Siapa Dia?

"Lepaskan dia," ucap Zizi dengan tenang.

Dia menatap datar ke arah tiga cewek yang sedang menyiksa teman barunya. Zizi awalnya cuek saja mendengar suara gaduh di sekitarnya. Dia tidak mau ambil pusing dengan urusan orang lain. Akan tetapi, saat melihat siapa yang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut membuat Zizi mau tidak mau harus ikut campur. Apalagi saat melihat mangkok beserta isi bakso yang tumpah tidak jauh dari Liora terduduk saat ini. Dengan luka di tangan Liora yang juga tidak bisa dikatakan biasa saja. Zizi harus ambil tindakan untuk segera membawa pergi temannya itu dari perilaku anak-anak yang nggak bener itu.

"Siapa kamu? Mau jadi pahlawan di sini, heh!" bentak Imel dengan melotot menatap Zizi.

Sreeeettt

Zizi tidak peduli apa yang dikatakan Imel. Dia justru menarik Liora yang masih bersimpuh di lantai. Dia bermaksud membawa Liora ke UKS untuk mengobati luka tangannya yang melepuh karena terkena panasnya kuah bakso yang dia pesan tadi.

"Heh! Berani kamu ya!" teriak Imel dan maju menghadang Zizi.

Sreeeettt!

Bug!

Bug!

Aduh!

"Kurang ajar!" kali ini Cindi yang bergerak dengan tangannya yang bersiap untuk menampar wajah Zizi.

Setttt!

Plaaakkk!

"Aaarkkkhhh!" teriakan itu bukan berasal dari zizi melainkan cindi yang justru terkena tampar duluan oleh Zizi.

Gadis berwajah datar itu tentunya tidak ingin dia mengalami kekerasan lebih dulu. Dia akan melawan semampu yang dia miliki.

Sreeettt!

"Zizi awas!" teriak Liora saat melihat Devina mengangkat botol minuman dan hendak memukulkannya ke kepala Zizi. Liora berusaha ingin melindungi Zizi akan tetapi dia kalah cepat.

Bug!

Seeettt!

Pyaar!

Botol minuman itu pecah setelah ditangkis dengan cukup keras oleh Zizi. Akibatnya Devina justru terjatuh karena posisi tubuhnya yang tidak seimbang.

Zizi menatap ketiga cewek yang sudah membulli teman barunya itu dengan baik. Dia mengingat-ingat wajah ketiganya. Akan dia tandai itu ketiga cewek biang onar dan kerusuhan. Suka sekali mereka menindas kaum yang lemah. Ternyata hanya segitu saja kekuatan ketiganya.

"Aduuuhhh....." Devina meringis sambil memegangi pantatnya yang sakit akibat membentur ubin yang dingin.

Sedangkan Zizi cuek saja melewati ketiganya. Dia menarik tangan Liora untuk meninggalkan kantin dan menuju ke UKS. Zizi bahkan tidak menghiraukan teriakan Devina cs yang mengancam akan membuat perhitungan dengannya.

Kepergian Zizi dan juga Liora tidak lepas dari pandangan ke empat cowok tampan di sekolah SMA Dirgantara. Ke empatnya menatap dengan pandangan kagum akan aksi heroik dari sang siswi baru.

"Luar biasa, siapa dia? Berani sekali melawan si ratu kecentilan itu?" tanah Steven dengan nada mengagumi sosok Zizi.

"Benar, baru kali ini ada cewek yang berani melawan Devina. Luar biasa," puji Mike sambil bertepuk tangan ringan.

"Sungguh gadis yang menarik," ujar Brian sambil meneguk minuman dinginnya.

Sedangkan Defan tidak berkomentar. Dia hanya tersenyum menanggapi semua komentar dari teman-temannya.

"Dia cukup lumayan keren sih. Karena selama ini tidak ada yang bisa menandingi si ulat bulu tersebut," kata Mike sambil cekikikan.

Dia melihat Devina cs masih tampak kesal dengan kekalahannya melawan anak baru yang selalu menampilkan raut wajah datarnya tersebut.

"By the way, namanya siapa sih anak baru itu?" tanya Mike yang masih penasaran dibuatnya.

"Zifanya Gantari, panggilannya Zizi," jawab Defan dan Mike pun manggut-manggut dibuatnya.

"Namanya sungguh cantik. Sama seperti orangnya, yang udah cantik, pemberani lagi," puji Mike kembali.

"Wah, ada yang jatuh hati neh rupanya," celetuk Steven melihat wajah Mike yang berseri-seri sedari tadi.

"Eh, cewek kayak dia itu unik lho. Kalau modelan kayak ulet bulu sih bikin bosen aja," ucapan Mike itu membuat salah satu diantara mereka ada yang mendadak panas.

Dia merasa ikut tertantang untuk mendekati anak baru tersebut. Dia ingin tahu apakah cewek itu akan bisa tidak tergoda akan pesona miliknya yang mampu membuat siapapun bertekuk lutut di hadapannya. Brian meneguk minumannya sampai tandas. Dan sikap Brian tidak lepas dari tatapan seseorang di sampingnya.

Kenapa dia?

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!