Pertengkaran Kendra dan Zaskia nyatanya tak cukup hanya di kamar saja. Kendra masih mendiamkan sang istri hingga keesokan harinya. Seperti yang terjadi sekarang di ruang makan. Mereka menikmati sarapan paginya dengan duduk saling menjauhi dan tanpa ada satupun yang memulai pembicaraan.
Bu Marni, Bu Sumi dan Tania diam-diam mengintip dari balik ruang dapur. Mereka merasa iba pada kedua majikannya yang semakin sering bertengkar akhir-akhir ini.
" Kasihan Nona dan Tuan, mereka tambah sering bertengkar sekarang. Padahal dulu Bibi kagum melihat mereka yang sangat serasi dan romantis. " ungkap Bi Marni trenyuh. Ia berada diposisi paling depan, ketiganya sudah seperti anak kecil yang main kereta-keretaan saat ini.
" Iya, Bi. Habis Non Zaskia nggak mau hamil sih. Coba kalau udah hamil, pasti nggak bakal berantem lagi. Padahal kurang apa Tuan Kendra, udah ganteng, baik, kaya lagi. " timpal Bi Sumi.
Tania hanya memandangi pasangan itu tanpa ikut berkomentar. Ia masih teringat kata-kata Kendra kemarin malam. Yah, dirinya tahu diri bahwa ia sama sekali tak ada artinya bagi Tuan Kendra.
" Sudah Tania, kau tak boleh sakit hati. Dari awal kau itu bukan siapa-siapa. Apalah dirimu jika dibandingkan dengan Nona Zaskia, bagai buih ditengah lautan. " batinnya menguatkan.
Kedua pasangan itu bahkan tak menghabiskan sarapan pagi mereka. Zaskia berniat pergi, dirinya sama sekali tak bernafsu dengan makanan yang terhidang diatas meja.
" Kia, habiskan dulu sarapanmu. " tegas Kendra dengan wajah datarnya. Meskipun kesal, ia tak mau istrinya sampai sakit karena sering melewatkan sarapan paginya.
" Ken? Bagaimana aku bisa makan, sedangkan nafsu makanku saja menghilang. Oh, ayolah. Jangan mendiamkanku lagi seperti ini. " pinta Zaskia menghiba.
Kendra membuang kasar nafasnya,
ia sendiri tidak mampu mendiamkan istrinya lebih lama.
" Baiklah. Tapi, setelah ini habiskan sarapanmu kembali. Badanmu tambah kurus sekarang." pinta Kendra sambil beranjak dari kursinya dan bersiap untuk bekerja.
Senyum Zaskia mengembang sempurna, ia mendekat dan memeluk tubuh Kendra. Ia tahu pasti sang suami tidak bisa mendiamkannya lama-lama.
" Makasih, honey. "
Bi Marni dan Sumi senyum-senyum sendiri melihat pasangan itu kembali akur dan bermesra-mesraan. Tapi berbeda dengan Tania, entah mengapa hatinya gerah melihat kemesraan dua sejoli itu.
Bi Marni dan Bi Sumi begitu terkejut saat menyadari kedua majikannya berjalan ke arah dapur. Saking kagetnya, Bi Marni menginjak kaki Bi Sumi.
" Aaawww..Bi Marni! "
Bi Sumi yang latah dan hampir jatuh malah berpegangan pada Tania yang sedang tidak fokus. Gadis itu terkejut dan kehilangan keseimbangan. Bi Sumipun terjatuh menimpa tubuh Tania.
" Aduh Bibi. "
" Neng Tania, eh maaf. Ini Bi Marni nginjek kaki Bibi. " Bi Sumi segera bangun dari tubuh Tania.
Kendra dan Zaskia yang telah sampai dapur ikut terkejut melihat tingkah para pelayannya. Tadinya mereka hendak meminta pelayan untuk membereskan dan menghabiskan makanan yang ada di meja makan.
Melihat Tania yang masih meringis sambil memegangi bokongnya, buru-buru Kendra membantu gadis itu untuk segera bangun.
" Kau tidak apa-apa? "
Pria itu mengulurkan tangannya, ragu-ragu Tania menerima uluran tangan Kendra. Pria itu mengangkat dan membantunya berdiri dengan sempurna.
" Terima kasih, Tuan. " jawab Tania sambil menundukkan wajah. Jantungnya selalu berpacu jika berdekatan dengan pria itu.
Namun, keduanya dikejutkan saat Zaskia menarik tubuh Kendra mundur hingga tautan tangan mereka terlepas.
" Ayo honey. Kau bisa telat bekerja nanti. " ajaknya sambil memeluk pinggang suaminya posesif.
" Oh ya Tania. Tolong bereskan meja makan ya. Tadi masih banyak sisa makanan disana. Kalian bisa memakannya nanti. "
" Baik, Nona. "
Tania memperhatikan kepergian mereka.
" Pantas Tuan sama sekali tak melirikku. Nona Zaskia benar-benar wanita yang sempurna. " benaknya berkecil hati.
***
Setelah mengantar kepergian Kendra. Zaskia mulai menjalankan rencana cadangannya. Ia telah meminta sang manager untuk membelikan obat perangsang.
Menurutnya hanya itu satu-satunya cara sebab Kendra sepertinya sama sekali tak tertarik pada Tania.
Sang manager datang sebelum Kendra pulang dari kantornya. Zaskia sengaja menunggu di depan rumah agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
" Nona, ini obat yang anda pinta. Aku jamin dengan obat ini Tuan Kendra pasti tidak akan tahan untuk tidak menerkam mangsanya." sang manager meyakinkan. Sedikit banyak Zaskia selalu menceritakan kehidupan pribadinya bersama sang manager.
" Ok. Jika obat ini berhasil aku akan menambah bonusmu bulan depan. Sekarang kau pergilah dari sini sebelum suamiku pulang. "
Zaskia kembali masuk ke dalam rumah. Ia harus bergegas menjalankan rencananya sebelum Kendra pulang.
***
Tak berselang lama, Kendrapun tiba dirumah. Ketika memasuki kamar, ia melihat Zaskia telah terlihat cantik dan rapi.
" Kau mau pergi? " tanyanya malas. Padahal dia ingin sekali menghabiskan waktu bersama istrinya.
" Maafkan aku. Ada salah satu produser rumah musik ternama yang ingin merekrutku. Dia menjanjikan padaku akan menjadikanku penyanyi go internasional. Ini benar-benar kesempatan langka, aku tidak boleh menyia-nyiakannya. " bujuk Zaskia sambil mengecup bibir sang suami.
" Baiklah. Tapi ingat, jangan kegenitan dan jangan pulang terlalu larut malam. "
" Okey Honey. Aku janji, aku tidak akan macam-macam. Oh ya. Aku sudah menyiapkan kopi hangat untukmu. " Zaskia menunjuk kopi yang telah ia simpan diatas nakas.
" Baiklah. Hati-hati. Aku akan meminumnya setelah mandi. "
Zaskiapun segera pergi, namun sebelumnya ia berpesan pada Tania untuk mengambil cangkir kotor dikamarnya nanti malam.
" Kenapa harus nanti malam, Nona? Bagaimana jika ada Tuan didalam." Tania mengernyit heran.
" Kendra memang sudah pulang. Tadi aku membuatkan kopi, tapi belum diminum. Jika suamiku tidak membukakan pintu, kau masuk saja. Mungkin dia sudah tidur karena kecapean. Aku tidak suka ada cangkir kotor di kamarku. " pesan Zaskia.
Tania hanya mengangguk patuh tanpa sedikitpun merasa curiga.
" Baik, Nona. Nanti saya akan mengambilnya. "
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karyaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
teysceria
2024-08-18
0
Ani Ani
apa akan jadi
2024-08-13
0
Helwatun Nazwa
astaga Saskia kamu benar benar istri yang ingin berbagi suami
2024-06-14
0