"Mati kau sialan,....." Teriak Li Shang Yue yang menghunuskan pedangnya pada batu delima yang berada di atas kepala sang naga.
"Gadis kecil tunggu!"
Li Shang Yue yang mendengar teriakan dari sang ular langsung menghentikan perbuatannya. Namun sebagai gantinya Li Shang Yue dengan tidak berperasaan malah menginjak-injak sesuatu yang terlihat merah bercampur hitam di atas kepala sang naga.
Tak
Tak
Tak
"Rasakan ini!" Ucap Li Shang Yue dengan semangat semakin menginjak-injak kepala sang naga dengan keras membuat sang naga memekik kesakitan.
"Grrrrrr he.......hentikan i....itu sangat sa.....sakit uhukk" naga itu terus memohon ampun kepada Li Shang Yue untuk menghentikan perbuatannya. Namun tidak di hiraukan oleh Li Shang Yue.
"Gadis kecil hentikan kamu bisa membunuhnya" teriak Ular putih yang malah ikut panik.
"Cih dasar lemah" ejek Li Shang Yue yang malah menjadikan tanda merah itu sebagai tumpuan lalu melompat turun.
"Sssst uhukk uhukk"
"Harusnya kamu membiarkan aku untuk membunuh naga jelek ini tadi" kata Li Shang Yue dengan kesal.
"Daripada kamu membunuhnya lebih baik kamu jadikan hewan kontrakmu saja" usul sang ular putih.
"Cih hewan kontrak? Apa hebatnya naga jelek ini bahkan sangat lemah" kata Li Shang Yue yang menatap sinis sang naga.
"Aku tidak lemah manusia Lemah!" Balas sang Naga yang tak mau kalah.
"Cih kau bilang manusia lemah? Woy naga jelek jangan lupa kamu di kalahkan oleh manusia lemah ini" kata Li Shang Yue pedas.
Glek
Naga yang mendengar penuturan dari Li Shang Yue langsung terdiam dan memalingkan muka dari Li Shang Yue.
Naga itu benar-benar malu bagaimana bisa hewan kuat sepertinya. Justru di kalahkan manusia lemah seperti Li Shang Yue. Bahkan tak punya tingkatan kultivasi apalagi aliran qi dalam tubuhnya.
"Gadis kecil dia sang Naga agung yang merupakan hewan mitologi yang ping terkuat." Terang ular putih.
"Benarkah?" Li Shang Yue menatap naga itu dengan mata yang menyelidik tidak percaya.
"Benar gadis kecil."
"Bagaimana cara mengontraknya?"
"Cukup teteskan darah kamu di atas batu yang menyala itu"
"Baiklah"
Li Shang Yue berjalan mendekat ke arah sang naga yang hanya diam menatapnya tajam. Sedangkan sang Naga hanya mendengus dalam hati karna harus terikat kontrak pada manusia lemah seperti gadis kecil di depannya itu.
Walau begitu sang naga tidak bisa menolak karna gadis kecil itu telah berhasil mengalahkannya. Jadi, mau tidak mau harus mau. Sang naga langsung membungkuk saat Li Shang Yue berada di depannya.
Tes
Sring
Keluar cahaya putih dari tubuh naga dan tubuh Li Shang Yue. Bahkan tubuh Li Shang Yue sampai melayang di udara karna cahaya itu.
Beberapa menit kemudian cahaya itu memudar dari tubuh Li Shang Yue. Li Shang Yue dengan pelan turun kembali ke tanah.
"Gadis kecil kamu tidak ingin mengkontrak Ular jelek itu?" Tanya sang naga kepada Li Shang Yue.
Li Shang Yue yang mendengar itu langsung berjalan mendekat ke arah Ular putih.
"Tidak. Karn Adia adalah temanku" kata Li Shang Yue yang merangkul leher ular putih.
"Cih dia Tuanku tapi ular jelek ini yang malah di peluk oleh Tuanku." Gerutu Sang naga yang menatap ular putih.
"Gadis kecil, aku juga ingin menjadi hewan kontrakmu" kata ular putih itu yang mengejutkan Li Shang Yue.
"Tapi aku masih lemah. Tunggu aku kuat dulu aku akan menjadikan kamu juga teman kontrakku" balas Li Shang Yue yang membelai kepala sang ular.
"Sekarang coba ceritakan tentang dunia ini!" Kata Li Shang Yue yang langsung duduk di atas batu.
"Apa maksud mu gadis kecil?" Tanya sang Naga.
"I...itu aku tidak tahu menahu soal dunia ini. Walau aku seorang putri mahkota tapi aku tidak pernah keluar dari kediamanku" terus terang Li Shang Yue.
"Kau seorang putri Mahkota?"
"Iya aku memang seorang Putri Mahkota yang di buang atau terbuang sama saja"
"Putri Mahkota mana,?"
"Putri Li Shang Yue"
Dhuaaar
Rasanya dunia sang naga langsung hancur berkeping-keping. Tubuhnya seperti tertimpa langit saaat mendengar pengakuan dari gadis kecil di depannya yang telah terikat kontrak dengannya.
Apa tadi Li Shang Yue nama itu sangat di kenalnya. Putri Mahkota yang terkenal dengan julukan sampah dan berwajah monster. Pantas saja gadis di depannya itu mengenakan cadar.
Tapi yang menjadi masalah utamanya bukan itu. Masalah utamanya adalah orang yang menjadi Tuannya adalah orang yang terkenal sampah di antara sampah. Entah kesalahan apa yang telah di perbuat olehnya di masa lalu hingga dia harus di takdirkan memiliki Tuan sampah seperti gadis di depannya itu.
"Huhuhuhu" pecah sudah tangis tanpa air mata sang naga.
"Ada apa dengannya? Apa sekarang dia menjadi naga gila?" Ucap Li Shang Yue dengan santai.
"Aku memang sudah gila! Kenapa dewa sangat tidak adil padaku memberiku Tuan sampah seperti mu"
Tak
"Apa yang kau lakukan!?"
"Diam! Atau aku jadikan daging panggang Naga mau?"
Mendengar ancaman Li Shang Yue naga itu langsung diam. Nyalinya menciut saat melihat tatapan tajam milik Li Shang Yue yang sangat mematikan.
"Sekarang ceritakan tentang dunia ini secara sedetail-detailnya" kata Li Shang Yue.
"Biar aku saja gadis kecil" kata Ular putih dengan semangat.
"Menjauh dari Tuanku!" Marah sang naga yang langsung mengibas pelan sang ular putih dengan ekornya.
"Tuan saya tidak punya nama. Mohon Tuan memberi saya nama" kata Sang naga.
"Eh baiklah" Li Shang Yue mengetuk-ngetuk dagunya sambil memikirkan nama untuk kedua hewan di depannya.
"Kau hitam dan bersisik aku beri nama Long" tunjuk Li Shang Yue yang menunjuk sang naga. "Dan kamu putih mulus dan bersih namamu adalah Snake" kata Li Shang Yue yang menunjuk ular putih.
"Terima kasih Tuan/gadis kecil" ungkap Long dan Snake.
"Ular jelek ini, berani sekali dia mencari perhatian Tuanku? Lihat saja akan aku makan nanti dia" kata Long yang tertawa bahagia dalam hati.
Sedangkan Snake yang sedang mendusel-dusel di bahu Li Shang Yue langsung merinding merasakan hawa dingin yang tidak mengenakan.
"Perasaanku tidak enak, seperti ada sesuatu yang sedang mengintai dan mengincarkutapi disini tidak ada siapapun selain aku, gadis kecil ini dan......"
Glek
Snake tidak lagi melanjutkan kalimatnya menoleh ke arah Long dengan kepala patah-patah.
Glek
"Ku makan kau" begitulah arti tatapan Long yang di berikan Long kepadanya.
Snake yang melihat itu langsung membuang muka. Dengan pelan Snake mulai menjauh sedikit demi sedikit dari Li Shang Yue.
"Sekarang ceritakan padaku tentang dunia ini" kata Li Shang Yue penuh harap.
"Walau ingatan Li Shang Yue masuk semua dalam kepala ku dan mengingat semuanya. Tapi mengenai dunia luar aku tidak tahu menahu soal akan hal itu karna Li Shang Yue tidak pernah keluar dari kediamannya" kata Clara dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Dewi Alwi
Semoga Clara bisa beradaptasi dengan dunia barunya👍
2023-08-18
0
thata_01
mampir thor....ceritanya bgus thor...smngt yah jgn bkin nanggung😆
2023-08-09
0
Mamak Najwa Caby
mantap thor🤣🤣🤣🤣
2023-02-24
0