bab 20

“Dengan Wei Rong, mulai saat ini. Paviliun Mawar adalah milik Li Shang Yue dan kamu akan kembali tinggal di kediaman Tulip begitu juga denganmu Selir Hua Rong. Bereskan semua barang milikmu di kediaman Sakura lalu bawah ke kediaman Matahari tempatmu sebagai selir.” Terang Kaisar Li seperti tak ingin di banta.

“Tapi…,”

“Ini perintah! Lagipula itu memang bukan paviliun milik kalian. Besok semuanya harus sudah selesai, jika belum maka aku tak segan menghukum kalian.”

Setelah berkata seperti itu Kaisar langsung meleset pergi meninggalkan Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong.

“Ibunda ini bagaimana..,? Aku tidak mau pindah dari Paviliun ini,” Reng Putri Wei Rong kepada sang Selir.

“Ibunda juga tidak mau Wei Rong tapi mau bagaimana untuk saat ini kita tidak bisa malakukan apapun karena Yang Mulia Kaisar sudah bilang jika kita harus pindah.” Ungkap Selir Hua Rpng yang mengatakan jika sekarang mereka tidak banyak waktu.

Dengan membawa kekesalan dan amarah dalam hati Putri Wei Rong dan Selir Hua Rong hanya bisa memerintahkan para pelayan untuk membawa semua barang-barang milik Putri Wei Rong ke kediaman Tulip.

Sedangkan di tempat lain Li Shang Yue tanpa rasa bersalah sedang tidur di atas pohon. Tanpa Li Shang Yue sadari jika kedua hewan kontraknya kini sedang mencarinya di sekeliling Paviliun Mawar.

“Long, kemana kita harus mencari gadis kecil itu? Kenapa dia cepat sekali menghilang?” gerutu Snake.

Menghilang tiba-tiba adalah hal yang sering terjadi pada Li Shang Yue hingga membuat kedua hewan Kontraknya itu merasa kesal dan juga gemes secara bersamaan.

“Lebih baik kita cari gadis itu di sekeliling ini.”

“Mau cari kemana lagi? Kita bahkan sudah sampai 2 kali mengelilingi tempat ini.”

“Kita cari Pohon yang rindang karena Li Shang Yue kemungkinan ada disana.”

“Pohon rindang?” beo Snake yang seperti melihat tadi sebuah pohon rindang di sekitar paviliun mawar.

“DI BELAKANG PAVILIUN TADI ADA POHON RINDANG..!” seru Snake yang begitu keras di tempat sepi itu.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi keduanya langsung meleset pergi menuju tempat yang di katakan oleh Snake tadi. Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai dibawah pohon rindang yang di maksud oleh Snake.

“Mana? Disini juga tidak ada.”

Long hanya diam mengacuhkan Snake yang terus mengoceh. Long bisa merasakan aura kehadiran Li Shang Yue di pohon itu.

“Kemana gadis itu akan pergi jika dalam keadaan bosan?” tanya Long pada diri sendiri.

“Tidur dan…, di atas.” Long langsung mendongak ke atas hingga matanya menatap sepotong kain yang sudah bisa di tebak jika itu adalah milik dari gadis kecil Li Shang Yue.

“Berhenti mengoceh dan lihat ke atas.” Kata Long yang membuat Snake menghentikan ocehannya.

Snake yang mendengar kalimat perintah dari Long langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Kepalanya mendongak ke atas hingga matanya melebar mendapati gadis yang sedari tadi mereka cari berada di atas pohon dengan santai.

“Mau kemana?” Long yang melihat jika Snake sudah mengambil ancang-ancang untuk naik ke atas.

“Mau membangunkan gadis nakal itu, apalagi?” balas Snake yang kesal karena Long menarik kerah bajunya.

“Diam! Kamu ingin membangunkannya lalu membawanya kemana? Gadis itu tidak akan mau jika harus berbaring di tempat bekas orang yang dia benci.” Terang Long yang sangat paham bagaimana sifat Li Shang Yue.

Long sangat memahami jika Li Shang Yue tidak akan mau jika harus tidur di ranjang yang pernah di pakai oleh Putri Wei Rong. Karena pada dasarnya Li Shang Yue sangat tidak menyukai barang bekas orang lain.

“Lebih baik kita ke pasar mencarikan ranjang untuk gadis itu.” Long memberi usulan kepada Snake.

Snake yang mendengar itu langsung setuju untuk pergi ke pasar mencari ranjang untuk Li Shang Yue.

***

Keesokan harinya.

Karena runtuhnya gerbang istana membuat semua tamu undangan memutuskan untuk segera kembali ke kerajaan masing-masing. Mereka tidak ingin mengambil resiko dengan terus di istana kekaisaran Li yang menurut mereka tidak aman. Walaupun para kesatria milik Kaisar Li terbilang kuat namun, tidak membuat mereka yakin dan merasa aman pada bahaya yang mendatang.

“Ayahanda,” Putri Wei Rong memanggil Kaisar i setelah rombongan Kaisar dan para Raja pergi.

“Ada apa Wei Rong?” Tanya Kaisar Li kepada Putrinya itu.

“Aku ingin tinggal kembali di paviliun Mawar, Ayanda bisa menyuruh Meimei untuk tinggal di Paviliun Tulip.” Ungkap Putri Wei Rong dengan nada lembut.

“Tapi..,”

“Ayahanda, bukankah selama ini Putri ini yang menempati Paviliun Mawar. Putri ini tidak bisa tidur di Paviliun Tulip karena itu tempat baru dan Putri ini tidak terbiasa disana.”

Mendengar itu Kaisar Li langsung tersadar Putri Wei Rong memang dari kecil sudah tinggal di Paviliun Mawar jadi dia pasti sudah nyaman dengan suasana disana pikir Kaisar Li.

“Baiklah akan Ayahanda usahakan untuk kamu kembali kesana. Nanti Ayahanda akan memanggil Li Shang Yue ke ruangan Ayahanda.” Kata Kaisar Li yang mengelus kepala Putri Wei Rong dengan penuh kasih sayang.

Setelah berkata seperti itu Kaisar Li langsung pergi meninggalkan Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong yang tengah tersenyum licik penuh kemenangan.

“Bagus anakku dengan begitu anak sialan itu tidak akan lagi bisa macam-macam.” Kata Selir Hua Rong yang tersenyum sinis.

Sedangkan orang yang mereka bicarakan kini tengah tertidur lelap tanpa menyadari jika sebentar lagi ketenangannya akan di ganggu.

“Gadis itu selalu tidur sampai sesiang ini.” Guman Snake yang geleng-geleng kepala.

“Bukankah itu sudah kebiasaannya?” balas Long dengan santai bersandar di dinding.

Sinar matahari masuk ke dalam kamar yang ditempati Li Shang Yue cahayanya tiang terang menyinari wajah gadis itu hingga membuat tidurnya terusik. Li Shang Yue yang merasakan panas di wajahnya dengan pelan membuka matanya menatap ke sekitar yang ternyata sudah pagi,.

“Hoaaaam sudah pagi ternyata,” guman Li Shang Yue dengan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar hingga terdengar suara seperti retakan tulang.

Kruyukkk

kruyukkk

“Aku lapar, tapi apa yang harus aku makan? Di sini tidak ada persediaan makanan apapun?” guman Li Shang Yue.

Li Shang Yue menurut mengelus perutnya yang tengah berdemo meminta di isi.

Ceklek

“Yuyu kamu sudah bangun?” suara Snake langsung memenuhi gendang telinga Li Shang Yue saat dirinya membuka pintu.

“Aku lapar,” kata Li Shang Yue dengan ketus menatap jengah Snake.

“Kemarilah!” ajak Long dengan lembut.

Li Shang Yue dengan lesu berjalan ke arah Long. Long langsung membawa Li Shang Yue di belakan Paviliun itu ternyata disana sudah tertata rapi makanan.

“Makanlah,”

Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya Li Shang Yue langsung mendudukkan dirinya di depan ayam panggan itu. Ketiganya makan dengan lahap tanpa mengeluarkan pun ocehan dan tanpa adanya gangguan dari luar karena memang kondisi paviliun mawar kini hanya diisi oleh mereka bertiga saja.

Jika dulu paviliun mawar dibanjiri dengan para penjaga dan pelayan yang siap untuk melayani majikannya. Maka saat Li Shang Yue menjadi mana di paviliun itu tidak ada lagi para penjaga dan pelayan. Li Shang Yue memutuskan untuk mengusir para penjaga dan pelayan yang sebelumnya bekerja untuk Putri Wei Rong.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus semanga6

2023-05-18

1

Chou12999

Chou12999

kurang menusuk kehati balas dendam nya Thor
beda saya novel yg mirip
tapi lebih nyesek
judulnya PUTRI BERHARGA
MESKIN BANYAK TYPO TETAP MENERUS MEMBACA

2023-02-05

2

Shai'er

Shai'er

🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮

2023-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 Ungkapan sebelum kematian
2 Awal
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 Bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 Bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 Bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 Bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 BAB 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 bab 119
120 bab 120
121 BAB 121
122 bab 122
123 bab 123
124 bab 124
125 bab 125
126 bab 126
127 BAB 127
128 bab 128
129 bab 129
130 bab 130
131 BAB 131
132 bab 132
133 bab 133
134 bab 134
135 bab 135
136 bab 136
137 bab 137
138 bab 138
139 bab 139
140 bab 140
141 bab 141
142 bab 142
143 bab 143
144 bab 144
145 bab 145
146 BAB 146
147 bab 147
148 bab 148
149 bab 149
150 bab 150
151 bab 151
152 bab 152
153 bab 153
154 bab 154
155 bab 155
156 bab 156
157 bab 157
158 bab 158
159 Bab 159
160 bab 160
161 bab 161
162 bab 162
163 bab 163
164 bab 164
165 bab 165
166 bab 166
167 bab 167
168 bab 168
169 bab 169
170 BAB 170
171 bab 171
172 Bab 172
173 bab 173
174 bab 174
175 bab 175
176 bab 176
177 bab 177
178 Bab 178
179 bab 179
180 bab 180
181 bab 181
182 bab 182
183 Bab 183
184 bab 184
185 bab 185
186 bab 186
187 bab 187
188 bab 188
189 bab 189
190 bab 190
191 Bab 191
192 bab 192
193 bab 193
194 bab 194
195 bab 195
196 Bab 196
197 bab 197
198 Bab 198
199 bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 bab 202
203 bab 203
204 Bab 204
205 Bab 205
206 bab 206
207 bab 207
208 bab 208
209 bab 209
210 bab 210
211 bab 211
212 bab 212
213 bab 213
214 bab 214
215 bab 215
216 Bab 216
217 bab 217
218 bab 218
219 bab 219
220 bab 220
221 bab 221
222 bab 222
223 bab 223
224 bab 224
225 bab 225
226 babb 226
227 bab 227
228 bab 228
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Ungkapan sebelum kematian
2
Awal
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
Bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
Bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
Bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
Bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
BAB 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
bab 119
120
bab 120
121
BAB 121
122
bab 122
123
bab 123
124
bab 124
125
bab 125
126
bab 126
127
BAB 127
128
bab 128
129
bab 129
130
bab 130
131
BAB 131
132
bab 132
133
bab 133
134
bab 134
135
bab 135
136
bab 136
137
bab 137
138
bab 138
139
bab 139
140
bab 140
141
bab 141
142
bab 142
143
bab 143
144
bab 144
145
bab 145
146
BAB 146
147
bab 147
148
bab 148
149
bab 149
150
bab 150
151
bab 151
152
bab 152
153
bab 153
154
bab 154
155
bab 155
156
bab 156
157
bab 157
158
bab 158
159
Bab 159
160
bab 160
161
bab 161
162
bab 162
163
bab 163
164
bab 164
165
bab 165
166
bab 166
167
bab 167
168
bab 168
169
bab 169
170
BAB 170
171
bab 171
172
Bab 172
173
bab 173
174
bab 174
175
bab 175
176
bab 176
177
bab 177
178
Bab 178
179
bab 179
180
bab 180
181
bab 181
182
bab 182
183
Bab 183
184
bab 184
185
bab 185
186
bab 186
187
bab 187
188
bab 188
189
bab 189
190
bab 190
191
Bab 191
192
bab 192
193
bab 193
194
bab 194
195
bab 195
196
Bab 196
197
bab 197
198
Bab 198
199
bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
bab 202
203
bab 203
204
Bab 204
205
Bab 205
206
bab 206
207
bab 207
208
bab 208
209
bab 209
210
bab 210
211
bab 211
212
bab 212
213
bab 213
214
bab 214
215
bab 215
216
Bab 216
217
bab 217
218
bab 218
219
bab 219
220
bab 220
221
bab 221
222
bab 222
223
bab 223
224
bab 224
225
bab 225
226
babb 226
227
bab 227
228
bab 228

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!