Hasrat Sang Dosen

Happy Reading.

Aaron meninju tembok berkali-kali, membuat jemarinya memerah mengeluarkan darah, hatinya hancur ketika melihat tatapan kebencian di mata wanita yang sangat dicintainya itu.

Dirinya sudah menyesali semua perbuatannya, tapi kenapa Devina masih juga tidak mau memaafkannya?

"ARRRGGGGHHH!!!"

"Aaron! Hentikan!! Jangan lakukan ini!" Zoey menarik tangan Aaron menghentikan kegilaan pria itu.

"Lepaskan, jangan halangi aku!" Aaron menyentak tangan Zoey dan kembali memukul tembok melampiaskan amarahnya.

"Tidak, jangan seperti ini, ku mohon Aaron, aku tidak ingin calon Ayah dari bayiku terluka!" seru Zoey menangis.

Aaron yang mendengar itu langsung menghentikan kegiatannya, "apa yang kamu katakan? Hah!!"

Zoey terkejut ketika Aaron menarik lengannya kasar, membenturkan pungggu Zoey ke dinding. "Cepat katakan!!"

"Aku hamil!" lirih Zoey menunduk. Sungguh dirinya begitu takut melihat Aaron yang menatapnya dengan tajam.

Apalagi saat ini punggungnya terasa sangat sakit akibat benturan keras yang dilakukan oleh Aaron.

"Hahahah, jangan menipu ku, jalangg, aku selalu memakai pengaman saat melakukan itu, jadi jangan harap kamu bisa membohongi ku!" Aaron pergi begitu saja meninggalkan Zoey yang sudah menangis.

"Aaron!! Aku tidak berbohong!! Aku benar-benar hamil anakmu!" seru Zoey tanpa bisa mengejar Aaron karena merasakan kakinya lemas.

Sedangkan di sisi lain.

Devina duduk di sofa yang berada diruangan Alexander dengan emosi yang masih membara, melihat Aaron sungguh membuat moodnya berubah menjadi sangat buruk, apalagi saat melihat pria itu berlutut memohon seperti tadi membuat hati Devina nyeri.

Devina sama sekali belum bisa melupakan setiap kenangan bersama pria itu.

Namun ketika mengingat saat Aaron dan Zoey berciuman dengan begitu liar membuat dada Devina terasa sesak.

Tidak terasa air mata mengalir dari mata hazel wanita itu, Alexander yang menatap Devina begitu lemah karena cinta sungguh merasa kesal.

"Apa kamu masih suka menangisi keponakan ku itu?" tanya Alexander duduk di samping Devina.

Wanita itu tidak menjawab, masih menangis sambil tersedu, rasa sakit akan pengkhianatan itu sungguh sangat menyakitkan. Lebih baik dia sakit fisik daripada sakit hati, karena sakit fisik lebih gampang diobati, kalau hati pasti akan sangat sulit.

Alexander meraih Devina ke dalam pelukannya, sungguh dia benar-benar merasa tidak tega jika melihat kondisi wanita yang berhasil menarik perhatian nya jadi mengenaskan seperti ini.

"Sudah, jangan menangis, aku tidak ingin melihat kamu menangisi pria brengsekk seperti itu lagi, air matamu terlalu berharga!" bisik Alexander.

Devina mengusapkan wajah di kemeja Alexander, bahkan dia mengelapkan ingusnya yang keluar.

"Maaf, saya akan mencuci kemeja anda maafkan saya Mr." Alexander mengusap wajahnya kasar.

Ternyata gadis secantik Devina bisa berbuat jorok juga. "Kamu tidak perlu mencuci kemejaku, kamu juga tidak perlu menggantinya, cukup turuti permintaanku," ucap Alexander.

Devina menarik dirinya dari dekapan Alexander, menatap pria itu dengan mengurutkan keningnya. "Memangnya apa yang Mister minta dari saya?"

"Kalau kita sedang berdua seperti ini, tidak perlu bersikap formal," Alexander menyeringai.

"Baiklah, kalau begitu jawab pertanyaanku, apa yang kamu inginkan dariku agar aku tidak merasa bersalah karena telah mengotori kemejamu?"

Alexander tidak menjawab, pria itu malah menarik Devina untuk duduk di atas pangkuannya, tentu saja hal itu membuat Devina menjerit tertahan, merasa kaget dengan sikap Alexander yang tiba-tiba.

"Cium aku," ucap Alexander mengunci mata Devina.

"Alexander, tolong jangan seperti ini, kita sedang berada di kampus, nanti kalau ada orang yang lihat gimana?"

Alexander memeluk erat pinggang Devina, "tenang saja, pintunya sudah ku kunci, jadi kalau ada orang ingin masuk pasti akan mengetuk pintu terlebih dahulu," pria itu mulai mencium leher jenjang Devina, membuat wanita itu menggeliat.

Alexander sangat menyukai aroma tubuh wanita di pangkuannya ini, entah kenapa setiap menghirup aromanya bisa langsung membangkitkan hasrat pria introvert tersebut.

Devina merasa terlena dengan sentuhan Alexander, wanita itu mengutuk dirinya sendiri yang selalu tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang tidak sinkron dengan otaknya.

"Alexander, hen-tikan!" Devina menarik rambut Alexander ketika pria itu menggulum cuping telinganya.

Alexander menyeringai, dia selalu tahu di mana letak sensitif wanita cantik ini.

"Aku akan membuatmu menghapus segala ingatan tentang pria itu, dan mulai saat ini kamu hanya perlu mengingatku!" Devina melenguh kala Alexander menyentuh bagian sensitifnya yang berada di bawah perut.

"Aahh, Alex, stop it!!" Alexander mencium bibir Devina, membungkam mulut wanita itu agar tidak berteriak.

Devina menggeliat diatas pangkuan Alexander, membuat sesuatu di balik celana pria itu mengeras.

'Sial, Mr. Alex, kenapa kamu sekarang tidak bisa menahan dirimu!' rutuk Alexander pada senjatanya.

Devina berusaha lepas dari rengkuhan Alexander, mendorong dengan kuat dada bidang yang terasa sangat keras itu.

"Please, kita sama sekali tidak ada hubungan apa-apa, sebaiknya jangan melakukan hal ini lagi," ucap Devina.

Dia tidak ingin selalu terlena dengan perbuatan Alexander, padahal mereka memang tidak ada hubungan apa-apa, selain Dosen dan mahasiswinya.

"Devina, bukankah kamu adalah calon istriku?"

"Itu hanya pura-pura," Devina meronta meminta turun dari pangkuan Alexander.

"Tapi Mamaku tidak menganggap hal itu pura-pura, dia bahkan sudah merembuk kan bersama dengan Daddy dan Mommy mu, jadi aku tidak ingin mengecewakan mereka!"

Bersambung.

*

*

*

Hai semuanya aku ada rekomendasi karya keren dari temen ku

Kurebut Calon Suamimu

Author Yeni Sri

Silvia Lestari tertabrak mobil yang di kendarai oleh Devan Alvandra, seorang Pria yang ia kenali adalah calon suami dari mantan sahabat lamanya. Mantan sahabat yang pernah membuat hidup dan reputasinya hancur seketika. Di tinggalkan oleh kekasih sekaligus kehilangan Ayah tercintanya.

Karena kecelakaan yang tak disengaja membuat tulang kaki Silvia mengalami keretakan parah dan tak mampu lagi berjalan dalam waktu yang lama, sehingga Silvia memanfaatkan kondisi itu dan meminta Devan untuk menikahinya sebagai pertanggungjawabannya dan juga sebagai jalan untuk membalaskan dendamnya terhadap sang mantan sahabat.

Akankah Silvia mampu membuat Devan mencintai dirinya, dan berpaling dari Cathrine, mantan sahabatnya sendiri?

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Apa kabar dgn mu Zoey?? Bahagia kah? Niatnya utk menyakiti orang malah sendiri yg tersakiti, Makanya jdi cewek utu jgn murahan dan ganjen..🙄🙄🙄

2024-06-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Wkwkwkwkwk kamu juga makin terbelit dengan kebejetan kamu sendiri,Itulah yg di namakan KARMA IS REAL,Untung aja Devina fak cepat luluh dan menirima mu lagi, Pasti Devina akan sangat kecewa dan terluka utk je dua kali nya..

2024-06-15

0

Dewi Zahra

Dewi Zahra

semangat kak

2023-07-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!