"Hey ular putih berbaliklah aku akan mengobati luka mu"
"Kamu tau aku terluka?" Tanya ular putih itu dengan kaget.
"Cih kamu itu warna putih semua orang juga tahu kamu terluka melihat warna merah yang ada di punggung kamu itu" jawab Li Shang Yue. "Ayo berbalik!" Kata Li Shang Yue seperti perintah.
Ular putih itu segera bergerak pelan hingga punggungnya yang terluka langsung di obati Li Shang Yue.
"Done." Ucap Li Shang Yue yang tersenyum bangga.
"Hari sudah gelap aku tidak mungkin jalan masuk ke dalam sana lagi. Aku juga tidak punya sesuatu untuk ku jadikan sebagai penerang" monolog Li Shang Yue.
"Ah tidur di atas saja"
Li Shang Yue langsung kembali memanjat pohon apel itu. Li Shang Yue mencari tempat yang lumayan rindang agar ia tidak merasa kedinginan.
"Aku tidur dulu. Selamat malam ular putih" Guman Li Shang Yue yang langsung menutup mata menuju alam mimpi.
Ular putih itu segera mendekat ke arah Li Shang Yue yang sedang tertidur. Terlihat keningnya di satukan dengan kening Li Shang Yue. Hingga lama kelamaan ingatan tentang Li Shang Yue masuk dalam kepala ular putih itu.
Hanya identitas sebagai Li Shang Yue yang di serah ular putih. Sedangkan identitas sebagai Clara telah terkunci rapat di dalam diri Li Shang Yue.
"Ternyata dia du buang oleh keluarganya sendiri. Malang sekali nasib mu gadis kecil." Kata ular putih yang melilit Tubuh Li Shang Yue dengan ekornya.
" Menjadi hewan kontraknya ku rasa tidak apa-apa. Walau dia tidak kuat tapi aku bisa melindunginya di masa depan nanti" kata Ular putih itu lagi.
Ular putih membaringkan Li Shang Yue di atas tumpukan jerami yang di lapisi bulu-bulu halus. Ular putih segera membuat lingkaran dari ekornya hingga membuat Li Shang Yue berada di tengah-tengah lingkaran.
"Semoga ini bisa menghangatkan mu gadis kecil" Guman ular putih yang menutup matanya untuk tidur.
Sinar mentari dan suara kicauan burung membuat Li Shang Yue terbangun dari tidurnya.
"Eh ini apa?"
Li Shang Yue langsung membuka matanya melihat apa yang di pegang dan di pelukannya yang sedari tadi malam ia jadikan sebagai bantal gulingnya.
"Sudah bangun tukang tidur?" Ejek ular putih yang menatap tajam Li Shang Yue yang tidak menyukai jika ekornya di jadikan bantal guling oleh gadis itu.
"Heheheh maaf," ucap Li Shang Yue yang malah memamerkan giginya yang putih.
"Eh kenapa aku bisa tidur disini bukan kah semalam aku berada di atas?" Ucap Li Shang Yue yang menggaruk-garuk kepalanya yang terlihat bingun.
"Eh i.....itu karna kau tidur hampir terjatuh ja....jadi aku memindah kamu ke tempat tidurku" kata ular putih dengan gugup.
"Hm"
Li Shang Yue hanya berdehem lalu berdiri merentangkan tangan hingga terdengar suara seperti remukkan tulang.
Krek
"Hey apa yang kamu lakukan gadis kecil? Kamu membuat tulang mu patah" teriak Ular putih yang langsung merayap cepat ke arah Li Shang Yue.
"Ck ini namanya merenggangkan otot kalian saja yang terlalu kuno. Begitu saja tidak tahu" ucap Li Shang Yue dengan sinis.
Li Shang Yue berbalik mengambil sisa sisa bahan obat kemarin lalu menumbuknya hingga halus.
Setelah halus ia kembali mengobati lukanya laku luka si ular putih.
"Setelah ini kita tidak akan bertemu lagi. Kamu jaga diri baik-baik aku harus memperkuat diri aku sekarang," kata Li Shang Yue yang berbicara sambil mengobati luka Ular putih itu.
"Nah sudah selesai. Pergilah" ucap Li Shang Yue yang mengelus kepala ular putih sejenak setelah itu naik kembali di dahan pohon apel memetik beberapa buah untuk di jadikan bekal nanti.
"Eh kenapa belum pergi juga? Kamu mau ini? Ini ambilah"
Li Shang Yue meletakan dua buah apel di depan sang ular. Setelah selesai Li Shang Yue langsung berbalik masuk ke dalam hutan. Li Shang Yue bertekad untuk memperkuat diri sebelum kembali ke istana untuk membalas dendam.
"Sekarang umur Li Shang Yue 14 tahun, aku akan belajar 1 tahun di hutan setelah itu aku akan kembali ke istana untuk membalas dendam" Guman Li Shang Yue yang terus dalam hutan.
"Sebenarnya ini hutan apa? Kenapa tidak ada binatang buas yang aku temui" ucap Li Shang Yue yang celinguk kanan kiri mencari hewan untuk ia jadikan buruan.
Beberapa menit kemudian Li Shang Yue terus berjalan sesekali memetik daun obat-obatan. Tanpa Li Shang Yue ketahui di belakangnya tengah di ikuti ular putih yang sedari tadi mengikutinya.
Ular putih itu sebenarnya ingin Li Shang Yue menjadikannya hewan kontrak tapi karna rasa gengsi yang tinggi membuat ular itu tak membuka diri. Lagi pula apa kata langit hewan ilahi sepertinya yang hanya berada satu di bawah mitologi memohon kepada seorang gadis untuk di jadikan hewan kontrak. Di tambah gadis itu tidak mempunyai kekuatan apapun.
"Jika begini terus aku makan apa?" Gerutu Li Shang Yue yang kesal.
"Ck berhenti mengikuti ku" kesal Li Shang Yue yang membalik badannya menatap tajam mahluk apa yang berani mengikutinya.
"Eh. Kau..... Kenapa mengikutiku ular putih? Apa kamu mau berteman denganku? Jika ingin berteman tidak perlu seperti itu" kata Li Shang Yue lembut.
Clara Devinson dahulu adalah gadis pencinta hewan-hewan yang kata orang menjijikan dan menyeramkan tapi di mata Clara mereka semua sangat lucu dan manis-manis. Bahkan tak tanggung-tanggung mension pribadi ada beberapa kucing besar (singa dan harimau) dia pelihara.
"Aku jadi merindukan kucing-kucing ku disana. Entah bagaimana kabar mereka" Guman Li Shang Yue yang menundukan kepala sedih hingga meneteskan air mata.
Duk
Ular putih yang berfikir jika Li Shang Yue sedih karna kelaparan langsung meleset mencari ayam hutan. Hingga hanya beberapa menit ular kembali dan meletakkan ular hasil buruannya di depan Li Shang Yue.
"Wahhhh kau berburu,? Kau baik sekali" kata Li Shang Yue yang menatap penuh binar ke arah ayam hutan buruan ular putih.
"Dia hanya gadis kecil yang begitu haus akan kasih sayang" kata ular putih dalam hati yang menatap Li Shang Yue dengan gembira berjalan dengan menenteng membawa ayam buruannya.
Ular putih yang melihat Li Shang Yue begitu gembira dengan senandung kecil keluar dari mulutnya membuat ular putih itu langsung meleset mengikuti Li Shang Yue dari belakang.
"Eh goa?"
Li Shang Yue yang melihat sungai ingin membersihkan ayamnya tapi terhenti saat matanya menatap goa depan sana.
"Masuk sajalah. Siapa tahu ada harta Karun" ucap Li Shang Yue yang masuk ke dalam goa dengan nada riang.
"Gadis kecil lebih baik kita keluar. Tidak aman jika kita berada disini" kata ular putih yang terlihat panik.
Ular putih bisa merasakan adanya hewan yang lebih kuat dan lebih tinggi kedudukannya daripada dirinya. Ular putih tau hewan yang lebih tinggi kedudukannya dari mereka yang hewan ilahi adalah hewan mitologi. Ular putih berusaha mencegah Li Shang Yue untuk masuk lebih dalam. Namun Clara dulu yang merupakan seorang Kopral di tambah dengan profesi nya yang sebagai Queen of Mafia membuat rasa penasarannya semakin kuat.
Semakin di larang maka semakin besar pula rasa penasaran yang di rasakan oleh Li Shang Yue. Semakin di larang maka semakin keras pula Clara memberontak.
"Waaah ada ikan pelangi" teriak Li Shang Yue yang berteriak kegirangan membuang sembarangan ayam di tangannya menatap penuh binar kumpulan ikan di depannya.
"Ga.....gadis ke....kecil Ki...kita se...seka...rang dalam ma....salah" ucap ular putih dengan suara yang bergetar menatap sesuatu yang tengah menatapnya tajam di depan sana dengan mata merah menyala.
Li Shang Yue mengedarkan pandangannya ke segala sekitar. Hingga mata menyipit saat melihat sesuatu yang memilik mata merah tengah menatapnya tajam.
Bukannya takut Li Shang Yue malah berjalan mendekati sosok itu dengan rasa penasaran yang sudah di ubun-ubun. Tanpa menyadari jika apa yang dia lakukan bisa merenggut nyawanya.
"Gadis kecil menjauh," teriak Ular putih dengan panik.
"Kamu siapa? Apa kamu dinosaurus atau naga?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Kikiari Putri
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
2024-06-12
0
Mizzash
hahaahaha
2023-06-28
0
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-05-17
0