Aaron

Happy Reading.

Malam semakin larut, tetapi Alexander masih belum mendapatkan wanita yang akan dia bawa ke hadapan mamanya.

Meskipun banyak sekali wanita yang pasti mau diajak untuk pergi, tapi tentu saja Alexander tidak mau asal memilih, sebenarnya pria itu ingin mengajak Devina Alvares untuk pergi menemui mamanya.

Ya, mungkin bisa saja untuk berpura-pura menjadi pasangannya karena Alexander hanya menginginkan wanita itu, tetapi di sini yang diragukan adalah apakah Devina mau jika tiba-tiba Alexander meminta nya untuk ikut menemui sang Mama?

Sedangkan selama ini dia tahu bahwa Putri dari keluarga Alvares ini sama sekali tidak menyukainya.

Apalagi setelah malam panas yang mereka lalui kemarin malam, yang bahkan Devina mengatakan jika mereka harus melupakan malam itu, tentu saja bisa dipastikan bahwa wanita itu tidak akan mau ikut dengan Alexander menemui mamanya sebagai calon menantu.

"Bagaimana kalau aku coba dulu, dan aku bisa mengancamnya kalau sampai dia tidak mau," Alexander menimang-nimang antara ingin menghubungi Devina atau pergi menemui wanita itu di rumahnya secara langsung dan meminta baik-baik kepada Ayahnya.

Tentu saja Alexander bisa saja langsung menghubunginya mengingat bahwa di grup kampus dia bisa langsung mendapatkan nomor Devina dengan sangat mudah.

Tetapi sepertinya lebih baik dia pergi kediaman keluarga Alvares untuk meminta pada tuan David Alvares.

Sedangkan di sisi lain.

Devina mendapatkan pesan dari salah satu temannya yang bernama Andrea, wanita itu memberikan sebuah foto, Aaron yang sedang menyayat pergelangan tangannya.

Sebenarnya dia merasa sangat khawatir dengan mantan kekasihnya itu, Devina tahu kalau Aaron sedang mencari perhatian kepadanya.

Dia sudah sangat hafal sekali bagaimana watak mantan kekasihnya itu, karena nomornya diblokir oleh Devina maka Aaron mengirimkan gambar itu kepada Andrea, dan berharap Andrea akan mengirimkan kepadanya.

"Cih, dasar trik yang sangat murahan! Aku tidak akan terjebak lagi, kalau sampai aku masih berlari untuk mendatangimu itu artinya aku benar-benar menjadi wanita yang paling bodoh di dunia ini!" gumam Devina.

Tidak lama setelah itu panggilan dari Andrea pun muncul di layar.

"Halo," Devina menjawab dengan malas.

"Gimana Dev, apa kamu akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Aaron?"

"Ck, apa kamu pikir aku bakalan langsung lari dan mengunjungi nya? Andrea, aku sudah tidak mau tertipu lagi dengan semua trik murahan dia!"

"Ya, baguslah kalau gitu, udah lama juga aku bilang sama kamu kalau Aaron itu bukan pria yang baik untukmu, tapi beneran nih, kamu gak simpati sama sekali? Dia mau bunuh diri gara-gara kamu putusin, loh?"

Devina menggenggam erat ponselnya, ingin rasanya membanting ponsel itu hingga remuk, tapi untuk apa melampiaskan kemarahannya pada ponselnya yang tidak bersalah.

"Biar dia mati sekalin, aku gak peduli, kamu tau kan kalau pria sialan itu berselingkuh dengan si ular Zoey? Kalau sampai aku kembali padanya, itu akan membuat Zoey tertawa karena aku mau dengan bekasnya, cih!! Menjijikkan!"

Andrea tertawa di seberang telepon.

"Baiklah, baiklah! yang penting aku sudah memberikan pesan dari Aaron yang harus kusampaikan kepadamu!"

"Sebaiknya besok-besok kamu jangan mau lagi kalau disuruh sama pria sialan itu, hubungan kita udah putus di saat aku melihat dia sedang berciuman dengan musuh bebuyutan ku sendiri!"

"Iya, iya!! sudah jangan nangis lagi!"

"Siapa yang nangis!! udah ah, aku mau tidur!!"

*****

Aaron menatap layar ponselnya, tidak ada telepon atau pesan dari Devina, meskipun dia sudah meminta tolong kepada Andrea untuk memberitahu bahwa saat ini dirinya sedang dirawat di rumah sakit.

"Devina, apa kamu benar-benar tidak mau memaafkanku?" guman Aaron.

Sungguh dia sangat menyesali perbuatannya yang telah mengkhianati Devina. Kenapa semuanya begitu terlambat dan saat dia menyadari bahwa perselingkuhannya pasti akan ketahuan.

Bahkan sampai dirinya menyayat pergelangan tangannya sendiri hanya untuk mengambil simpati dari Devina, tapi nyatanya wanita yang sangat dicintainya itu sama sekali tidak menghubungi kembali.

Aaron mendengar suara pintu ruang rawatnya terbuka.

'Ah itu pasti Devina, ternyata dia langsung menemui ke rumah sakit!'

"Devina, akhirnya ....!"

"Aaron! Bagaimana keadaanmu? Syukurlah kalau kamu baik-baik saja!"

"Zoey!! Kenapa kamu ke sini?" ketus Aaron.

Padahal dia mengharapkan Devina yang datang tetapi malah wanita yang telah menggodanya dan membuat dia berselingkuh yang ada di hadapannya saat ini.

"Aku sangat mengkhawatirkanmu Aaron, kenapa kamu bersikap seperti ini padaku?"

"Pergi Zoey!! jangan temui aku lagi!!"

Zoey membelalakkan matanya tidak percaya dengan ucapan Aaron yang tega mengusirnya.

"Apa? kamu mengusir ku?"

"Iya, aku sudah tidak ingin melihat wajahmu lagi, gara-gara kamu, aku jadi diputus oleh Devina, padahal kamu tahu bahwa aku sangat mencintainya!" Zoey mengepalkan tangannya.

Ternyata di mana-mana pria itu sama saja, setelah merasakan manisnya madu, dia tinggalkan begitu saja.

"Jadi kamu mengusir ku hanya karena Devina?? tega sekali kamu, Aaron!! apa sih yang kamu suka dari dia?? lagian dia juga tidak bisa memberinya tubuhnya pada kamu, lalu untuk apa kamu masih menginginkannya!!" seru Zoey.

"Diam Zoey, aku akan bersikap baik lagi kepadamu, asalkan kamu bisa mengembalikan Devina kepadaku!!"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah gitu ding Devina,Jangan jadi bodoh,Suruh aja selingkuhan nya yg datang..

2024-06-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ugut aja Devina pasti dia akan mau,Cewek itu harus di paksa..😂😂😜😜

2024-06-15

0

Dewi Zahra

Dewi Zahra

rasain kamu' aroun

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!