“Dengan Wei Rong, mulai saat ini. Paviliun Mawar adalah milik Li Shang Yue dan kamu akan kembali tinggal di kediaman Tulip begitu juga denganmu Selir Hua Rong. Bereskan semua barang milikmu di kediaman Sakura lalu bawah ke kediaman Matahari tempatmu sebagai selir.” Terang Kaisar Li seperti tak ingin di banta.
“Tapi…,”
“Ini perintah! Lagipula itu memang bukan paviliun milik kalian. Besok semuanya harus sudah selesai, jika belum maka aku tak segan menghukum kalian.”
Setelah berkata seperti itu Kaisar langsung meleset pergi meninggalkan Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong.
“Ibunda ini bagaimana..,? Aku tidak mau pindah dari Paviliun ini,” Reng Putri Wei Rong kepada sang Selir.
“Ibunda juga tidak mau Wei Rong tapi mau bagaimana untuk saat ini kita tidak bisa malakukan apapun karena Yang Mulia Kaisar sudah bilang jika kita harus pindah.” Ungkap Selir Hua Rpng yang mengatakan jika sekarang mereka tidak banyak waktu.
Dengan membawa kekesalan dan amarah dalam hati Putri Wei Rong dan Selir Hua Rong hanya bisa memerintahkan para pelayan untuk membawa semua barang-barang milik Putri Wei Rong ke kediaman Tulip.
Sedangkan di tempat lain Li Shang Yue tanpa rasa bersalah sedang tidur di atas pohon. Tanpa Li Shang Yue sadari jika kedua hewan kontraknya kini sedang mencarinya di sekeliling Paviliun Mawar.
“Long, kemana kita harus mencari gadis kecil itu? Kenapa dia cepat sekali menghilang?” gerutu Snake.
Menghilang tiba-tiba adalah hal yang sering terjadi pada Li Shang Yue hingga membuat kedua hewan Kontraknya itu merasa kesal dan juga gemes secara bersamaan.
“Lebih baik kita cari gadis itu di sekeliling ini.”
“Mau cari kemana lagi? Kita bahkan sudah sampai 2 kali mengelilingi tempat ini.”
“Kita cari Pohon yang rindang karena Li Shang Yue kemungkinan ada disana.”
“Pohon rindang?” beo Snake yang seperti melihat tadi sebuah pohon rindang di sekitar paviliun mawar.
“DI BELAKANG PAVILIUN TADI ADA POHON RINDANG..!” seru Snake yang begitu keras di tempat sepi itu.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi keduanya langsung meleset pergi menuju tempat yang di katakan oleh Snake tadi. Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai dibawah pohon rindang yang di maksud oleh Snake.
“Mana? Disini juga tidak ada.”
Long hanya diam mengacuhkan Snake yang terus mengoceh. Long bisa merasakan aura kehadiran Li Shang Yue di pohon itu.
“Kemana gadis itu akan pergi jika dalam keadaan bosan?” tanya Long pada diri sendiri.
“Tidur dan…, di atas.” Long langsung mendongak ke atas hingga matanya menatap sepotong kain yang sudah bisa di tebak jika itu adalah milik dari gadis kecil Li Shang Yue.
“Berhenti mengoceh dan lihat ke atas.” Kata Long yang membuat Snake menghentikan ocehannya.
Snake yang mendengar kalimat perintah dari Long langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Kepalanya mendongak ke atas hingga matanya melebar mendapati gadis yang sedari tadi mereka cari berada di atas pohon dengan santai.
“Mau kemana?” Long yang melihat jika Snake sudah mengambil ancang-ancang untuk naik ke atas.
“Mau membangunkan gadis nakal itu, apalagi?” balas Snake yang kesal karena Long menarik kerah bajunya.
“Diam! Kamu ingin membangunkannya lalu membawanya kemana? Gadis itu tidak akan mau jika harus berbaring di tempat bekas orang yang dia benci.” Terang Long yang sangat paham bagaimana sifat Li Shang Yue.
Long sangat memahami jika Li Shang Yue tidak akan mau jika harus tidur di ranjang yang pernah di pakai oleh Putri Wei Rong. Karena pada dasarnya Li Shang Yue sangat tidak menyukai barang bekas orang lain.
“Lebih baik kita ke pasar mencarikan ranjang untuk gadis itu.” Long memberi usulan kepada Snake.
Snake yang mendengar itu langsung setuju untuk pergi ke pasar mencari ranjang untuk Li Shang Yue.
***
Keesokan harinya.
Karena runtuhnya gerbang istana membuat semua tamu undangan memutuskan untuk segera kembali ke kerajaan masing-masing. Mereka tidak ingin mengambil resiko dengan terus di istana kekaisaran Li yang menurut mereka tidak aman. Walaupun para kesatria milik Kaisar Li terbilang kuat namun, tidak membuat mereka yakin dan merasa aman pada bahaya yang mendatang.
“Ayahanda,” Putri Wei Rong memanggil Kaisar i setelah rombongan Kaisar dan para Raja pergi.
“Ada apa Wei Rong?” Tanya Kaisar Li kepada Putrinya itu.
“Aku ingin tinggal kembali di paviliun Mawar, Ayanda bisa menyuruh Meimei untuk tinggal di Paviliun Tulip.” Ungkap Putri Wei Rong dengan nada lembut.
“Tapi..,”
“Ayahanda, bukankah selama ini Putri ini yang menempati Paviliun Mawar. Putri ini tidak bisa tidur di Paviliun Tulip karena itu tempat baru dan Putri ini tidak terbiasa disana.”
Mendengar itu Kaisar Li langsung tersadar Putri Wei Rong memang dari kecil sudah tinggal di Paviliun Mawar jadi dia pasti sudah nyaman dengan suasana disana pikir Kaisar Li.
“Baiklah akan Ayahanda usahakan untuk kamu kembali kesana. Nanti Ayahanda akan memanggil Li Shang Yue ke ruangan Ayahanda.” Kata Kaisar Li yang mengelus kepala Putri Wei Rong dengan penuh kasih sayang.
Setelah berkata seperti itu Kaisar Li langsung pergi meninggalkan Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong yang tengah tersenyum licik penuh kemenangan.
“Bagus anakku dengan begitu anak sialan itu tidak akan lagi bisa macam-macam.” Kata Selir Hua Rong yang tersenyum sinis.
Sedangkan orang yang mereka bicarakan kini tengah tertidur lelap tanpa menyadari jika sebentar lagi ketenangannya akan di ganggu.
“Gadis itu selalu tidur sampai sesiang ini.” Guman Snake yang geleng-geleng kepala.
“Bukankah itu sudah kebiasaannya?” balas Long dengan santai bersandar di dinding.
Sinar matahari masuk ke dalam kamar yang ditempati Li Shang Yue cahayanya tiang terang menyinari wajah gadis itu hingga membuat tidurnya terusik. Li Shang Yue yang merasakan panas di wajahnya dengan pelan membuka matanya menatap ke sekitar yang ternyata sudah pagi,.
“Hoaaaam sudah pagi ternyata,” guman Li Shang Yue dengan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar hingga terdengar suara seperti retakan tulang.
Kruyukkk
kruyukkk
“Aku lapar, tapi apa yang harus aku makan? Di sini tidak ada persediaan makanan apapun?” guman Li Shang Yue.
Li Shang Yue menurut mengelus perutnya yang tengah berdemo meminta di isi.
Ceklek
“Yuyu kamu sudah bangun?” suara Snake langsung memenuhi gendang telinga Li Shang Yue saat dirinya membuka pintu.
“Aku lapar,” kata Li Shang Yue dengan ketus menatap jengah Snake.
“Kemarilah!” ajak Long dengan lembut.
Li Shang Yue dengan lesu berjalan ke arah Long. Long langsung membawa Li Shang Yue di belakan Paviliun itu ternyata disana sudah tertata rapi makanan.
“Makanlah,”
Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya Li Shang Yue langsung mendudukkan dirinya di depan ayam panggan itu. Ketiganya makan dengan lahap tanpa mengeluarkan pun ocehan dan tanpa adanya gangguan dari luar karena memang kondisi paviliun mawar kini hanya diisi oleh mereka bertiga saja.
Jika dulu paviliun mawar dibanjiri dengan para penjaga dan pelayan yang siap untuk melayani majikannya. Maka saat Li Shang Yue menjadi mana di paviliun itu tidak ada lagi para penjaga dan pelayan. Li Shang Yue memutuskan untuk mengusir para penjaga dan pelayan yang sebelumnya bekerja untuk Putri Wei Rong.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus semanga6
2023-05-18
1
Chou12999
kurang menusuk kehati balas dendam nya Thor
beda saya novel yg mirip
tapi lebih nyesek
judulnya PUTRI BERHARGA
MESKIN BANYAK TYPO TETAP MENERUS MEMBACA
2023-02-05
2
Shai'er
🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮
2023-01-17
1