Hari ini dimana rencana tasyakuran empat bulanan Husna diadakan dan sekalian juga mengenalkan Harraz dengan Ning Laila anak Kyai Sidik sahabat dari Kyai Said Abah Harraz.
"Abah , Umi rombongan Kyai Sidik sudah sampai.." ucap Zidan memeberi tahukan mertuanya tamu mereka sudah datang.
"Ayo kita ke depan.."ucap Kyai Sidik pada istri dan anak-anaknya.
Keluarga Kyai Sai menyambut bahagia kedatangan keluarga Kyai Sidik.Nenek Zainab menggeram tangan Harraz dan dia mengisyaratkan bahwa semua nya akan baik-baik saja.
Flashback On
"Yaz,nenek mau bicara ."ucap Nek Zainab pada cucu nya yang sedang duduk sendiri di ruang tengah.
"Bicara saja nek,kenapa harus minta ijin."ucap Harraz dengan santai.
"Yaz,nenek tahu kamu nggak mau hidupmu diatur-atur dan tentunya kamu bisa menentukan pilihan kamu sendiri tapi Yaz,kamu tentu ingat..jika orang tua akan selalu sayang pada anaknya apapun yang terjadi di masa lalu.Seperti itu juga dengan abah kamu."ucap Nenek Zainab.
"Nek,Ayaz nggak cinta sama dia."ucap Harraz
"Abah kamu cuma mau yang terbaik buat kamu,lagi pula kamu sama Ning Laila nggak di paksa langsung nikah kok."
"Berkenalan dulu nggak papa Yaz, kasihan abah kamu..dia ingin kamu mendapatkan jodoh yang terbaik."ucap Kakek Ruslan yang tiba-tiba datang.
"Berdoalah,kamu masih menjalankan ajaran yang baik kan nak,walaupun kamu tidak membesar di pondok tapi, Insyaallah kamu bisa mengamalkannya nanti." ujar Nenek Zainab.
"Maksudnya nenek?" tanya Harraz bingung.
"Abah kamu ingin kamu ikut terlibat dengan kegiatan pondok,walaupun hanya untuk mengajar mengaji ."ucap Kakek Ruslan.
Harraz menghela nafas panjang dan menatap dua orang tua yang merawatnya sedari kecil.
"Apa harus nek,kek..?
"Iya,itu keputusan kakek.Kamu tidak bisa lepas tangan gitu saja kewajiban kamu mengabdi juga di sini.Sekecil apapun yang kamu lakukan disini Insyaallah buat Abah kamu senang ."ucap Kakek
"Tolong lupakan semua yang terjadi di masa lalu,kamu bisa mengambil pelajaran dari sana." ucap Kakek Ruslan.
" Lagipula orang itu sudah meninggal Yaz,jangan beratkan dia dialam kuburnya." ucap nenek Zainab.
"Umi mu sudah ikhlas nak,itu takdirnya yang harus melewati jalan berliku.Dengan kesabarannya dia bisa mengembalikan apa yang seharusnya di pertahankan."ucap kakek Ruslan.
Pembicaraan semalam membuat Harraz berpikir apa saat ini dia harus berdamai dengan sang abah dan mulai menyelami makna seorang abah baginya.
Flashback off.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh."
Terucap salam dari rombongan Kyai Sidik dan keluarga.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Keluarga Kyai Said pun menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka.
Mereka saling berjabat tangan dan terlihat Umi Kalsum memeluk istri Kyai Sidik Umi Hamidah dan juga Laila.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam pendopo yang sudah ada para undangan yang akan mengikuti acara tasyakuran empat bulanan Husna.
Disana sudah ada para donatur yang biasa menyumbangkan sebagian harta mereka untuk Yayasan dan juga ada santriwan adan santriwati juga ada anak-anak yatim piatu yang ada dari yayasan dan juga warga sekitar memenuhi tempat duduk yang ada di bawah tenda yang sengaja di siapkan oleh mereka.
.
.
"Eyang kita di mana sih?"tanya Bia saat mobil yang mereka tumpangi masuk ke dalam area sebuah pesantren.
"Emang kamu nggak bisa baca,tuh ada tulisannya," tukas Nia pada sang ponakan.
"Yayasan AL'FURQON tapi,ini kayak pesantren," ucap Bia lirih
"Mang kata siapa ini Mall Bia,sudahlah lebih baik kamu bersikap manis jangan buat masalah di dalam.Di sana banyak orang penting dan tentunya harus di hormati." ucap Nia pada Bia.
"Serasa Bia itu biang kerok kali." gerutu Bia mendengar ucapan Nia.
"Sudahlah,eyang percaya kamu nggak akan buat masalah di dalam."ucap mak Leha menenangkan Bia.
Mendengar ucapan eyang putri nya pun Bia merasa senang, setidaknya eyang nya mengerti dirinya.
Keluarga Mak Leha pun turun dari mobil mereka Bia menggandeng tangan mak Leha.
Di belakang mereka ada Nia dan Rafif.
.
.
"Apa ini anakmu yang namanya Harraz, kyai ?" tanya Kyai Sidik pada Kyai Said.
"Iya ini Harraz anak bungsu ku, Alhamdulillah sudah selesai S2 di Harvard university."ucap kyai Said
"Assalamualaikum kyai,sugeng rawuh..saya Harraz." ucap Harraz menyalami punggung tangan Kyai Sidik dan mencium dengan takzim.
Harraz pun menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya pada umi Hamidah dengan senyuman ramahnya.
"Kenalkan ini Ning Laila,anak perempuan kami.." ucap Umi Hamidah mengenalkan sosok gadis di sampingnya.
Harraz pun akhirnya menangkupkan kedua tangannya sama seperti pada Umi Hamidah dan dengan menjaga pandangan nya.
"Assalamualaikum."
Terdengar salam dan ternyata keluarga mak Leha pun datang.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Jawab mereka yang ada disana.
Ternyata Rafif dan mak Leha yang di sambut oleh kyai Said dan umi Kalsum.
"Masyaallah,Nek Leha Alhamdulillah sampai juga di pondok kami." sambut kyai Said pada sosok mak Leha.
"Alhamdulillah kyai ,saya bisa datang kemari lagi setelah beberapa tahun saya tidak berkunjung kesini. Masyaallah terlihat sangat megah bangunan Pesantren ini."ucap mak Leha pada kyai Said
"Syukron nek, Kek Insyaallah bisa buat tabungan akhir nanti."ucap umi Kalsum.
Kyai Said pun mengenalkan sosok nek Leha pada kyai Sidik dan juga kedua mertuanya.
"Ini siapa kyai,saya baru lihat?" tanya mak Leha menunjuk kearah Harraz.
"Ini anak bungsu saya namanya Harraz Al'Gifari."ucap kyai Said mengenalkan sosok Harraz pada mak Leha
"Masyaallah,apa kabar nak?"tanya Mak Leha pada Harraz
"Alhamdulillah nek,salam kenal..saya Harraz." ucap Harraz dengan menangkupkan kedua tangannya.
"Nek Leha sama Rafif saja kah?"tanya umi Kalsum.
"Owhh..nggak nenek bawa cucu sama mantu juga mereka masih di disana tadi numpang ketoilet."ucap Mak Leha.
Tiba-tiba dua orang perempuan masuk ke pendopo dengan Maira yang di gandeng oleh perempuan bercadar.
"Assalamualaikum,maaf kami lama." ucap Bia dengan santainya.
""Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Sayang sini kenalkan ini kyai Said dan Umi Kalsum dan ini Bia cucu nenek dan ini Nia istri Rafif menantu nenek." ucap mak Leha mengenalkan pada semuanya karena memang mereka baru bisa soan ke ndalem setelah beberapa tahun tak bisa datang.
Saat mata Bia dan Harraz bertemu sontak keduanya terkejut
"Es balok !!"
"Si Bar-bar.!!"
Ucap keduanya bersamaan saling tunjuk.
Melihat tingkah kedua orang itu pun semua terkejut keduanya sama-sama terlihat menyiratkan permusuhan.
"Bia!!"
Tegur Nia pada sang ponakan.
"Kakak kenal sama Om Ayaz?"tanya Maira yang saat ini masih Bia gandeng.
"Itu om kamu,issthhh..om kamu nggak asyik dia dosen Killer di kampus kakak."ucap Bia tanpa memandang orang-orang di sekitarnya yang memandang Bia dengan tatapan matanya yang terlihat penuh Tanaya
Sementara Harraz mendengar ucapan Bia sontak mengepalkan tangannya karena mengatakan hal yang tidak-tidak pada Maira.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Lanjar Lestari
kocak habis es balok ketemu si bar bar pd terkejut dan orang orang pd bingin krn 2 orang sdh kenal Haraz dan Bia
2024-12-21
0
Lanjar Lestari
hahaha jodoh ketemu lg🤣🤣🤣🤣🤣cocok Es Balok sama si Bar Bar
2024-04-05
3
Mamah Kekey
keren Thor tambah seruu...
2024-03-08
0