Malam hari ketika di rumah nya , ia pun masih merasakan hal yang sama . Namun kali ini terasa saat ia sendirian . Di rumah itu Raihan tinggal bersama orangtua dan saudara kandung nya juga , karena ia juga masih single seperti dokter Danu .
Sekelebat bayangan putih terlihat dari sudut mata nya , ketika ia sedang berada di dapur untuk membuat secangkir kopi . Raihan menahan nafas nya lalu memejamkan kedua mata nya sejenak dan berusaha agar tetap tenang .
Perlahan ia membuka mata nya , hawa dingin semakin terasa menusuk ke tulang - tulang nya .
" Hhhh tidak ada apa - apa .. Ngopi di kamar aja deh " gumam Raihan sambil menghela nafas lega .
Kemudian ia berjalan menuju kamar nya sambil membawa secangkir kopi di tangan kanan nya . Ia urungkan niat untuk ngopi sambil nonton tv di ruang keluarga .
Setelah menyeruput kopi nya sedikit , ia meletakkan cangkir nya di atas meja kerja nya . Kemudian Raihan pun mendekati ranjang dan duduk di pinggir nya .
Ia mengacak - acak rambut nya , entah kenapa perasaan nya sangat gelisah . Tidak biasa nya ia seperti ini , semenjak berdinas menjadi seorang polisi dan menyelesaikan berbagai macam kasus kejahatan sampai pembunuhan , dia tidak pernah gelisah seperti ini .
" Ga usah deh , tumben udara nya dingin .. Padahal ga ujan " batin Raihan sambil meletakkan kembali remote ac ke tempat nya .
Untuk menghilangkan rasa gelisah nya Raihan pun bermain games sambil menyetel musik dari ponsel nya dengan memakai headset .
Setelah beberpa jam kemudian , Raihan melihat jam di layar ponsel nya ..
" Sudah hampir jam sebelas .. Hooaamm " ucapnya sambil menguap . Lalu ia pun mematikan games dan musik nya , ketika ia hendak bersiap tidur , tiba - tiba lampu kamar nya berkedip - kedip .. Lalu meredup ..
" Wuaahh kok gini , tadi ga kenapa - napa .. minta di ganti nih lampu .. " ucap nya sambil memperhatikan bohlam lampu yang bertengger di atap kamar nya .
" Ya sudah lah , tidur aja .. Besok baru ganti lampu " gumam nya
Namun saat ia hendak berbalik menuju ranjang , tiba - tiba lampu kamar nya mati .
Bleep
" Allahu akbar .. " jerit Raihan terkejut , dengan suara tertahan .
Hawa dingin di dalam kamar tidur semakin menusuk ke tulang - tulangnya , membangkitkan bulu kuduk di leher dan lengan nya ... Raihan merasa sangat merinding malam ini .
Ia membiarkan saja kamar nya yang gelap , lalu masuk ke dalam selimut .
" Ya Allah tolong hamba Mu doong .. Gimana ini Ya Allah ?" doa Raihan dalam hati sambil memejamkan mata nya .
Tubuh Raihan bergetar kala ia merasakan ada yang menarik selimut nya perlahan .. Keringat dingin mulai keluar membasahi tubuh nya . Tangan nya gemetar memegang selimut dari dalam sambil menutup mata nya rapat - rapat .
Sreettt .. Sreeett .. Perlahan dan lembut selimut itu terus merosot meski pun Raihan sudah menahan nya sekuat tenaga . Akhir nya ia melepaskan genggaman nya dari selimut yang terus bergerak turun , lalu ia menutup wajah dengan kedua tangan nya .
Terdengar sebuah suara cekikikan dari arah yang sangat dekat ,
Kiikkiikkiikk .. Hiii hii hiii ..
Raihan mencoba membaca doa dalam hati yang dia hapal .
" Ya Allah, salah terus.. " batin Raihan ketika ia kembali salah berulangkali dalam membaca doa .
" Duuhhh kenapa jadi blank gini otak ku ya .. " benak nya lagi .
Tubuh nya mendadak lemas , ia sudah pasrah .. Doa nya selalu terputus di pertengahan , dan otomatis tercampur dengan kalimat doa yang lain , membuat Raihan frustasi sendiri .
Di saat Raihan sudah pasrah , tiba - tiba lampu kamar nya menyala terang kembali .
Perlahan Raihan membuka mata nya sedikit demi sedikit , ia mengintip sebelum merasa aman .
Setelah di rasa cukup terang dan aman , barulah ia membuka mata nya lebar - lebar .
" Alhamdulilaah .." ucap nya sambil mengelus dada untuk menenangkan jantung nya yang masih berdebar .
Lalu ia pun mencoba untuk tidur tanpa mematikan lampu kamar nya .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Raihan berlari sekuat tenaga , nafas nya tersengal - sengal .. Perempuan itu terus mengejar nya .
Raihan terus berlari sambil sesekali menengok ke belakang , memastikan jarak perempuan itu . Namun setiap kali Raihan menoleh , jarak ia dan perempuan itu tidak berubah semakin jauh . Ia merasa seperti berlari di tempat .
Ia melihat wajah perempuan itu begitu mengerikan ...
Pakaian putih nya berkibar ketika ia melesat , darah mengucur dari kepala nya yang retak - retak .
Mulut nya terus menyeringai , memperlihatkan deretan gigi - gigi yang hitam dan runcing . Mulut nya sangat lebar , wajah nya tidak simetris . Sebagian wajah nya berada sedikit turun dari yang sebelah nya .
Kedua bola mata nya tampak besar dan menonjol keluar , posisi nya juga tidak sejajar .
Sebelah mata nya bergelantung di wajah nya dengan posisi yang hampir lepas .
Tangan nya menjuntai sangat panjang , kaki nya tak terlihat .
Raihan sudah lemas , ia tak sanggup berlari lagi .. Perempuan itu semakin dekat . Jari jemari dengan kuku yang runcing dan panjang mulai menyentuh leher Raihan . Terasa sangat dingin seperti batu es yang di tempelkan ke kulit nya .
Raihan mencoba untuk melepas kan kedua tangan perempuan itu dengan menarik nya nya namun tidak terlepas juga . Hingga ia mulai merasakan kuku - kuku itu menggores kulit leher nya . Terasa perih ..
" Le .. Pas.. Aakhh .. Aak .. Kkuuu " ucap Raihan terbata - bata sambil terus berusaha melepaskan diri .
Kini wajah perempuan itu hanya berjarak sejengkal dari wajah Raihan , menebar kan aroma yang sangat anyir dan bau busuk .
Tatapan nya tajam dan mengerikan , seperti nya ia sangat menikmati penyiksaan nya terhadap Raihan .
Raihan berusaha memutar otak di tengah kondisi nya yang berada di ujung tanduk saat ini , ia merasa tidak mengenal perempuan ini .
" Si aap aa khaa mu ?" tanya Raihan di tengah nafas nya yang tersisa .
###############################
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Mahrita Sartika
untung g' pipis di celana 🤣🤭🤭
2024-09-12
1
niex
walah anak pesantren mo bobok gak dia gak sholat isya...ilang nich ilmunya😁
2024-08-17
0
Masruri Achmad
teror buat pak polisi
2023-02-22
1