“Jangan menangis, bersiaplah Ayahanda akan memasangkan Mahkota ini.” Ucap Kaisar.
Wei Rong yang mendengar itu langsung tersenyum cerah dengan menatap ke arah Li Shang Yue tak lupa memberi senyum penuh kemenangan.
Namun, tanpa Kaisar Li dan Putri Wei Rong sadari sejak tadi Li Shang Yue mendengar apa yang dikatakan oleh kedua orang itu.
Saat Mahkota itu sedikit lagi mengenai rambut Putri Wei Rong terjadi ledakan yang sangat keras dari Luar.
“Kaisar Li anda telah membuat sebuah kesalahan yang sangat fatal. Anda bakan akan melakukan penghinaan bagi para leluhur Kekaisaran dengan mengangkat anak seorang selir menjadi Putri Mahkota..!”
Deg
Kaisar Li yang mendengar ucapan lantang dai Li Shang Yue tertegun namun, saat ini yang menjadi fokusnya bukan itu. Orang-orang dalam ruangan itu langsung berlari keluar menuju asal suara ledakan termasuk Kaisar Li sendiri.
“Sial, bagaimana ini bisa terjadi di saat acara ku berlangsung?” Putri Wei Rong hanya bisa mengumpat dalam hati.
Tatapan tajam Putri Wei Rong di arahkan pada Li Shang Yue yang masih berada di dalam ruangan itu. Kemarahan Putri Wei Rong semakin memuncak seketika saat melihat senyum miring Li Shang Yue.
“Putri Li Shang Yue walaupun kita hanya orang asing dan tak mengenal satu sama lain. Selama aku hidup tak ada satu orangpun yang akan aku biarkan untuk merebut hak mu. Ini janjiku sebagai Clara Devinson.” Batin Li Shang Yue dengan sungguh-sungguh.
Li Shang Yue berharap ucapannya itu di dengar oleh Li Shang Yue yang asli yang sudah berada di alam yang jauh sana.
Sedangkan di gerbang utama istana semua orang berkumpul disana salah satunya Kaisar Li. Kaisar Li hanya bisa melotot dengan tubuh yang menegang melihat pemadangan di depannya itu. Bagaimana tidak? Gerbang istana dan juga tembok yang mengelilingi istana telah hancur berkeping-keping.
"Si…siapa yang melakukan ini?" Kaisar Li bertanya ke salah satu prajurit yang ada di depannya.
“Sa…saya tidak tahu Yang Mulia, tiba-tiba saja gerbang dan tembok di hantam sesuatu yang tidak kasat mata membuat runtuh seperti ini.” Jawab prajurit itu dengan menahan sakit di tubuhnya.
Kaisar Li hanya bisa menahan amarahnya di dalam hati. Bagaimana bisa gerbang istana bisa hancur lebur hanya karena angin itu tidak pernah masuk akal.
“Apa ada yang menyerang istana hingga seperti ini,”
“Tapi kenapa tidak ada tanda-tanda adanya bahaya,”
“Yah kau benar, jika ada yang menyerang maka akan ada jejak. Ini tidak ada jejak sama sekali,”
“Yang Mulian bagaimana jika ada yang menyusup masuk ke dalam istana? Dengan keadaan seperti ini akan sangat mudah bagi para penyusup masuk ke dalam istana.”
“Kalian tenang saja, saya akan memanggil para kesatria untuk memperketat penjagaan. Kalian semua bisa yakin jika kami akan mengusahkan yang terbaik untuk kalian semua.” Terang Kaisar Li dengan lantang.
Di sisi lain jika Kaisar Li sedang gusar maka Li Shang Yue dengan langkah riang menuju sebuah paviliun yang begitu megah dan mewah.
“Siapa kamu?” bentak salah satu penjaga yang menjaga tempat itu.
Li Shang Yue yang sangat tidak menyukai jika di bentak langsung menatap tajam penjaga di depannya.
“Kau.., si sampah. Untuk apa kau kemari?” pengawal itu bertanya dengan nada membentak.
Li Shang Yue yang suda tidak lagi bisa menahan amarahnya lagi langsung menghantam dada penjaga itu dengan mengeluarkan sesdikit qinya di tangn yang memukul penjaga itu.
wusssh
Brak
Li Shang Yue bahkan sampai melongo sendiri melihat penjaga itu yang tiba-tiba terbang dan menghantam tembok paviliun itu. Bahkan hal-hal yang tidak disangka oleh Li Shang Yue tembok itu pun ikut retak karena besarnya pukulan yang diberikannya.
“Hahhh apa sekuat itu? Aku hanya mengalirinya dengan bahkan hanya 5% saja?” guman Li Shang Yue dengan pelan namun dapat didengar oleh Snake dan long yang berada di pergelangan tangan Li Shang Yue.
“Jelas akan seperti itu Yuyu, kamu lupa jika hanya dengan kekuatan fisik kamu sekarang bisa menumbalkan kultivasi yang berada di ranah jenderal bertarung tingkat awal.” Kata Snake dengan nada jengah.
Entah mengapa tuannya itu terkadang seperti orang bodoh. Li Shang Yue yang mendengar ucapan Snake dan melihat sendiri kekuatannya diam-diam menyunggingkan senyum miring.
“Bukankah dengan begini Aku bahkan bisa menghancurkan istana ini?” guman Li Shang Yue dengan senyum manis.
Glek
Penjaga yang satunya ingin memerahi Li Shang Yue langsung menggigil saat merasakan aura menyeramkan dari Li Shang Yue.
“Minggir atau kamu akan bernasib sama dengan teman kamu itu.” Li Shang Yue menunjuk kepada prajurit yang sudah terkapar tak berdaya itu.
“Tidak bisa, saya tidak akan menyingkir dari sini dan tidak akan membiarkan sampah sepertimu masuk ke tempat tinggal Putri Wei Rong.” Ucap prajurit itu dengan badan yang gemetar.
Li Shang Yue yang mendengar balasan dari prajurit itu langsung tersenyum sinis. Paviliun ini adalah miliknya lebih tepatnya milik Li Shang Yue yang asli karena paviliun ini merupakan pavilium Putri Mahkota dan itu dia sendiri.
Li Shang Yue yang malas berdebat langsung menyerang pria itu seperti yang dilakukan sebelumnya.
Brak
Lagi-lagi tubuh prajurit itu terbang menghantam sebuah tembok pembatas hingga prajurit itu terbatuk-batuk darah dan langsung tak sadarkan diri.
Mendengar kekacauan di gerbang depan beberapa prajurit dan pelayan segera menuju ke arah asal suara. Akan tetapi, para pelayan dan prajurit langsung membelalakan mata saat melihat Li Shang Yue yang dijuluki sampah masyarakat dan wajah monster itu berdiri di depan mereka.
“Untuk apa datang ke tempat ini? Tempat ini adalah milik yang mulia Putri Wei Rong, tak pantas sampah sepertimu memasuki wilayah yang mulia Putri Wei Rong.” Ucap Seorang Pelayan yang menatap sinis Li Shang Yue.
“Berhenti menatapku dengan tatapan jelek kalian itu. Jika tidak maka jangan salahkan aku jika aku mencintai keluarga mata kalian satu persatu.” Ucap Li Shang Yue dengan datar.
“Sampat sepertimu apa yang bisa kamu lakukan? Paling hanya bisa menangis sendirian karena dibuang oleh yang mulia Kaisar,”
Wusssh
Bugh
Semua orang langsung membulatkkan mata saat melihat pelayan yang baru saja menyelesaikan ucapannya itu langsung terbanting dengan kaku.
“Ayo, siapa lagi yang berani menghinaku maka akan aku buat sama sepertinya.”
Para pelayan dan prajurit yang berada di tempat itu hanya bisa diam dengan tubuh yang gemetar. Bagaimana tidak? Pelayan yang baru saja bicara itu langsung menghembuskan nafas hanya dengan sebuah jarum yang menancap di keningnya.
“Walaupun aku Putri sampah yang buruk rupa tetapi jangan lupa, Aku adalah Putri dari Permaisuri dan tentunya adalah Putri mahkota yang sah. Jika aku sampai mendengar ada yang berani menghinaku lagi maka jangan salahkan jika aku merenggut nyawa kalian dengan paksa.”
Glek
“Sekarang masuk ke dalam paviliun, keluarkan semua barang-barang dari Wei Rong dari paviliun ini. Tak hanya barang-barang namun semua yang pernah dipegangnya keluarkan sekarang juga!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Solekah
bukannya wajahnya sudah cantik kok dikatai buruk rupa.apa pake cadar
2024-01-25
0
Dewi Alwi
Li Shang Yue kamu hebat👍
2023-08-18
0
fifid dwi ariani
trus bahagia
2023-05-18
0