Kriiing kriiingg kriiingg ..
Suara ponsel dokter Danu berbunyi , ia segera menghentikan tangan nya saat sedang mengetuk laporan di jam terakhir nya bertugas .
Di lihat nya tulisan Komandan Raihan tertera di layar ponsel nya , dokter Danu tersenyum sumringah dan segera mengangkat telpon nya .
" Halooo , assalamualaikum pak komandan .. Apa kabar ?" Sapa dokter Danu .
" Waalaikumsalam dokter Danu , alhamdulilah baiikk .. Dokter Danu besok sibuk ga ? " tanya Raihan , sahabat dokter Danu saat bersekolah di pesantren dulu .
" Aku besok libur , lusa masuk shift malam . Ada apa kah gerangan ?" jawab dokter Danu sambip nyengir
" Besok aku boleh mampir ga ke apartemen mu , dok .. Kebetulan aku ada waktu luang " ucap Raihan
" Wuaahh boleehh , boleehh banget .. Habis ini aku kasih nomer apartemen ku ya , besok aku siapin makanan enak - enak deh biar pak komandan betah , hehe " jawab dokter Danu
" Siaapp , kalau begitu sampai ketemu besok ya .. Nanti aku kabarin sebelum jalan " ucap Raihan lagi .
" Siaapp , aku tunggu besok " balas dokter Danu .
Setelah Raihan mengucap salam dan pamit , sambungan telepon pun di matikan oleh dokter Danu .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Habis sholat subuh , dokter Danu merapikan apartemen nya lalu ia turun ke lobi untuk olahraga di gym .
Hampir dua jam dokter Danu berada di tempat gym , ia memeriksa jam di layar ponsel nya .
" Sudah hampir jam sepuluh " batin nya .
Ia segera kembali ke apartemen untuk mandi dan bersih - bersih . Setelah itu ia pun memesan menu makan siang berupa ayam bakakak lengkap dengan sambal dan lalap nya , kerupuk dan gado - gado sebagai pelengkap sayuran nya .
Cemilan yang di sediakan pun cukup banyak . Mulai dari buah berupa jeruk dan pisang . Ada beraneka macam roti dengan rasa yang bervariasi dari merk terkenal , kacang almond , kurma , keripik kentang dan minuman - minuman .
Semua itu ia pesan melalui aplikasi di ponsel nya .
Menjelang zuhur , ponsel dokter Danu kembali . Ternyata Raihan mengirim pesan kalau ia sedang dalam perjalanan menuju apartemen nya .
Dokter Danu pun segera menata menu makan siang nya di meja makan .
Dua buah piring makan lengkap dengan sendok dan garpu nya , dua buah gelas untuk minum nya . Lalu di tengah - tengah nya ia letakkan nasi putih , ayam bakakak , sambel , lalap, gado - gado , tempe , tahu dan kerupuk . Tak lupa ia juga mengisi air putih ke dalam sebuah teko kaca .
Kemudian di meja ruang tv , ia menyusun cemilan nya . Jeruk dan pisang sudah di letakkan di rak tempat buah susun , roti - roti di taruh dan di susun di sebuah nampan oval berukuran sedang , kacang dan keripik sudah berada di toples kaca . Air minum botol berukuran sedang juga sudah berbaris rapi .
Setelah semua selesai , dokter Danu pun tersenyum senang .. Ia memoto menu - menu itu lalu mengirimkan nya ke Raihan .
Dengan caption " Sudah ada yang nungguin niih .." dengan emot senyum cengir .
Yang langsung di balas oleh Raihan ,
" Siaapp sapu bersih " balas nya di sertai emot tertawa .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Tak sampai tiga puluh menit ia sudah sampai di apartemen nya dokter Danu . Dengan sumringah ia melangkah cepat dan ceria setelah memarkirkan mobil nya .
Raihan menekan tombol lift di lobbi ,
" Sepi sekali apartemen nya Danu " batin Raihan .
Setelah pintu lift terbuka , ia segera masuk dan memencet kembali tombol angka menuju ke lantai apartemen tempat Danu berada .
Kliiing , suara pintu apartemen tertutup secara otomatis .
Sambil memutar - mutar kunci mobil di tangan nya Raihan terus memperhatikan angka yang berubah seiring pergerakan lift yang naik .
Lift bergerak naik satu lantai , kemudian
Kliing .. Pintu lift nya terbuka . Raihan berfikir mungkin ada penghuni lain yang mau ikut naik . Setelah menunggu beberapa menit , tidak ada yang datang .
Raihan pun menjulurkan wajah nya untuk melihat apakah ada yang sedang berjalan menuju lift .
Ternyata tidak ada , akhir nya Raihan kembali memencet tombol agar lift dapat tertutup dan bergerak lagi .
Tiba - tiba udara di dalam lift menjadi dingin , Raihan merasa bulu - bulu halus di tengkuk nya meremang . Ia menjadi sangat merinding , namun Raihan berusaha tetap tenang .
Ada hembusan angin di telinga nya , dengan refleks Raihan langsung menoleh .. Tapi tidak ada apa - apa , bahkan angin pun tidak ada .
Kini bulu - bulu halus di tangan nya ikutan meremang , Raihan mengusap - usap bulu - bulu itu agar kembali rebah .
Pergerakan lift terasa lama dan lambat , padahal apartemen dokter Danu berada di lantai tujuh . Namun perjalanan lift nya terasa bagai menuju lantai dua puluh , bagi Raihan .
" Duuhh kok siang - siang gini merinding banget ya .. Apa karena sepi ya .
Danu ga salah nih milih apartemen ini , serem banget siih " batin Raihan . Sambil melirik kesana ke mari dari dalam lift , ia ingin cepat - cepat keluar dari lift tersebut .
Ketika ia mendengar hembusan nafas di salah satu telinga nya , tubuh Raihan pun bergetar . Ia membaca doa dalam hati nya , namun karena rasa takut yang amat sangat doa yang ia baca pun menjadi ngaco . Tercampur - campur dan tidak tuntas .
" Ya Allah , tolong hamba Mu ini .. " batin Raihan terus berdoa .
Meski pun Raihan juga pernah masuk pesantren namun kemampuan Raihan hanya lah sebatas murid biasa . Ia tidak memiliki kemampuan atau keberanian seperti teman nya , Danu .
Raihan akhir nya menundukkan kepala nya , tiba - tiba ..
" AAAAAAAAAA " sebuah jeritan kencang menusuk telinga nya .
Raihan tersentak kaget ,
" Astagfirullah .. " ucap nya sambil memegangi dada nya .
Dengan tangan gemetar , ia mencoba meraih ponsel nya . Ia berniat untuk menelpon dokter Danu .
Setelah mengeluarkan ponsel dari saku celana nya , Raihan nampak kesulitan menghubungi dokter Danu karena tidak ada sinyal .
" TOOOOOO .. LOOOOONGG .. " tiba - tiba sebuah suara melengking kembali menusuk gendang telinga nya . Saking kaget nya Raihan sampai menjatuhkan ponsel nya .
Suara itu berhenti bersamaan dengan terbuka nya pintu lift di pantai tujuh .
Dengan tergesa , ia memungut ponsel nya yang jatuh lalu berlari menuju nomer 12 .
Dokter Danu mendengar bel pintu nya berbunyi , ia segera berlari kecil menuju pintu depan .
Cekliikk ..
" Haaaii , ayoo masuk " sapa dokter Danu sambil merangkul sahabat nya itu
Raihan pun segera masuk , wajah nya masih pucat . Tubuh nya basah oleh keringat .
" Kenapa , pak komandan .. Kok pucat dan keringetan gini ? Mau mandi dulu atau langsung makan ?" tanya Danu yang merasa agak aneh dengan Raihan .
Dokter Danu pun segera memberikan sebotol air mineral dingin kepada Raihan . Raihan menerima nya tanpa bicara sepatah kata pun , lalu meneguk nya sampai habis .
Setelah itu Raihan menghela nafas lega ,
" Aduuhh parahh .. Paraaahhh bangeett dahhh .. Kacaauuuu kamu , Dan " ucap Raihan tiba - tiba .
" Hhaaa akuu ? Kenapa ?" tanya dokter Danu yang kebingungan .
" Wess lah , makan dulu nyookk .. Nanti baru aku ceritain " jawab Raihan sambil menepuk pundak dokter Danu
" Naahhh gituu doong , naga - naga di perut ku udah disko dari tadi nunggu pak komandan " sahut dokter Danu sambil nyengir .
Kemudian mereka berdua pun makan siang dengan lahap .
###############################
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh itu namaq thor
2024-09-09
1
Masruri Achmad
kereeeennn
2023-02-21
0
Guz Pur
laaahh sekarang up nya pelit
2023-01-19
1