Harraz melangkah menuju dimana Bia berada.Sementara Bia mencoba menetralkan degub jantung nya yang berdetak kencang.Ada sedikit rasa was-was memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya.Namun, pandangan nya tetap menampakkan tatapan tajam pada lawannya.
" Apa begitu perhitunganya kamu dengan pahala yang Allah berikan padamu dengan free ,kamu begitu gil* hormat ,sanjungan sampai-sampai kamu begitu bar-bar meneriaki saya hanya untuk menuntut saya mengucapkan. Pakaian sih tertutup ,tahu jika aurat wanita harus ditutup dengan rapih tapi,sikap kamu nggak mencerminkan adab kamu sendiri."ucap Harraz dengan tatapan tak kalah tajam pada Bia.
Mata mereka saling beradu dan tak ada yang mau memutus pandangan mata mereka.
"Pe_permisi " ucap Naila langsung membuat kedua orang yang saling menautkan pandangan mata mereka langsung saja mengarah kan pandangan mereka ke sembarang tempat.
"Terimakasih,jika kata itu yang buat kamu merasa puas."ucap Harraz langsung berbalik dan sedikit berlari meninggalkan koridor kampus dan menuju parkiran.
Bia melangkah keluar kampus dan menaiki ojek online menuju Caffe Kiraz.
Tak butuh waktu lama Bia sampai di Caffe dan langsung menemui sang tante.
Tok tok tok
"Assalamualaikum.." ucap Bia dengan pelan.
"Wa'alaikumsalam masuk." terdengar suara orang menyuruh dia masuk ke dalam.
Ceklek
"Haii.. sayang, sendiri?" tanya Nia pada ponakannya.
Bia menyalami tangan Nia dan mendudukkan dirinya di sofa.
"Sendiri lah tan,mau sama siapa lagi," jawab Bia dengan malas.
" Kali aja sudah punya gebetan di kampus "
"Ngaco,mana ada tan.Aku aja masih menata hati kali tan."
" Emang Junior nggak mau berjuang buat kamu?"
"Percuma tan, dia terlalu pasrah." ungkap Bia.
" Tapi,dulu tante lihat dia sayang banget sama kamu.Apa mungkin karena pengaruh mas Abi dia jadi melempem gitu .
" Sembarangan tante,emang sih..mama pernah bilang jangan cinta-cintaan nanti sakit hati."
"Iya juga sih,dulu tante sempet patah hati sama om Afif."
"Oh yah..beneran tan,".
"Yah beneran,waktu itu tante patah hati saat tahu kalu om Rafif sudah punya istri.Terus sejak itu tante benci sama dia."ungkap Nia menceritakan tentang bagaimana dia dulu cintanya sama Rafif.
..
.
.
Di tempat lain kini Harraz bersama dua orang yang sangat dia cintai yaitu nenek dan kakek nya dari pihak uminya.Mereka adalah orang yang ada buat Harraz dari umur 8th sampai dewasa.
Walaupun sempat tinggal di Malang juga saat SMA.
"Assalamualaikum.." Harraz dan kakek ,neneknya pun melangkah mendekati para keluarga nya.
"Wa'alaikumsalam." sahut semua anggota keluarga.
Semuanya menyalami orang tua umi Kalsum dan setelah nya mereka masuk ke dalam rumah.
Setelah makan malam mereka berkumpul bersama di ruang keluarga.
"Husna gimana kandungan kamu?" tanya nenek Zainab ibu dari umi Kalsum,nenek Harraz.
" Alhamdulillah baik nek, terima kasih sudah mau menyempatkan waktu buat ketemu Husna dan keluarga disin." ucap Husna dengan sedikit canggung.
" Yah,yang penting di jaga kandungan kamu." ucap Nek Zainab.
"Said,katanya kamu mau bicara soal Harraz apa itu?" tanya Ruslan ayah mertua Nyai Said.
"Begini yah,selain hari minggu ada acara tasyakuran empat bulanan Husna ,ada hal penting lain mengenai Harraz.Kyai Sidik sahabat saya mengatakan jika dirinya ingin menjodohkan Ning Laila putrinya dengan Harraz ayah,maksud Said hari minggu nanti kita akan berkenalan dan bersilaturahmi dengan keluarga Kyai Sidik yah ." ungkap Kyai Said dengan wajah gembira.
Harraz yang mendengar penuturan abahnya Harraz memandang wajah sang Abah dengan pandangan yang tak dapat diartikan.
"Jangan paksakan apa yang dia tak suka.Kalau hanya untuk memperkenalkan nggak masalah tapi,jangan bebankan dia dengan jawab yang harus menyetujui rencana kalian. Bagi anak-anak mu yang lain mungkin tidak sulit,namun bagi Ayaz itu beda."ungkap Ruslan.
"Kami selaku orang tua ingin Harraz tetap ada di dalam lingkungan pondok setelah menikah.Kalau dia memiliki istri di luar lingkungan pondok kemungkinan akan sulit untuk menerima keputusan kami."ucap Kyai Said pada ayah mertua nya.
"Kamu jangan kolot-kolot amat Said, anak-anak mu yang sudah menikah itu sudah bukan tanggung jawab mu.Mau kemana dia bawa istrinya itu urusan dia,kita sebagai orang tua cuma sebagai pengingat dan pendukung serta mendoakan yang terbaik buat anak-anak kita."ucap Ruslan yang selalu kurang setuju dengan ucapan menantunya.
"Sebenarnya kalian punya rencana apa buat Harraz,kamu Said kenapa lagi dengan kamu ."tegur Zainap pada menantunya.
Drrrttt Drrrrrttt..
Sesaat sebelum Kyai Said menjawab pertanyaan ibu mertuanya ternyata ponsel Harraz berbunyi ada panggilan telpon.
Untuk beberapa saat Harraz menjawab dengan berbisik-bisik dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
" Mau kemana kamu Yaz?" tanya Kyai Said pada putranya.
" Ayaz mau keluar, sekarang terserah kalian semua keputusan ada pada kalian kan,baik..Ayaz terima beres ." ucap Harraz muak dengan perdebatan soal Perjodohan yang masih melihat dari mana asal muasal calon istrinya.
Semua orang melihat tingkah Harraz hanya bisa menghela napas dalam dan Harraz dengan cepat menyambar jaket dan juga kunci motornya.
"Kemana kamu Yaz?" tanya Zainab pada sang cucu
" Tepati janji nek,sudah janji nggak mungkin kan di ingkari." ucap Harraz dan langsung pergi begitu saja.
.
.
"Aku ingin Harraz lebih tanggung jawab dengan pesantren ini yah, setidaknya dia membantu kakak-kakak nya untuk mengajar ngaji atau apalah."ucap Kyai Said.
"Nggak ada salahnya dengan keinginan kamu,tapi jangan sampe kamu memaksakan kehendak kamu Said.Bagaimana pun Harraz juga sudah membantu kamu di Kampus sebagai pengajar.Dia juga punya usaha yang harus dia perhatikan juga.Banyak karyawan yang tergantung hidupnya dari nya, walaupun memang kepentingan umat pun nggak kalah penting "terang Ruslan pada menantunya.
.
.
Di tempat di dua orang saat ini ada di belakang garis start.Kedua manusia yang di atas motor masing-masing terlihat tenang.
Tiga
Dua
Satu
"Go..!!" Teriakan dan aksi melempar bendera di susul dua motor melaju di samping nya memulai pertandingan malam ini.Kedua
motor itu terlihat sejajar sama-sama imbang.Sorak sorai penonton makin ramai meneriakan nama jagoan mereka.
"King"
"King"
Teriakan yang menyebutkan nama King menggema di sana.Sedangkan pihak lawan bukan nggak ada yang menyebut namanya namun,dia hanya dua orang gadis somplak yang berani meneriakan nama "Queen " .
Jelas suara mereka kalah dengan sebagian besar mendukung Harraz .Karena mereka tahu Harraz belum terkalahkan di sepanjang jalan dia turun kejalan.Kini yang ada di samping Harraz adalah seorang yang sangat Harraz waspadai.
Bersambung
Harraz Al'Gifari
Abia Kiradzki Mahardika
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Lanjar Lestari
sdh bertemu dg gadis yg kau tolong dl Haraz yg km kagumi diam diam saat Bia di gendongan punggungmu di bogor dekat kebun teh dan kebun sayur kau senyum dan kau gadis cantik th th menghilang km saat itu semoga ingat Haraz dg suara yg familiar bagimu Haraz
2024-12-21
0
Umi Maryam
masyaalah ganteng dan cantik ,tolong jangan pisah ian mereka thor jodo kan ada di jari othor ,🤣🤣🤣
2024-08-08
1
Maryana Fiqa
Masya Allah,,kuasamu ya Allah,, tampan dan cantik 👍👍👍
2024-05-21
3