“Ada apa ini?” Kaisar Li bertanya dengan suara datar dan dingin.
Para pelayan yang sibuk mengatur barang-barang milik Putri terperanjat kaget saat mendengar suara datar dan dingin itu. Setelah sadar Jika suara itu adalah suara Kaisar para pelayan langsung berlutut.
"Hormat kami Yang Mulia Kaisar, Selir Agung, dan Putri Wei Rong," ucap mereka semua serentak.
"Bangunlah," Kaisar Li hanya mengibaskan tangannya sebagai tanda menyuruh mereka untuk berdiri.
"Ada apa ini?" Tanya Kaisar lagi.
"Kami semua sedang mengeluarkan barang Putri Wei Rong dari Paviliun ini, Yang Mulia.” Jawab seorang pelayan.
“Apa…? Kenapa di keluarkan, apa kamu ingin pindah ke paviliun lai Puteriku?” Tanya sang Kaisar kepada Putri Wei Rong.
“Menjawab Ayahanda, aku tidak ada rencana untuk pindah sama sekali.”
“Lalu ini kenapa semua barang-barang kamu di keluarkan oleh para pelayan?”
“Karena ini adalah hak dan milikku bukan milik anakmu bersama Selir itu.”
Kaisar Li langsung menatap ke arah asal suara begitu juga dengan Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong. Mata mereka semua semua langsung membulat sempurna melihat sosok bercadar di depan mereka.
"Apa yang kau lakukan disini?" Bentak Kaisar Li yang menatap tajam Li Shang Yue.
“Apa yang yang aku lakukan? Tentu saja mengambil apa yang menjadi milikku.” Jawab Li Shang Yue dengan enteng.
“Kediaman ini adalah milik Wei Rong bukan milikmu.”
“Kata siapa? Kediaman ini memang sejak awal adalah milikku namun, Putrimu itu merebutnya. Kau yang sebagai ayah sekalipun tak bisa memberikan keadilan untuk ku yang juga sebagai Putri kandung mu sendiri. Jika kamu tidak bisa memberikan keadilan untukku maka akan aku cari sendiri keadilan itu.” Tekan Li Shang Yue yang emanatap tajam langsung ke dalam mata Kaisar Li.
Kaisar Li yang mendengar penuturan dari Li Shang Yue langsung tertegun. Di tambah dengan tatapan mata tajam penuh kebencian di dalam mata Li Shang Yue membuat Kaisar Li terpaku.
“Long…! Snake…! Keluarlah,” Li Shang Yue memberi perintah kepada Long dan Snake untuk muncul dalam bentuk manusia.
“Salam Nona,” Snake dan Long yang dalam wujud manusia langsung membungkukkan badan mereka.
“Kalian siapa?” Tanya Selir Hua Rong yang tiba-tiba kecoplosan.
“Kami anak buah Nona Li Shang Yue.” Jawab Snake yang menatap Selir Hua Rong dengan sinis.
“Ambil semua barang-barang ini, bawa ke tempat yang seharusnya ia berada,” sarkas Li Shang Yue.
“Untuk anda Yang Mulia Selir Hua Rong yang terhormat kemasi juga barang-barang mu dari kediaman Sakura dan kembali ke tempatmu!” lanjut Li Shang Yue dengan pedas seakan menyadarkan posisi Selir Hua Rong saat ini memang bukanlah miliknya.
Yups…
Kediaman yang yang di tempati oleh Selir Hua Rong saat ini yaitu Paviliun Sakura adalah kediaman milik Permaisuri selaku almarhum Ibunda Li Shang Yue yang asli.
Sedangkan untuk kediaman seorang selir berada di paviliun Matahari begitu pula kediaman anak dari seorang selir berada di paviliun Tulip.
“Yang Mulia, aku tidak ingin pindah dari Paviliun Sakura.” Ucap Selir Hua Rong dengan memegang tangan sang Kaisar.
Kaisar yang melihat selirnya bersedih segera menatap ke arah Li Shang Yue. Namun, sebelum membuka mulut ucapan Li Shang Yue membuatnya tertegun dan tak bisa berkutik sama sekali.
“Bahkan, di saat orangnya pun sudah tiada. Anda yang sebagai seorang suami pun tidak dapat memberikan keadilan kepada istrimu sendiri.” Sarkasme Li Shang Yue tak lupa dengan senyum miring yang selalu membuat lawannya gemetar.
Deg
Kaisar Li tidak lagi bisa berkata-kata, lidahnya bahkan terasa keluh untuk membalas apa yang di katakan oleh Li Shang Yue.
“Kenapa diam? Perlu anda ingat Yang Mulia, yang berdiri d depanmu ini bukanlah Li Shang Yue. Li Shang Yue yang dulu sudah mati, Li Shang Yue yang mengemis kasih sayangmu kini sudah tidak ada lagi di muka bumi ini. Li Shang Yue yang berdiri di depanmu saat ini adalah Li Shang Yue yang akan memperjuangan haknya sendiri tanpa bantuan darimu sedikitpun…,” jeda Li Shang Yue yang menatap tajam Kaisar Li berserta Selir Agung Hua Rong dan juga Putri Wei Rong.
“AKU LI SHANG YUE BERSUMPAH AKAN MENCARI KEADILAN UNTUK IBUNDAKU PERMAISURI LI CHENG YUE.” Ucap Li Shang Yue dengan lantang.
Jedar
Ucapan LI Shang Yue langsung di jawab oleh langit dengan memberi sambaran petir yang menandakan jika mereka merestui ucapan Li Shang Yue.
“Bersiaplah untuk menerima pembalasan dariku, termasuk yang mulia Kaisar sendiri,”
Setelah berkata seperti itu Li Shang Yue langsung berbalik pergi begitu saja. Sedangkan Kaisar Li kini dia berdiri mematung demngan menatap sendu punggung Li Shang Yue yang semakin menjauh
“Keluarkan barang mereka dengn paksa! Jika ada yang menolak maka bunuh saya.” Teriak Li Shang Yue terdengar nyaring.
Sontak Kaisar Li langsung membulatkan mata, apa sekarang putri yang tak di anggapnya itu kini benar-benar telah membencinya hingga bahkan tanpa beban menyuruh orang untuk membunuh mereka berttiga.
Wuuush
Semua barang-barang yang ada di depan Kaisar dan juga Selir Hua Rong dan Putri langsung terbang berserakan di gerbang masuk kediaman Mawar.
“KALIAN…,”
“Segeraberbalik pergi jika tidak maka kami akan benar-benar membunuh kalian.” Ancam Snake dengan tajam.
“Dasar manusia rendahan! Apa kamu tidak tahu jika saat ini anda sedang berhadapan dengan seorang kaisar?” Bentak Selir Hua Rong.
“Sepertinya kalian butuh tindakan.” Ucap Long yang langsung memunculkan api di tangannya.
Kaisar Li yang melihat itu langsung kaget, apalagi api di tangan pria itu memiliki warna hitam membuat Kaisar Li panik. Masih dengan wajah paniknya Kaisar Li langsung mengajak Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong untuk pergi dari kediaman itu.
“Susah nari kita kembali.” Ajak Kaisar LI kepada sang Selir dan Sang Putri.
“Tapui Ayahanda, Paviliun ini milikku.” Kata Putri Wei Rong yang masih ingin tetap disana.
Tak ingin membuat dirinya alam masalah nanti Kaisar Li langsung menarik tangan masing-masing istri dan anaknya. Dengan wajah datar Kaisar Li menarik keduanya keluar dari paviliun Mawar.
“Dengan Wei Rong, mulai saat ini. Paviliun Mawar adalah milik Li Shang Yue dan kamu akan kembali tinggal di kediaman Tulip begitu juga denganmu Selir Hua Rong. Bereskan semua barang milikmu di kediaman Sakura lalu bawah ke kediaman Matahari tempatmu sebagai selir.” Terang Kaisar Li seperti tak ingin di banta.
“Tapi…,”
“Ini perintah! Lagipula itu memang bukan paviliun milik kalian. Besok semuanya harus sudah selesai, jika belum maka aku tak segan menghukum kalian.”
Setelah berkata seperti itu Kaisar langsung meleset pergi meninggalkan Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong.
“Ibunda ini bagaimana..,?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Dewi Alwi
Selir Hua hong dan Putri Wei Hong rasain kalian tunggu saja pembalasan Li Shang Yue🤣🤣🤣🤣🤣
2023-08-18
0
Qilla
lha siapa yang nyuruh nari ?
2023-08-07
0
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-05-18
0