"Gila, bener-bener gila!"
Prok
Prok
Prok
Mike bertepuk tangan heboh setelah menyaksikan apa yang telah anak baru itu lakukan untuk menangani seorang Devina yang terkenal licik. Ternyata gadis berwajah datar itu jauh lebih licik dan bisa membuat seorang Devina terdiam di hari pertama dia sekolah.
"Ini baru cewek idola gue, hahahaha," Mike tertawa dan begitu bahagia melihat aksi yang dilakukan Zizi barusan.
"Dia sungguh menarik," ucap lirih Brian yang didengar oleh ketiga teman yang lainnya.
"Jangan bilang kamu juga tertarik padanya?" tanya Mike yang mulai ketar-ketir kalau Brian juga ikutan menyukai gadis yang dia incar tersebut.
"Sejauh ini masih belum begitu, tetapi entah kalau dia mempunyai gebrakan barunya. Mungkin kamu harus bersiap-siap, bro," ucap Brian sambil menepuk bahu Mike.
Mike berdecih lirih. Kalau urusannya dengan Brian bisa berbeda cerita nanti. Ahh... baru juga menemukan yang cocok dengan apa yang dia inginkan. Semoga saja Brian berpaling dari Zizi. Jadi Mike bisa mendekati Zizi dengan mudah.
......................
"Zi, maaf ya karena aku kamu jadi terluka seperti ini," ucap Liora sambil mengobati luka yang ada di lengan Zizi.
Luka itu cukup memanjang mengakibatkan gadis bertubuh tambun itu tampak meringis. Dia ikut menahan ngilu dengan luka yang tampak menganga tersebut. Pastinya rasanya sakit banget. Tetapi kenapa Zizi tampak biasa saja dan tidak menangis kesakitan. Gadis di depannya ini sungguh luar biasa menurut Liora. Dan dia beruntung memiliki teman seperti Zizi.
"Tidak masalah," Zizi bangkit dari duduk dan memakai jaketnya karena dia akan ke rumah sakit setelah ini.
Zizi tidak mungkin pulang ke rumah dengan kondisi luka masih menganga atau dia akan mendapatkan sang mama pingsan dengan luka yang dia miliki saat ini. Zizi harus menutupnya dengan baik biar sang mama tidak membuat kehebohan di rumah.
"Kamu yakin akan pulang sendirian dengan luka seperti itu zi?" tanya Liora yang melihat Zizi ternyata datang ke sekolah menggunakan motor sportnya.
Liora tidak menyangka ternyata Zizi cukup tomboy juga anaknya. Tapi kalau dipikir-pikir dengan sikap dan perilaku yang Zizi tunjukkan memang Liora tidak boleh memandang sebelah mata kepada teman barunya itu.
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Zizi balik bahkan dia tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Liora kepadanya.
"Oh, aku dijemput, itu mobilnya. Atau kamu mau bareng aku aja. Motor kamu biar di antar sama sopir aku nanti ke rumahmu, gimana?" tawar liora yang tidak tega melihat Zizi musti menyetir sendiri dengan luka di tangannya seperti itu.
Tetapi Zizi hanya berdecih menanggapi ucapan liora kepadanya.
"Aku udah biasa, duluan ya, jaga dirimu baik-baik," pamit Zizi setelah itu menutup helm full facenya dan bergerak meninggalkan sekolah barunya itu dengan motor sport kesayangannya.
Liora hanya terdiam memandangi Zizi yang pergi begitu saja dari hadapannya. Kalau saja Zizi itu seorang cowok pasti akan sangat keren sekali. Liora menggetok kepalanya. Sepertinya otaknya agak konslet akibat kebanyakan dibulli sama Devina cs.
"Mbak liora," panggil sopir yang menjemput liora.
"Iya Mang sebentar," liora bergegas menuju ke mobil jemputannya. Dia sudah ingin segera pulang ke rumah dan menceritakan kepada sang bunda kalau dia mendapatkan teman baru yang luar biasa tangguhnya. Liora sudah tidak sabar untuk menceritakan kehebatan Zizi.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
evita vita
keren suka bnget
2023-06-01
1
Adila Ardani
siapa Zizi sebenarnya
2023-02-09
1