Setelah Risa dan teman-teman Wanitanya pergi bersama Malik dan Max.
Seorang pramusaji datang menghampiri Zack dan teman-temannya.
"Permisi, apakah kalian masih ingin melanjutkan makan di sini?" tanyanya dengan hati-hati dan berusaha bersikap ramah, walaupun dalam hati pramusaji itu ingin tetap saja merendahkan Zack.
Pramusaji itu melirik ke lima pria yang masih duduk di salah satu meja dah menebak di antara mereka yang sekiranya akan membayar tagihan bill nantinya.
Alex, Heri, Robi, Erwin dan Zack saling menatap. Melihat makanan yang sudah di antar dan belum di sentuh sama sekali.
Zack memerintahkan pelayan untuk membungkus makanan yang sudah di pesan samun belum sempat di makan.
"Mbak, tolong bungkuskan semua makanan ini." perintah Zack sambil menunjuk makan yang sudah tersaji di meja. Zack tidak ingin membuang-buang makanan, karena ia merasa untuk mendapatkan uang itu sangat susah apalagi membeli makanan mahal.
"Tidak. Pelayan, tolong bungkuskan semua makanan ini, agar mereka bisa membawa makanan tersebut ke villa!” Perintah Zack. Membuat pelanggan yang mendengar tertawa karena baru kali ini mendengar seseorang membungkus makanan. Namun Zack tak memperdulikan sekitar yang memperhatikan dirinya.
"Apa kamu ini tolol? Kamu pikir kamu Siapa bisa membungkus makanan dan membawanya ke villa air panas? Apa kamu tidak tau di villa itu kamu juga bisa memesan makanan. Tapi bagaimana bisa kalian masuk ke sana? Karena disana tidak sembarangan orang bisa masuk," ucap salah satu pengunjung, membuat Alex dan yang lain semakin ragu dengan kata-kata Zack yang akan membawanya kesana.
“Zack bisakah kamu jelaskan padaku yang sebenarnya? Bagaimana kamu bisa membawa kita semua masuk ke dalam villa air panas itu? Kamu tau sendiri kan kalau tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana, bahkan orang kaya yang masih di bilang kelas menengah itu tak berani kesana, lalu kamu dengan yakinnya bisa membawa kami masuk, atau jangan-jangan kamu dapat undangan dari Pemilik Villa karena kamu telah menyelamatkan putrinya?" ungkapan Alex dengan rasa penasarannya.
Zack hanya mengerutkan keningnya, menanggapi tebakan teman-temannya.
Namun sebelum Zack menjawab, tiga buah mobil berhenti tepat didepan pintu restoran. Mereka yang mengenakan jas hitam datang menghampiri Zack.
“Tuan muda.” Ucap mereka sambil memberi hormat. Semua pelanggan yang melihat dan juga Alex dan teman-temannya terkejut dan penuh tanda tanya lagi .
“Zack tolong jelaskan yang sebenarnya, agar aku tidak mati penasaran.” Bisik mereka yang masih tak percaya, teman mereka yang selalu di hina miskin tiba-tiba ada ada yang datang dan malah memberi hormat.
"Antar aku ke Villa MA bersama teman-teman! "perintah Zack.
"Siap tuan. Silahkan masuk ke mobil kami akan mengawal tuan sampai Villa. "Jawab salah satu dari mereka.
Zack memperhatikan raut wajah teman-temannya yang terlihat kebingungan
"Nanti kalian juga akan tau, ayo kita susul mereka.” Ajak Zack untuk ikut bersamanya menggunakan mobil yang sudah disiapkan.
Di mobil, mereka kembali bertanya-tanya. Sebelum salah satu temannya buka mulut untuk bertanya Zack lebih dulu berucap,“ Kalian jangan pikirkan apapun. Kita semua adalah teman, kebahagiaan kalian juga kebahagiaanku. Mulai sekarang urusan kalian juga urusanku juga. Nikmati saja apa yang bisa kalian nikmati sekarang.” Jelas Zack dan mereka semua mengangguk paham, kalau Zack tidak ingin mereka terus bertanya pada dirinya.
Tak lama kemudian mereka sampai dihalaman Villa, ke empat teman Zack pun takjub dan merasa seperti mimpi bisa menginjakan kaki di Villa besar yang menyuguhkan banyak fasilitas mewah di dalamnya tak hanya itu pemandian air panas dan juga tempat makan yang mewah menjadi salah satu daya tarik villa tersebut.
“Selamat datang tuan muda.” Sapa beberapa pelayan yang datang menghampiri. Zack melihat beberapa temannya yang merasa tidak nyaman pahama yang harus ia lakukan.
“Mari tuan, kami akan menemani tuan muda dan teman-teman tuan muda untuk menikmati fasilitas yang ada di Villa.” Ajak para pelayan cantik.
"Terimakasih, tapi aku dan teman-teman ingin pergi sendiri, kalian tidak usah mengantarkan, aku sudah hafal tempat ini." tolak Zack dan meminta mereka untuk bekerja melayani yang lain saja.
"Zack, aku baca di internet, kalau kita masuk disini dan menikmati fasilitas yang ada nanti saat kita keluar akan ada tagihan besar yang harus di bayar. Aku tidak punya uang sebanyak jika harus membayar nanti." Jelas Heri.
"Iya, aku juga pernah baca. Aku ada uang, cuma itu untuk kebutuhan sehari-hari selama di asrama, tidak mungkin aku akan menghabiskan dalam waktu sekejap." saut Erwin.
"Kalian tenang saja tidak perlu pikirkan biaya, semuanya sudah di atur." jawab Zack.
"Benarkah? Kita bisa menikmati semuanya dengan sepuasnya?"
"Tentu saja. Kalian bisa menikmati semuanya. Sebelum berendam, kita akan menikmati makanan ringan, lalu baru boleh berendam, setelah itu kalian bisa menikmati semua fasilitas yang ada.” Jelas Zack.
“Zack, ini tidak bercanda kan? Kamu tau kan kalau fasilitas yang ada di dalam Semuanya berbayar dan sangat mahal.” Ucap Robi yang masih tak percaya dan takut nanti akhirnya akan dipermalukan.
“Aku tau kalian masih ragu, percayalah dengan setiap kata-kataku dan selama ada kesempatan, silahkan kalian nikmati semuanya jangan tanya masalah biaya, semuanya gratis untuk kalian."
"Beneran ini Gratis?" tanya Robi meyakinkan
"Benar."
Sepanjang langkah teman-teman Zack kembali saling berbisik dan mengira kalau Zack sudah menyelamatkan anak dari manager villa air panas makanya di izinkan masuk dan diberi fasilitas gratis, Semua pun Setuju dengan tebakan tersebut. Akhirnya mereka pun basa tenang menikmati semua yang ada di villa.
"Mungkin orang yang mengundang Zack ini adalah orang yang sama yang sudah memberikan Zack kartu belanja itu, yang putrinya sudah di selamatkan Zack." tebak mereka.
"Mungkin iya, dan Zack tidak mau cerita karena mungkin takut kita tidak mau menerimanya"
"Sudahlah, kita juga sudah masuk ke sini, lebih baik kita nikmati apa ya ada didepan kita."
Saat sedang jalan-jalan dan berfoto ria. teman Vera melihat Zack yang sudah berada di Villa bersama teman-temannya.
“Ver, bukankah dia Zack dan teman-temannya. Bagaimana dia bisa masuk villa ini?” tanyanya dengan rasa penasaran sekaligus terkejut.
Vera pun memperhatikan dengan pasti dan memang benar Zack sudah berada di villa. Yang dia kira tidak akan bisa masuk.
"Kamu benar, itu memang Zack. bagaimana dia bisa masuk kesini? Bukankah dia tidak punya uang? Atau jangan-jangan dia mengendap-endap masuk kesini. Wah tidak bisa di biarkan ini, mereka harus di laporkan biar di tendang." Sautnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Mohd Shamsudin Mat Deros
kaya tapi bodoh...
2024-09-17
0
Regilius
nah ini salah satu yang kusukai, persahabatan. Tapi kusarankan agar Zack dan 4 sahabatnya itu bisa sukses bersama, maksudku Zack membuat sebuah kelompok untuk mereka ber4 ditambahi bumbu-bumbu action
2023-04-13
4
Putu Darmo
monggo
2023-02-18
0