Happy Reading
Devina berteriak memanggil Aaron yang masih asik berciuman dengan seorang gadis yang tidak lain adalah musuh Devina.
Aaron langsung melepaskan tautan bibirnya ketika mendengar suara kekasihnya itu memanggilnya.
"Sa,, sayang, aku bisa jelaskan semua ini!" Ujar Aaron dengan wajah yang memucat.
Dia sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa Devina datang ke tempat itu. Zoey, gadis yang berciuman dengan Aaron tersenyum sinis menatap Devina.
Seakan mengatakan bahwa dia telah berhasil merebut pria itu dari Devina.
Devina hanya diam sambil mengepalkan kedua tangannya, dadanya seperti di hantam batu besar yang membuatnya sesak, hatinya sungguh sakit seperti tersayat pisau belati tajam. Dia tidak menyangka bahwa kekasih yang sangat dicintainya itu berani bermain di belakangnya dengan gadis lain, bahkan gadis itu adalah orang yang sangat dibenci oleh Devina.
Aaron berlari mendekati kekasihnya dan ingin menyentuh tangan Devina, tetapi Devina langsung menepisnya dan mundur satu langkah.
"Sayang, semua ini tidak seperti yang kamu lihat,, kamu salah paham. Aku bisa jelaskan semuanya sayang! please." Aaron memohon.
"Tidak perlu ada yang dijelaskan lagi,, aku sudah melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kamu berani mengkhianatiku, Aaron!" ucap Devina datar.
Sungguh sebenarnya dia ingin sekali menangis. Tetapi setelah melihat senyum sinis dari bibir gadis yang menghancurkan hubungannya dengan Aaron membuat Devina menahan tangisan itu.
"Tidak sayang, dia yang menggodaku, aku tidak..!"
"Cukup! tidak perlu dijelaskan lagi,, silakan teruskan acara kalian tadi! maaf sudah mengganggu,, permisi!" Devina mengatakan semua itu dengan wajah datar dan tenang tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.
Aaron menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin Devina meninggalkannya, pria itu sangat mencintai Devina.
Devina membalikan badan dengan angkuh. Gadis itu melangkah sambil menahan sesak di dadanya.
"Tidak, Sayang jangan pergi!"
Aaron masih berusaha ingin menyentuh tangan Devina, tapi lagi-lagi Devina langsung menepisnya. Gadis itu sudah merasa jijik di sentuh oleh pria ini.
"Dia, dia menggodaku! aku sudah menolak tetapi dia selalu merayuku!" Tunjuk Aaron pada Zoey.
Devina memejamkan matanya, berusaha mengusir bayang-bayang adegan laknat tadi.
"Aaron, bukankah kamu juga menikmati? bahkan kamu juga sudah menikmati tubuhku, sekarang kita sudah ketahuan oleh kekasihmu, sebaiknya berkata jujur saja!" Ucap Zoey semakin memanasi.
Jadi mereka sudah sampai sejauh itu! keterlaluan! aku akan membalas perbuatan kalian! Batin Devina.
"Tutup mulutmu Zoey, kalau bukan kamu yang merayu, aku pasti tidak akan tergoda!" Aaron menatap tajam ke arah wanita yang bercu mbu dengannya tadi.
Devina merasa sudah tidak tahan dengan semua kenyataan yang sebenarnya ini. Aaron sang kekasih telah mengkhianati nya dengan Zoey. Sepertinya rasa dendam terhadap gadis yang bernama Zoey akan semakin tumbuh dengan semua kenyataan yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri saat ini.
Terlebih dengan Aaron, Devina sangat mencintai pria itu, tapi cintanya sudah di sakiti dan di hancurkan sampai remuk.
Zoey sejak awal masuk ke kampus memang sudah tidak menyukai Devina, padahal Devina sama sekali tidak pernah menyinggung nya atau pun berurusan dengan Zoey, tetapi wanita itu lah yang selalu mencari gara-gara dengannya.
Apakah karena Devina lebih cantik dan berasal dari kalangan orang atas? padahal selama ini sikap Devina sangatlah ramah, begitu pun dengan sifatnya yang sangat baik terhadap siapa pun.
Hanya satu gadis yang selalu mencari masalah dengan nya, mungkin sekarang dia memang telah merencanakan untuk menyakiti Devina dengan cara merebut Aaron.
Tapi Devina adalah gadis yang kuat, dia tidak akan memperlihatkannya kelemahannya kepada siapa pun terutama kepada musuh besarnya.
"Mulai sekarang kita putus, Aaron! dan untuk kamu Zoey, ambilah pria tidak punya hati ini, nikmatilah dia sepuasnya, aku sudah tidak sudi melihat wajahnya lagi," ucap Devina tersenyum manis. Senyum yang penuh dengan arti.
Aaron membelalakkan matanya, pria itu menggeleng cepat dan ingin meraih tubuh Devina. Tetapi Devina langsung menatapnya tajam.
Zoey mengepalkan tangannya, dia tidak percaya kalau Devina bisa setenang itu melihat perselingkuhan kekasih yang sangat dicintainya itu.
"Kamu tahu Devina, kenapa Aaron bisa bersamaku! itu karena kamu yang tidak mau disentuh olehnya! kamu sok suci, padahal setiap pria selalu ingin bisa melakukan itu dengan kekasihnya, apalagi kalau yang sudah lama bersama, apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Aaron!!
Devana tertawa mendengar ucapan Zoey yang malah menyudutkannya.
"Kalau begitu berarti kamu hanya dijadikan pelampiasan saja oleh Aaron! Aku benar-benar tidak menyangka ternyata seleramu sangat murahan. Ambil saja mantan kekasihku yang selama ini kamu puja itu, aku sudah tidak butuh!"
"DEVINA!!" Teriak Aaron.
Pria itu tidak terima di katakan seperti itu, seakan dia barang yang bisa di berikan pada siapa pun.
"Apa!!" balas Devina tak kalah tajam.
Aaron merasa sudah emosi sekarang, melihat tingkah Devina yang seakan menyalahkannya.
"Benar yang di katakan Zoey, hasrat ku sebagai lelaki sangat tinggi, dan kamu tidak pernah mau kalau aku menyentuhmu lebih, hanya sebatas pelukan dan pegangan tangan, kamu juga tidak mau di ajak berciuman, jadi wajar bila aku tergoda dengan rayuan Zoey, apalagi dia bisa memberikan ku kenikmatan yang tidak pernah kamu berikan!" Ucap Aaron.
Dada Devina terasa di hantam palu besar, rasanya sakit dan sesak. Ternyata selama ini dia salah mengira bahwa Aaron masih bertahan dengannya karena memang pria itu tulus, tetapi ternyata dia malah memuaskan hasratnya dengan wanita lain di belakang Devina.
"Baguslah,, kalau begitu mulai dari sekarang kamu bisa bersenang-senang sepuasnya bersama Gadis itu tanpa takut dan bersembunyi-sembunyi seperti ini! dan kamu Zoey, ternyata kamu lebih suka milikku ya, lain kali aku tidak akan pernah memberikannya padamu, cukup ini yang terakhir!" Seru Devina.
Dengan hati yang hancur berkeping-keping gadis itu melangkah pergi meninggalkan kedua manusia tidak tahu malu tersebut.
Aaron hanya bisa menatap kepergian Devina, dia benar-benar menyesal telah mengatakan semua hal yang memang benar, tetapi pria itu sudah terlanjur mencintai Devina. Bersama Zoey memang hanya dia jadikan pelampiasan hasrat nya.
###
Devina meluapkan segala emosinya dengan menangis di bawah pohon rindang yang berada di belakang gedung perpustakaan.
Hati siapa yang tidak sakit melihat dan menyaksikan pria yang dicintainya melakukan hal tersebut, meskipun dia berusaha mati-matian untuk menahan agar tidak menangis tetapi nyatanya air mata itu sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Ternyata gadis kuat sepertimu bisa menangis juga ya?" Devana kaget mendengar suara itu.
Gadis itu menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang berdiri tidak jauh dari tempatnya itu.
"Mister Killer!"
"Apa? kamu memanggilku apa tadi?"
Devina reflek menutup mulutnya. Entah kenapa hari ini begitu sial baginya. Wanita itu langsung berlari menuju ke arah mobil nya yang tidak jauh dari tempat itu.
Alexander hanya menatap mahasiswi nya itu dengan tatapan datar.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Jadi cewek Murahan banget, JADI JALANG AJA BANGGA..CKK memalukan..😡😡
2024-06-15
1
Qaisaa Nazarudin
BUAYA KADAL..
2024-06-15
0
Dewi Zahra
lanjut kak
2023-07-04
0