EPISODE : IBLIS MERAH PART . 4 .

" Boleh saya minta waktu bapak sebentar ? Kita bicara di luar saja kalau bapak tidak keberatan " ajak dokter Danu kepada pak Nur .

Dengan tatapan bingung , pak Nur mengangguk .. Lalu mereka pun keluar dari kamar 302 . Lobi lantai tiga tidak seramai di lantai satu , sehingga banyak kursi kosong .

" Pak , maaf sebelum nya .. Saya tidak bermaksud memasuki kondisi internal keluarga bapak . Tapi untuk menjelaskan beberapa hal , saya ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan agar saya tidak salah dalam mengambil kesimpulan .. Boleh pak ?" tanya dokter Danu dengan hati - hati .

" Boleh sekali dokter , apa yang ingin dokter tanyakan ke saya ?" ucap pak Nur dengan tatapan berbinar .

" Apakah sebelum muntah darah , nyonya Herdanti mengalami hal - hal aneh , pak ? Yang di luar logika " tanya dokter Danu kembali

" Apa yaa .. " ucap pak Nur sambil mencoba mengingat - ingat .

" Sebenar nya sih ada , dan itu menurut kami sangat aneh .. Tapi saya tidak tahu apakah dokter akan percaya atau tidak " jawab pak Nur tampak ragu

" Tidak apa - apa , pak .. Coba di ceritakan saja , saya akan mendengarkan apa pun cerita bapak " ucap dokter Danu meyakinkan pak Nur .

" Baiklah kalau begitu , waktu itu ... Setelah sah bercerai dan hak asuh anak jatuh ke Danti . Danti pun pulang membawa ketiga anak nya ke rumah kami , ingin menenangkan diri sambil mencari kalimat yang pas untuk menjelaskan kepada ketiga anak nya , kata nya . Minggu pertama semua berjalam normal dan baik - baik saja .

Kemudian menjelang dua minggu di rumah kami , Danti sering berteriak dalam tidur nya . Awal nya kami mengira hanya sekedar mimpi ,

Ternyata tidak ..

Malam itu , saya dan istri belum tidur . Sedangkan Danti sudah menemani anak - anak nya tidur . Anak pertama dan kedua berada disatu kamar , sedangkan Danti tidur di kamar yang lain bersama si bungsu .

Ketika saya melewati kamar nya , saya mendengar suara seperti yang tercekik . Lalu saya pun teriak memanggil istri saya . Kemudian kami masuk berdua ke kamar Danti ..

Sesampai nya di dalam kamar , kami terkejut karena melihat Danti yang mencekik leher nya sendiri dengan kedua tangan nya ..

《 Flashback On 》

" Aakkhhhh Kkkkhhhhkk Heegkggkk.. " ( anggap aja suara Danti yang lagi tercekik ya )

" Astagfirullah , Dantiii .. Naakk " istri pak Nur langsung berteriak sambil berlari menghampiri Danti , di ikuti oleh pak Nur . Lalu pak Nur menarik kedua tangan Danti agar melepas cekikan nya , sedangkan istri nya terus saja membangunkan Danti sambil menggoyang - goyangkan tubuh nya .

" Danti .. Ayoo Danti , bangun nak .. Istigfar " ucap pak Nur ikut membangunkan

Tak berapa lama " Uhhuukk uuuhhukk uuhhuukk " Danti terbangun gelagapan , ia menghirup oksigen sebanyak - banyak nya sambil terbatuk - batuk .

" A adaa apaa dengan saya bu , pak ? " tanya nya setelah ia dapat bernafas normal kembali , kemudian tatapan nya beralih kepada anak bungsu nya yang masih terlelap di sebelah nya .

" Kamu mimpi apa sampai mencekik leher mu sendiri ? Untung bapak mu mendengar suara mu yang sedang tercekik itu " tanya ibu Nur dengan wajah panik .

Danti menunduk sambil memegang leher nya yang terasa perih .

" Danti mimpi di cekik orang yang Danti ga kenal , tapi kenapa jadi Danti sendiri yang melakukan nya ya ?" ucap nya bingung menatap ke bapak dan ibu nya .

" Ya sudah , itu hanya mimpi .. Jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur lagi ya " ucap pak Nur menenangkan anak nya

Danti pun mengangguk lalu kembali tidur ..

" Keesokkan malam nya terulang lagu kejadian itu , Danti bilang bahwa ia di kejar - kejar oleh seorang pria yang tidak ia kenal . Kemudian pria itu lama - lama berubah wujud nya menjadi sosok yang mengerikan dan ingin mencelakai nya . Danti menjadi jarang tidur karena ketakutan setiap malam .

Akhir nya , anak bungsu Danti pun kami pindahkan kamar nya . Ia bergabung bersama kedua kakak nya agar kami lebih leluasa menjaga nya dan tidak terganggu tidur nya jika mendengar suara jeritan ibu nya .

Setelah berdiskusi dengan istri saya , akhir nya kami sepakat untuk meminta bantuan ustad . Kami mengundang ustad pada malam hari , sekitar pukul delapan malam " lanjut pak Nur .

" Pak, ibu kok jadi merinding gini ya .. Liat nih " ucap bu Nur sambil memperlihat kan bulu - bulu halus di tangan nya yang mulai berdiri .

" Iya sama , bu .. Hawa nya juga kok jadi anyep dan dingin ya .. Padahal ac yang menyala cuma di kamar anak - anak aja " bisik pak Nur

" Ibu mau nyuruh Siti untuk jagain anak - anak dulu ya pak " ucap nya lagi , pak Nur pun hanya mengangguk .

Kemudian bu Nur pun beranjak dari duduk nya lalu masuk ke dalam menuju kamar pembantu nya .

" Sit , kamu jagain anak - anak dulu ya ..Nanti kalau sudah jam sembilan , kamu bujukin anak - anak untuk tidur ya . Dan kamu tungguin mereka sampai saya ke sini lagi , kalau kamu ngantuk tidur saja dulu di sini . Nanti saya bangunkan " ucap bu Nur

" Baik bu " jawab Siti lalu melangkah menuju ke kamar anak - anak majikan nya .

Bu Nur segera kembali ke depan , mendampingi Danti ..

" Ha haa haaa .., Mau main - main dengan ku , haa " ucap Danti tiba - tiba dengan suara yang berbeda , berat dan besar seperti suara lelaki .

Uatad tersebut pun menjawab " Keluar kau dari tubuh ini "

" Dia sudah menjadi milik ku " ucap nya lagi

" Siapa yang memberikan nya pada mu ?" tanya ustad kembali

" Kau tidak perlu tahu , yang pasti jiwa nya sudah di berikan untuk ku .. Dan aku akan mengambil nya sesuai perjanjian dan kesepakatan . Tidak ada yang boleh menghalangi ku . Termasuk kau " bentak Danti dengan suara berbeda tersebut .

" Tidak ada perjanjian , dan tidak bisa kau ambil nyawa manusia tanpa izin Nya " ucap ustad itu lagi , kemudian ustad mulai membaca doa - doa ..

Danti nampak semakin marah , ia juga mulai kepanasan ..

" Pergi kau .. " bentak nya lagi , di sertai angin kencang .. Kemudian sosok itu pun keluar seiring terpental nya ustad itu hingga membentur dinding, dan pingsan .

Tak lama tubuh Danti pun melemas , Danti jatuh pingsan .

Beberapa hari kemudian , di suatu malam .. Sekitar jam sebelas malam .

" Danti , kamu kenapa nak " tanya bu Nur , ia melihat Danti yang sudah pucat , berkeringat , meremas perut nya dengan satu tangan . Sedangkan tangan yang lain menutup mulut nya yang terlihat ingin muntah .

Lalu ..

" Hooooeeekkkhh hooeekkhh hoeekkhh " keluar lah darah segar dari mulut Danti

" Pak .. Paaakkk .. Sini pak , cepat " teriak bu Nur memanggil suami nya dari dalam kamar Danti .

" Ada apa ,bu ?" tanya pak Nur setengah berlari masuk ke kamar Danti

" Ya Allah Danti , kenapa nak .. Ini kenapa dengan Danti , bu ?" tanya pak Nur ikut panik .

" Ibu ndak tau , pak .. Tiba - tiba Danti muntah gini , huhuu " jawab istri nya sambil menangis melihat darah yang terus menerus keluar dari mulut anak nya . Darah itu sudah membasahi baju dan juga seprei nya .

" Ya sudah , ayoo nak .. Kita ke rumahsakit sekarang .. Hayuu buu " ajak pak Nur . Istri nya pun langsung mengangguk , ia menyambar tas lalu menuntun Danti bersama suami nya menuju ke mobil .

《 Flashback Off 》

" Demikianlah dok , saat masuk ke rumahsakit pertama .. Danti tidak berhenti muntah meski pun ia sudah di rawat di ruang ICU , dengan berbagai obat . Setelah tiga hari ga ada perubahan , akhir nya saya memberanikan diri minta rujuk ke rumah sakit lain .

Di rumahsakit kedua pun sama , hampir seminggu Danti terus seperti itu tidak ada perubahan .

Saya sangat takut Danti tidak kuat , kehabisan darah dan lainnya .. Hingga saya coba untuk minta di rujuk lagi ke rumah sakit ini .

Alhamdulilah ketemu dokter Danu , ternyata Allah masih sayang sama Danti . Danti langsung berhenti muntah di hari pertama masuk IGD ini , di tangani oleh dokter Danu .. Sungguh karunia yang tak terhingga yang Allah kasih kepada kami , dok " ucap pak Nur dengan nada haru .

Dokter Danu hanya tersenyum ,

" Itu semua karena Allah , Allah telah memberi petunjuk kepada bapak agar kita bertemu .. Padahal saya juga tidak memiliki kemampuan apa pun , semua ini .. Kesembuhan nyonya Danti sebab nya semata hanya karena Allah , pak " ucap dokter Danu yang di angguki oleh pak Nur .

" Maaf pak , kalau boleh tau .. Kira - kira menurut pendapat bapak sendiri apa yang terjadi dengan nyonya Danti ? Maksud saya ketika nyonya Danti sedang di doakan oleh ustad itu , pak " gali dokter Danu

" Hemmm , sebenar nya saya menaruh curiga ada yang tidak beres dengan anak saya,dok .. Saya tidak yakin muntah darah nya Danti merupakan sakit medis , karena sebelum nya Danti dalam kondisi sehat wal afiat , bahkan pasca putusan itu pun dia tidak terlihat sedih atau terguncang , seolah sudah siap dengan keadaan ini .

Namun kecurigaan ini hanya saya simpan saja dok , saya tidak tega membebani istri saya . Dia sudah cukup sedih dengan perceraian putri nya , belum lagi memikirkan masa depan ketiga cucu nya . Dan juga Danti . Kini Danti sakit , dan kami harus meninggalkan cucu di rumah bersama seorang pembantu .. Hhhh , kasian istri ku , dok " lanjut pak Nur dengan kepala tertunduk .

Pak Nur pun mengangkat kepala nya menatap dokter Danu ,

" Ada yang menginginkan Danti mati , dok .. Karena ia bilang kalau jiwa Danti sudah di berikan pada sosok yang merasuki nya ,

Bagaimana ini , saya .. Saya harus bagaimana untuk menyelamatkan anak saya ? " suara pak Nur terbata - bata , dengan mata yang berkaca - kaca .

" Maaf kalau saya terdengar aneh atau sedikit gila bagi dokter , Saya tidak memaksa dokter untuk percaya . Tapi memang seperti itu kejadian nya , saya tidak mengarang atau apa pun , dok " lanjut pak Nur kembali ,

ia takut dokter Danu menganggap nya yang tidak - tidak , karena pak Nur berpikir sebagai anak muda zaman modern di tambah lagi dengan profesi nya sebagai dokter , tentulah dokter Danu tumbuh dengan hal - hal yang hanya masuk di logika .

Dokter Danu pun menjawab ke khawatiran lak Nur ,

" Maaf pak , sebelum nya saya ingin memberitahukan kalau saya ini mendapat anugrah dari Allah berupa kemampuan untuk berinteraksi dengan mahkluk gaib .

Dan kecurigaan bapak , ada benar nya ..Bahwa ada yang menginginkan kematian nya .

Nyawa nyonya Danti telah di tumbalkan , pak .. Mohon maaf kalau saya langsung berterus terang, pak " ucap dokter Danu , menjeda bicara nya sejenak . Ia ingin melihat reaksi pak Nur .

" Ya Allah , astagfirullah tega sekali ... Tapi saya ga ngerti kenapa, dok ? Si .. Siapaa kira - kira yang melakukan itu ke Danti ? Danti anak baik, setau saya dia tidak punya musuh, dok .." ucap pak Nur terisak .

" Kalau mengenai siapa dan alasan nya kenapa , saya juga kurang tau , pak .. Mungkin bapak bisa mulai memfilter siapa saja orang yang sedang berurusan dengan nyonya Danti dalam waktu dekat ini .

Yang bisa saya sampaikan hanya lah ketika nyonya Danti masuk ke ruang IGD , saya melihat sesosok mahkluk ... " kemudian dokter Danu pun menceritakan peristiwa pertama kali menolong nyonya Danti di ruang IGD .

Setelah dokter Danu menceritakan semua nya ,

" Ya Allah , terimakasih Engkau mempertemukan anak ku dengan dokter Danu .. Sehingga anak ku masih memiliki kesempatan hidup " ucap pak Nur tanpa bisa lagi membendung airmata nya .

" Dan saya sama seperti pak Nur yang tidak bisa menebak siapa dalang di balik semua ini .. Saya hanya bisa menunggu jika ada yang tidak terima dengan saya , pasti ia juga akan menyerang saya .

Karena menganggap saya telah menghalangi rencana nya . Tapi saya tidak takut , saya hanya berharap pak Nur bisa menjaga nyonya Danti dengan lebih ketat lagi .

Saran saya , perhatikan semua yang berkunjung , dan simpanlah jika ada hal - hal yang kurang baik , sebagai alat bukti jika suatu saat di perlukan " ucap dokter Danu .

" Baik dok , saya akan ikuti saran dokter " jawab pak Nur , yang sudah mulai bisa mengendalikan perasaan nya .

" Hemmm satu lagi pak ... Kalau boleh saya minta tolong .. " dokter Danu menjeda kalimat nya sambil memikirkan kalimat yang lebih halus dan sopan .

" Iyaa boleh , boleh dok .. Minta tolong apa ?" tanya pak Nur dengan tak sabar

" Mmm itu pak , maaf .. Kalau bisa bapak sama ibu bergantian baca AlQuran selepas sholat meski pun hanya sedikit .. Ga pa pa , pak . Kemudian nyonya Danti juga di bimbing agar tidak meninggalkan sholat , tayamum juga boleh, pak .. Maksud nya supaya tidak ada mahkluk jahat yang mendekati nya lagi , pak " lanjut dokter Danu dengan hati - hati .

" Oohh itu , iya baik dok .. Akan saya sampaikan ke istri saya .

Terimakasih banyak dok .. Semoga Allah selalu melindungi dokter Danu dan keluarga " ucap pak Nur sambil tersenyum . Dengan tatapan lega menatap ke dokter Danu .

" Sama - sama , pak .. Ini semua jalan nya dari Allah , kita hanya bisa ikhtiar " ucap Dokter Danu membalas dengan senyum .

Kemudian dokter Danu pun mengajak pak Nur untuk kembali ke kamar 302 .

" Baik , kalau begitu saya pamit ya pak , bu , nyonya Danti ... Semoga pak Nur , ibu dan nyonya Danti serta anak - anak selalu di beri sehat dan di beri kemudahan di setiap urusan nya ya , Aamiin Ya Robbal A'lamiin " ucap dokter Danu yang langsung di amini oleh semua yang ada di dalam kamar 302 , termasuk nyonya Herdanti .

Setelah itu dokter Danu pun meninggalkan kamar 302 , dan kembali ke apartemen nya .

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Tuut tuuutt tuuutt ..

Setelah memarkirkan mobil nya , dokter Danu segera mengangkat telepon nya .

" Assalamualaikum bi .. " sapa dokter Danu

" Waalaikumsalam , Dan .. Sudah pulang ?" tanya suara pria di seberang telepon yang ternyata abis nya dokter Danu .

" Iya alhamdulilah bi .. Ini lagi jalan menuju apartemen " jawab dokter Danu

" Oohh lebih siang ya pulang nya , apa banyak pasien semalam , nak ?" tanya abi kembali

" Engga bi , alhamdulilah semalam lebih sedikit pasien nya .. Cuma .. " dokter Danu menghentikan ucapan nya . Ada keraguan dari nada bicara dokter Danu .

" Iya , kenapa Dan .. Cuma kenapa ?" tanya abi nya yang tidak sabar .

Dokter Danu pun menceritakan perjalanan gaib nya ke abi nya .

" Oohh begitu , alhamdulilah kalau sudah bisa teratasi dan pasien kamu selamat .

Kemarin ummi sudah menceritakan ke abi , maka nya abi hubungi kamu sekarang karena khawatir kamu kenapa - kenapa .. Kamu hati - hati dengan serangan dadakan , Dan . Apalagi kalau fisik mu lagi lelah , bisa tambah bahaya .

Selanjut nya bagaimana , Dan ?" tanya abi kembali .

Dokter Danu pun menceritakan saat ia melihat kilasan - kilasan peristiwa ketika bersalaman dengan pak Nur hingga apa yang ia dengar cerita langsung dari pak Nur pagi ini .

《 Flashback On 》

" Kamu yang bersalah terhadap Danti , terima lah konsekuensi nya .. Pengadilan tahu yang terbaik itu Danti lah yang merawat anak - anak kalian . Lagi pula mereka masih di bawah tujuh belas tahun jadi secara otomatis hak asuh jatuh ke Danti " ucap Pak Nur kepada seorang pria seumuran dengan nyonya Herdanti .

Kemudian pak Nur meninggalkan lelaki itu tanpa menunggu jawaban nya , namun pak Nur masih dapat mendengar umpatan dari lelaki muda tersebut .

"Ciihh , brengseek , aku tidak akan tinggal diam .. Akan ku rebut anak - anak ku dengan cara apa pun . Tidak akan ku beri sepeser pun dari harta gono gini , biar dia terima konsekuensi nya bercerai dari ku " umpat lelaki itu sambil berlalu .

Setelah lelaki itu pergi , pak Nur menoleh kembali sambil menggelengkan kepala nya .

Kilasan berikut nya , dokter Danu melihat pak Nur di sebuah rumah bersama istri , nyonya Herdanti dan juga tiga orang anak kecil .

Mereka duduk di sofa tak jauh dari ketiga anak kecil yang sedang asyik menonton acara kartun di tv.

" Aku akan mempertahankan anak - anak pak , meski pun papa nya tidak memberikan apa pun . Aku masih bisa buka usaha lagi untuk membiayai hidup ku dan ketiga anak ku .

Aku tidak akan kembali lagi ke Bram . Cukup sudah dia menyiksa ku lahir batin .. Dan ini sudah bertahun - tahun di ulangi nya . Terkadang ia juga kasar terhadap anak - anak ku .

Dia selalu membujuk ku agar aku membatalkan gugatan , berkali - kali pula aku batalkan . Aku berharap dia berubah , tapi ternyata tidak pak .

Dia hanya ingin terlihat sempurna kehidupan nya , sekarang lihat lah .. Aku sudah meruntuhkan keangkuhan nya , pak . Dan menghentikan aksi penyiksaan nya kepada diri ku .

Ada gurat sedih dari sorot mata nyonya Herdanti yang tertangkap mata oleh dokter Danu .

Beralih ke kilasan selanjut nya , dokter Danu melihat aura negatif mulai mengelilingi nyonya Herdanti . Berwarna hitam pekat menempel di tubuh nya , selalu mengikuti nya kemana pun nyonya Herdanti melangkah , lalu tak lama kemudian kilasan saat nyonya Herdanti mulai muntah darah menjelang jam dua belas malam .

《 Flashback Off 》

" Jadi kalau menurut Danu sih seperti nya itu ada sangkut paut dengan masalah rumahtangga nyonya Herdanti , bi .. Apalagi kejadian nya setelah putusan sidang cerai kalau menurut cerita dari pak Nur , ayah nya nyonya Herdanti " ucap dokter Danu .

" Seperti nya begitu kalau dari kilasan yang kamu lihat , kemudian info kronologi kejadian dari ayah nya juga .. Analisa abi sih , ini hanya praduga tak bersalah ya , bukan menuduh atau burul sangka .. Seperti nya penyebab paaien mu muntah darah itu juga mungkin ada kiriman dari pihak yang tidak suka , mungkin juga dari pihak sana . Karena kan secara medis pasien itu terlihat sehat dan normal . Tapi ya wallahu alam " ucap abi

" Iya bi , Danu paham maksud abi .. Oleh sebab itu Danu sudah pagari kembali nyonya Herdanti dan kedua orangtua nya . Semoga aja tidak ada yang bisa menembus nya . Dan untuk masalah keluarga nya , semoga Allah memberikan jalan yang terbaik .. Untuk nyonya Herdanti , pak Nur dan keluarga selalu masuk dalam penjagaan dan perlindungan Nya , ya bi " lanjut dokter Danu

" Iyaa , Aamiin Dan .. Tapi kalau abi boleh memberi saran , sebaik nya masalah pasien mu ini di tuntaskan sampai ke akar nya " kata abi

" Hemm .. Begitu ya , bi " jawab dokter Danu menimbang - nimbang karena ini bukan perkara mudah melakukan penyelamatan medis dan gaib , sebab di butuhkan waktu dan energi ekstra .

" Tapi semua itu abi kembalikan lagi ke kamu karena kamu yang mengerti situasi nya , jangan sampai menganggu pekerjaan mu " lanjut abi lagi, ayah nya dokter Danu .

" Baik bi .. Akan Danu pertimbangkam baik - baik " ucap Danu mengakhiri obrolan nya bersama abi nya .

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Hari terus berlalu , dokter Danu merasakan ada keanehan , ia merasa seolah - olah sedang di awasi . Namun ketika ia melihat berkeliling , tidak ada satu pun mahkluk gaib yang mencoba menganggu nya . Begitu pun dengan orang - orang yang ia temui , semua terlihat normal , tidak ada yang mencurigakan .

Tapi sebenar nya tanpa sepengetahuan dokter Danu , sepasang mata dari seorang lelaki tengah mengawasi nya dari kejauhan .

Bahkan ia pun mengikuti dokter Danu saat ia pulang ke apartemen nya .

###############################

Haaii para readers ter 💓💓💓.. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏🙏😬 Mampir juga ke karya ku yang lain nya ya ✌😁 ada cerpen juga lhoo 😉😉

Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗

Terpopuler

Comments

MasWan

MasWan

si bram

2024-08-28

1

MasWan

MasWan

o ya dan, gimana kbr abah

2024-08-28

0

Karebet

Karebet

👍👍

2023-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 EPISODE : IBLIS MERAH PART. 1.
2 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 2 .
3 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 3 .
4 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 4 .
5 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 5 .
6 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 6 .
7 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 7 .
8 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 8 . end .
9 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 1 .
10 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 2 .
11 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 3 .
12 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 4 .
13 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 5 .
14 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 6 .
15 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 7 .
16 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 8 . end
17 EPISODE : PUSPA PART . 1 .
18 EPISODE : PUSPA PART , 2 .
19 EPISODE : PUSPA PART . 3 .
20 EPISODE : PUSPA PART . 4 .
21 EPISODE : PUSPA PART . 5 .
22 EPISODE : PUSPA PART . 6 .
23 EPISODE : PUSPA PART . 7 .
24 EPISODE : PUSPA PART . 8 .
25 EPISODE : PUSPA PART . 9 .
26 EPISODE : PUSPA PART . 10 .
27 EPISODE : PUSPA PART . 11 . end .
28 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 1 .
29 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 2 .
30 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 3 .
31 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 4 .
32 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 5 .
33 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 6 .
34 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 7 .
35 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 8 .
36 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 9 .
37 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 10 . end .
38 EPISODE : SANTET PART . 1 .
39 EPISODE : SANTET PART . 2 .
40 EPISODE : SANTET PART . 3 .
41 EPISODE : SANTET PART . 4 .
42 EPISODE : SANTET PART . 5 .
43 EPISODE : SANTET PART . 6 .
44 EPISODE : SANTET PART . 7 .
45 EPISODE : SANTET PART . 8 .
46 EPISODE : SANTET PART . 9 .
47 EPISODE : SANTET PART . 10 .
48 EPISODE : SANTET PART . 11 . end .
49 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 1
50 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 2 .
51 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 3 .
52 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 4 .
53 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 5 .
54 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 6 .
55 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 7 .
56 Kutukan Susuk , Part 8 . end .
57 Chapter 57. Desakan Abi & Ummi
58 Chapter 58 : Terjebak di Gedung Tua , part 1 .
59 Chapter 59 : Terjebak di Gedung Tua , part 2 .
60 Chapter 60 : Terjebak di Gedung Tua, part 3 .
61 Chapter 61 : Terjebak di Gedung Tua , part 4
62 Chapter : 62 , Terjebak di Gedung Tua , part 5 .
63 Chapter : 63 , Terjebak di Gedung Tua , part 6 .
64 Chapter : 64 , Terjebak di Gedung Tua , part 7 .
65 Chapter : 65 , Terjebak di Gedung Tua , part 8 .
66 Chapter 66 : Serangan Balik , part 1.
67 Chapter : 67 , Serangan Balik , part 2.
68 Chapter : 68 , Serangan Balik , part 3.
69 Chapter : 69 , Serangan Balik , part 4 .
70 Chapter : 70 , Serangan Balik , part 5 .
71 Chapter : 71, Serangan Balik , part 6 .
72 Chapter : 72 , Serangan Balik , part 7 .
73 Chapter : 73 , Serangan Balik , part 8, end.
74 chapter : 74 , SALING MELEDEK
75 Chapter : 75 , Hati Yang Berbunga - bunga
76 Chapter : 76 . MALU MEMBAWA BERKAH
77 Chapter : 77 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 1.
78 Chapter : 78 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 2.
79 Chapter : 79 , TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN, part 3 , end .
80 Chapter : 80 . Pesan untuk Raihan
81 Chapter : 81 .
82 Chapter : 82
Episodes

Updated 82 Episodes

1
EPISODE : IBLIS MERAH PART. 1.
2
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 2 .
3
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 3 .
4
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 4 .
5
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 5 .
6
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 6 .
7
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 7 .
8
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 8 . end .
9
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 1 .
10
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 2 .
11
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 3 .
12
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 4 .
13
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 5 .
14
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 6 .
15
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 7 .
16
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 8 . end
17
EPISODE : PUSPA PART . 1 .
18
EPISODE : PUSPA PART , 2 .
19
EPISODE : PUSPA PART . 3 .
20
EPISODE : PUSPA PART . 4 .
21
EPISODE : PUSPA PART . 5 .
22
EPISODE : PUSPA PART . 6 .
23
EPISODE : PUSPA PART . 7 .
24
EPISODE : PUSPA PART . 8 .
25
EPISODE : PUSPA PART . 9 .
26
EPISODE : PUSPA PART . 10 .
27
EPISODE : PUSPA PART . 11 . end .
28
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 1 .
29
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 2 .
30
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 3 .
31
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 4 .
32
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 5 .
33
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 6 .
34
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 7 .
35
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 8 .
36
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 9 .
37
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 10 . end .
38
EPISODE : SANTET PART . 1 .
39
EPISODE : SANTET PART . 2 .
40
EPISODE : SANTET PART . 3 .
41
EPISODE : SANTET PART . 4 .
42
EPISODE : SANTET PART . 5 .
43
EPISODE : SANTET PART . 6 .
44
EPISODE : SANTET PART . 7 .
45
EPISODE : SANTET PART . 8 .
46
EPISODE : SANTET PART . 9 .
47
EPISODE : SANTET PART . 10 .
48
EPISODE : SANTET PART . 11 . end .
49
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 1
50
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 2 .
51
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 3 .
52
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 4 .
53
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 5 .
54
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 6 .
55
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 7 .
56
Kutukan Susuk , Part 8 . end .
57
Chapter 57. Desakan Abi & Ummi
58
Chapter 58 : Terjebak di Gedung Tua , part 1 .
59
Chapter 59 : Terjebak di Gedung Tua , part 2 .
60
Chapter 60 : Terjebak di Gedung Tua, part 3 .
61
Chapter 61 : Terjebak di Gedung Tua , part 4
62
Chapter : 62 , Terjebak di Gedung Tua , part 5 .
63
Chapter : 63 , Terjebak di Gedung Tua , part 6 .
64
Chapter : 64 , Terjebak di Gedung Tua , part 7 .
65
Chapter : 65 , Terjebak di Gedung Tua , part 8 .
66
Chapter 66 : Serangan Balik , part 1.
67
Chapter : 67 , Serangan Balik , part 2.
68
Chapter : 68 , Serangan Balik , part 3.
69
Chapter : 69 , Serangan Balik , part 4 .
70
Chapter : 70 , Serangan Balik , part 5 .
71
Chapter : 71, Serangan Balik , part 6 .
72
Chapter : 72 , Serangan Balik , part 7 .
73
Chapter : 73 , Serangan Balik , part 8, end.
74
chapter : 74 , SALING MELEDEK
75
Chapter : 75 , Hati Yang Berbunga - bunga
76
Chapter : 76 . MALU MEMBAWA BERKAH
77
Chapter : 77 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 1.
78
Chapter : 78 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 2.
79
Chapter : 79 , TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN, part 3 , end .
80
Chapter : 80 . Pesan untuk Raihan
81
Chapter : 81 .
82
Chapter : 82

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!