SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "11"

"Ira.. ibu mau ngomong sebentar.." ucapan ibu menghentikan langkah ku ketika hendak menuju kamar mandi untuk berwudhu

"ngomong apa Bu...?" ku urungkan niat ku ke kamar mandi lalu duduk di kursi meja makan bersebelaha dengan ibu

"kamu apa udah punya pacar?" pertanyaan ibu membuat ku tersenyum

"kenapa Bu...?" ternyata perihal ini sangat menggangu hati ibu

"ya... engak kenapa-napa Ra,cuma ibu khawatir aja,teman seusia mu yang enggak kuliah udah banyak yang nikah lho,kamu ibu lihat kayak enggak suka aja sama lawan jenis mu" aku tertawa mendengar ocehan ibu

"Ira belom minat pacaran bu,masih mau kerja,apa lagi nikah Ira belom kepikiran" kujawab pertanyaan ibu dengan tenang

"ibu enggak larang kalau kamu mau nikah,kamu udah dua puluh tahun sekarang kan" ucapan ibu disertai Tatapan yakin

"Ira ada banyak teman cowok bu,cuma belom ada yang cocok aja mungkin" aku memang banyak teman cowok semenjak sekolah dulu tapi tak satupun kubiarkan mendekat

"enggak usah kebanyakan milih, nanti jadi perawan tua kamu Ra kebanyakan milih nya"

"ibu doain Ira jadi perawan tua?"kunampak kan wajah merajuk ku pada ibu

"ya enggak gitu,maksud ibu kalau ada yang baik dan sayang sama kamu ya terima aja,asal jelas asal usulnya" ibu menatap ku dengan binar mata nya,mata yang menyimpan banyak kasih sayang untukku

"iya Bu... doain aja Ira dapat jodoh yang baik..." itulah harapan ku selama ini,mendapat kan jodoh yang baik,tidak seperti ayah kandung dan juga ayah tiriku

"amiiin.... ibu selalu mendoakan kamu Ra,semoga enggak bernasib seperti ibu,punya suami tukang selingkuh" ada genangan bening di mata ibu,aku tau ibu masih sakit hati mengetahui ayah mengkhianatinya,bahkan hingga saat ini ibu masih menaruh curiga terhadap ayah,walau ibu masih tak tahu siapa wanita yang telah mengganggu rumah tangga nya

ibu memalingkan wajah,tak ingin kulihat air mata menetes di pipi yang mulai menua itu,begitu dalam perih itu iya pendam,pertama di tinggalkan ayah kandung ku,sekarang dikhianati oleh orang yang ia harap bisa menjadi Sandaran hati nya,andai ibu tau akulah selingkuhan suamimu ibu,akan sehancur apa dirimu

ingin rasanya kupeluk tubuh yang telah melahirkanku itu tapi apa daya,aku tak mau ada kecurigaan sedikit pun yang bisa membuat hati ibu semakin sakit

aku yang sudah melakukan kesalahan,seharusnya tak pernah kubiarkan ayah tiri merenggut kesucian ku,tak pernah ku terima kehadiran nya dikamar ku,tapi apalah daya,saat itu aku hanya bocah dua belas tahun yang disuguhkan berbagai Vidio mesum,di rayu dengan janji-janji manis,di imingi lembaran merah dan biru yang bisa menyenag kan ku,aku yang selalu menikmati setiap adegan romantis yang ayah ciptakan,aku yang dibodohkan oleh hawa nafsu

sekarang untuk lepas dari cengkraman ayah adalah hal yang mustahil,dia lebih baik melihat ku mati dari pada tak melayani nya lagi,pelayanan yang dulu sangat kunikmati,tapi sekarang malah membuat ku jijik jika bersamanya

kejadian demi kejadian terbayang kembali dimemori ingatan ku,aku bahkan pernah membunuh janin hasil hubungan kotor ku dengan nya,begitu hinalah aku yang sesungguh nya,pantas kah aku mendapat kan pendamping hidup yang baik

andai saja ada yang bisa membawaku pergi,aku akan pergi sejauh mungkin,meski itu akan menyakiti ibu karna kehilangan ku,tapi siapa yang sudi dengan ku? Aril.... apa aku pantas berharap seperti itu kepada pria sebaik Aril??

aku hanya ingin melepaskan diri dari belenggu ayah tiriku,aku yakin pasti ada jalan,bukankah disetiap doa aku selalu meminta,semoga di mudah kan hidupku di dunia dan akhirat,seperti yang Aril selalu pesan kan padaku

***

"Kak... adek mau eskrim yok beli"

rengek Azka adik ku saat aku baru pulang kerja

"ajak ayah aja dek,KK capek" aku memang sangat lelah setelah seharian bekerja

"ayah enggak ada KK,udah adek ceri tadi,yoook kak" Azka sekarang menarik tangan ku menuju keluar rumah,aku mencari-cari ayah tak terlebih dahulu tapi tak ku temukan

ku raih kunci motor yang terletak ni atas nakas tak lupa mengambil dompet yang ada di tas lalu membawa adik ku menuju minimarket terdekat,tapi tak ada eskrim yang adikku maksud,lalu aku kembali menuju minimarket lain yang lebih jauh dari sebelumnya

usai memilih eskrim yang di maksud adik ku aku menuju pulang kerumah,tapi terlintas di pikiran ku kenapa aku tak kerumah Sarah saja,rumah sahabat ku itu tak jauh dari minimarket tempat ku membeli eskrim

motor ku belok kan menuju lorong rumah sarah,di depan rumah sederhana yang dulu sering ku kunjungi itu ku parkirkan motor dan membawa serta adik ku masuk

"assalamualaikum..." ucap ku berharap ada seseorang di dalam

"waalaikun salam..." suara wanita paruh baya yang tak asing bagiku itu menjawab salam ku dan sekarang sudah ada di depan pintu

"Ira... kamu apa kabar,udah lama enggak main kemari" sambutan hangat dari Bu nila,ibu Sarah dan juga ibu bang Aril

"ia bu... Ira selama ini kerja jadi enggak ada waktu" ucap ku seraya mencium punggung tangan Bu nila

"mari masuk,Sarah ada di dalam baru habis mandi" ajak nya dan aku pun masuk mengikuti Bu nila

mataku menilik seluruh sudut rumah sesekali melihat keruang tengah berharap ada seseorang di sana,seseorang yang padahal baru tadi kutemui di tempat kerja

"Aril enggak ada,belum pulang... biasanya kalo enggak pulang gini dia main futsal sama teman-teman nya" Bu nila seperti bisa membaca pikiran ku,atau mungkin sikap ku lah yang tak bisa ku kendalikan

"eh... iya Bu" ku jawab singkat perkataan Bu nila dan kuyakini wajah ku sekarang sedang merona menahan malu

"hai Ra .. wah tumben kamu main kesini" untungnya Sarah datang dan membuat keadaan sedikit mencair

"iya Sarah,ni si Aska kepengen eskrim,kebetulan lewat rumah kamu aku mampir" ucap ku seraya menunjuk kan Azka yang sedang menikmati eskrim dengan mulut belepotan

"sayang nya enggak ada bang Aril ya,kalau ada pasti seru nih ada kamu di rumah,biar ku telfon aja ya..." Sarah meraih handphone yang ada di atas meja coba menghubungi Aril

"jangan Sarah... aku enggak lama kok,kamu kan tau ayah ku gimana,ni juga aku mau pulang" Sarah malah membuat ku semakin malu di hadapan Bu nila,lagipula aku tak mau mengagu aktifitas Aril,karna aku hanya sebentar dan akan pulang

kulirik ke arah bunila yang tersenyum penuh makna melihat ku,wanita yang adalah ibu dari orang yang aku cintai,wanita yang sudah berhasil mendidik anak-anak nya menjadi orang baik

usai berpamitan aku pulang dengan hati yang entah bagai mana,seandai nya saja aku bukan lah perempuan yang sudah melakukan banyak hal tercela dan terikat dalam cengkraman ayah tiri ku,mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung karna memiliki Aril,tapi siapalah aku yang hanya bisa berharap

ayah sudah duduk di teras rumah seperti biasanya,tentu saja menyambut ku dengan wajah kesal

"kamu dari mana kenapa enggak bawa handphone!?" bentak nya masih dengan posisi duduk di atas kursi

"ayah,tadi Azka yang mintak kakak untuk beli eskrim" Azka turun dari motor seraya mendekati ayah "kanapa enggak mintak ke ayah aja kan bisa ayah belikan"sekarang Azka sudah berada di pangkuan ayah,sebagai anak bungsu adikku itu Memeng sangat di manjakan

"Azka udah cari ayah kemana mana tapi enggak ada,makanya Azka ajak kakak" perkataan Azka sedikit meredakan amarah ayah,aku memang lupa bawa handphone,karna tadi Azka sudah menarik tanga ku keluar rumah,jadi hanya dompet lah yang sempat ku ambil dari tas,pasti ayah sangat kesal karena tak bisa menghubungi ku

usai sholat magrib aku merebah kan tubuh ku kepembaringa,ku raih handphone yang tadi masih di charger karna ada panggilan masuk nama Aril tertera disana

"assalamualaikum cantik nya Abang,udah sholat belum" suara lembut itu sungguh mampu menenangkan kalbu walau setiap hari ku dengar

"waalaikum salam... udah bag,ni baru aja Ira siap sholat nya" kini aku merubah posisiku membalik kan tubuh ke arah dinding kamar dan membelakangi pintu

"tadi kamu kerumah ya,kok enggak kabari Abang?" pasti Sarah sama Bu nila sudah memberitahukan perihal kedatangan ku kerumah itu

"Ira cuma mampir sebentar aja bang,kebetulan lewat" belum sempat kudengar perkataan aril selanjut nya tiba-tiba handphone ku dirampas seseorang,ku balikkan tubuh ku cepat ternyata ayah yang melakukan nya,aku tak sadar kapan dia masuk,ternyata aku lupa mengunci pintu kamar ku

" hei... kau siap,ada hubungan apa kau sama anak ku!!!?" bentak ayah dengan muka beringas seraya meletakkan handphone ku di telinga nya

Episodes
1 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode 1
2 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episod "2"
3 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "3"
4 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "4"
5 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "5"
6 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "6"
7 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "7"
8 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "8"
9 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "9"
10 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "10"
11 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "11"
12 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "12"
13 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "13"
14 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "14"
15 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "15"
16 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "16"
17 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "17"
18 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "18"
19 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "19"
20 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "20"
21 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode"21"
22 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "22"
23 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "23"
24 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "24"
25 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "25"
26 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "26"
27 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "27"
28 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "28"
29 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "29"
30 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "30"
31 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "31"
32 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "32"
33 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "33"
34 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "34"
35 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "35"
36 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "36"
37 SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "37"
Episodes

Updated 37 Episodes

1
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode 1
2
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episod "2"
3
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "3"
4
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "4"
5
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "5"
6
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "6"
7
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "7"
8
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "8"
9
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "9"
10
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "10"
11
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "11"
12
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "12"
13
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "13"
14
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "14"
15
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "15"
16
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "16"
17
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "17"
18
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "18"
19
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "19"
20
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "20"
21
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode"21"
22
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "22"
23
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "23"
24
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "24"
25
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "25"
26
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "26"
27
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "27"
28
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "28"
29
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "29"
30
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "30"
31
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "31"
32
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "32"
33
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "33"
34
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "34"
35
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "35"
36
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "36"
37
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "37"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!