Bukannya mendengar ucapan sang mamah, Tasha justru sudah bergegas pergi meninggalkan rumah dengan membawa barang seadanya. Koper berukuran tidak begitu besar menjadi tempat untuk ia menaruh beberapa baju serta keperluan lainnya. Satu buku tabungan miliknya ia jadikan pegangan untuk bertahan hidup dan mencari jalan keluar sendiri.
Sadar akan kesalahan yang sudah membuat keluarganya malu dan kecewa, Tasha sama sekali tak berniat untuk memohon pada kedua orangtuanya memberikan ia kesempatan. Meneteskan air mata, Tasha menatap rumah yang akan sangat ia rindukan ini. Ia melangkah dan menutup pagar rumah kembali. Mencari taksi yang membutuhkan jalan kaki ke depan area perumahan, ia pun menarik kopernya dengan wajah terus menunduk menahan suara sedihnya.
"Maafkan Tasha, Papah dan Mamah pasti kecewa dengan Tasha." ucapnya dalam hati.
Sementara di kamar, Indri yang juga sakit dan kecewa berusaha menahan perasaan itu. Ia lebih mengutamakan masalah yang ada saat ini. Sebagai ibu sudah sepatutnya ia menjadi pendingin di tengah-tengah suami dan anaknya.
"Papah, kita bicarakan ini bersama yah? Ayo jangan ikuti emosi Papah itu." pelan nan lembut ia menyentuh pundak sang suami dan berkata sedemikian pelan.
Firman yang masih merasakan dadanya bergemuruh tampak diam. Semarah apa pun dia tak pernah mau meninggikan suara pada istrinya. Di sini istrinya sama sekali tidak melakukan kesalahan. Murni anak mereka lah yang berulah.
"Papah sangat kecewa dengan Tasha, Mah. Dia selama ini jadi anak yang sangat baik dan membanggakan Papah di depan teman-teman Papah. Mamah tahu, banyak sekali teman Papah yang meminta Tasha untuk di jodohkan dengan anak mereka. Tapi apa? Papah menolak karena Papah ingin Tasha menjadi wanita yang sukses dulu." akhirnya lama bungkam, Firman mencurahkan keresahan di hatinya.
"Pah, Mamah sangat tahu itu." sahut Indri.
"Mau di taruh mana muka Papah, Mah? Tasha sudah sangat keterlaluan. Bahkan sampai membuat video seperti itu. Benar-benar Papah tidak habis pikir." rutuknya menggelengkan kepala yang terasa pusing sekali.
Mendengar ucapan sang suami, Indri menarik napas dalam lalu menghembuskan kasar.
"Papah, kesampingkan malu Papah dengan teman-teman dulu. Sekarang kita harus pikirkan masalah di dalam keluarga kita dulu. Jika semua sudah selesai, kita akan mudah menghadapi masalah di luar sana. Tasha pergi itu akan sangat memalukan lagi untuk kita, Pah. Satu kesalahan fatal anak kita, apa tidak bisa menjadi pertimbangan dengan semua kebaikan dan kasih sayang Tasha selama ini untuk kita, Pah?" Diam firman tak mampu mengatakan apa pun lagi.
Ia mengingat bagaimana selama ini Tasha begitu sayang pada mereka, bahkan sangat menuruti apa pun yang sang papah dan mamah perintahkan.
"Papah lupa bagaimana Tasha begitu senang dengan melukis sampai menangis dan sakit satu bulan demi memaksakan kemauan Papah untuk tetap fokus sekolah dan mengambil kuliah tinggi agar menjadi dosen? Semua itu tidak mudah, Papah. Anak kita sudah berusaha semaksimal mungkin, dan saat ini kasih sayang kita pada Tasha tengah Tuhan uji. Apakah kita akan mampu menerima anak kita dengan kekurangannya saat ini? Bukan dengan kelebihan Tasha terus."
Pelan Firman pun menganggukkan kepala, pikirannya yang berapi-api seketika mereda mendengar semua perkataan sang istri. Ia sadar jika saat ini mereka harus tetap berada di samping Tasha.
"Ini, Pah." ujar Indri memberikan satu buah alat testpack.
Firman menatap sang istri dengan wajah kembali di buat syok. Pelan Indri menganggukkan kepala. "Iya, papah. Anak kita sudah hamil. Ini saatnya kita menjadi pendukung untuk Tasha. Kita berikan dia masukan yang benar jangan sampai Tasha salah tempat untuk berbagi cerita dan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi."
Semakin sakit rasanya memikirkan semuanya. Firman sejenak memijat kepalanya dan duduk di sisi tempat tidur. Ia terdiam kembali mencerna dan memutuskan apa yang akan di lakukan pada anak satu-satunya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Sweet Girl
Kesuwen Pak Firman.... Tasya wes kabur...
2024-05-30
1
Sweet Girl
Banget...
2024-05-30
0
iirmaynt
nah itulah yg ingin saya pertanyakan sebenarnya.. emang anak muda jaman now klo hoho hihe itu pakai di rekam segala gt ya? pdhl juga bukan pasutri sah secara hukum & agama.. bisa ya berbuat begitu dgn santai & sepertinya bangga smp bisa dibikin video gt.. 🤔
2024-04-21
0