Di dalam kediaman siluman itu , semua nampak sibuk . Istana nya sudah di hias dengan sangat cantik . Para pelayan sudah menghidangkan berbagai aneka makanan lezat dan menggugah selera di beberapa meja panjang .
Makanan yang di hidangkan pun makanan yang biasa di konsumsi oleh mahkluk gaib . Ada kotoran manusia , bangkai binatang , tulang belulang dan masih banyak lagi makanan menjijikkan lainnya .
Namun semua itu terlihat seperti makanan manusia pada umum nya di mata Galuh .
Kursi - kursi mewah nan empuk sudah berbaris rapi . Sebuah singgasana di hias dengan aneka bunga warna warni yang menebarkan keharuman semerbak , beberapa pita cantik tak lupa di sematkan pada beberapa benda .
Karpet - karpet bersulam benang emas sudah terhampar .
Seorang wanita cantik mengenakan pakaian pengantin berwarna merah marun , berhias permata dan berlian terpasang di tubuh nya .
Mulai dari kalung , anting , gelang dan cincin terpasang di kedua tangan nya . Sebuah mahkota mewah dan elegan sudah terpasang di kepala nya .
Ia nampak sangat anggun , cantik dan berwibawa .
Sedangkan di kamar lain , nampak seorang pria muda gagah . Ia juga sudah mengenakan pakaian pengantin pria berwarna merah marun .
Mereka sedang bersiap melangsungkan pernikahan dua alam . Rona bahagia terpancar dari wajah kedua nya .
Namun ada sedikit keanehan dari calon pengantin pria nya . Meski pun nampak bahagia , tapi sorot mata nya kosong tanpa ekspresi . Senyum yang di perlihatkan terlihat seperti di paksakan .
Di sisi lain para penjaga sudah standby , tidak ada satu ruangan pun yang luput dari penjagaan .
Mereka sedang menunggu waktu sakral itu tiba beberapa menit lagi ..
Namun sayang sekali , acara nya menjadi berantakan ketika dua tamu tak di undang hadir untuk menggagalkan ritual pernikahan mereka .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Sebelum keberangkatan nya , dokter Danu kembali melakukan sholat sunnah dua rokaat .
Lalu menghilang bersama ki Rambai , dokter Danu meninggalkan raga nya yang masih duduk di atas sajadah .
Ia dan ki Rambai langsung mendatangi kediaman ratu Sakka .
Namun ketika baru sampai di depan gerbang istana nya , dokter Danu dan ki Rambai sudah di sambut oleh jutaan ular - ular berukuran sedang .
Ular - ular tersebut tidak sama persis seperti ular pada umum nya di alam manusia .
Pupil mata mereka merah menyala .. Bola mata nya berwarna kekuningan , memiliki dua buah lidah yang masing - masing lidah nya terbelah dua dari bagian ujung hingga ke tengah , ujung ekor nya runcing dan berbentuk seperti ujung anak panah .
Mereka mendesis , menjulurkan lidah nya , menyemburkan cairan hijau yang sangat kental dan lengket .. bergerak sangat cepat ke arah dokter Danu dan ki Rambai .
Bagi yang terkena cairan ular itu akan menimbulkan luka bakar , dan terus merembet ke bagian lainnya dengan cepat . Karena cairan itu merupakan racun yang dapat mematikan meski pun hanya terkena sedikit .
Dokter Danu sudah bersiap melindungi diri dengan perisai nya , ia juga menggunakan cemeti sebagai senjata nya .
" Seperti nya mereka terburu - buru sampai ga sempet nyebar undangan ke perkampungan lain , ki " ucap dokter Danu tersenyum . Ia melihat suasana istana yang di hias begitu mewah namun sepi pengunjung .
Mata batin dokter Danu menangkap tamu yang hadir hanyalah mahkluk - mahkluk yang berupa abdi dalem dan juga penghuni di sekitaran istana .
" Iyaa ya Dan .. Ya udah , yang penting kita udah bersedia dateng , untuk ..
MENGGAGALKAN " jawab ki Rambai sambil nyengir dengan penekanan di akhir kalimat nya .
Dokter Danu ikut terkekeh mendengar kalimat yang di ucapkan oleh ki Rambai .
" Lets go party , ki .. Udah di sambut tuh " ucap dokter Danu sesaat sebelum mereka mulai bertarung .
Dengan semangat empat lima ki Rambai merubah diri ke wujud asli nya . Yaitu seekor harimau putih yang sangat besar . Ia mengeluarkan suara auman yang menggelegar , menggema dengan sangat keras .
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Dokter Danu sudah mulai menyabetkan cemeti nya ke arah ular - ular tersebut .
Wuuuutt.. Wuuttt.. Cetaarr .. Cetaarrr ..
Yang terkena sabetan cemeti dokter Danu langsung hangus dan berubah menjadi asap hitam lalu menghilang . Namun ular - ular itu seolah tidak ada habis nya .
Keringat sudah membasahi tubuh dokter Danu , namun ia dan ki Rambai belum juga bisa mengurangi jumlah ular - ular ini .
Akhir nya dokter Danu pun mengeluarkan jurus Sapu Jagad nya .
Seketika , ular - ular itu menggelepar terbakar sampai hangus lalu berubah menjadi kepulan asap , kepulan asap yang banyak .. Hitam . Dan bergulung - gulung karena banyak nya ular yang hancur .
Ketika semua ular sudah lenyap , muncullah jutaan kelabang dari berbagai arah , mereka mengepung dokter Danu dan ki Rambai .
Kelabang - kelabang itu seukuran lengan orang dewasa , tubuh mereka berwarna merah . Sedangkan ujung ekor nya berwarna hitam .
" Hati - hati , Dan .. Buntut kelabang itu juga memiliki racun " ucap ki Rambai
" Baik , ki " jawab dokter Danu singkat .
Dokter Danu mengeluarkan ilmu meringankan tubuh nya , perisai nya pun sudah ia pertebal kembali .
Dokter Danu melihat kelabang - kelabang itu menancapkan buntut nya yang runcing ke tanah , ia segera melompat setinggi mungkin . Kelabang - kelabang itu sedang mencemari tanah dengan racun nya , sehingga siapa pun yang menginjak tanah tersebut akan terkena racun nya .
Dengan beberapa doa yang di baca nya , dokter Danu melesat turun sambil terus komat kamit membaca ayat - ayat suci untuk melenyapkan pasukan kelabang . Ia mengambil posisi berguling di udara , ketika berada sekitar satu meter di atas tanah , keluarlah sebuah bola cahaya yang sangat besar dari kedua telapak tangan nya . Dengan tenaga dalam yang cukup besar , ia arahkan bola cahaya tersebut ke arah tanah .
Dokter Danu yakin sehebat apa pun ilmu mahkluk baik itu manusia atau pun gaib , ilmu Allah tetap lah lebih tinggi dan lebih hebat . Tidak ada yang bisa menandingi Nya .
Oleh sebab itu dokter Danu tidak pernah melupakan Rabb nya dalam hal apa pun , selalu menyebut nama Nya untuk mengawali aktifitas nya . Tidak pernah lelah mengingat Nya dengan senantiasa sholat dan berzikir , ia selalu mengasah hapalan ayat - ayat suci nya dan juga terus berlatih ilmu yang sudah di pelajari nya .
BUUUUMMMM .. Terdengar suara ledakan dengan keras di sertai cahaya kuning terang yang sangat menyilaukan .
Bagi mahkluk - mahkluk siluman yang terkena cahaya itu akan terasa sangat panas membakar , mereka pun hancur menjadi serpihan - serpihan kecil .
Ki Rambai mengeluarkan pusaran angin yang kencang hingga membuat serpihan - serpihan kelabang yang memenuhi tanah itu beterbangan ke satu arah hingga tanah yang tadi tertutup kini bersih dapat terlihat kembali .
Seiring dengan hancur nya kelabang - kelabang itu maka racun yang tertanam di tanah pun kembali netral .
Dokter Danu dan ki Rambai segera mengatur pernafasan mereka dan juga menetral kan tenaga dalam nya . Mereka tetap bersiaga untuk menghadapi sang ratu .
" Ki, seperti biasa .. Aki yang mencari sukma Galuh ya , biar aku yang menghadapi ratu nya .. Seperti nya sebentar lagi nongol nih " ucap dokter Danu dengan nafas yang masih sedikit tersengal .
" Oke Dan , kamu hati - hati ya .. Tenaga dalam mu seperti nya terkuras cukup banyak tadi " jawab ki Rambai , dokter Danu hanya menggangguk . Ia sedang mengatur kembali pernafasan nya dan juga menghimpun tenaga dalam nya .
Ki Rambai pun lalu melesat masuk meninggalkan dokter Danu yang masih berdiri di depan istana ratu siluman .
###############################
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Empat Belas Tehnik
danunya gak punya pasukan dan pengikut
2023-03-22
2