Dokter Danu pun segera meminta pak Nur untuk menghubungi dokter atau suster .
Lalu ia membacakan doa dan mengusap dari wajah hingga ke atas kepala nyonya Herdanti tanpa menyentuh nya .
Seketika tubuh nya kembali normal , otot - otot nya kembali lemas. Namun sayang nya nyonya Herdanti tak sadarkan diri .
Kemudian para suster berdatangan ,
" Tolong panggil dokter Firman sekarang , saya harus segera kembali ke IGD " dokter Danu memerintahkan salah seorang suster .
" Baik dok " jawab seorang suster yang langsung keluar dan memanggil dokter Firman melalui ruang suster di lantai tiga .
" Dok .. " panggil suster yang lain dengan wajah panik menatap dokter Danu , karena ia tidak dapat menemukan detak jantung nyonya Herdanti .
" Hanya pingsan, sus " ucap dokter Danu menjawab ke khawatiran suster itu .
" Ohh iyaa dok " jawab suster tersebut dengan lega , setelah ia memeriksa kembali denyut nadi nyonya Herdanti di tempat yang berbeda , masih ada namun sangat lemah .
" Bapak , ibu mohon maaf saya tidak bisa lama - lama karena harus kembali ke IGD . Untuk selanjut nya nyonya Herdanti akan di tangani oleh dokter Firman dan suster .
Insyaa allah nanti saya akan silaturahim lagi jika ada waktu " pamit doktet Danu kepada orangtua nyonya Herdanti .
" Baik , terimakasih banyak .. Maaf kami sudah merepotkan dokter Danu " jawab pak Nur.
Setelah berpamitan dengan pak Nur dan istri nya, dokter Danu segera keluar dari kamar 302 .
Ia mengusap cincin yang berada di jari nya , kemudian keluarlah sesosok kakek tua . Dan tentu saja yang dapat melihat nya hanya dokter Danu .
" Ki, tolong kejar sosok itu " perintah dokter Danu
" Baik , Dan " ucap ki Rambai , lalu menghilamg dari hadapan dokter Danu .
Kemudian dokter Danu pun berbalik arah untuk kembali ke ruang IGD . Ia menyerahkan pengejaran itu kepada khodam nya , yaitu ki Rambai .
Sesampai nya di ruang IGD ,
" aman , sus ?" tanya nya
" Iya dok , belum ada pasien baru .. Dan yang ada di sini kondisi nya sudah mulai stabil " jawab suster Mila
" Baik , kalau infus nya sudah ada yang mau habis kabarin saya ya .. Biar saya observasi lagi .
Saya ada di ruangan sana ya , sus " lanjut dokter Danu sambil menunjuk ke ruangan dokter , ia melirik jam di dinding , waktu sudah menunjukkan hampir menjelang pukul dua belas malam .
" Siap , dok " jawab suster Mila kembali .
Danu segera masuk ke ruangan dokter, kemudian ia mengambil wudhu lalu menggelar sajadah . Dokter Danu sholat sunnah dua rakaat , setelah selesai kemudian ..
" Ki , gimana ?" tanya dokter Danu menggunakan komunikasi batin nya kepada khodam nya .
" Danu ikuti suara saya " perintah ki Rambai
Danu segera membaca ayat pelepas raga .. Dalam sekejap ia sudah berada di alam gaib , bersama ki Rambai .
" Kita harus cepat ,ki " ucap dokter Danu .
Ki Rambai mengangguk , dan segera merubah wujud nya menjadi harimau putih yang sangat besar .
Dokter Danu mengeluarkan salah satu senjata nya yaitu sebuah pedang yang di lapisi cahaya putih , dan segera menyerang sosok tersebut .. Sementara Ki Rambai mencari sukma nyonya Herdanti yang di sembunyikan .
Pertarungan pun tak terelakkan lagi , sosok ini berbadan gempal , sangat besar . Memiliki satu tanduk di dahi nya . Dua buah taring menyembul melebihi mulut nya dan mengeluarkan air liur yang berbau busuk . Kuku nya panjang dan hitam .
Kali ini yang di hadapi dokter Danu bukan si iblis merah , melainkan kaki tangan nya .
JRAAASHH .. Pedang dokter Danu menyambar lengan sosok tersebut .
" AAKHHH .. Jangan ikut campur kau " ucap sosok itu kesakitan , bekas sabetan pedang dokter Danu meninggalkan luka hitam gosong pada lengan nya .
" Kembalikan sukma itu " jawab dokter Danu sambil terus meyerang tanpa ampun . Karena dokter Danu tidak mau berlama - lama meninggalkan tanggungjawab nya di ruang IGD . Ia harus secepat nya memusnahkan sosok ini .
" Jiwa nya sudah di serahkan , jangan coba - coba mengambil nya .. Karena perjanjian telah terbentuk " sahut sosok itu sambil menyerang dengan api yang di keluarkan dari kedua tangan nya . Api itu semakin lama semakin membesar , menghambur ke arah dokter Danu .
Dokter Danu tidak menanggapi ucapan sosok itu , ia berusaha melenyapkan mahkluk terkutuk yang ada di hadapan nya .
Dengan sigap dokter Danu melompat menghindari api sambil mengeluarkan perisai cahaya berwarna kebiruan , seketika api tersebut berubah menjadi butiran debu yang beterbangan . Kemudian dokter Danu melompat kembali setinggi - tinggi nya sambil melemparkan cahaya kuning bertubi - tubi , mulai dari arah kepala , dada hingga ke kaki nya . Sosok itu pun terhuyung , tidak ada kesempatan untuk menghindar .
BBUUUUUUMM .. Seketika meledak lah tubuh nya , berubah menjadi kepulan asap hitam , dengan aroma busuk bercampur bau gosong .
Setelah sosok itu menghilang , terdengar suara menggelegar ..
" Jangan senang dulu manusia laknat , akan ku buat kau bertekuk lutut menyembah ku "
" Keluarlah kau , pengecut " tantang dokter Danu
JLEEGG .. Tiba - tiba dari kepulan asap menjelma lah sosok yang sudah familiar ,
" Kau lag .. Red kingkong " ledek dokter Danu
" Kau kan sudah merasakan serangan ku tempo hari .. Gimana kalau sekarang kau bertaubat , taat lah menyembah Allah .. " ucap dokter Danu .
" Jangan mimpi kau " ucap iblis merah itu sambil menyerang dokter Danu
" Pikirkan dulu tawaran ku , maka kau akan selamat .. " ucap dokter Danu sambil menghindari serangan nya . Dokter Danu masih berusaha agar iblis merah itu mau insyaf .
Kemudian dokter Danu pun membuat sebuah ruang gaib yang tidak dapat di tembus , lalu ia melemparkan iblis merah itu kedalam ruangan tersebut dan menyegel nya dengan doa - doa .
Iblis merah tampak terkejut , ia berusaha mendobrak segel nya berkali - kali namun tidak bisa .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
" Alhamdulilah .. Ki Rambai .. " panggil dokter Danu .
Tak berapa lama datanglah ki Rambai bersama seorang wanita di belakang nya .
" Jangan takut nyonya , ikutlah bersama kakek ini .. Nyonya akan kembali lagi ke raga nyonya " ucap dokter Danu
" Baik , terimakasih " sahut nya dengan ekspresi wajah yang masih nampak ketakutan .
Dokter Danu pun segera membaca doa , lalu .. Wuusshhh .. Dalam sekejap ia sudah kembali ke raga nya .
Sedangkan ki Rambai dan sukma nyonya Herdanti berjalan menuju ke sebuah cahaya terang yang menyerupai sebuah pintu yang cukup besar . Di saat kedua nya memasuki pintu cahaya tersebut , sukma mereka langsung menghilang meninggalkan alam gaib .
Perbedaan waktu antara alam gaib dan alam dunia atau nyata sangat berbeda jauh , lima menit di alam gaib akan menjadi berjam - jam di alam nyata .
Ketika dokter Danu kembali ke raga nya , waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi .
Beberapa menit kemudian datanglah seekor harimau putih yang sangat besar , menundukkan kepala nya di hadapan dokter Danu .
" Terimakasih , ki " ucap dokter Danu .
Dengan hadir nya ki Rambai di hadapan nya , kini dokter Danu yakin kalau sukma nyonya Herdanti saat ini sudah kembali ke raga nya .
Harimau putih itu mengaum dengan suara menggelegar seolah menjawab ucapan dokter Danu , kemudian ia merubah wujud nya menjadi kepulan asap putih dan masuk ke dalam cincin yang berada di jari tangan dokter Danu .
Melihat dokter Danu keluar dari ruangan dokter , suster Dina segera menghampiri ,
" Infus nya belum ada yang habis , dok .. Yang di bed nomer empat tinggal sisa sedikit lagi sih . Nanti saya kabari dokter ya " ucap nya
" Iya terimakasih ,sus " jawab dokter Danu singkat , ia agak sedikit lemas karena energi nya terkuras banyak sekali tadi .
Akhir nya doktet Danu masuk kembali ke dalam ruangan dokter , lalu melaksanakan sholat malam .
Jam empat pagi dokter Danu sudah berada kembali ke ruang IGD , mengobservasu pasien . Melihat apakah pasien harus di lanjutkan dengan rawat inap atau dapat melakukan rawat jalan .
Kurang lebih satu jam , semua pasien di ruang IGD sudah di observasi , dan di ambil tindakan selanjutnya oleh dokter Danu .
Seperti biasa setelah itu dokter Danu pun membuatkan laporan nya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Adzan subuh berkumandang dari ponsel dokter Danu , ia segera mengambil wudhu kemudian sholat subuh . Untuk mengisi waktu dokter Danu membuka AlQuran mini nya lalu membaca nya dengan suara perlahan .
Tiba pukul enam pagi , di mana shift dokter Danu telah selesai . Dan ia juga sudah berpamita dengan dokter Ariana .
Sebelum pulang ke apartemen nya , dokter Danu menyempatkan untuk kembali ke kamar 302 .
Tok tok tok ..
" Assalamualaikum .. Pak Nur .." sapa dokter Danu ketika masuk ke kamar 302 .
" Waalaikumsalam , alhamdulilah dokter .. Marii , mari dok " ucap istri pak Nur ramah dan sopan
" Iya terimakasih ibu , maaf saya pagi - pagi datang lagi . Bapak kemana , bu ?" tanya dokter Danu.
" Bapak lagike bawah beli sarapan , sebentar lagi juga datang kok , dok " jawab istri pak Nur .
" Oohh begitu , gimana kondisi nyonya Herdanti , bu .. Sudah ada perkembangan baik kah ?" tanya dokter Danu kembali .
" Alhamdulilah , dokter .. Sekitar jam tiga pagi sadar , dan langsung minta minum . Mudah - mudahan bisa segera pulih , karena sudah tidak muntah darah lagi . Tinggal memulihkan stamina nya " jawab istri pak Nur kembali .
Tiba - tiba , tok tok tok ..
" Bu , ini sarapan nya ..
Lho ada dokter Danu , alhamdulilah .. " ucap pak Nur sumringah ketika melihat dokter Danu yang sedang berdiri tak jauh dari istri nya .
" Iya pak , silahkan kalau bapak sama ibu mau sarapan .. Saya hanya ingin mampir untuk memastikan keadaan nyonya Herdanti sudah membaik " ucap dokter Danu sopan . Ia tidak mau sepasang orangtua yang di hadapan nya sakit karena telat sarapan .
" Boleh saya berbincang dengan nyonya Herdanti , pak bu ? " tanya dokter Danu , setelah ia melihat nyonya Herdanti membuka mata nya .
" Oiya boleh , silahkan dok " jawab pak Nur bersemangat
" Nak , ini ada dokter Danu .. Yang menolong kamu sewaktu di IGD " ucap pak Nur mencoba membuka obrolan .
Nyonya Herdanti berusaha untuk bangun dari ranjang , namun sayang sekali ia terjatuh lagi karena belum mampu menopang tubuh nya .
" Sudah tidak apa - apa sambil baring aja nyonya .. Apa yang di rasakan saat ini , nyonya Danti ?" tanya dokter Danu sopan
" Saya seperti habis mengalami mimpi buruk , seram sekali dok .. Entahlah , mungkin mimpi lari marathon juga , karena saya seperti lelah sekali " ucap nyonya Danti lirih
Dokter Danu mengangguk sambil tersenyum ,diam - diam ia juga membacakan doa untuk membersihkan sisa - sisa aura negatif yang masih menempel di sekeliling nyonya Herdanti .
Dokter Danu memasukkan tangan kiri nya ke dalam saku jas putih nya , sedangkan tangan kanan nya memegang stetoskop yang menggantung di pundak nya . Namun tanpa di sadari oleh yang lain , jari jemari tangan kanan dokter Danu melakukan gerakan - gerakan halus . Ia sedang memasang kembali pagar gaib yang lebih tebal menyelimuti tubuh nyonya Danti .
Tidak hanya nyonya Danti , secara diam - diam kedua orangtua nyonya Herdanti pun di pasang pagar oleh dokter Danu .
Sebenar nya tujuan dokter Danu mendatangi pasien nyonya Herdanti adalah memang untuk membersihkan aura negatif yang masih menempel dan juga memagari nya dengan doa - doa kembali .
" Saya doakan semoga masa pemulihan nya tidak lama , nyonya akan segera sehat kembali seperti sedia kala " ucap dokter Danu
" Aamiin Ya Robbal alamiin , terimakasih banyak dokter " jawab nyonya Herdanti sambil tersenyum tipis .
Pak Nur dan istri nya pun ikut mengamini , mereka terlihat lega karena Danti anak nya lambat laun mulai masuk ke masa pemulihan .
Lalu dokter Danu pun menoleh kepada pak Nur , namun saat ingin membuka mulut untuk berpamitan tiba - tiba saja pak Nur memulai pembicaraan nya lebih dulu sambil menyentuh punggung dokter Danu dan menggiring nya sedikit menjauh dari bed anak nya , dan juga sedikit menjauh dari istri nya .
Ia menatap dokter Danu sesaat , lalu menghela nafas nya .. Seolah ada beban yang sangat berat menghimpit dada nya .
" Dok , sebenar nya tadi pagi kami sempat panik saat Danti terbangun .. Kami terkejut dengan reaksi nya " ucap pak Nur dengan suara yang di pelankan .
" Oohh memang nya kenapa, pak ?" pancing dokter Danu
" Tadi pagi saat Danti tersadar , ia menjerit ketakutan .. Bahkan setelah itu ia terus saja menggenggam tangan ibu nya sampai menjelang subuh . Setelah ibu nya selesai sholat subuh , ia bertanya kepada Danti apa yang membuat ia begitu ketakutan ?
Danti pun bercerita kalau semalam lampu di kamar ini tiba - tiba mati lalu ia di datangi sepasang mata merah yang sangat besar . Ia juga bilang kalau ia sempat di tarik dan di bawa pergi , ia di masukkan ke sebuah ruangan yang gelap gulita dan sepi . Ia mencoba berteriak memanggil kami sambil berjalan meraba mencari jalan keluar , entah sudah berapa lama dalam ruangan itu namun tidak juga menemukan pintu untuk keluar .
Hingga tiba - tiba ada seorang kakek tua , wajah nya sangat teduh dan terlihat baik .. Hingga Danti pun memberanikan diri menjawab salam kakek tua itu . Ternyata kakek itu benar - benar baik , ia menyuruh Danti untuk memejamkan mata .. Dan saat ia membuka mata nya , ia sudah kembali ke kamar ini .
Kakek itu benar - benar menolong Danti , anak saya menceritakan itu sambil menangis di pelukan ibu nya , dok " ada segurat ke khawatiran dari sorot mata nya pak Nur saat ia menceritakan ini .
Lalu pak Nur pun membisiki dokter Danu ,
" Dok, apa Danti mengalami tanda sakit jiwa ? Karena semalam lampu kamar ini tidak mati .. Kami tidak melihat sepasang mata atau apa pun . Sedangkan Danti dalam keadaan tidak sadarkan diri "
Dokter Danu pun tersenyum tipis , lalu ia menjawab " Tidak pak, nyonya Danti tidak mengalami tanda sakit jiwa .. Hanya saja .. " ucapan dokter Danu terhenti , ia berpikir sejenak tentang apa yang akan di ucapkan nya .
###############################
Haaii para readers ter 💓💓💓.. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏🙏😬 Mampir juga ke karya ku yang lain nya ya ✌😁 ada cerpen juga lhoo 😉😉
Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
lanjut
2025-02-02
0
yonahaku
katakan saja suaminya menguna gunain supaya dia mantan istrinya mati
2024-10-08
0
Masruri Achmad
semakin suka walaupun telat
2023-02-18
1