Happy Reading.
Devina mendengus kesal dengan pria disampingnya ini. Bisa-bisanya dia berkata hal demikian dengan wajah yang datar.
'Kenapa raut wajahnya seperti itu kalau memang dia tertarik padaku? Apa tadi yang dia bilang? memikirkan ku? Heh, mana mungkin!' batin Devina.
Alexander memang hanya bisa menampilkan raut wajah yang datar, mata biru safir yang tajam dan juga alis yang tebal dan tegak membuat semua orang yang menatap mendadak menciut nyalinya.
Sebenarnya Devina mengakui jika Alexander memang sangat tampan, bahkan bila dilihat-lihat ketampanan Aaron masih jauh dibawah nya.
Aaron bukan apa-apa dibandingkan dengan Alexander, pria ini juga sangat terkenal dan memiliki banyak fans wanita, tapi selama ini tidak ada yang bisa mendapatkan hati Alexander karena pria itu sejenis pria yang tidak suka memiliki hubungan yang serius.
Pria itu terlalu jauh untuk di gapai karena dia cenderung suka menyendiri dari pada pergi ke klub untuk bersenang-senang dan mencari wanita.
Tapi kenapa malam itu Alexander berada di klub kalau sebenarnya pria itu tidak suka dengan keramaian?
Gosip yang mengatakan jika dia penyuka sesama jenis juga terpatahkan karena Devina sendiri sudah merasakan bagaimana perkasanya pria itu diatas ranjang.
"Tunggu sebentar, jadi Mister ini bukan penyuka pisang 'kan?"
Alexander mengerutkan keningnya, "pisang?"
"Iya, di universitas sudah menjadi berita umum, mereka semua mengatakan kalau mister ini penyuka pisang, alias penyuka sesama!"
"What!! Penyuka sesama?" tawa Alexander menggelegar.
"Hahahaha, berita macam apa itu?" Devina mendengus.
"Mister jangan tertawa, memang seperti itulah berita yang beredar, selama ini mister tidak pernah dekat dengan wanita, tidak pernah melihat mister membawa pacar, dan juga mister ini introvert!" ujar Devina sedikit kesal.
Alexander menghentikan tawanya.
"Aku memang tidak suka keramaian, bagiku menyendiri itu lebih menyenangkan,"
"Tapi waktu itu mister ada di klub?"
Alexander menghela nafas," aku hanya ingin mencari temanku, dan kebetulan temanku itu pemilik Bar tersebut," jawab Alexander.
"Jadi malam itu mister pergi ke Bar hanya ingin bertemu dengan teman? Bukan untuk mencari wanita?"
"Tentu saja tidak! Aku memang malas meladeni wanita-wanita itu! Menurut ku mereka sangat merepotkan," jawab pria itu.
Devina tidak ingin bertanya lagi, dia sudah cukup membuktikan jika memang Alexander bukankah pria seperti itu.
"Apa kamu sudah dengan jika Aaron masuk rumah sakit karena percobaan bunuh diri?" tiba-tiba Alexander bertanya.
Dan hal itu sukses membuat Devina meradang karena mendengar nama pria brengsek itu lagi.
"Aku tidak peduli, mau dia mati atau tidak, bukan urusanku, karena sekali lihat dia berani' berbohong dan mengkhianati ku, itu artinya apa yang dilakukannya tidak dari hati dan hanya mencari simpati!"
****
Alexander keluar dari dalam mobil setelah memarkirkan mobilnya di depan mansion Mama nya.
Setelah tiga menit berlalu, pria itu membalikkan tubuhnya dan melihat wanita yang tengah ditunggunya itu ternyata masih duduk manis di dalam mobil.
Alexander berdecak kesal, mengapa Devina tidak mau keluar dan dalam mobil, apakah dia ingin membatalkan sandiwara ini dah beresiko Alexander akan mengatakan semua rahasianya kepada Mommy dan Daddy nya.
"Kenapa kamu tidak keluar apa kamu berubah pikiran?" Tanya Alexander menghampiri Devina yang masih betah duduk di dalam mobil.
Devina melirik ke arah Alexander sambil bersikap dada. "Ck, apa kamu benar benar tidak tahu bagaimana cara membuat wanita berkesan?"
Alexander harus menahan diri agar tidak emosi, seperti yang pria itu baru paham jika Devina meminta Alexander untuk membukakan pintu mobil untuknya.
"Silakan tuan putri," ucap Alexander mengulurkan tangannya untuk membantu Devina keluar dari dalam mobil.
"Terima kasih," ucap Devina.
Membuat Alexander sedikit terkejut tidak menyangka jika wanita seperti Devina bisa mengucapkan terima kasih.
Mereka berjalan ke arah pintu yang dijaga oleh beberapa pengawal yang berjejer rapi menyambut kedatangan Alexander dan wanita yang di bawanya.
"Selamat datang Tuan Muda, Nona Muda, nyonya besar sudah menunggu Anda di dalam," ucap salah satu pelayan di keluarga William yang sudah berusia paruh baya itu.
William hanya menanggapi dengan deheman sedangkan Devina tersenyum manis.
Pintu besar itu pun terbuka lebar, Devina tidak terkejut atau pun terperangah melihat bagian dalam dari mansion itu.
Dia juga berasal dari keluarga konglomerat, namun dia harus tertindas di bawah tangan Alexander yang memegang kartu as-nya.
"Bersikaplah manis dan katakan kepada Mama jika kamu adalah kekasihku," bisik Alexander di telinga Devina yang langsung membuat bulu kuduk wanita itu meremang.
****
Aaron hanya bisa memejamkan matanya dan tidak mau membuka nya saat ini, pria itu benar-benar merasa kesepian dan kesakitan.
Sepi karena dia sangat merindukan Devina, namun Aaron langsung sakit mengingat bagaimana dia sendiri yang membuat Devina pergi meninggalkan nya.
"Apakah kamu tidak tahu berita dari mansion?" tanya Mama Aaron yang sedang mengupas kan buah untuk putranya.
Sebenarnya Aaron tidak terlalu peduli, tapi dia hanya ingin menghormati mamanya.
"Memangnya ada berita apa, ma?"
"Alexander sedang membawa seorang wanita yang katanya adalah kekasih pamanmu,"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Gimana ya reaksi Aeron saat tau kalo Devina itu Calon tantenya,Pasti seru nih..Gak sabaran aku menunggu reaksi Aeron..🤣🤣🤣😜😜
2024-06-15
0
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu Besyukur dan kamu yg di pilih,dan kamu yg paling beruntung dong..
2024-06-15
0
Becky D'lafonte
sukurin lo aaron
2023-02-11
0