Demi menuruti permintaan sang anak yang bisa saja membuat bumi hujan deras malam itu akibat air mata anak tampannya, Tasha pun memilih untuk menghapus lipstik di bibirnya. Ia bersyukur bibirnya masih cerah meski tak memakai lipstik. Sementara Gara pun sudah tersenyum cerah tanpa sadar air mata yang ia tahan terjatuh juga di pipinya.
"Sudah, Mami tidak memakai apa pun. Gara suka kan?" ujar Tasha yang langsung di angguki kepala oleh Gara. Bocah itu segera menggenggam tangan sang mami untuk keluar dari hotel. Di depan kamar tampak seorang wanita yang berstatus asisten dari Bu Dewi sudah tersenyum ramah menyambut ibu dan anak itu.
"Mari Nona Tasha." ajaknya.
Ketiganya berjalan menuju mobil dan segera menuju pusat perbelanjaan di Singapura.
Selang beberapa menit menempuh perjalanan, Gara dan Tasha tampak tiba di mall. Mereka begitu antusias untuk memasuki tempat-tempat yang menarik. Bocah itu beberapa kali mencoba permainan yang ada di mall hingga akhirnya semua permainan yang membuatnya penasaran sudah di rasakan.
"Kak, kita kemana lagi?" tanyanya.
"Gara mau belanja? Ayo beli apa yang Gara mau. Setelah itu kita cari oleh-oleh untuk Mamah dan Papah." tutur Tasha tersenyum senang melihat bagaimana anaknya sangat bahagia.
Cepat Gara pun menganggukkan kepalanya. Beberapa kali Tasha pun mengambilkan pakaian untuk sang anak namun Gara terus saja menolak. "Kak, Gara tidak mau beli baju." ujarnya membuat Tasha mengerutkan kening heran.
"Kenapa?" tanya Tasha.
"Gara mau jalan-jalan saja. Kan baju buatan Kakak jauh lebih bagus." Terharu mendengar pujian anak sepolos Gara.
Tasha sangat suka mendengar sang anak lebih menyukai hasil karyanya, meski begitu ia juga tetap ingin memberikan sang anak pakaian dari merk ternama yang jauh lebih di kenal dari hasilnya sendiri.
"Tapi Kakak mau Gara beli baju juga. Ini bagus-bagus, Sayang. Merknya terkenal loh." ujarnya mengajari sang anak tentang fashion.
"Kalau belinya sekali-sekali nggak papa. Ini kan mahal, jadi Gara juga nggak boleh sering-sering beli yang penting sekarang ini Mami yang mau belikan buat kenang-kenangan kita di Singapura." ujarnya membujuk sang anak yang masih tampak berpikir.
Cukup lama Gara terdiam memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil hingga akhirnya ia pun setuju. "Baiklah, tapi sekali ini saja. Gara lebih suka dengan hasil Kakak. Gara akan lebih bangga pakai dari tangan Kakak."
Wanita yang menemani mereka bepergian tampak tersenyum mendengar percakapan dua orang berbeda usia di depannya ini. Mereka sangat manis ketika berbicara seperti sepasang kekasih yang saling menyayangi.
Usai berbelanja, Tasha pun membawa sang anak berjalan ke Gardens by the Bay. Suasana ketika malam terlihat begitu indah.Taman vertikal yang berbentuk seperti pohon raksasa buatan tampak begitu mempesona di malam hari.
Tak hentinya Gara menunjukkan wajah takjubnya. Mata bersihnya tampak berbinar bahagia memandangi seluruh sudut taman itu dengan rasa antusias. Ribuan jenis tanaman dan bunga di Flower Dome membuat Gara kecil beberapa kali kembali meminta di foto.
Kali ini bukan Tasha yang menjadi sasarannya, melainkan wanita yang bertugas mengantar mereka kemana pun.
"Aduh aunty, bukan seperti itu. Kakak beritahu dia caranya. Gambarnya sama sekali tidak jelas." protes Gara yang melihat hasil jepretan tangan wanita itu.
Mendengar kelantihan bicara sang anak, Tasha merasa tidak enak hati.
"Maaf, Bu. Gara memang selalu seperti itu jika menyangkut foto." ujar Tasha meminta maaf dan beralih menatap sang anak.
"Gara, tidak boleh seperti itu, Nak. Biar mami saja yang fotokan yah?" ujarnya membujuk sang anak sembari memberikan pengertian.
"Tidak, Kak. Gara ingin kita berfoto berdua kali ini. Kasih tahu aunty cara memotretnya." kekeuh ia ingin berfoto dengan Tasha malam ini.
Matanya terus berbinar melihat indahnya taman di sana. Dan Gara tidak ingin melewatkan momen romantis ini dengan sang mami. Tasha pun menjelaskan dengan detail hingga akhirnya wanita itu pun paham dan kembali mengulangi kerjaan mendadaknya saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Leng Loy
Gara memang perfeksionis
2024-04-07
1
A Yes
sayang banget, klo tempat ini sampai dilewatkan, destinasi yg bagus ini👍🥰
2024-03-27
0
Mey-mey89
...
2023-08-16
2