" Boleh saya minta waktu bapak sebentar ? Kita bicara di luar saja kalau bapak tidak keberatan " ajak dokter Danu kepada pak Nur .
Dengan tatapan bingung , pak Nur mengangguk .. Lalu mereka pun keluar dari kamar 302 . Lobi lantai tiga tidak seramai di lantai satu , sehingga banyak kursi kosong .
" Pak , maaf sebelum nya .. Saya tidak bermaksud memasuki kondisi internal keluarga bapak . Tapi untuk menjelaskan beberapa hal , saya ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan agar saya tidak salah dalam mengambil kesimpulan .. Boleh pak ?" tanya dokter Danu dengan hati - hati .
" Boleh sekali dokter , apa yang ingin dokter tanyakan ke saya ?" ucap pak Nur dengan tatapan berbinar .
" Apakah sebelum muntah darah , nyonya Herdanti mengalami hal - hal aneh , pak ? Yang di luar logika " tanya dokter Danu kembali
" Apa yaa .. " ucap pak Nur sambil mencoba mengingat - ingat .
" Sebenar nya sih ada , dan itu menurut kami sangat aneh .. Tapi saya tidak tahu apakah dokter akan percaya atau tidak " jawab pak Nur tampak ragu
" Tidak apa - apa , pak .. Coba di ceritakan saja , saya akan mendengarkan apa pun cerita bapak " ucap dokter Danu meyakinkan pak Nur .
" Baiklah kalau begitu , waktu itu ... Setelah sah bercerai dan hak asuh anak jatuh ke Danti . Danti pun pulang membawa ketiga anak nya ke rumah kami , ingin menenangkan diri sambil mencari kalimat yang pas untuk menjelaskan kepada ketiga anak nya , kata nya . Minggu pertama semua berjalam normal dan baik - baik saja .
Kemudian menjelang dua minggu di rumah kami , Danti sering berteriak dalam tidur nya . Awal nya kami mengira hanya sekedar mimpi ,
Ternyata tidak ..
Malam itu , saya dan istri belum tidur . Sedangkan Danti sudah menemani anak - anak nya tidur . Anak pertama dan kedua berada disatu kamar , sedangkan Danti tidur di kamar yang lain bersama si bungsu .
Ketika saya melewati kamar nya , saya mendengar suara seperti yang tercekik . Lalu saya pun teriak memanggil istri saya . Kemudian kami masuk berdua ke kamar Danti ..
Sesampai nya di dalam kamar , kami terkejut karena melihat Danti yang mencekik leher nya sendiri dengan kedua tangan nya ..
《 Flashback On 》
" Aakkhhhh Kkkkhhhhkk Heegkggkk.. " ( anggap aja suara Danti yang lagi tercekik ya )
" Astagfirullah , Dantiii .. Naakk " istri pak Nur langsung berteriak sambil berlari menghampiri Danti , di ikuti oleh pak Nur . Lalu pak Nur menarik kedua tangan Danti agar melepas cekikan nya , sedangkan istri nya terus saja membangunkan Danti sambil menggoyang - goyangkan tubuh nya .
" Danti .. Ayoo Danti , bangun nak .. Istigfar " ucap pak Nur ikut membangunkan
Tak berapa lama " Uhhuukk uuuhhukk uuhhuukk " Danti terbangun gelagapan , ia menghirup oksigen sebanyak - banyak nya sambil terbatuk - batuk .
" A adaa apaa dengan saya bu , pak ? " tanya nya setelah ia dapat bernafas normal kembali , kemudian tatapan nya beralih kepada anak bungsu nya yang masih terlelap di sebelah nya .
" Kamu mimpi apa sampai mencekik leher mu sendiri ? Untung bapak mu mendengar suara mu yang sedang tercekik itu " tanya ibu Nur dengan wajah panik .
Danti menunduk sambil memegang leher nya yang terasa perih .
" Danti mimpi di cekik orang yang Danti ga kenal , tapi kenapa jadi Danti sendiri yang melakukan nya ya ?" ucap nya bingung menatap ke bapak dan ibu nya .
" Ya sudah , itu hanya mimpi .. Jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur lagi ya " ucap pak Nur menenangkan anak nya
Danti pun mengangguk lalu kembali tidur ..
" Keesokkan malam nya terulang lagu kejadian itu , Danti bilang bahwa ia di kejar - kejar oleh seorang pria yang tidak ia kenal . Kemudian pria itu lama - lama berubah wujud nya menjadi sosok yang mengerikan dan ingin mencelakai nya . Danti menjadi jarang tidur karena ketakutan setiap malam .
Akhir nya , anak bungsu Danti pun kami pindahkan kamar nya . Ia bergabung bersama kedua kakak nya agar kami lebih leluasa menjaga nya dan tidak terganggu tidur nya jika mendengar suara jeritan ibu nya .
Setelah berdiskusi dengan istri saya , akhir nya kami sepakat untuk meminta bantuan ustad . Kami mengundang ustad pada malam hari , sekitar pukul delapan malam " lanjut pak Nur .
" Pak, ibu kok jadi merinding gini ya .. Liat nih " ucap bu Nur sambil memperlihat kan bulu - bulu halus di tangan nya yang mulai berdiri .
" Iya sama , bu .. Hawa nya juga kok jadi anyep dan dingin ya .. Padahal ac yang menyala cuma di kamar anak - anak aja " bisik pak Nur
" Ibu mau nyuruh Siti untuk jagain anak - anak dulu ya pak " ucap nya lagi , pak Nur pun hanya mengangguk .
Kemudian bu Nur pun beranjak dari duduk nya lalu masuk ke dalam menuju kamar pembantu nya .
" Sit , kamu jagain anak - anak dulu ya ..Nanti kalau sudah jam sembilan , kamu bujukin anak - anak untuk tidur ya . Dan kamu tungguin mereka sampai saya ke sini lagi , kalau kamu ngantuk tidur saja dulu di sini . Nanti saya bangunkan " ucap bu Nur
" Baik bu " jawab Siti lalu melangkah menuju ke kamar anak - anak majikan nya .
Bu Nur segera kembali ke depan , mendampingi Danti ..
" Ha haa haaa .., Mau main - main dengan ku , haa " ucap Danti tiba - tiba dengan suara yang berbeda , berat dan besar seperti suara lelaki .
Uatad tersebut pun menjawab " Keluar kau dari tubuh ini "
" Dia sudah menjadi milik ku " ucap nya lagi
" Siapa yang memberikan nya pada mu ?" tanya ustad kembali
" Kau tidak perlu tahu , yang pasti jiwa nya sudah di berikan untuk ku .. Dan aku akan mengambil nya sesuai perjanjian dan kesepakatan . Tidak ada yang boleh menghalangi ku . Termasuk kau " bentak Danti dengan suara berbeda tersebut .
" Tidak ada perjanjian , dan tidak bisa kau ambil nyawa manusia tanpa izin Nya " ucap ustad itu lagi , kemudian ustad mulai membaca doa - doa ..
Danti nampak semakin marah , ia juga mulai kepanasan ..
" Pergi kau .. " bentak nya lagi , di sertai angin kencang .. Kemudian sosok itu pun keluar seiring terpental nya ustad itu hingga membentur dinding, dan pingsan .
Tak lama tubuh Danti pun melemas , Danti jatuh pingsan .
Beberapa hari kemudian , di suatu malam .. Sekitar jam sebelas malam .
" Danti , kamu kenapa nak " tanya bu Nur , ia melihat Danti yang sudah pucat , berkeringat , meremas perut nya dengan satu tangan . Sedangkan tangan yang lain menutup mulut nya yang terlihat ingin muntah .
Lalu ..
" Hooooeeekkkhh hooeekkhh hoeekkhh " keluar lah darah segar dari mulut Danti
" Pak .. Paaakkk .. Sini pak , cepat " teriak bu Nur memanggil suami nya dari dalam kamar Danti .
" Ada apa ,bu ?" tanya pak Nur setengah berlari masuk ke kamar Danti
" Ya Allah Danti , kenapa nak .. Ini kenapa dengan Danti , bu ?" tanya pak Nur ikut panik .
" Ibu ndak tau , pak .. Tiba - tiba Danti muntah gini , huhuu " jawab istri nya sambil menangis melihat darah yang terus menerus keluar dari mulut anak nya . Darah itu sudah membasahi baju dan juga seprei nya .
" Ya sudah , ayoo nak .. Kita ke rumahsakit sekarang .. Hayuu buu " ajak pak Nur . Istri nya pun langsung mengangguk , ia menyambar tas lalu menuntun Danti bersama suami nya menuju ke mobil .
《 Flashback Off 》
" Demikianlah dok , saat masuk ke rumahsakit pertama .. Danti tidak berhenti muntah meski pun ia sudah di rawat di ruang ICU , dengan berbagai obat . Setelah tiga hari ga ada perubahan , akhir nya saya memberanikan diri minta rujuk ke rumah sakit lain .
Di rumahsakit kedua pun sama , hampir seminggu Danti terus seperti itu tidak ada perubahan .
Saya sangat takut Danti tidak kuat , kehabisan darah dan lainnya .. Hingga saya coba untuk minta di rujuk lagi ke rumah sakit ini .
Alhamdulilah ketemu dokter Danu , ternyata Allah masih sayang sama Danti . Danti langsung berhenti muntah di hari pertama masuk IGD ini , di tangani oleh dokter Danu .. Sungguh karunia yang tak terhingga yang Allah kasih kepada kami , dok " ucap pak Nur dengan nada haru .
Dokter Danu hanya tersenyum ,
" Itu semua karena Allah , Allah telah memberi petunjuk kepada bapak agar kita bertemu .. Padahal saya juga tidak memiliki kemampuan apa pun , semua ini .. Kesembuhan nyonya Danti sebab nya semata hanya karena Allah , pak " ucap dokter Danu yang di angguki oleh pak Nur .
" Maaf pak , kalau boleh tau .. Kira - kira menurut pendapat bapak sendiri apa yang terjadi dengan nyonya Danti ? Maksud saya ketika nyonya Danti sedang di doakan oleh ustad itu , pak " gali dokter Danu
" Hemmm , sebenar nya saya menaruh curiga ada yang tidak beres dengan anak saya,dok .. Saya tidak yakin muntah darah nya Danti merupakan sakit medis , karena sebelum nya Danti dalam kondisi sehat wal afiat , bahkan pasca putusan itu pun dia tidak terlihat sedih atau terguncang , seolah sudah siap dengan keadaan ini .
Namun kecurigaan ini hanya saya simpan saja dok , saya tidak tega membebani istri saya . Dia sudah cukup sedih dengan perceraian putri nya , belum lagi memikirkan masa depan ketiga cucu nya . Dan juga Danti . Kini Danti sakit , dan kami harus meninggalkan cucu di rumah bersama seorang pembantu .. Hhhh , kasian istri ku , dok " lanjut pak Nur dengan kepala tertunduk .
Pak Nur pun mengangkat kepala nya menatap dokter Danu ,
" Ada yang menginginkan Danti mati , dok .. Karena ia bilang kalau jiwa Danti sudah di berikan pada sosok yang merasuki nya ,
Bagaimana ini , saya .. Saya harus bagaimana untuk menyelamatkan anak saya ? " suara pak Nur terbata - bata , dengan mata yang berkaca - kaca .
" Maaf kalau saya terdengar aneh atau sedikit gila bagi dokter , Saya tidak memaksa dokter untuk percaya . Tapi memang seperti itu kejadian nya , saya tidak mengarang atau apa pun , dok " lanjut pak Nur kembali ,
ia takut dokter Danu menganggap nya yang tidak - tidak , karena pak Nur berpikir sebagai anak muda zaman modern di tambah lagi dengan profesi nya sebagai dokter , tentulah dokter Danu tumbuh dengan hal - hal yang hanya masuk di logika .
Dokter Danu pun menjawab ke khawatiran lak Nur ,
" Maaf pak , sebelum nya saya ingin memberitahukan kalau saya ini mendapat anugrah dari Allah berupa kemampuan untuk berinteraksi dengan mahkluk gaib .
Dan kecurigaan bapak , ada benar nya ..Bahwa ada yang menginginkan kematian nya .
Nyawa nyonya Danti telah di tumbalkan , pak .. Mohon maaf kalau saya langsung berterus terang, pak " ucap dokter Danu , menjeda bicara nya sejenak . Ia ingin melihat reaksi pak Nur .
" Ya Allah , astagfirullah tega sekali ... Tapi saya ga ngerti kenapa, dok ? Si .. Siapaa kira - kira yang melakukan itu ke Danti ? Danti anak baik, setau saya dia tidak punya musuh, dok .." ucap pak Nur terisak .
" Kalau mengenai siapa dan alasan nya kenapa , saya juga kurang tau , pak .. Mungkin bapak bisa mulai memfilter siapa saja orang yang sedang berurusan dengan nyonya Danti dalam waktu dekat ini .
Yang bisa saya sampaikan hanya lah ketika nyonya Danti masuk ke ruang IGD , saya melihat sesosok mahkluk ... " kemudian dokter Danu pun menceritakan peristiwa pertama kali menolong nyonya Danti di ruang IGD .
Setelah dokter Danu menceritakan semua nya ,
" Ya Allah , terimakasih Engkau mempertemukan anak ku dengan dokter Danu .. Sehingga anak ku masih memiliki kesempatan hidup " ucap pak Nur tanpa bisa lagi membendung airmata nya .
" Dan saya sama seperti pak Nur yang tidak bisa menebak siapa dalang di balik semua ini .. Saya hanya bisa menunggu jika ada yang tidak terima dengan saya , pasti ia juga akan menyerang saya .
Karena menganggap saya telah menghalangi rencana nya . Tapi saya tidak takut , saya hanya berharap pak Nur bisa menjaga nyonya Danti dengan lebih ketat lagi .
Saran saya , perhatikan semua yang berkunjung , dan simpanlah jika ada hal - hal yang kurang baik , sebagai alat bukti jika suatu saat di perlukan " ucap dokter Danu .
" Baik dok , saya akan ikuti saran dokter " jawab pak Nur , yang sudah mulai bisa mengendalikan perasaan nya .
" Hemmm satu lagi pak ... Kalau boleh saya minta tolong .. " dokter Danu menjeda kalimat nya sambil memikirkan kalimat yang lebih halus dan sopan .
" Iyaa boleh , boleh dok .. Minta tolong apa ?" tanya pak Nur dengan tak sabar
" Mmm itu pak , maaf .. Kalau bisa bapak sama ibu bergantian baca AlQuran selepas sholat meski pun hanya sedikit .. Ga pa pa , pak . Kemudian nyonya Danti juga di bimbing agar tidak meninggalkan sholat , tayamum juga boleh, pak .. Maksud nya supaya tidak ada mahkluk jahat yang mendekati nya lagi , pak " lanjut dokter Danu dengan hati - hati .
" Oohh itu , iya baik dok .. Akan saya sampaikan ke istri saya .
Terimakasih banyak dok .. Semoga Allah selalu melindungi dokter Danu dan keluarga " ucap pak Nur sambil tersenyum . Dengan tatapan lega menatap ke dokter Danu .
" Sama - sama , pak .. Ini semua jalan nya dari Allah , kita hanya bisa ikhtiar " ucap Dokter Danu membalas dengan senyum .
Kemudian dokter Danu pun mengajak pak Nur untuk kembali ke kamar 302 .
" Baik , kalau begitu saya pamit ya pak , bu , nyonya Danti ... Semoga pak Nur , ibu dan nyonya Danti serta anak - anak selalu di beri sehat dan di beri kemudahan di setiap urusan nya ya , Aamiin Ya Robbal A'lamiin " ucap dokter Danu yang langsung di amini oleh semua yang ada di dalam kamar 302 , termasuk nyonya Herdanti .
Setelah itu dokter Danu pun meninggalkan kamar 302 , dan kembali ke apartemen nya .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Tuut tuuutt tuuutt ..
Setelah memarkirkan mobil nya , dokter Danu segera mengangkat telepon nya .
" Assalamualaikum bi .. " sapa dokter Danu
" Waalaikumsalam , Dan .. Sudah pulang ?" tanya suara pria di seberang telepon yang ternyata abis nya dokter Danu .
" Iya alhamdulilah bi .. Ini lagi jalan menuju apartemen " jawab dokter Danu
" Oohh lebih siang ya pulang nya , apa banyak pasien semalam , nak ?" tanya abi kembali
" Engga bi , alhamdulilah semalam lebih sedikit pasien nya .. Cuma .. " dokter Danu menghentikan ucapan nya . Ada keraguan dari nada bicara dokter Danu .
" Iya , kenapa Dan .. Cuma kenapa ?" tanya abi nya yang tidak sabar .
Dokter Danu pun menceritakan perjalanan gaib nya ke abi nya .
" Oohh begitu , alhamdulilah kalau sudah bisa teratasi dan pasien kamu selamat .
Kemarin ummi sudah menceritakan ke abi , maka nya abi hubungi kamu sekarang karena khawatir kamu kenapa - kenapa .. Kamu hati - hati dengan serangan dadakan , Dan . Apalagi kalau fisik mu lagi lelah , bisa tambah bahaya .
Selanjut nya bagaimana , Dan ?" tanya abi kembali .
Dokter Danu pun menceritakan saat ia melihat kilasan - kilasan peristiwa ketika bersalaman dengan pak Nur hingga apa yang ia dengar cerita langsung dari pak Nur pagi ini .
《 Flashback On 》
" Kamu yang bersalah terhadap Danti , terima lah konsekuensi nya .. Pengadilan tahu yang terbaik itu Danti lah yang merawat anak - anak kalian . Lagi pula mereka masih di bawah tujuh belas tahun jadi secara otomatis hak asuh jatuh ke Danti " ucap Pak Nur kepada seorang pria seumuran dengan nyonya Herdanti .
Kemudian pak Nur meninggalkan lelaki itu tanpa menunggu jawaban nya , namun pak Nur masih dapat mendengar umpatan dari lelaki muda tersebut .
"Ciihh , brengseek , aku tidak akan tinggal diam .. Akan ku rebut anak - anak ku dengan cara apa pun . Tidak akan ku beri sepeser pun dari harta gono gini , biar dia terima konsekuensi nya bercerai dari ku " umpat lelaki itu sambil berlalu .
Setelah lelaki itu pergi , pak Nur menoleh kembali sambil menggelengkan kepala nya .
Kilasan berikut nya , dokter Danu melihat pak Nur di sebuah rumah bersama istri , nyonya Herdanti dan juga tiga orang anak kecil .
Mereka duduk di sofa tak jauh dari ketiga anak kecil yang sedang asyik menonton acara kartun di tv.
" Aku akan mempertahankan anak - anak pak , meski pun papa nya tidak memberikan apa pun . Aku masih bisa buka usaha lagi untuk membiayai hidup ku dan ketiga anak ku .
Aku tidak akan kembali lagi ke Bram . Cukup sudah dia menyiksa ku lahir batin .. Dan ini sudah bertahun - tahun di ulangi nya . Terkadang ia juga kasar terhadap anak - anak ku .
Dia selalu membujuk ku agar aku membatalkan gugatan , berkali - kali pula aku batalkan . Aku berharap dia berubah , tapi ternyata tidak pak .
Dia hanya ingin terlihat sempurna kehidupan nya , sekarang lihat lah .. Aku sudah meruntuhkan keangkuhan nya , pak . Dan menghentikan aksi penyiksaan nya kepada diri ku .
Ada gurat sedih dari sorot mata nyonya Herdanti yang tertangkap mata oleh dokter Danu .
Beralih ke kilasan selanjut nya , dokter Danu melihat aura negatif mulai mengelilingi nyonya Herdanti . Berwarna hitam pekat menempel di tubuh nya , selalu mengikuti nya kemana pun nyonya Herdanti melangkah , lalu tak lama kemudian kilasan saat nyonya Herdanti mulai muntah darah menjelang jam dua belas malam .
《 Flashback Off 》
" Jadi kalau menurut Danu sih seperti nya itu ada sangkut paut dengan masalah rumahtangga nyonya Herdanti , bi .. Apalagi kejadian nya setelah putusan sidang cerai kalau menurut cerita dari pak Nur , ayah nya nyonya Herdanti " ucap dokter Danu .
" Seperti nya begitu kalau dari kilasan yang kamu lihat , kemudian info kronologi kejadian dari ayah nya juga .. Analisa abi sih , ini hanya praduga tak bersalah ya , bukan menuduh atau burul sangka .. Seperti nya penyebab paaien mu muntah darah itu juga mungkin ada kiriman dari pihak yang tidak suka , mungkin juga dari pihak sana . Karena kan secara medis pasien itu terlihat sehat dan normal . Tapi ya wallahu alam " ucap abi
" Iya bi , Danu paham maksud abi .. Oleh sebab itu Danu sudah pagari kembali nyonya Herdanti dan kedua orangtua nya . Semoga aja tidak ada yang bisa menembus nya . Dan untuk masalah keluarga nya , semoga Allah memberikan jalan yang terbaik .. Untuk nyonya Herdanti , pak Nur dan keluarga selalu masuk dalam penjagaan dan perlindungan Nya , ya bi " lanjut dokter Danu
" Iyaa , Aamiin Dan .. Tapi kalau abi boleh memberi saran , sebaik nya masalah pasien mu ini di tuntaskan sampai ke akar nya " kata abi
" Hemm .. Begitu ya , bi " jawab dokter Danu menimbang - nimbang karena ini bukan perkara mudah melakukan penyelamatan medis dan gaib , sebab di butuhkan waktu dan energi ekstra .
" Tapi semua itu abi kembalikan lagi ke kamu karena kamu yang mengerti situasi nya , jangan sampai menganggu pekerjaan mu " lanjut abi lagi, ayah nya dokter Danu .
" Baik bi .. Akan Danu pertimbangkam baik - baik " ucap Danu mengakhiri obrolan nya bersama abi nya .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Hari terus berlalu , dokter Danu merasakan ada keanehan , ia merasa seolah - olah sedang di awasi . Namun ketika ia melihat berkeliling , tidak ada satu pun mahkluk gaib yang mencoba menganggu nya . Begitu pun dengan orang - orang yang ia temui , semua terlihat normal , tidak ada yang mencurigakan .
Tapi sebenar nya tanpa sepengetahuan dokter Danu , sepasang mata dari seorang lelaki tengah mengawasi nya dari kejauhan .
Bahkan ia pun mengikuti dokter Danu saat ia pulang ke apartemen nya .
###############################
Haaii para readers ter 💓💓💓.. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏🙏😬 Mampir juga ke karya ku yang lain nya ya ✌😁 ada cerpen juga lhoo 😉😉
Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
MasWan
si bram
2024-08-28
1
MasWan
o ya dan, gimana kbr abah
2024-08-28
0
Karebet
👍👍
2023-10-10
1