Calon Mantu

Happy Reading.

Alexander mengusap wajahnya kasar, setelah kepergian Devina, sungguh tidak pernah dia bayangkan akan berurusan dengan mahasiswinya sendiri.

Sebenarnya Alexander sudah mengenal Devina Alvares sejak semester pertama, wanita itu adalah wanita yang dikejar oleh Aaron, keponakannya.

Sungguh pesona Devina memang luar biasa, bisa membuat seorang Aaron William Bartes mengajarnya selama bertahun-tahun.

Alexander berjalan menuju balkon kamarnya, pria itu membawa sekaleng bir dingin untuk menghangatkan suasana hati dan pikirannya.

Cuaca di kota Washington kini mulai memasuki musim gugur, dan di musim ini juga hati seorang Alexander mulai tergoyah.

Dia yang selama ini tidak pernah tertarik dengan wanita manapun, bisa langsung luluh hanya karena godaan dari seorang gadis 19 tahun itu.

Alexander menyesap bir nya kembali, kilasan bayang-bayang saat memadu kasih di atas ranjang bersama Devina tidak serta merta hilang begitu saja dalam ingatannya.

Pria itu sedikit menarik bibirnya keatas, membentuk seringaian tipis hanya karena suasana hatinya sedang merasa senang.

"Devina, ternyata kamu sangat menarik, lihat saja, aku tidak akan melepaskan mu!" gumam pria itu.

Tiba-tiba ponselnya berdering, Alexander menoleh dan melihat ponselnya di atas ranjang memang menyala.

Dengan langkah yang berat, pria itu masuk kembali ke dalam kamarnya.

Melihat siapa yang menelepon dan berdecak pelan.

"Halo Ma,"

"Alexander! kamu ini benar-benar sudah melupakan mama, ya! kapan kamu pulang ke rumah Mama? Besok adalah weekend dan kamu harus meluangkan waktumu untuk mengunjungi mamamu ini, nak, apakah kamu sudah tidak ingin bertemu dengan mama lagi atau kamu sudah tidak menganggap jika kamu masih mempunyai mama!!"

Alexander memijit keningnya yang tiba-tiba terasa pusing mendengar ocehan dari mamanya.

"Baiklah, aku akan pulang tapi tolong mama jangan membawa perempuan ke rumah lagi, siapapun itu wanitanya, secantik apapun mereka, aku tidak suka jika Mama menyuruhku pulang hanya untuk menjodohkanku lagi dengan wanita pilihan Mama itu,"

"Kalau kamu tidak mama carikan wanita, memangnya kamu bisa membawakan menantu untuk Mama sudah jelas bukan kalau kamu selalu sibuk, sibuk mengajar dan juga mengelola perusahaan kakek yang tidak ada sepinya job kamu itu, sampai kamu tidak meluangkan waktumu sendiri untuk mencari pasangan, jadi Mama ini sudah berbaik hati mencarikan pasangan yang tepat untuk kamu!"

Lagi-lagi Alexander hanya bisa menghela nafas.

"Ma, aku pastikan aku akan membawa calon menantu untuk mama dan aku akan membawa wanita pilihanku sendiri, jadi Mama tidak perlu repot-repot mencarikan wanita untukku!"

Terdengar kekehan di seberang.

"Baiklah kalau kamu memang bisa membawakan mama calon menantu, Mama tidak akan mencarikan wanita lagi, Mama juga akan melihat kriteria wanita yang akan menikah denganmu itu!"

"Astaga Mama, itu tidak perlu, Alexander pasti bisa memilih wanita yang tepat untuk diriku sendiri!"

"Baiklah, baiklah, kalau begitu kamu harus membawa calon menantu Mama itu besok, kalau tidak, Mama akan memaksamu menikah dengan Fransiska! Ingat Alexander, usiamu sekarang sudah 29 tahun dan sudah waktunya kamu untuk mencari pendamping hidup, karena mama tidak mau kalau kamu masih sendiri di usia senja nanti, Mama juga ingin menimang cucu dari kamu!"

"Mama sudah punya cucu dari Milea bukan, Aaron Bartes, dia bahkan sudah bisa membuatkan Mama cicit," ucap Alexander yang sengaja menyindir keponakannya itu.

Ya, tentu saja dia tahu semuanya yang di lakukan oleh keponakan nya, karena Alexander juga selalu mengawasinya.

Usia milea dan Alexander memang terpaut 20 tahun, Nyonya Fraya saat itu sudah berusia 40 tahun saat melahirkan Alexander, yang dia kira sudah tidak bisa hamil lagi. Tapi ternyata Tuhan masih memberikan keturunan untuk Freya dan Arthur Wiliam.

"Baiklah Ma, kalau begitu aku tutup teleponnya dulu, karena aku akan ada kelas setelah ini, sampai jumpa!"

Alexander mematikan sepihak teleponnya, tentu saja dia tidak bermaksud seperti tidak sopan kepada mamanya, tapi kalau yang dibicarakan hanya seputar perjodohan dan wanita yang bernama Fransisca, tentu saja Alexander sangat menghindarinya.

"Huh, kali ini aku harus mencari wanita dimana!!" keluh Alexander.

Selama ini pria itu memang tidak pernah dekat dengan wanita manapun, sifatnya yang introvert membuatnya tidak suka berbaur dengan orang lain.

Alexander merasa kesulitan jika dia harus mencari wanita hanya dalam waktu 24 jam saja.

"Apa aku bisa mengajak Devina Alvares? apa mungkin wanita itu mau pergi denganku?"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Mengejar bertahun2 setelah itu di khianatin,Hanya karena gak di layanin,Itu bukan cinta tulus namanya tapi cinta birahi.. Harusnya Aeron bangga Devina bisa menjaga dirinya,bukan jadi cewek murahan kayak selingkuhan mu itu,Dasar pria Bodoh..

2024-06-15

0

Tatikkim

Tatikkim

bisa,ajak j🤭🤭 kalau Davina enggak mau....sama aku juga boleh

2023-11-29

0

Dewi Zahra

Dewi Zahra

semangat kak

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!