala urusan kita didunia maupun di akhirat] pesan terakhir itu membuat hatiku terasa pilu,batapa baik nya tuhan ku,menghadirkan pria sebaik Aril untuk ku yang kotor ini
[ya... sekarang Ira mau sholat,udah dulu ya nanti di sambung lagi] kuseka air mata lalu bangkit dari tidur ku,kenapa aku tak meminta pada sang pencipta,agar terlepas dari kehidupan yang penuh lumpur dosa ini
[siap sholat langsung tidur aja,besok kamu kerja kan,selamat istirahat cantik Abang...]
tak lupa emot cium di semat kan nya di akhir pesan,hanya emot... tak pernah di lakukan di dunia nyata kepadaku,pria itu sungguh sangat menjaga ku,menjaga sepenuh hati gadis yang sebenar nya telan ternoda
kulentang kan sajadah yang lama terlipat dilemari,begitu juga dengan mukenah yang hampir tak pernah ku sentuh,dalam lantunan ayat ku serah kan diriku pada sang Khalik,apakah tuhan ku akan memberi maaf pada dosa yang selama ini aku lakukan,pantas kah aku menerima berkah mu wahai pemilik langit dan bumi,jika pantas angkat lah aku dari kubangan lumpur dosa yang telah melumuriku sekian lama
aku duduk bersimpuh di atas sajadah,tangan ku lentangnkan sebagai bentuk permohonan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Sunarmi Narmi
Bagi tu scinkare ke ibu Ira..biar ibu cntik jdi bpkmu ngak deket" kamu...beri alat" make up yg terjangkau tpi aman Ira buat ibu.
2025-02-16
0