Perselingkuhan

Happy Reading

Devina mengerjabkan matanya beberapa kali, kepalanya terasa sangat berat dan sakit, perlahan wanita itu berusaha untuk bangun, namun dia langsung meringis karena karena daerah intinya begitu sakit dan badannya terasa remuk.

Devina ingat jika tadi malam dia baru saja menghabiskan malam panas dengan seorang pria. Bahkan Devina masih ingat bagaimana pria itu membuatnya tak berdaya setelah beberapa ronde mereka lakukan.

"Aku harus segera pulang, Daffa pasti mencari ku!" Devina melihat tasnya ada di meja samping ranjang. Matanya mengedar mencari pakaian yang dia pakai tadi malam.

Devina melihat pakaiannya ada di atas meja kecil dan tertata rapi, sepertinya pria yang menghabiskan malam panas dengannya ini yang merapikannya.

Saat Devina bangun, wanita itu bisa melihat bercak darah di sprei, tiba-tiba mata Devina terasa panas, air matanya mengalir tanpa bisa dicegah.

Kilasan balik saat dia patah hati dan melakukan hal semacam ini tiba-tiba berputar di otaknya. Sungguh tidak pernah Devina bayangkan jika kesucian yang dia jaga untuk Aaron, akhirnya dia serahkan kepada pria asing.

Kehancuran hatinya karena dikhianati oleh kekasih dan musuh bebuyutannya adalah hal yang membuatnya berbuat hal nekat seperti ini. Devina sangat sakit hati dengan apa yang dilakukan oleh Aaron dan juga Zoey, wanita ular yang sejak dulu mencari masalah dengannya.

Sehari yang lalu.

"Sayang, ini untukmu," Devina tersenyum ketika mendapatkan sebuah buket bunga lily dari Aaron kekasihnya. Mereka sudah berhubungan selama sepuluh bulan dan itu tidak di ketahui oleh Daffa.

Daffa adalah saudara kembar Devina yang sangat posesif.

Kalau Daffa tahu jika Devina memiliki kekasih, pasti dia akan menyuruh Devina memutuskan hubungan dengan Aaron saat itu juga.

"Terima kasih, sayang." Devina tersenyum sambil mengambil buket bunga itu. Sejak dulu Devina memang sangat menyukai bunga Lily.

"Kamu ingat kan kalau hari ini, tanggal ini, adalah hari jadi kita yang ke sepuluh bulan, tapi kita masih menyembunyikan hubungan ini dari saudara kembar mu, apa kamu tidak ingin memberitahukannya,, jadi kita bisa bebas untuk pergi berkencan sayang."

Devina terdiam, bukan maksud ingin menyembunyikan hubungan mereka, tetapi sikap Daffa sangat posesif terhadap nya apalagi Daffa sangat tidak menyukai kalau Devina dekat dengan seorang laki-laki.

"Kalau Daffa tahu hubungan kita pasti dia akan langsung meminta aku putus darimu,, aku tidak mau Sayang, aku sangat mencintaimu," jawab Devina, "tapi tenanglah, suatu saat nanti aku akan bicara baik-baik dengan Daffa agar dia bisa mengerti bahwa kita saling mencintai," lanjutnya.

Aaron memeluk Devina dan mencium pucuk kepala gadis itu. Pria itu sangat mencintai Devina, sudah sejak kelas 10 Aaron mengincar gadis itu dan baru bisa mengambil hati Devina sepuluh bulan yang lalu, tepatnya setelah hari Valentine.

"Baiklah, aku masuk kelas dulu, kamu tahu kan Dosen berikut nya si killer itu, aku benar-benar tidak menyukainya." Aaron menarik hidung Devina gemas.

"Jangan begitu, dia adalah Paman ku, nanti kalau dia dengar pasti kamu akan di hukum olehnya." Devina mengaduh sambil mengeluh karena hidungnya yang terasa sedikit nyeri karena tarikan Aaron.

"Suka banget sih narik hidungku!" Ucap Devina kesal.

Aaron hanya terkekeh sambil merangkul bahu kekasihnya itu.

"Habisnya kamu nge-gemesin, cantik banget kalau lagi marah begini." Devina memukul bahu Aaron pelan.

"Berarti kalau gak marah gak cantik nih!" Devina semakin cemberut.

"Cantik banget, kamu itu bagai bidadari surga yang turun dari langit, aku sangat bangga dan bahagia bisa menjadi kekasihmu." Aaron mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir wanita itu.

Tapi Devina langsung memalingkan wajahnya sehingga Aaron hanya bisa mengecup pipi kirinya.

"Kenapa sih, gak mau di cium? kita sudah dewasa kok, kalau untuk berciuman bibir?" Tanya Aaron memelas.

Devina memang selalu menolak setiap ingin mencium bibirnya oleh Aaron. Gadis itu merasa belum siap untuk memberikan bibirnya kepada pria yang dicintainya itu, entah apa yang dipikirkan Devina, dia tidak sama dengan teman-temannya yang lain yang mengumbar ciuman mesra di manapun, bahkan teman-temannya sudah sering melakukan hubungan suami istri dengan kekasihnya, tetapi Devina tidak mau melakukannya.

"Aku belum siap dan tidak ingin melakukan itu Aaron, kamu bisa ngerti kan?" Tanya Devina memegang tangan kekasihnya.

Aaron tersenyum dan membelai rambut Devina. "Iya sayang, aku ngerti kok, kamu tenang saja, aku bisa tahan sampai kamu siap." Jawab pria itu.

Setelah itu Devina dan Aaron kembali ke kelas masing-masing karena Dosen sudah nampak berjalan ke arah kelas. Sebelum masuk ke kelas Devina menyimpan buket Lily itu ke dalam loker.

Devina duduk di bagian pojok belakang karena dia tidak suka pelajaran kali ini. Bukan mata pelajarannya yang tidak disukainya, tetapi Devina tidak suka dengan Dosennya itu.

Mister killer julukan Devina untuk pria tampan yang saat ini sudah berdiri di depan kelas sambil menerangkan pelajaran.

Padahal semua sahabatnya mengidolakan sosok killer tersebut. Wajah tampan, dingin, tegas dan cool, itulah definisi sosok Alexander. Pria berusia 27 tahun, memiliki postur tubuh Atletis, tampan dan pendiam, namun banyak di kagumi oleh para wanita dikampusnya

Tetapi sifatnya sangat dingin dan selalu menatap Devina datar tanpa ekspresi, yang membuat wanita itu benar-benar tidak menyukainya.

Devina hanya diam sambil menunduk pura-pura memahami apa yang di terangkan, padahal Devina sedang membaca Novel yang dia bawa.

****

Devina pergi keluar kelas ketika baru saja mendapatkan pesan dari seseorang. Saat itu guru Killer tersebut sudah keluar dari dalam kelas karena jam pelajaran akan berganti.

Devina mendapatkan pesan dari sahabat baiknya yang mengatakan bahwa dia telah melihat kekasihnya Aaron sedang bermesraan dengan wanita lain di roof top.

Gadis itu langsung berlari ke atap gedung sebelah karena gedung fakultas Aaron dan Devina berbeda.

Mata Deva membulat, matanya memanas seketika melihat pemandangan di depannya itu.

Hati Devina terasa sesak, dia melihat Aaron sedang berciuman dengan gadis lain, dan yang lebih membuat Devina hancur, Aaron mencium gadis yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya, Zoey.

"Aaroon!!" teriak Devina.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Karena ini lah Aeron selingkuh,SeCINTA apapun seorang Pria itu akan tetap kalah dgn Nafsu nya..

2024-06-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kalo Cinta kenapa selingkuh??

2024-06-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Belum aja jadi suami udah segitunya patah hati,PATAH SATU TUMBUH SERIBU,Ngapain ngerusak diri sendiri hanya karena lelaki,Ydah bagus ketahuan brengseknya sebelum kalian menikah,kalo udah nikah itu namanya patah hati..

2024-06-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!