EPISODE : IBLIS MERAH PART . 3 .

Dokter Danu pun segera meminta pak Nur untuk menghubungi dokter atau suster .

Lalu ia membacakan doa dan mengusap dari wajah hingga ke atas kepala nyonya Herdanti tanpa menyentuh nya .

Seketika tubuh nya kembali normal , otot - otot nya kembali lemas. Namun sayang nya nyonya Herdanti tak sadarkan diri .

Kemudian para suster berdatangan ,

" Tolong panggil dokter Firman sekarang , saya harus segera kembali ke IGD " dokter Danu memerintahkan salah seorang suster .

" Baik dok " jawab seorang suster yang langsung keluar dan memanggil dokter Firman melalui ruang suster di lantai tiga .

" Dok .. " panggil suster yang lain dengan wajah panik menatap dokter Danu , karena ia tidak dapat menemukan detak jantung nyonya Herdanti .

" Hanya pingsan, sus " ucap dokter Danu menjawab ke khawatiran suster itu .

" Ohh iyaa dok " jawab suster tersebut dengan lega , setelah ia memeriksa kembali denyut nadi nyonya Herdanti di tempat yang berbeda , masih ada namun sangat lemah .

" Bapak , ibu mohon maaf saya tidak bisa lama - lama karena harus kembali ke IGD . Untuk selanjut nya nyonya Herdanti akan di tangani oleh dokter Firman dan suster .

Insyaa allah nanti saya akan silaturahim lagi jika ada waktu " pamit doktet Danu kepada orangtua nyonya Herdanti .

" Baik , terimakasih banyak .. Maaf kami sudah merepotkan dokter Danu " jawab pak Nur.

Setelah berpamitan dengan pak Nur dan istri nya, dokter Danu segera keluar dari kamar 302 .

Ia mengusap cincin yang berada di jari nya , kemudian keluarlah sesosok kakek tua . Dan tentu saja yang dapat melihat nya hanya dokter Danu .

" Ki, tolong kejar sosok itu " perintah dokter Danu

" Baik , Dan " ucap ki Rambai , lalu menghilamg dari hadapan dokter Danu .

Kemudian dokter Danu pun berbalik arah untuk kembali ke ruang IGD . Ia menyerahkan pengejaran itu kepada khodam nya , yaitu ki Rambai .

Sesampai nya di ruang IGD ,

" aman , sus ?" tanya nya

" Iya dok , belum ada pasien baru .. Dan yang ada di sini kondisi nya sudah mulai stabil " jawab suster Mila

" Baik , kalau infus nya sudah ada yang mau habis kabarin saya ya .. Biar saya observasi lagi .

Saya ada di ruangan sana ya , sus " lanjut dokter Danu sambil menunjuk ke ruangan dokter , ia melirik jam di dinding , waktu sudah menunjukkan hampir menjelang pukul dua belas malam .

" Siap , dok " jawab suster Mila kembali .

Danu segera masuk ke ruangan dokter, kemudian ia mengambil wudhu lalu menggelar sajadah . Dokter Danu sholat sunnah dua rakaat , setelah selesai kemudian ..

" Ki , gimana ?" tanya dokter Danu menggunakan komunikasi batin nya kepada khodam nya .

" Danu ikuti suara saya " perintah ki Rambai

Danu segera membaca ayat pelepas raga .. Dalam sekejap ia sudah berada di alam gaib , bersama ki Rambai .

" Kita harus cepat ,ki " ucap dokter Danu .

Ki Rambai mengangguk , dan segera merubah wujud nya menjadi harimau putih yang sangat besar .

Dokter Danu mengeluarkan salah satu senjata nya yaitu sebuah pedang yang di lapisi cahaya putih , dan segera menyerang sosok tersebut .. Sementara Ki Rambai mencari sukma nyonya Herdanti yang di sembunyikan .

Pertarungan pun tak terelakkan lagi , sosok ini berbadan gempal , sangat besar . Memiliki satu tanduk di dahi nya . Dua buah taring menyembul melebihi mulut nya dan mengeluarkan air liur yang berbau busuk . Kuku nya panjang dan hitam .

Kali ini yang di hadapi dokter Danu bukan si iblis merah , melainkan kaki tangan nya .

JRAAASHH .. Pedang dokter Danu menyambar lengan sosok tersebut .

" AAKHHH .. Jangan ikut campur kau " ucap sosok itu kesakitan , bekas sabetan pedang dokter Danu meninggalkan luka hitam gosong pada lengan nya .

" Kembalikan sukma itu " jawab dokter Danu sambil terus meyerang tanpa ampun . Karena dokter Danu tidak mau berlama - lama meninggalkan tanggungjawab nya di ruang IGD . Ia harus secepat nya memusnahkan sosok ini .

" Jiwa nya sudah di serahkan , jangan coba - coba mengambil nya .. Karena perjanjian telah terbentuk " sahut sosok itu sambil menyerang dengan api yang di keluarkan dari kedua tangan nya . Api itu semakin lama semakin membesar , menghambur ke arah dokter Danu .

Dokter Danu tidak menanggapi ucapan sosok itu , ia berusaha melenyapkan mahkluk terkutuk yang ada di hadapan nya .

Dengan sigap dokter Danu melompat menghindari api sambil mengeluarkan perisai cahaya berwarna kebiruan , seketika api tersebut berubah menjadi butiran debu yang beterbangan . Kemudian dokter Danu melompat kembali setinggi - tinggi nya sambil melemparkan cahaya kuning bertubi - tubi , mulai dari arah kepala , dada hingga ke kaki nya . Sosok itu pun terhuyung , tidak ada kesempatan untuk menghindar .

BBUUUUUUMM .. Seketika meledak lah tubuh nya , berubah menjadi kepulan asap hitam , dengan aroma busuk bercampur bau gosong .

Setelah sosok itu menghilang , terdengar suara menggelegar ..

" Jangan senang dulu manusia laknat , akan ku buat kau bertekuk lutut menyembah ku "

" Keluarlah kau , pengecut " tantang dokter Danu

JLEEGG .. Tiba - tiba dari kepulan asap menjelma lah sosok yang sudah familiar ,

" Kau lag .. Red kingkong " ledek dokter Danu

" Kau kan sudah merasakan serangan ku tempo hari .. Gimana kalau sekarang kau bertaubat , taat lah menyembah Allah .. " ucap dokter Danu .

" Jangan mimpi kau " ucap iblis merah itu sambil menyerang dokter Danu

" Pikirkan dulu tawaran ku , maka kau akan selamat .. " ucap dokter Danu sambil menghindari serangan nya . Dokter Danu masih berusaha agar iblis merah itu mau insyaf .

Kemudian dokter Danu pun membuat sebuah ruang gaib yang tidak dapat di tembus , lalu ia melemparkan iblis merah itu kedalam ruangan tersebut dan menyegel nya dengan doa - doa .

Iblis merah tampak terkejut , ia berusaha mendobrak segel nya berkali - kali namun tidak bisa .

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

" Alhamdulilah .. Ki Rambai .. " panggil dokter Danu .

Tak berapa lama datanglah ki Rambai bersama seorang wanita di belakang nya .

" Jangan takut nyonya , ikutlah bersama kakek ini .. Nyonya akan kembali lagi ke raga nyonya " ucap dokter Danu

" Baik , terimakasih " sahut nya dengan ekspresi wajah yang masih nampak ketakutan .

Dokter Danu pun segera membaca doa , lalu .. Wuusshhh .. Dalam sekejap ia sudah kembali ke raga nya .

Sedangkan ki Rambai dan sukma nyonya Herdanti berjalan menuju ke sebuah cahaya terang yang menyerupai sebuah pintu yang cukup besar . Di saat kedua nya memasuki pintu cahaya tersebut , sukma mereka langsung menghilang meninggalkan alam gaib .

Perbedaan waktu antara alam gaib dan alam dunia atau nyata sangat berbeda jauh , lima menit di alam gaib akan menjadi berjam - jam di alam nyata .

Ketika dokter Danu kembali ke raga nya , waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi .

Beberapa menit kemudian datanglah seekor harimau putih yang sangat besar , menundukkan kepala nya di hadapan dokter Danu .

" Terimakasih , ki " ucap dokter Danu .

Dengan hadir nya ki Rambai di hadapan nya , kini dokter Danu yakin kalau sukma nyonya Herdanti saat ini sudah kembali ke raga nya .

Harimau putih itu mengaum dengan suara menggelegar seolah menjawab ucapan dokter Danu , kemudian ia merubah wujud nya menjadi kepulan asap putih dan masuk ke dalam cincin yang berada di jari tangan dokter Danu .

Melihat dokter Danu keluar dari ruangan dokter , suster Dina segera menghampiri ,

" Infus nya belum ada yang habis , dok .. Yang di bed nomer empat tinggal sisa sedikit lagi sih . Nanti saya kabari dokter ya " ucap nya

" Iya terimakasih ,sus " jawab dokter Danu singkat , ia agak sedikit lemas karena energi nya terkuras banyak sekali tadi .

Akhir nya doktet Danu masuk kembali ke dalam ruangan dokter , lalu melaksanakan sholat malam .

Jam empat pagi dokter Danu sudah berada kembali ke ruang IGD , mengobservasu pasien . Melihat apakah pasien harus di lanjutkan dengan rawat inap atau dapat melakukan rawat jalan .

Kurang lebih satu jam , semua pasien di ruang IGD sudah di observasi , dan di ambil tindakan selanjutnya oleh dokter Danu .

Seperti biasa setelah itu dokter Danu pun membuatkan laporan nya.

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Adzan subuh berkumandang dari ponsel dokter Danu , ia segera mengambil wudhu kemudian sholat subuh . Untuk mengisi waktu dokter Danu membuka AlQuran mini nya lalu membaca nya dengan suara perlahan .

Tiba pukul enam pagi , di mana shift dokter Danu telah selesai . Dan ia juga sudah berpamita dengan dokter Ariana .

Sebelum pulang ke apartemen nya , dokter Danu menyempatkan untuk kembali ke kamar 302 .

Tok tok tok ..

" Assalamualaikum .. Pak Nur .." sapa dokter Danu ketika masuk ke kamar 302 .

" Waalaikumsalam , alhamdulilah dokter .. Marii , mari dok " ucap istri pak Nur ramah dan sopan

" Iya terimakasih ibu , maaf saya pagi - pagi datang lagi . Bapak kemana , bu ?" tanya dokter Danu.

" Bapak lagike bawah beli sarapan , sebentar lagi juga datang kok , dok " jawab istri pak Nur .

" Oohh begitu , gimana kondisi nyonya Herdanti , bu .. Sudah ada perkembangan baik kah ?" tanya dokter Danu kembali .

" Alhamdulilah , dokter .. Sekitar jam tiga pagi sadar , dan langsung minta minum . Mudah - mudahan bisa segera pulih , karena sudah tidak muntah darah lagi . Tinggal memulihkan stamina nya " jawab istri pak Nur kembali .

Tiba - tiba , tok tok tok ..

" Bu , ini sarapan nya ..

Lho ada dokter Danu , alhamdulilah .. " ucap pak Nur sumringah ketika melihat dokter Danu yang sedang berdiri tak jauh dari istri nya .

" Iya pak , silahkan kalau bapak sama ibu mau sarapan .. Saya hanya ingin mampir untuk memastikan keadaan nyonya Herdanti sudah membaik " ucap dokter Danu sopan . Ia tidak mau sepasang orangtua yang di hadapan nya sakit karena telat sarapan .

" Boleh saya berbincang dengan nyonya Herdanti , pak bu ? " tanya dokter Danu , setelah ia melihat nyonya Herdanti membuka mata nya .

" Oiya boleh , silahkan dok " jawab pak Nur bersemangat

" Nak , ini ada dokter Danu .. Yang menolong kamu sewaktu di IGD " ucap pak Nur mencoba membuka obrolan .

Nyonya Herdanti berusaha untuk bangun dari ranjang , namun sayang sekali ia terjatuh lagi karena belum mampu menopang tubuh nya .

" Sudah tidak apa - apa sambil baring aja nyonya .. Apa yang di rasakan saat ini , nyonya Danti ?" tanya dokter Danu sopan

" Saya seperti habis mengalami mimpi buruk , seram sekali dok .. Entahlah , mungkin mimpi lari marathon juga , karena saya seperti lelah sekali " ucap nyonya Danti lirih

Dokter Danu mengangguk sambil tersenyum ,diam - diam ia juga membacakan doa untuk membersihkan sisa - sisa aura negatif yang masih menempel di sekeliling nyonya Herdanti .

Dokter Danu memasukkan tangan kiri nya ke dalam saku jas putih nya , sedangkan tangan kanan nya memegang stetoskop yang menggantung di pundak nya . Namun tanpa di sadari oleh yang lain , jari jemari tangan kanan dokter Danu melakukan gerakan - gerakan halus . Ia sedang memasang kembali pagar gaib yang lebih tebal menyelimuti tubuh nyonya Danti .

Tidak hanya nyonya Danti , secara diam - diam kedua orangtua nyonya Herdanti pun di pasang pagar oleh dokter Danu .

Sebenar nya tujuan dokter Danu mendatangi pasien nyonya Herdanti adalah memang untuk membersihkan aura negatif yang masih menempel dan juga memagari nya dengan doa - doa kembali .

" Saya doakan semoga masa pemulihan nya tidak lama , nyonya akan segera sehat kembali seperti sedia kala " ucap dokter Danu

" Aamiin Ya Robbal alamiin , terimakasih banyak dokter " jawab nyonya Herdanti sambil tersenyum tipis .

Pak Nur dan istri nya pun ikut mengamini , mereka terlihat lega karena Danti anak nya lambat laun mulai masuk ke masa pemulihan .

Lalu dokter Danu pun menoleh kepada pak Nur , namun saat ingin membuka mulut untuk berpamitan tiba - tiba saja pak Nur memulai pembicaraan nya lebih dulu sambil menyentuh punggung dokter Danu dan menggiring nya sedikit menjauh dari bed anak nya , dan juga sedikit menjauh dari istri nya .

Ia menatap dokter Danu sesaat , lalu menghela nafas nya .. Seolah ada beban yang sangat berat menghimpit dada nya .

" Dok , sebenar nya tadi pagi kami sempat panik saat Danti terbangun .. Kami terkejut dengan reaksi nya " ucap pak Nur dengan suara yang di pelankan .

" Oohh memang nya kenapa, pak ?" pancing dokter Danu

" Tadi pagi saat Danti tersadar , ia menjerit ketakutan .. Bahkan setelah itu ia terus saja menggenggam tangan ibu nya sampai menjelang subuh . Setelah ibu nya selesai sholat subuh , ia bertanya kepada Danti apa yang membuat ia begitu ketakutan ?

Danti pun bercerita kalau semalam lampu di kamar ini tiba - tiba mati lalu ia di datangi sepasang mata merah yang sangat besar . Ia juga bilang kalau ia sempat di tarik dan di bawa pergi , ia di masukkan ke sebuah ruangan yang gelap gulita dan sepi . Ia mencoba berteriak memanggil kami sambil berjalan meraba mencari jalan keluar , entah sudah berapa lama dalam ruangan itu namun tidak juga menemukan pintu untuk keluar .

Hingga tiba - tiba ada seorang kakek tua , wajah nya sangat teduh dan terlihat baik .. Hingga Danti pun memberanikan diri menjawab salam kakek tua itu . Ternyata kakek itu benar - benar baik , ia menyuruh Danti untuk memejamkan mata .. Dan saat ia membuka mata nya , ia sudah kembali ke kamar ini .

Kakek itu benar - benar menolong Danti , anak saya menceritakan itu sambil menangis di pelukan ibu nya , dok " ada segurat ke khawatiran dari sorot mata nya pak Nur saat ia menceritakan ini .

Lalu pak Nur pun membisiki dokter Danu ,

" Dok, apa Danti mengalami tanda sakit jiwa ? Karena semalam lampu kamar ini tidak mati .. Kami tidak melihat sepasang mata atau apa pun . Sedangkan Danti dalam keadaan tidak sadarkan diri "

Dokter Danu pun tersenyum tipis , lalu ia menjawab " Tidak pak, nyonya Danti tidak mengalami tanda sakit jiwa .. Hanya saja .. " ucapan dokter Danu terhenti , ia berpikir sejenak tentang apa yang akan di ucapkan nya .

###############################

Haaii para readers ter 💓💓💓.. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏🙏😬 Mampir juga ke karya ku yang lain nya ya ✌😁 ada cerpen juga lhoo 😉😉

Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

lanjut

2025-02-02

0

yonahaku

yonahaku

katakan saja suaminya menguna gunain supaya dia mantan istrinya mati

2024-10-08

0

Masruri Achmad

Masruri Achmad

semakin suka walaupun telat

2023-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 EPISODE : IBLIS MERAH PART. 1.
2 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 2 .
3 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 3 .
4 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 4 .
5 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 5 .
6 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 6 .
7 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 7 .
8 EPISODE : IBLIS MERAH PART . 8 . end .
9 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 1 .
10 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 2 .
11 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 3 .
12 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 4 .
13 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 5 .
14 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 6 .
15 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 7 .
16 EPISODE : RATU SILUMAN PART . 8 . end
17 EPISODE : PUSPA PART . 1 .
18 EPISODE : PUSPA PART , 2 .
19 EPISODE : PUSPA PART . 3 .
20 EPISODE : PUSPA PART . 4 .
21 EPISODE : PUSPA PART . 5 .
22 EPISODE : PUSPA PART . 6 .
23 EPISODE : PUSPA PART . 7 .
24 EPISODE : PUSPA PART . 8 .
25 EPISODE : PUSPA PART . 9 .
26 EPISODE : PUSPA PART . 10 .
27 EPISODE : PUSPA PART . 11 . end .
28 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 1 .
29 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 2 .
30 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 3 .
31 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 4 .
32 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 5 .
33 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 6 .
34 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 7 .
35 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 8 .
36 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 9 .
37 EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 10 . end .
38 EPISODE : SANTET PART . 1 .
39 EPISODE : SANTET PART . 2 .
40 EPISODE : SANTET PART . 3 .
41 EPISODE : SANTET PART . 4 .
42 EPISODE : SANTET PART . 5 .
43 EPISODE : SANTET PART . 6 .
44 EPISODE : SANTET PART . 7 .
45 EPISODE : SANTET PART . 8 .
46 EPISODE : SANTET PART . 9 .
47 EPISODE : SANTET PART . 10 .
48 EPISODE : SANTET PART . 11 . end .
49 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 1
50 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 2 .
51 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 3 .
52 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 4 .
53 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 5 .
54 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 6 .
55 EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 7 .
56 Kutukan Susuk , Part 8 . end .
57 Chapter 57. Desakan Abi & Ummi
58 Chapter 58 : Terjebak di Gedung Tua , part 1 .
59 Chapter 59 : Terjebak di Gedung Tua , part 2 .
60 Chapter 60 : Terjebak di Gedung Tua, part 3 .
61 Chapter 61 : Terjebak di Gedung Tua , part 4
62 Chapter : 62 , Terjebak di Gedung Tua , part 5 .
63 Chapter : 63 , Terjebak di Gedung Tua , part 6 .
64 Chapter : 64 , Terjebak di Gedung Tua , part 7 .
65 Chapter : 65 , Terjebak di Gedung Tua , part 8 .
66 Chapter 66 : Serangan Balik , part 1.
67 Chapter : 67 , Serangan Balik , part 2.
68 Chapter : 68 , Serangan Balik , part 3.
69 Chapter : 69 , Serangan Balik , part 4 .
70 Chapter : 70 , Serangan Balik , part 5 .
71 Chapter : 71, Serangan Balik , part 6 .
72 Chapter : 72 , Serangan Balik , part 7 .
73 Chapter : 73 , Serangan Balik , part 8, end.
74 chapter : 74 , SALING MELEDEK
75 Chapter : 75 , Hati Yang Berbunga - bunga
76 Chapter : 76 . MALU MEMBAWA BERKAH
77 Chapter : 77 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 1.
78 Chapter : 78 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 2.
79 Chapter : 79 , TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN, part 3 , end .
80 Chapter : 80 . Pesan untuk Raihan
81 Chapter : 81 .
82 Chapter : 82
Episodes

Updated 82 Episodes

1
EPISODE : IBLIS MERAH PART. 1.
2
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 2 .
3
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 3 .
4
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 4 .
5
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 5 .
6
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 6 .
7
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 7 .
8
EPISODE : IBLIS MERAH PART . 8 . end .
9
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 1 .
10
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 2 .
11
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 3 .
12
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 4 .
13
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 5 .
14
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 6 .
15
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 7 .
16
EPISODE : RATU SILUMAN PART . 8 . end
17
EPISODE : PUSPA PART . 1 .
18
EPISODE : PUSPA PART , 2 .
19
EPISODE : PUSPA PART . 3 .
20
EPISODE : PUSPA PART . 4 .
21
EPISODE : PUSPA PART . 5 .
22
EPISODE : PUSPA PART . 6 .
23
EPISODE : PUSPA PART . 7 .
24
EPISODE : PUSPA PART . 8 .
25
EPISODE : PUSPA PART . 9 .
26
EPISODE : PUSPA PART . 10 .
27
EPISODE : PUSPA PART . 11 . end .
28
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 1 .
29
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 2 .
30
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 3 .
31
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 4 .
32
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 5 .
33
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 6 .
34
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 7 .
35
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 8 .
36
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 9 .
37
EPISODE : GERBANG DUA ALAM PART . 10 . end .
38
EPISODE : SANTET PART . 1 .
39
EPISODE : SANTET PART . 2 .
40
EPISODE : SANTET PART . 3 .
41
EPISODE : SANTET PART . 4 .
42
EPISODE : SANTET PART . 5 .
43
EPISODE : SANTET PART . 6 .
44
EPISODE : SANTET PART . 7 .
45
EPISODE : SANTET PART . 8 .
46
EPISODE : SANTET PART . 9 .
47
EPISODE : SANTET PART . 10 .
48
EPISODE : SANTET PART . 11 . end .
49
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 1
50
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 2 .
51
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 3 .
52
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 4 .
53
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 5 .
54
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 6 .
55
EPISODE : KUTUKAN SUSUK PART . 7 .
56
Kutukan Susuk , Part 8 . end .
57
Chapter 57. Desakan Abi & Ummi
58
Chapter 58 : Terjebak di Gedung Tua , part 1 .
59
Chapter 59 : Terjebak di Gedung Tua , part 2 .
60
Chapter 60 : Terjebak di Gedung Tua, part 3 .
61
Chapter 61 : Terjebak di Gedung Tua , part 4
62
Chapter : 62 , Terjebak di Gedung Tua , part 5 .
63
Chapter : 63 , Terjebak di Gedung Tua , part 6 .
64
Chapter : 64 , Terjebak di Gedung Tua , part 7 .
65
Chapter : 65 , Terjebak di Gedung Tua , part 8 .
66
Chapter 66 : Serangan Balik , part 1.
67
Chapter : 67 , Serangan Balik , part 2.
68
Chapter : 68 , Serangan Balik , part 3.
69
Chapter : 69 , Serangan Balik , part 4 .
70
Chapter : 70 , Serangan Balik , part 5 .
71
Chapter : 71, Serangan Balik , part 6 .
72
Chapter : 72 , Serangan Balik , part 7 .
73
Chapter : 73 , Serangan Balik , part 8, end.
74
chapter : 74 , SALING MELEDEK
75
Chapter : 75 , Hati Yang Berbunga - bunga
76
Chapter : 76 . MALU MEMBAWA BERKAH
77
Chapter : 77 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 1.
78
Chapter : 78 . TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN , part 2.
79
Chapter : 79 , TERUNGKAP NYA HUBUNGAN DANIA dan RAIHAN, part 3 , end .
80
Chapter : 80 . Pesan untuk Raihan
81
Chapter : 81 .
82
Chapter : 82

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!