Arrrrkkkhhhh!
"Kamuuuuu!!"
Dengan amarah yang menggebu-gebu Devina berjalan mengarah ke Zizi. Dia akan memberikan pelajaran langsung kepada cewek baru yang tidak tahu diri ini. Dia pikir siapa dirinya bisa semena-mena kepada ratu sepertinya.
"Aduuuhhh! lepasin! lepas! lepas!!!" teriak Devina saat Zizi membalik tubuhnya dan mengunci pergerakan tubuhnya.
"Astagaaaaaa Zizi...," desis Liora yang hanya bisa melihat aksi sang teman baru yang begitu berani memberikan pelajaran kepada kelompok Devina.
"Imel! Cindi!" teriak Devina meminta pertolongan kepada dua dayang setianya itu.
"Ayo serang dia!" teriak cindi mengajak Imel untuk mengeroyok Zizi.
Tetapi kedua orang itu justru tersungkur di depan tubuh Devina saat Zizi melakukan tendangan secepat kilat yang mereka tahu. Sungguh gadis dihadapannya ini bukan cewek sembarangan. Dia bisa mengetahui pergerakan mereka akan kemana. Mengetahui hal tersebut membuat Imel dan juga cindi seketika menciut.
Sedangkan Devina masih meringis kesakitan setelah Zizi melepaskan cekalan dikedua tangannya. Zizi melihat ketiga makhluk sok kecentilan dan sok penyiksa di sekolah itu sudah tidak ada yang ingin melawannya. Dia pun berbalik badan hendak pulang. Dia rasa cukup sudah bermain-main di sekolah barunya. Yang ternyata tidak jauh berbeda dengan sekolah dia yang lama. Selalu saja ada yang suka berbuat onar dan suka bergaya layaknya princess. Padahal nggak princess-princess banget kelakuannya.
"Zizi awaaaaasss!" teriakan Liora membuat Zizi seketika mewaspadai gerakan yang sempat dia lihat lewat ekor matanya.
Sreeeett!
Tes
Tes
Tes
"Zizi......." Liora menangkup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak menyangka jika Zizi akan terluka karena bersinggungan dengan kelompok Devina.
"Hehehehehe...rasakan anak baru! Kamu harus tahu kalau aku nggak semudah itu menyerah," ujar Devina sambil menunjukkan pisau kecil yang dia gunakan untuk melukai lengan Zizi.
Devina sungguh nekat bahkan ketika ini masih di wilayah sekolah mereka. Tetapi karena Devina tidak suka ada anak baru yang sok lebih kuat darinya maka dia pun menunjukkan taringnya. Imel dan cindi sampai bergidik ngeri dengan apa yang dilakukan Devina barusan.
Zizi melihat luka ditangannya yang cukup panjang dan juga goresan itu cukup dalam. Namun, dia masih bisa menampakkan wajah datarnya meski beberapa menit sebelumnya dia sempat terkejut saat Devina melukai tangannya.
Srrruuuuupp
Devina melototkan kedua matanya saat melihat apa yang Zizi lakukan kepada lengannya yang terluka karena goresan pisau kecil miliknya.
"Apa??? Ke-napa dia...." bahkan Devina sampai gugup melihat Zizi justru menyedot da-rahnya sendiri dengan sorot mata yang tajam menatap dirinya.
Ini benar-benar diluar pemikiran Devina. Dia pikir Zizi akan meronta kesakitan dan meminta ampun kepadanya. Tetapi apa ini? kenapa justru Zizi terlihat seram dimatanya sekarang. Siapa gadis ini sebenarnya? kenapa kelakuannya begitu aneh seperti itu?
"Kamu mengajak bermain-main rupanya. Baiklah, aku ladenin," ujar Zizi pelan dan dalam. Syarat akan makna dan jangan lupakan sorot matanya tajam yang menatap Devina dengan seringai kecil yang dia tampilkan.
Praaang!
Pisau yang dipegang Devina jatuh hanya dengan melihat tatapan mengintimidasi dari seorang Zifanya Gantari. Anak baru yang belum ada satu hari berada di sekolah SMA Dirgantara tersebut. Dia berjalan dengan perlahan mendekati Devina yang justru semakin berjalan mundur dengan gugupnya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Zizi kepadanya setelah dia melukai lengannya sampai berdarah-darah seperti itu.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Adila Ardani
apakah Zizi seorang mafia
2023-02-08
1