Keesokan harinya saat Zack hendak masuk ke kelas tiba-tiba dipanggil oleh ketua BEM
“Mengajukan bantuan dana penerimaan beasiswa, tapi bisa membeli tas bermerek. Atau jangan-jangan mau menggunakan uang beasiswa untuk mengganti uang yang sudah digunakan untuk membeli tas.” Sindir Anisa.
“Jaga ucapan mu Anisa, Zack membeli tas tersebut dari uang yang ia peroleh setelah menyelamatkan orang lain. Jadi tidak ada hubungannya membeli tas dengan bantuan dana beasiswa untuk orang yang kurang mampu. Kamu juga tau kan kehidupan Zack. Jadi jangan mempersulit lagi keadaannya.” Saut Alex yang tak terima Zack disindir hanya karena kejadian kemarin.
Anisa merupakan ketua OSIS dan memiliki latar belakang yang dermawan, yang memberikan beasiswa kepada para siswa yang kurang mampu. Anisa sendiri sudah tau kalau Zack termasuk siswa miskin dan berharap setelah mendapatkan beasiswa, kehidupannya bisa lebih terangkat.
“Ya aku tau, aku sudah melihat live streaming kemarin. Kenapa sih tidak kamu berikan saja padaku? Biar aku bisa mengurus beasiswa mu lebih cepat,”ucap Anisa kesal dan marah pada zack.
“Kamu tidak ulang tahun. Bagaimana aku bisa memberikan hadiah itu padamu. Maaf kalau karena tas itu membuat semuanya jadi iri, aku tidak ada maksud begitu.” Saut Zack.
“Hiiih, kamu memang menyebalkan Zack. Aku akan melaporkan ini biar beasiswa mu di cabut, tapi kalau kamu bersedia membersihkan aula, maka aku masih bisa membantumu untuk mengurusnya.” Ancam Anisa.
“Tega sekali kamu Anisa, menghukum Zack dengan membersihkan aula.” Saut Alex.
“Terserah, kalau mau mengerjakannya, aku bantu urus kalau tidak mau, yang selamat tinggal beasiswa.” Ancam Anisa lagi
“Baiklah, aku akan membersihkan aula, tapi tolong tetap bantu aku agar bisa mendapatkan beasiswa itu. Kerena itu sangat penting bagiku.” Zack pun memohon dan bersedia untuk membersihkan aula.
Mendapati Zack harus membersihkan aula untuk tetap mendapatkan beasiswa. Para sahabat pun menawarkan diri untuk membantu agar pekerjaan cepat selesai. Zack sangat tersanjung dengan perhatian para sahabatnya, namun Zack memilih untuk menolak.
“Terimakasih, kalian memang teman-teman yang baik. Tapi kali ini aku tidak akan mengizinkan kalian membantuku, biarkan aku bekerja sendiri, aku masih bisa melakukannya.”
“Kamu yakin Zack?”
“Iya, kalian cepat kembali ke kelas dan Zack pun segera menuju ruang aula.
Saat sampai ke ruang aula, Zack bertemu lagi dengan Anisa yang sedang latihan cheerleaders bersama teman-temannya.
“Astaga, disuruh dari tadi malah baru nongol. Dasar. “
“Hai kalian live streaming kemarin kan? Inilah dia sosok Zack yang memberikan hadiah mahal pada teman wanitanya, sedangkan dia sendiri malah mengajukan beasiswa untuk siswa tidak mampu. Gimana ya jadinya, kaya tapi otaknya bodoh atau miskin pura-pura kaya?” Sindir mereka, namun Zack tak perduli. Ia pun segera menyapu aula.
Dari belakang tiba-tiba muncul Bima yang merupakan wakil ketua BEM sekaligus ketua Tim basket. Tiba-tiba mendorong tubuh Zack dengan kasar.
Anisa senyum-senyum saat melihat Bisma datang. Anisa sebenarnya menyukai Bima sejak lama, namun tak berani mengungkapkannya.
“Hai semua, sorry terlambat, soalnya tadi memodifikasi mobil, biasalah mobil baru.” Jelas Bisma sekaligus pamer . Cewek-cewek yang mendengar kalau Bima baru membeli mobil merasa sangat iri.
Zack yang mendengar hal itu pun, kembali teringat dengan keinginannya yang ingin bisa membeli sebuah mobil.
“Sepertinya aku juga ingin mewujudkan impianku untuk bisa membeli sebuah mobil “ gumam Zack sambil menyapu dan tanpa sengaja sapunya mengenai seorang wanita yang membuat wanita itu berteriak histeris.
To be continued ☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Was pray
zack itu mental miskin, dan miskin prinsip dan miskin harga diri pula, cowok yg gak bisa diandalkan
2024-12-04
0
Yusmar Lina
penulis bodoh macam lembu
2024-09-15
0
muhadsa
males liat MC kayak gini
2023-11-25
0