Antrian Panjang

"Zizi, kita ke kantin bareng yuk?" ajak Liora kepada teman sebangku barunya tersebut.

Kini jam istirahat sudah berbunyi dan Liora yang baru saja mendapatkan seorang teman. Dia ingin mengajak Zizi untuk jajan bersama ke kantin.

"Ayo," sahut Zizi singkat.

Liora yang awalnya kaget dengan sikap Zizi tadinya cukup irit bicara, berwajah datar dan tidak suka bertele-tele. Kini mulai bisa beradaptasi dengan sosok gadis dengan rambut dikuncir kuda tersebut. Sebenarnya zizi cukup cantik akan tetapi sikapnya yang datar dan dingin membuat siapapun yang ingin mendekatinya menjadi sungkan atau bisa juga takut ditolak atau bahkan diabaikan.

Ketika keduanya sedang berjalan bersama kantin. Sebuah pemandangan yang unik dan pertama kali dilihat oleh Zizi. Dimana banyak antrian siswi di depan sebuah kelas. Apakah sedang ada acara tertentu di sekolah tersebut.

Liora melihat arah kemana yang Zizi lihat. Gadis tambun itupun paham kalau sepertinya Zizi penasaran ada apa di sana.

"Itu sebuah antrian untuk pendaftaran menjadi kekasih dari raja Brian," ucapan Liora membuat Zizi menoleh ke gadis berkacamata hitam.

"Disini ada raja?" tanya Zizi.

Liora menggelengkan kepalanya.

"Bukan raja dalam artian yang sebenarnya. Itu sebutan untuk salah satu teman sekelas kita. Dia itu cowok yang famous, kaya raya, sangat tampan dan juga pintar. Hanya saja dia suka berganti-ganti pacar. Ya, seperti raja yang suka memiliki banyak selir. Seperti itulah sosoknya raja Brian," ujar Liora menjelaskan agar Zizi mengerti kenapa bisa terjadi kerumunan seperti itu.

"Oh, playboy," gumam Zizi singkat.

"Ya begitulah," sahut Liora pelan sambil menghela napasnya.

"Kamu nggak ikutan?" tanya Zizi lagi.

"Aku? Hehehehe... mana ada yang mau sama aku zi. Jangan bercanda deh. Aku ini gendut, cupu kayak gini, udah nggak ada yang mau sama aku zi. Aku cukup tahu diriku saja zi," jawab Liora.

Zizi menganggukkan kepalanya. Lalu keduanya melanjutkan langkah kakinya menuju ke kantin.

Horeeeeeeeeee....

"Akhirnya aku bisa ngedate dengan raja Brian. Asyeeeeeeekkk!"

Sebuah seruan terdengar dari seorang murid kelas X-6 yang mendapatkan kesempatan untuk bisa bersama dengan sang raja idola para hawa di sekolah SMA Dirgantara.

"Ahhhh... aku masih belum ada kesempatan untuk bersama dengan my king, huaaaaaaa," tampak ada salah satu siswi yang menangis karena dia belum beruntung. Gadis itu sudah menantikan sejak lama untuk bisa berkencan dengan raja Brian, idola mereka semuanya.

"Sabar, nanti juga saatnya akan segera tiba. Semuanya disini juga ngantri kali. Bukan cuma dirimu sendiri."

Beberapa cewek membenarkan ucapannya. Semuanya memang sedang mengantri saat itu.

Tapi rupanya gadis berambut panjang sepinggang itu sudah tidak sabar untuk mendekati Brian. Cowok yang digadang-gadang sangat tampan dan kaya raya tersebut.

"Eh, lihat itu siapa ya? kok aku belum pernah melihat sebelumnya?" tanya Mike saat melihat seorang gadis cantik dengan raut wajah datarnya.

Gadis itu berjalan dengan seorang gadis tambun berkacamata yang dikenal gadis cupi di sekolah SMA Dirgantara.

"Oh, dia anak baru di kelas kita," sahut Defan saat melihat siapa yang tadi ditunjuk oleh Mike.

"Wah, ada murid baru juga di kelas kalian. Cantik juga sih bro, meskipun agak jutek gitu raut wajahnya," kata Steven dan ketiga temannya yang lain ikut melihat ke arah cewek anak baru tersebut.

"Aku yakin dia itu cewek yang manis banget. Apalagi kalau mau tersenyum," ujar Steven membuat Brian membayangkan itu semua. Dasar kang playboy maka dia justru membayangkan jika Zizi mau tersenyum manis kepadanya.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!