Daffa Alvares

Happy Reading.

Devina benar-benar tidak menyangka jika pria yang telah mengambil kesuciannya adalah Misteri Alexander, pria yang terkenal dingin dan galak di kampus nya.

"Ti-tidak mungkin, saya tidak percaya jika tadi malam kita telah melakukan hal itu, aku ingat jika pria itu bukan mister," Devina gugup setengah mati, dia berusaha agar terlihat baik-baik saja meskipun saat ini dadanya bergemuruh hebat.

"Devina .....!" desis Alexander menatap wajah cantik yang sudah dia rasakan setiap jengkal tubuhnya itu. "jangan berpura-pura lupa, kau sendiri yang telah memaksaku, ingat!"

"Hahahaha, Mister jangan bercanda, saya tidak mungkin meminta Mister untuk meniduri saya," kilah Devina.

Tentu saja wanita itu hanya berusaha meyakinkan dirinya sendiri, meskipun sudah jelas bahwa Alexander, pria tadi malam yang mengambil keperawanan nya.

Alexander tersenyum miring, "kamu seperti wanita penggoda saat di klub malam itu, bahkan mengancam akan mencari pria lain kalau aku tidak mau tidur denganmu," Devina langsung menutup mulutnya mendengar perkataan dari Alexander.

Antara ingat dan tidak ingat jika tadi malam dia memang berucap seperti itu, tapi kesalahannya di sini adalah Devina tidak tahu jika pria itu adalah dosennya sendiri.

"Tidak mungkin, Mister, saya tidak mungkin mengajak anda untuk ...."

Devina tidak meneruskan ucapannya, sepertinya kalau dia terus berdebat seperti ini akan semakin lama untuk bisa sampai di rumah dan Daffa sudah bisa dipastikan akan memarahinya habis-habisan.

"Baiklah Mister saya akui saya memang salah, jadi anggap saja malam tadi adalah malam yang pertama dan terakhir untuk kita dan tolong anggap bahwa kita tidak pernah melakukan hal itu apalagi saat di kampus tolong berpura-pura lah, jadi kita sama-sama menganggap bahwa semalam kita melakukan one night stand, dan lupakan semuanya setelah ini, permisi!"

Devina melangkah melewati Alexander dan menuju ke arah pintu keluar dengan langkah yang begitu cepat, pria itu hanya menatap daftar kepergian Devina dalam diam.

Tentu Alexander tidak akan pernah terima jika Devina menganggap semalam mereka hanya melakukan one night stand dan akan saling melupakan setelah nya.

"Kamu harus tanggung jawab Devina, jangan lari dari tanggung jawab mu itu setelah mengambil perjakaku!"

Sebagai seorang pria, mendapat perlakuan seperti ini apalagi dari mahasiswinya sendiri tentu saja hal itu merupakan sebuah pelecehan.

Apalagi semalam itu juga adalah malam pertama untuknya, karena selama ini Alexander selalu menolak wanita yang naik ke atas ranjangnya, ataupun yang menggoda nya secara terang-terangan.

Alexander seorang pria introvert yang tidak suka berhubungan dengan orang lain apalagi dengan yang namanya makhluk wanita.

Tadi malam dia pergi ke klub hanya karena ingin menemui seorang teman yang merupakan pemilik klub malam itu.

Tapi nyatanya Alexander tidak bisa menolak seorang Devina, yang dia tahu adalah salah satu mahasiswi di kampusnya, melihat wajah Devina yang mabuk dan meminta dengan tatapan menggoda, nyatanya bisa meluluhkan tembok pertahanan seorang Alexander.

Bahkan Devina adalah mahasiswi yang terkenal di kampus karena paras wajahnya yang cantik dan juga otaknya yang cerdas.

Sedangkan Devina sudah sampai di lantai bawah dan segera berlari keluar dari gedung apartemen itu.

Devina ini aja semalam dia membawa mobil dan sekarang mobil itu pasti masih berada di klub malam tersebut.

"Ah terpaksa aku harus menggunakan taksi dan aku akan meminta seseorang untuk mengambil mobil itu di klub!"

Devina segera menye-stop sebuah taksi dan langsung masuk ke dalam.

*****

Daffa Alvares mantap tajam adiknya yang sedang menikmati makan salad buahnya. untung pakai ini tidak ada jam kuliah pagi untuk Devina dan Daffa.

"Pergi ke mana kamu semalam? dan juga bermalam di mana? karena aku tahu kalau kamu tidak pulang?"

Devina meletakkan mangkuk yang berisi salad buah itu ke atas meja, kemudian wanita cantik itu menatap saudara kembarnya yang saat ini duduk berhadapan.

"Aku bermalam di salah satu rumah sahabatku, maafkan aku tidak izin dulu, aku tidak membalas pesanmu, saat itu aku sudah tidur karena kelelahan," jawab Devina memberikan alasan yang realistis. Meskipun mungkin Daffa tetap saja curiga.

"Teman yang mana Andrea atau Lusiana?" kedua nama itulah yang dapat diketahui sebagai sahabat adik kembarnya itu di kampus.

"Bukan dua-duanya dia ini sahabat baru aku, jadi kamu belum mengenalnya," jawab Devina berbohong.

Karena dia tahu Daffa pasti sudah menghubungi kedua sahabatnya itu dan keduanya tidak tahu jika semalam Devina pergi ke klub untuk mabuk-mabukan.

Daffa nampak memicingkan matanya, "jangan bohong Devina, kamu tahu sendiri kan kalau aku tidak suka dibohongi," ucap Daffa datar namun kalimatnya sanggup menusuk jantung Devina.

"Terserah kamu mau percaya atau tidak, besok aku akan memperkenalkan sahabat baruku itu padamu, dan juga aku akan memberikan nomor teleponnya agar kamu bisa menghubunginya sewaktu-waktu kalau kamu ingin menanyakan tentang keberadaanku!"

Devina beranjak dari sofa dan segera berjalan ke arah tangga untuk menuju ke kamarnya, tentu saja dia malas berdebat dengan Daffa, hal satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah menghindari kakak kembarnya itu.

Daffa tentu saja tahu kalau Devina berbohong, karena ada salah satu temannya mengatakan jika Devina semalam berada di klub atau bar.

Tapi sayangnya orang itu kehilangan jejak Devina dan tidak tahu ke mana perginya wanita itu.

"Semoga saja kamu tidak bermalam dengan pria asing!"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Menyetop

2024-06-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Waahh beruntung nih Devina dapat cowok perjaka dan cowok yg bisa jagain dirinya,gak kayak ponakannya yg suka obral diri ke cewek,setelah itu malah nyalahin cewek yg menggoda nya..🤦🤦🤦

2024-06-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

🤣🤣🤣🤣🤣Langsung ngakak aku,Harusnya cewek yg menuntut pertanggungjawaban,Lha ini cowok,Apa bedanya cowok yg masih perjaka atau gak..😂😂😂😂😜😜😜

2024-06-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!