Happy Reading.
Alexander tidak bisa tidak tergoda ketika melihat Devina yang secantik ini, wanita itu mungkin baru membasuh wajahnya sehingga wajah itu terlihat basah, memancarkan aura yang seksi dan nakal.
Membuat Alexander terpana dan hasratnya langsung naik seketika. Devina merinding ketika Alexander mencium lehernya, menghirup aroma wangi dari parfum mahal Devina yang beraroma Lily Blossom.
Tidak bisa dipungkiri jika Devina tidak terbuai, nyatanya wanita itu hanya diam menerima tanpa menolak.
Ciuman Alexander kembali ke bibir pink Devina yang tipis namun terlihat seksi. Menggigit kecil bibit bawah Devina dan membuat si empunya membuka sedikit mulutnya. Lidah Alexander langsung masuk mengeksplor deretan gigi Devina, menari di dalam mencari lidah sang wanita dan membelitnya.
Devina tidak sadar jika dia sudah mengalungkan lengannya pada leher Alexander, sedangkan tangan Alexander tidak tinggal diam dengan mengelus punggung Devina naik turun dengan gerakan yang menggoda.
Kedua insan ini sudah terbuai hasrat masing-masing yang sama-sama menginginkan hal lebih.
Tangan sebelah kanan Alexander naik, meraba benda kenyal yang mulai dia sukai sejak malam panas itu.
Tidak hanya menyentuh, tetapi Alexander juga memainkan benda kenyal itu dengan meremas.
Tidak tahan dengan sensasi lembut yang di suguhkan, kedua tangan Alexander masuk ke dalam baju Devina dan langsung menyingkap bra milik wanita itu, memainkan pucuk kecil yang terlihat semakin mengeras.
Devina menikmati setiap apa yang di lakukan oleh Alexander terhadap tubuhnya, keduanya masih sama-sama berciuman penuh hasrat.
Sedangkan di lantai bawah, Mama Fraya merasa kedua anak itu sudah begitu lama, padahal tadi Devina hanya berpamitan ingin buang air kecil, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama, mungkin sekitar 10 menit untuk sampai ke ruang makan. Namun ini sudah lebih dari 10 menit dan itu membuat Mama Fraya penasaran.
"Sebenarnya apa yang dilakukan Alexander dan Devina? Kenapa mereka berdua begitu lama?" guman Mama Fraya.
Wanita yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu memilih untuk bermain ponsel kembali dan memberi kabar pada Milea jika dia akan ke rumah sakit nanti siang untuk menjenguk cucunya Aaron William Bartes karena sekarang dia masih bersama dengan calon istri Alexander.
Sedangkan dirumah sakit.
Zoey mengetuk pintu dan masuk kedalam, berusaha tersenyum ramah meskipun dia masih sakit hati dengan ucapan Aaron.
"Selamat pagi Tante Milea, Aaron bagaimana keadaan mu?" Zoey tetap menampilkan wajah ramah di depan keduanya.
Sebetulnya niat Zoey menggoda Aaron karena memang wanita itu mencintai pria ini sejak lama, namun Aaron dari dulu tidak pernah meliriknya dan hanya memuja Devina, dan inilah salah satu dari kebencian Zoey kepada Devina, dan juga alasan lain yang membuat wanita itu semakin membenci adik Daffa ini adalah karena Daffa Alvares pernah menolak cinta dari adik kandung Zoey yang bernama Erika, padahal Erika begitu cinta mati terhadap Daffa Alvares.
"Kenapa kamu kesini!" Zoey membuyarkan lamunannya ketika mendengar suara Aaron yang ditunjukkan untuknya.
"Aku mengkhawatirkan mu, Aaron, please jangan seperti ini, jangan mengusir aku, aku minta maaf jika semua ini membuat dirimu bagitu frustrasi," jawab Zoey dengan mata yang berkaca-kaca.
Milea yang melihat adegan itu langsung menyingkir keluar dari dalam kamar rawat putranya.
"Mama cari minum dulu, haus," ucap Milea kemudian keluar.
Setelah kepergian Milea, Zoey semakin mendekat ke arah ranjang untuk memegang tangan Aaron, tapi pria itu langsung menarik tangannya sebelum tersentuh oleh Zoey.
Entah kenapa pria itu tiba-tiba menjadi jijik dengan Zoey dan dirinya sendiri, padahal selama beberapa bulan ini Aaron juga selalu menikmati keintiman mereka di atas ranjang.
Namun setelah Devina mengetahui segalanya, entah kenapa Aaron menjadi benci dengan dirinya sendiri.
"Aaron, kenapa kamu berubah!" mata Zoey berkaca-kaca, sungguh sakit sekali hatinya menerima penolak dari Aaron seperti ini.
Zoey mengira jika dia sudah berhasil mendapatkan Aaron, tubuh sekaligus hatinya, tapi nyatanya hati Aaron masih menjadi milik Devina, biarpun raga itu bersamanya.
"Pergi Zoey, diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, seharusnya kamu sudah tahu jika selama ini aku begitu mencintai Devina," ucap Aaron dingin.
"Ta-tapi kamu sudah mengambil keperawanan ku, Aaron, aku menyerahkan segalanya hanya untuk kamu, aku benar-benar mencintai mu!" Zoey menjerit, seakan mengeluarkan segala rasa sakit yang berkecamuk di dalam hatinya.
Tatapn mata Aaron menajam, "bukankah kamu yang menyerahkan diri padaku? Aku tidak pernah memintanya!! Kamu hanyalah wanita yang bisa membuatku puas, bukan wanita yang kucintai, dan kamu juga tahu, bahkan kamu sukarela mengatan jika kamu bisa memberiku kepuasan, dimana Devina tidak bisa memberinya, tapi cintaku pada Devina tidak berubah sedikitpun, dengar baik-baik Zoey, tidak usah berlagak menjadi korban dan wanita yang terluka, karena di sini yang sangat terluka adalah Devina, bukan kamu!" ujar Aaron panjang lebar.
Zoey menggeleng cepat, dia masih tidak percaya jika Aaron tidak mencintai nya.
"Tapi kamu selalu menikmatinya, bukan, bahkan kamu selalu menatapku penuh cinta ketika memasuki diriku!! Jawablah sejujurnya Aaron!!"
"Ck, apa kamu tidak sadar, jika selama ini setiap kali kita bermain, aku hanya membayangkan Devina yang berada di bawahku!"
JEDER!!
Ucapan Aaron seperti kilatan petir yang menyambar suduh hati wanita itu, Zoey langsung berlari keluar ruangan sambil berderai air mata. Semua ini karena Devina, dia sudah seperti wanita penggoda yang menjadi simpanan Aaron.
"Devina!! Aku akan membalas mu!!"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Kusii Yaati
huhhh...zoey...zoey...yg salah siapa yg kena siapa...dasar wanita gilaaa
2023-08-29
0
Dewi Zahra
keren kak
2023-07-05
0
Ita rahmawati
aneh dia yg mnyakiti tp dia juga yg merasa tersakiti,huh dasar cwe gratisan🤣 klo murah kn msih ad hrgany walau dikit lah in cuma² 🤦♀️🤦♀️ dasar zoey ogeb bgt 🙄🙄
2023-04-07
2