aku tak berani lagi menatap Aril,hatiku menjadi kecut,sebak tak mampu ku tahan,perlahan butiran bening itu menetes di pipi ,aku menyadari satu hal,bahwa aku selama ini telah mepermain kan nya,harus nya tak pernah kujalani hubungan dengan pria sebaik Aril,dia tak pantas medapat kan kebohongan akan diriku,memberikan harapan palsu tentang Ira yang begitu baik dijaga oleh ayah nya,padahal aku adalah perempuan kotor
"maksud kamu..." suara Aril terdengar bergetar,tapi tetap tenang,lebih baik kulanjutkan saja dan menyudahi semua ini,biarlah dia mencari pendamping hidup yang lebih layak,bukan seperti aku
kuberanikan diri untuk kembali menatap nya,wajah yang kulihat sekarang masih dengan raut yang sama seperti tadi,datar dan penuh kecewa
"Ira... sudah melakukan hal yang terlarang dan Ira enggak pantas untuk hidup Abang" kuseka air mata yang terus mengalir hangat di pipiku,satu persatu butiran nya mendarat di hijab ku,ingin ku lanjutkan kisah ku tapi aku perlu ruang untuk sekedar bernafas
"Abang mau penjelasan yang lebih! yang Abang tau selama ini ayah Ira sangat menjaga anak gadis nya,bagaimana bisa Ira mengatakan kalau Ira sudah ternoda,apa ini hanya alasan untuk menolak Abang!?" sekarang pria itu bangkit dan melangkah membelakangi ku,lalu berdiri di tepat di sebelah bunga Bougenville yang berwarna ungu,hanya tiga langkah dari tempat ku duduk
"tolong Ira .. beri penjelasan yang lebih,apa maksud semua perkataan ini!? kenapa Ira bisa ternoda,siapa yang menodai!?" bentak nya seraya membalikkan badan ke arah ku
"ayah tiri Ira....!!! ayah yang Abang kira selama ini sangat menjaga kesucian anak nya dia adalah ayah tiri Ira!!!' ucap ku setengah berteriak di sertai isakan,kulihat Aril kini mematung dengan mulut mengganga
"dia tidak sedang menjaga anak gadis nya,tapi dia sedang menjaga gadis yang dia cintai dari di miliki laki-laki lain!" aku semakin ber api-api ingin memuntah kan segala yang mbuata ku muak selama ini
"dia yang sudah merenggut kesucian anak tirinya yang berusia dua belas tahun dengan sebuah handphone"
"dia yang selalu mengimingi uang dan apapun yang irs mau asal bersedia melayani nya"
"dan bodoh nya Ira ini justru menikmati semua itu selama delapan tahun"
"sekarang Ira udah enggak mau lagi bang... Ira sudah muak dengan semua ini,Ira bahkan merasa jijik dengan diri Ira sendiri"
"Ira enggak pernah pantas untuk orang sebaik Abang,tidak akan pernah pantas!" aku terus tersedu setelah mengatakan semua itu pada Aril,hatiku tersa lepas dari belenggu yang selama ini menghimpit ku
pria di depan ku itu masih mematung dengan pandangan yang tak ku mengerti ke padaku,ku sapu air mata lalu bangkit dari duduk ku dan bersiap untuk pergi,aku tak perlu mendengar jawaban Aril akan kenyataan yang sudah ku lontar kan tadi,aku memang tak pantas untuk nya,biarlah aku pergi saat ini sekarang juga,yah... aku akan pergi!
aku melangkah kan kaki meninggal kan aril yang masih berdiri mematung,mungkin dia sedang mencerna apa yang baru kukatakan,atau mungin sekarang dia justru sudah merasa jijik padaku,aku terima apapun itu,aku terus melangkah tak menoleh lagi ke arah nya
"tunggu!!! kenapa pergi!?" langkah Ku terhenti karena suara yang dari tadi membisu
"karena Ira sudah tau kapan yang Abang fikirkan untuk ira,Ira tak pantas untuk Abang" ucapku tanpa menoleh dan coba kembali melangkah
"cinta tidak di ukur dari kesucian seseorang,cinta adala ketika kita mampu menerima seburuk apapun masalalu orang yang kita cintai" langkah ku terhenti,segera kubalikkan tubuh ku menatap pria itu,apakah yang baru ku dengar tadi hanya mimpi atau harapan ku saja
"izinkan Abang membimbing Ira untuk bertaubat" aku seperti melihat secercah cahaya yang ku dambakan selama ini kala mendengar ucapan Aril tadi,apakan Tuhanku telah menerima doa hambanya ini untuk keluar dari kehidupan yang penuh dosa,apakah ini jawaban dari sujud ku selama ini,apakah ini benar nyata?
Aril melangkah mendekatiku,aku seprti tak kuat lagi berdiri,kakiku teras lemas tak mampu menopang tubuh,mungkin karena terlalu bahagia dengan apa yang ku pikirkan sebelum nya,kalau aril akan membenciku ternyata salah,kini jarak kami hanya satu meter saja pria itu menatap ku dalam,mata teduh itu memang selalu mampu menenangkan kalbu
"Ira... biarka Abang melepas kan Ira dari ayah tiri yang biad*ab itu" kulihat begitu banyak ketulusan di wajah itu,begitu banyak kasih sayang di mata teduh itu
"Abang akan tetap menikahi Ira,dan akan bawa Ira jauh dari Meraka" ucap nya penuh keyakinan
"ayah tidak akan membiarkan itu terjadi,dia lebih baik melihat Ira mati daripada dimiliki laki-laki lain" ucap ku datar dan mampu membuat Aril terperanjat
"maksud kamu!?" matanya kini membulat
"dia bahkan sedang mengumpul Kan uang untuk membawa Ira lari dan menjadikan Ira madu bagi ibu Ira sendiri" dia semakin terperangah mendengar ucapan ku
"Ira tak punya pilihan lain selain menghilang dari mereka" ucap ku kembali putus asa karena sejatinya ayah tidak akan pernah melepaskan ku walau Aril mau menerima ku bagaimana pun keadaanku
"jadi kamu akan pergi Ra...?" tanya Aril yang kini sudah membawaku kembali duduk di bangku taman
"ya... Ira akan pergi sekarang juga bang,jika Ira masih disini Ira enggak tau apa yang akan terjadi nanti" kini aril menundukkan kepalanya dengan tangan terkepal,mungkin dia geram dengan situasi yang rumit ini
"Ira tau Abang enggak mungkin ikut Ira pergi,Ira enggak apa bang,mengetahui Abang mau menerima Ira dengan apapun kekurangan Ira,itu sudah sangat membahagiakan ira" ucap ku lagi dan Aril kini menatap ku
"kenapa harus pergi,kita bisa langsung meminta izin ibu Ita untuk menikah,bukankah beliau setuju,lalu setelah nya Abang akan membawa Ira tinggal di rumah orang tua Abang" dia mengucapkan itu penuh keyakinan
"itu enggak mungkin terjadi bang,dia akan menghabisi kita berdua,Ira tau dia tidak hanya mengancam,selama ini dia sudah cukup menyakiti Ira karna tak mau lagi melayani nafsu nya,apalagi kalau sampai Abang menikahi Ira...!!!" aku setengah berteriak,akupun sengguh frustasi dengan situasi ini
jika saja Aril mau pergi dengan ku,pergi sejauh mungkin dari ayah tiri ku itu,tapi mana mungkin itu Kana dia lakukanana mungkin Aril akan meninggalkan ibu dan adik yang sangat ia sayangi
harapan ku kembali pupus mengingat itu,aku hanya akanelangkah sendiri yah...hanya sendiri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments