Bimantoro

Pintu gerbang yang megah dan mewah itu terbuka lebar saat melihat sepeda motor siapa yang akan masuk ke dalam rumah. Seketika para penjaga segera membuka gerbang. Zizi melajukan motornya dan memarkirkannya dengan apik di parkiran mewah di rumah yang baru dia tempati semingguan ini.

"Selamat siang non Zizi," sapa para penjaga dan maid yang ada di mansion mewah milik keluarga Bimantoro tersebut.

"Siang," jawab Zizi singkat dengan senyum tersungging di bibirnya.

Semuanya sudah mengerti dengan sikap putri bungsu dari keluarga Bimantoro tersebut. Tidak ada yang heran jika nona muda mereka begitu dingin, datar dan juga sangat irit berbicara. Begitu miripnya dengan sang tuan besar Bimantoro. Kecuali sikap nyonya besar Bimantoro yang begitu ramah kepada siapa saja. Selain itu juga sangat cantik dan lemah lembut.

"Mama...."

Zizi berjalan ke arah sang mama yang tampak berkutat di dapur. Entah apa yang mamanya itu buat sehingga tampak sibuk di sana. Kalau sampai sang papa tau bisa jadi panjang urusannya. Tetapi mamanya ini suka bandel meskipun sudah sering diperingatkan oleh sang papa.

"Hai sayang, kamu sudah pulang, sini mama mau tunjukkan sesuatu sama kamu," mama Viona tampak sibuk mengambil kue yang sedang dia panggang di ovenan miliknya. Kemudian dia mengambil beberapa ditaruhnya di dalam mangkuk kecil. Kemudian di berikan kepada sang putri.

Zizi memperhatikan kue-kue buatan mamanya yang cukup lucu dan unik tersebut. Zizi mencium baunya yang sangat harum. Pasti itu sangat enak. Zizi tau kalau sang mama begitu ahli dalam membuat kue.

"Ayo nak, cobain gimana rasanya?" bujuk viona agar sang anak segera memakan kue buatannya. Sehingga dia bisa tahu hasil kuenya itu seperti apa.

Zizi memakan satu kue dan itu sangat lembut dimulutnya. Zizi terus memakan kue itu hingga habis tak tersisa. Viona yang melihat cara makan Zizi begitu senang. Pasti rasanya enak jika sang putri saja memakannya sampai tandas.

"Enak?" tanya mama Viona dengan raut wajah berbinar.

"Iya ma, enak banget," jawab Zizi dan mama Viona seketika bersorak gembira.

Sungguh mamanya ini berbeda dengan mama anak-anak yang lain. Ataupun istri-istri para petinggi, pengusaha terkenal dan sukses lainnya. Mereka akan senang jika berbelanja, menghabiskan uang ratusan juta, perawatan ataupun jalan-jalan ke luar negeri.

Tetapi mama Viona ini justru senang jika dia bisa membuat makanan yang enak dan keluarganya suka dengan hasil masakannya. Sungguh unik bukan mama yang satu ini. Padahal suaminya sering melarangnya melakukan pekerjaan dapur. Tetapi mama Viona selalu ingin membuatkan makanan yang terbaik untuk keluarganya sendiri.

"Papamu pasti nanti suka memakannya, nak. Mama juga sudah siapkan buat kamu dan juga kakak kamu nantinya," ujar mama Viona dengan senang hati.

Kemudian dia meminta para maid untuk meletakkan kue-kue lucu tersebut ke dalam toples-toples imut yang sudah dia persiapkan.

"Kakak kapan kesini ma?" tanya Zizi karena mendengar ucapan sang mama barusan.

"Minggu depan. Oh ya, kamu juga jangan lupa ya, minggu depan adalah pesta anniversary mama dan papa. Jadi kamu musti tampil nantinya. Mama nggak mau kamu dikamar terus selama acara. Mama juga ingin mengenalkan kamu kepada teman-teman lama mama di sini. Kamu mau kan sayang? Harus mau pokoknya, mama memaksa," ujar mama Viona tidak mau dibantah.

Huh,

Zizi hanya mendesaah pelan mendengarkan ucapan sang mama.

"Mama kan juga ingin sayang menunjukkan kepada teman-teman mama kalau putri bungsu mama ini sangat cantik dan sudah beranjak dewasa," ujar mama Viona sambil menyentuh jemari tangan sang putri.

Zizi tidak mau menjawab iya ataupun tidak. Sebenarnya dia cukup malas dengan yang namanya pesta. Dia senang menyendiri di kamar atau berkutat dengan sepeda motor ataupun mobil sportnya. Daripada harus dipaksa berada di suasana keramaian sebuah pesta.

"Mau ya sayang," mohon mama Viona dengan puppy eyes, jurus andalannya. Kalau sudah begitu bagaimana Zizi akan menolaknya.

Hmmm

Sebuah deheman sebagai bentuk jawaban Zizi lakukan. Sang mama langsung memeluk sang putri saking bahagianya.

Cup

Cup

Cup

"Terimakasih banyak sayang," ucapnya sambil memberikan kecupan sayangnya untuk putri bungsunya yang begitu irit berbicara.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!