Akhirnya hari itu tiba, hari dimana Tania akan dinikahi secara siri oleh Kendra Ardiansyah. Kendra sengaja menyewa salah satu kamar hotel sebagai tempat dirinya melaksanakan ijab kabul dengan Tania.
Zaskia sebagai istri pertama pun ikut andil disana. Ia mendadani Tania dengan make up sederhana sebab gadis itu memang tidak pernah menggunakan make up tebal bahkan jarang sekali merias diri.
" Wah.. Tania. Kamu benar-benar sangat cantik. Aku sampai pangling melihatmu. Aku jadi takut mas Kendra kepincut sama kamu." goda Zaskia.
Tania memandangi pantulan wajahnya di cermin. Ia nampak begitu cantik dengan kebaya putih sederhana, namun begitu pas di badannya. Sebuah senyum tersungging tipis di bibir gadis itu. Entah sudah berapa lama dirinya tidak pernah memoleskan make up ke wajahnya. Jangankan memikirkan make up, untuk masalah kebutuhan sehari-hari saja belum tentu cukup.
" Nona bisa saja. Tentu saya tidak bisa dibandingkan dengan anda. Anda jauh lebih cantik dan sempurna, saya yakin Tuan tidak akan bisa berpaling ke lain hati." sanggah Tania.
" Bahkan dia sampai rela menikah dengan wanita lain hanya demi menuruti keinginan anda. " batin Tania.
Zaskia tersipu mendengarnya, memang cinta dan kesetiaan Kendra rasanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
" Ayo, siap-siap. Penghulu sudah datang. " ajaknya saat melihat Kendra menyambut kedatangan penghulu dan para saksi.
Mendengar kedatangan penghulu, entah mengapa tubuh Tania seakan membeku. Rasa gugup, takut dan cemas tiba-tiba menghampirinya. Langkahnya tiba-tiba berhenti saat Zaskia menarik tangannya.
" Tania? Kau kenapa? " tanyanya saat melihat raut wajah gadis itu berubah muram.
" Nona? Aku..aku takut. Apa anda yakin akan meneruskan acara ini? Apa anda tidak cemburu jika Tuan Kendra menikah denganku?" Tania mulai ragu akan keputusannya.
Sama seperti gadis pada umumnya, diapun sebenarnya juga pernah bermimpi duduk dipelaminan bersama lelaki yang dicintai. Berfoto bersama para keluarga dan berbagi kebahagiaan bersama. Bukan pernikahan yang bahkan orang tuanya saja tidak diperkenankan hadir disana.
" Aku tidak akan cemburu, Tania. Aku percaya padamu dan mas Kendra. Maaf, mungkin diriku sedikit egois. Tapi, aku berjanji bahwa kau dan keluargamu tidak akan pernah menderita setelah ini." Zaskia meyakinkan.
Perlahan Tania kembali berjalan dan duduk disamping Kendra. Pria itu hanya meliriknya sesaat lalu kembali menghadap ke penghulu.
" Mari, Pak. Bisa kita segera mulai?" ia tak ingin membuang-buang waktu supaya acara ini cepat selesai.
Akad nikahpun akhirnya digelar. Hati Zaskia bergetar hebat ketika mendengar sang suami mengucapkan kalimat ijab kabul dengan lancar. Meskipun berpura-pura tegar, tetapi tetap saja nalurinya sebagai wanita tidak bisa mengikhlaskan sepenuhnya sang suami menikah kembali.
" Seandainya orang tuamu mau bersabar dan mengerti. Mungkin posisi kita tidak akan seperti ini, Mas. " ia segera menyeka bulir bening yang hampir saja bergulir membasahi pipi. Bagaimanapun semua ini atas dasar permintaannya sendiri.
Sedangkan Tania, air matanya bahkan tak mampu untuk dibendung lagi. Tiba-tiba dirinya teringat Bu Minah saat Kendra melafalkan kalimat ijab kabul dihadapan penghulu.
" Maafkan Tania, Bu. Tania terpaksa menyembunyikan hal sebesar ini pada kalian semua. " batinnya merasa bersalah. Ia yakin ibunya pasti sangat kecewa dengan apa yang ia lakukan.
Tetapi penyesalan itu sudah tidak bisa diulang kembali saat para saksi mengucapkan kata " sah " yang artinya kini dirinya telah resmi menjadi istri Kendra Ardiansyah meski hanya sebagai istri siri.
Para penghulu, wali hakim dan para saksi segera pergi setelah acara selesai. Kini tinggal Kendra, Tania dan Zaskia dalam ruangan tersebut.
Ada rasa canggung diantara ketiganya, ditambah lagi sekarang status Tania adalah istri siri dari suami Zaskia.
" Tania. Aku ucapkan selamat. Untuk hari ini aku izinkan kau bersama dengan suamiku. Aku harap kalian bisa menikmati malam pertama kalian. " ungkapnya seraya tersenyum pada keduanya. Meskipun hal itu berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan saat ini. Rasanya sungguh tak rela ketika dia membayangkan tangan suami menjamah tubuh wanita lain.
Zaskia langsung berpamitan, ia beralasan bahwa dirinya harus kembali menghadiri acara di salah satu stasiun televisi. Padahal yang sebenarnya, ia ingin kembali pulang
kerumah untuk menumpahkan kesedihannya.
Tania tertunduk lesu di tepi ranjang berukuran king size yang telah dipersiapkan untuk malam pengantinnya bersama Kendra.
Sedangkan Kendra, ia memilih duduk di sofa sambil meneguk minuman dingin. Sesekali ia melirik Tania yang sepertinya tengah menangis.
" Kau tidak apa-apa? " tanya Kendra ragu.
Tania bergegas menghapus airmatanya.
" Saya baik- baik saja, Tuan. " jawabnya tanpa berani mengangkat wajahnya.
Jantung Tania berdebar tak karuan saat mendengar langkah kaki Kendra mendekat kepadanya. Ia jadi ingat bahwa sekarang adalah malam pertama mereka.
Pria itu duduk disamping Tania dan menciptakan jarak diantara keduanya. Kedua tangannya bertumpu di kasur, sedangkan pandangannya menerawang menatap langit-langit kamar.
" Maaf telah membuatmu terjebak dalam pernikahan ini. Kau tidak perlu takut, aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya sekarang. Aku akan menunggumu hingga kau siap melakukannya. "
Jujur Kendra sendiri rasanya tak tega menyentuh gadis itu. Bayangkan saja, Tania barulah gadis remaja berusia 17 tahun yang masih awam tentang hal-hal yang berbau dewasa. Sedangkan dirinya adalah seorang pria matang dan dewasa, tetapi dalam hatinya hanya tertulis satu nama yaitu Zaskia.
" Jika anda menanyakan kesiapan, tentu saya tidak akan pernah siap, Tuan. Akan tetapi, jika ini merupakan tuntutan dari anda sebagai suami. Saya rela menyerahkan apa yang saya miliki." jawab Tania masih menundukkan wajahnya.
Mendengar ucapan Tania barusan, Kendra seketika menoleh kearah gadis tersebut. Ia mengernyit karena heran sekaligus tak menyangka, gadis kecil nan lugu itu ternyata bisa berbicara layaknya orang dewasa.
" Lebih baik kau mandi dan beristirahat. Aku ingin menghirup udara diluar. " Kendra memilih bangkit dan pergi. Meskipun ia mendengar kesiapan Tania, tetapi dia sendiri belum siap menyentuh gadis itu.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Hani Ekawati
Istri stres
2024-09-20
1
zahra ou
trs mertuamu suruh nunggu brp thn? ya klo 1x program lngsung jd. tp klo Allah mrah gk ngasih kturunan hayooo???
2024-08-28
0
Gamar Abdul Aziz
lanjut
2024-08-24
0