Hari hari terus berlalu, hari berganti Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Li Shang Yue tanpa lelah terus berlatih siang dan malam di hutan yang di beri julukan hutan angker oleh rakyat yang tinggal di wilayah kekaisaran Li itu.
Tapi bagi Li Shang Yue yang dalam tubuhnya terdapat seorang jiwa gadis modern yang memiliki identitas seorang kopral dan sekaligus ketua mafia. Hutan adalah tempat paling nyaman selain berbahaya. Di hutan memang berbahaya tapi ketika kamu bisa menaklukan isinya maka hutan pula itu yang menjadi tempat teraman untukmu kembali pulang.
Li Shang Yue berlatih dengan begitu keras dengan tekat yang kuat untuk membalas dendam pemilik tubuh yang ia tempati. Bagi Clara pantang bagi dirinya untuk berutang Budi pada seseorang. Oleh karena itu tanpa di minta pemilik asli tubuh yang di tempatinya Clara akan membalas dendam.
Pagi dan siang Li Shang Yue akan berlatih memperkuat ketahan tubuhnya sekaligus terus memperbaiki ilmu beladiri yang di penarinya di dunia modern. Terus mengembangkan bahkan memodifikasi beberapa jurus yang di gabungankan dengan beberapa seni beladiri. Seperti taekwondo yang di gabungkan dengan unsur kungfu hingga bisa menjadi jurus dan serangan yang mematikan secara bersamaan.
Sorenya Li Shang Yue akan berburu hewan spiritual biasa untuk di jadikan bahan latihan. Sedangkan untuk malam harinya Li Shang Yue akan berendam di kolam ikan pelangi untuk berkultivasi.
Li Shang Yue terus melakukan kebiasaan yang sama hingga tak terasa Li Shang Yue sudah berada di hutan angker itu.
Seperti keseharian Li Shang Yue di hari-hari sebelumnya. Kini terlihat Li Shang Yue yang tengah mempersiapkan diri untuk kembali masuk dalam hutan. Kali ini tujuannya bukan berburu melainkan mencari hewan yang bisa dia jadikan samsak latihannya.
"Kamu ingin kemana. Yuyu?" Tanya Snake kepada Li Shang Yue.
Jadi Snake dan Long memanggil Li Shang Yue bukan lagi gadis kecil tapi dengan panggilan Yuyu atau Yuer. Panggilan itu telah mereka sematkan sudah hampir 1 tahun dan Li Shang Yue juga nyaman akan hal itu.
Snake yang baru keluar dari kolam ikan pelangi bermeditasi di kagetkan dengan melihat Tuannya itu sedang memasukan pisau kecil di dalam tas kecil miliknya.
"Eh Snake kamu dah selesai kultivasinya?" Bukannya menjawab Li Shang Yue malah bertanya balik.
"Sudah. Kamu mau kemana?'' Tanya Snake untuk kedua kalinya kalinya kepada Li Shang Yue.
"Jalan-jalan ke hutan sekalian cari bahan latihan.'' Kata Li Shang Yue dengan santai.
"Aku ikut!" Pekik Snake sudah lama dia tidak keluar dari gua itu.
''Kamu disini saja jagain Long, nanti takutnya ada yang masuk ke dalam gua." Kata Li Shang Yue yang menolak secara halus keinginan Snake untuk pergi bersamanya.
"Tapi Yuyu aku pengen ikut. lagipula Long itu kuat tidak akan ada yang berani mengusiknya,'' Kata Snake yang tetap bersikukuh untuk mengikuti Li Shang Yue.
""Aiah jika hanya hewan spiritual da hewan ilahi tidak akan ada yang berani mengusiknya. Akan tetapi kamu lupa jika di dunia mahluk yang paling serakah adalah manusia?" Terang Li Shang Yue yang panjang kali lebar.
"Aku tahu kamu ingin keluar dan menghirup udara segar di luar sana tapi.... Bersabarlah sebentar lagi setelah Long selesai dengan pelatihannya kita akan keluar bersama-sama untuk melihat keadaan luar."
"Baiklah kali ini aku tidak akan ikut tapi lain kali aku harus ikut," Ucap Snake.
''Baiklah aku pamit pergi dulu, ingat jangan keluar dari gua jika tidak ingin aku hukum, mengerti!" Ucap Li Shang Yue datar dengan sorot mata yang penuh akan ancaman.
Setelah berpamitan kepada Snake Li Shang Yue langsung meleset pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Li Shang Yue tanpa lelah terus berlari melompat dari dahan pohon yang satu ke pohon lainnya. Hingga setelah berlari hampir satu jam dengan ilmu meringankan tubuh Li Shang Yue di depan sebuah hutan.
"Apa ini hutannya? Ku rasa ini sudah benar. bukankah dalam buku telah di jelaskan hutan kematian lebih menyeramkan di banding hutan angker yang selama ini telah aku tinggali sudah 1 tahun lebih ini."guman Li Shang Yue yang memperhatikan keadaan sekitar benar-benar sepi dan sunyi.
Li Shang Yue hanya mengangkat bahu acuh lalu masuk ke dalam hutan yang ternyata merupakan hutan kematian yang berada di kekaisaran ming yaitu kekaisaran terkuat di bena tengah ini.
''Wowww....... ini apa yang menyeramkan? Justru ini terlihat begitu menyenangkan dan terlihat indah."
Terlihat jika Li Shang Yue tak takut apalagi saat baru masuk saja saja sudah di suguhkan untuk dengan pemandangan yang begitu indah di depan mata.
Li Shang Yue melanjutkan langkahnya untuk semakin masuk ke dalam hutan.
"Cih katanya menakutkan tapi sejuah ini aku bahkan belum menemukan satu hewan pun"
Li Shang Yue berdecak kesal saat sudah hampir 1 jam Li Shang Yue berjalan tapi tidak menemukan apapun.
Goarrrrrrrr
Li Shang Yue langsung membalik badannya saat mendengar suara hewan yang berada di belakangnya.
"Akhirnya muncul juga.'' Guman Li Shang Yue yang tersenyum miring saat melihat seekor beruang yang begitu besar sedang menatap tajam ke arahnya.
Goaarrrrrrrr
''Ck berisik!'' Sentak Li Shang Yue.
Goarrrrr
Beruang itu begitu marah saat di bentak oleh Li Shang Yue. Beruang itu menyerang Li Shang Yue dengan membabi buta. Seakan tak ingin kalah Li Shang Yue juga mengeluarkan semua kemampuan beladiri yang di milikinya.
Sebenarnya Li Shang Yue bisa langsung mengalahkan beruang itu dengan tingkatan kualitasnya yang berada di ranah kaisar tingkat puncak. Tapi Li Shang Yue lebih memilih untuk melatih ketangkasan dan kecepatannya tanpa melibatkan kekuatan kultivasi miliknya.
Bugh
Brak
Sudah beberapa menit berlalu namun belum ada yang mau mengalah. Walau begitu beruang hitam didepannya itu sudah mengalami beberapa luka di tubuhnya. Jelasnya luka-luka itu di dapatkan dari goresan dan sayatan belati kecil nan tajam milik Li Shang Yue.
"Pergilah, aku tidak ingin membunuhmu," Kata Li Shang Yue yang menyuruh beruang di depannya itu untuk pergi.
Goarrr
Beruang itu hanya mengaung kecil sebagai balasan. Beruang itu langsung berbalik kembali masuk ke dalam hutan. Baru beberapa langkah melangkah beruang itu berhenti dan berbalik lagi menatap ke arah Li Shang Yue.
Li Shang Yue yang merasa di liatin langsung mengangkat pandangannya mencari sumbernya. Hingga Li Shang Yue dapat melihat jika beruang tadi kini tengah menatap ke arahnya.
"Ada apa lagi? Pergilah aku tidak akan membunuhmu,'' Ucap Li Shang Yue.
Namun beruang itu hanya menatap Li Shang Yue dengan tatapan yang entahlah.
''Ada apa dengan tatapan mu itu kawan? Kamu ingin mengikuti ku?" Ucap Li Shang Yue dengan ragu.
Goarrrrrr
Beruang itu langsung mengaung dengan kepala yang mengangguk semangat.
"Eh''
Sontak Li Shang Yue langsung menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Li Shang Yue tidak mengerti kenapa beruang yang tadi begitu ganas kini terlihat menggemaskan.
''Aish pergilah aku belum bisa membawamu tapi jika aku datang lagi aku akan mencarimu'' Kata Li Shang Yue dengan menatap beruang itu dengan sungguh-sungguh.
Goarrrrr
Beruang itu hanya membuka suaranya dengan pelan. Dengan wajah sedih beruang itu berbalik lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam hutan.
''Sekarang apa yang harus ku lakukan?" Guman Li Shang Yue yang mengetuk-ngetuk dagunya.
"Lebih baik aku masuk lagi? Hari juga belum gelap" Ucap Li Shang Yue.
Dengan langkah pasti Li Shang Yue melangkahkan kakinya menuju masuk ke dalam hutan itu. Setelah berjalan beberapa menit Li Shang Yue tiba-tiba berhenti di depan sebuah Gua.
"Goa? Masuk nggak ya? Sudahlah masuk saja"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Ismi Yui
setuju
2024-11-04
0
Yu zong
seperti biasa ada goa ada harta karun
2023-05-21
0
fifid dwi ariani
trus sehat
2023-05-18
0