"Goa? Masuk nggak ya? Sudahlah masuk saja"
Li Shang Yue dengan langkah pasti berjalan masuk ke dalam goa. Li Shang Yue langsung menatap ke sekelilingnya tak menemukan apa-apa.
Clara yang berada dalam tubuh Li Shang Yue ada orang yang sangat penasaran akan hal yang berbaur misteri. Dengan rasa penasaran yang tinggi Li Shang Yue melangkahkan kakinya semakin memasuki goa itu.
Setelah berjalan selama hampir 20 menit akhirnya sampai di ujung gua. Li Shang Yue yang tidak menemukan apapun langsung menjatuhkan rahangnya.
"Tidak ada apapun?" Guman Li Shang Yue yang masih dengan tampang bodohnya.
"Terus untuk apa aku menyelusuri gua gelap dan menyeramkan ini? AAAAAAAA menyebalkan" Li Shang Yue berteriak kencang karna kesal.
Dengan perasaan kesal Li Shang Yue menendang nendang dinding gua. Hingga tanpa sengaja kakinya menendang sesuatu yang membuat tempat ia berpijak bergetar.
"Eh eh ini kenapa?" Guman Silvana yang ikut panik.
Blash
AAAAAA
Bruk
"S....i....a...l...a....n pantatku huhu....Buset kayaknya pinggang aku encok ini." Guman Li Shang Yue yang berusaha berdiri dengan berpegangan pada dinding gua.
"Hosh hosh ini benar-benar sial. Tau gini, aku biarin saja di Snake ikut kan nggak ribet gini." Gerutu Li Shang Yue yang menarik napas dalam-dalam.
Setelah tenang Li Shang Yue mengedarkan pandangan pada tempat ia berada itu yang ternyata seperti ruangan bawah tanah. Li Shang Yue hanya diam tanpa mengeluarkan suara lagi hingga matanya menatap terpaku pada sebuah pedang yang tertancap di atas batu yang berada di tengah-tengah kolam air yang sekelilingnya di penuhi bunga teratai putih.
"Itu apa? Pedang atau apa?" Guman Li Shang Yue yang bertanya-tanya.
Lagi lagi rasa penasaran dalam dirinya membuat dia menceburkan diri di dalam kolam itu. Berjalan mendekati sesuatu yang menancap di atas batu itu.
"Kalau di sini ada seekor buaya maka aku benar-benar akan menjadi makanannya" Monolog Li Shang Yue yang menatap sekitar yang terlihat aman-aman saja tanpa adanya tanda tangan dan bahaya.
"WHAT....! PEDANG BERKARAT?" Teriak Li Shang Yue yang begitu menggelegar di dalam gua itu.
Sring
Li Shang Yue menarik pedang berkarat itu dengan mudah. Di tatapnya pedang itu dengan kesal tanpa sengaja jari tangan Li Shang Yue teriris hingga darahnya mengenai ganggang pedang berkarat itu.
"Awww pedang jelek! Sudah jelek melukai aku pula!" Teriak Li Shang Yue yang langsung membuang kasar pedang berkarat itu hingga terpental ke dinding gua.
"Aku menghabiskan waktu berharga milikku 30 menit hanya karna sebuah pedang jelek itu? Aku benar-benar sial sekarang!" Gerutu Li Shang Yue.
"Eh ini apa?" Guman Li Shang Yue yang tidak sengaja melihat sebuah cincin hitam dengan kepala naga hiasan cincin itu.
"Ku rasa ini cukup berharga di banding pedang berkarat itu." Kata Li Shang Yue yang mengambil cincin itu lalu memakainya di jari telunjuknya.
"Aliran qi disini begitu padat lebih baik aku berkultivasi"
Li Shang Yue segera naik ke atas batu yang menjadi tempat pedang berkarat tadi. Li Shang Yue duduk tenang di atas batu itu lalu mulai menutup mata berkonsentrasi untuk menarik qi di sekitarnya.
Wush.....
Dapat Li Shang Yue rasakan jika ada aliran hangat yang terus merambat masuk dan menuju Meridian nya. Li Shang Yue dengan gila-gilaan menyerap qi begitu rakus hingga beberapa menit kemudian terdengar suara ledakan yang di sebabkan oleh Li Shang Yue yang mengalami terobosan naik ke tingkat berikutnya.
Boom
Boom
Boom
Li Shang Yue membuka matanya setelah melakukan terobosan sebanyak 3 kali. Li u
Shang Yue yang tadinya berada di ranah kaisar tingkat awal karna terobosan itu membuat dirinya berada di ranah Penguasa alam tingkat awal.
"Begini lebih baik, tidak mengecewakan." Kata Li Shang Yue dengan senyum tipis di bibirnya.
Kryuuuk
Kryuuuk
Li Shang Yue memijit perutnya yang merasa lapar. Walau sebenarnya seorang kultivaktor bisa tidak makan selama beberapa hari bahkan bulan tapi tidak berlaku pada Li Shang Yue yang terus merasa lapar.
Mungkin karna pengaruh dari Clara yang memang di dunia manusia juga hobby-nya adalah makan berbagai kuliner. Membuat Li Shang Yue terus merasa kelaparan sebelum makan dengan benar-benar merasa kenyang.
"Eh ikan pelangi!" Pekik Li Shang Yue yang melihat beberapa ikan pelangi yang berenang di dalam kolam teratai putih itu.
"Tapi cara nangkep tuh ikan gimana? Coba aja punya pistol..... Ah aku lupa kan aku punya anak panah."
Li Shang Yue segera turun dari batu tempat ia berkultivasi. Tanpa di ketahui oleh Li Shang Yue sebuah pedang yang memiliki ganggang hitam melayang di belakangnya.
Pedang itu begitu inda dengan ukiran naga di ganggangnya. Panjangnya begitu pas dan dapat di pastikan jika pedang itu amat tajam. Pedang itu di terangi oleh cahaya yang hitam kemerahan.
Tak
Tak
Tak
Li Shang Yue yang memang sangat berbakat dalam hal menembak ataupun melempar senjata karna itu adalah ke keahliannya di dunia modern yang membunuh musuhnya hanya menggunakan 1 buah jarum.
"Wahhhh ikannya besar-besar...." Teriak Li Shang Yue yang heboh.
Tanpa ba-bi-bu Li Shang Yue langsung mengambil tiga ekor ikan Pelangi itu membawanya ke tempat yang tidak ada airnya.
Li Shang Yue mencari ranting di sekitar gua lalu menyalakan api untuk membakar ikan pelangi.
Beberapa menit kemudian tercium bau harum yang berasal dari ikan yang di bakar oleh Li Shang Yue. Li Shang Yue yang kelaparan langsung menyantap ikan bakar itu tanpa peduli apa akibatnya.
Setelah 5 menit berlalu 3 ikan bakar yang ukurannya besar-besar itu telah ludes di makan oleh Li Shang Yue.
Enghhhh
"Kenyang juga..... Eh ini... Ikan pelangi kan...? Buset terakhir kali aku makan aku jadi gosong"
Boom
Baru saja perkataan Li Shang Yue keluar dari mulutnya disusul dengan suara ledakan yang berasal dari dalam dirinya sendiri.
Uhuukkk uhuuk
"Sialan......!" Li Shang Yue mengumpat dengan kesal saat merasakan sisa-sisa asap yang mengelilinginya.
"Syukur aku tidak meledak tapi tetap saja aku jadi gini......" Gerutu Li Shang Yue.
Dengan langkah lesu Li Shang Yue berdiri berjalan kembali memasuki danau yang ada teratai putihnya itu.
"Wajahku jadi gosong...kan?" Gerutu Li Shang Yue yang membasuh wajahnya dengan air danau itu.
"Eh wajahku sudah cantik? Apa karna aku terus memakan ikan itu hingga racun itu terus keluar? Tapi baguslah jika begitu."
Li Shang Yue kembali membersihkan pakaiannya walau pun sekarang pakaian seperti pengemis karna hanfu yang di kenakan-nya sekarang terlihat compang camping.
"Lebih baik aku keluar disini tidak ada yang menarik."
Li Shang Yue segera berbalik mencari jalan keluar. Namun, baru beberapa langkah Li Shang Yue langsung menghentikan langkahnya.
Sring....
Pedang hitam dengan ukiran naga langsung melayang di depannya membuat Li Shang Yue diam di tempat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Ismi Yui
buahahahha jatuh di lubang yg sama/Facepalm//Facepalm/
2024-11-04
0
Ismi Yui
waah dapat cincing ruang/dimensi,,,lumayan bisa bawa banyak hewam kontrak dan perbendaharaan lainnya nih/Chuckle/
2024-11-04
0
fifid dwi ariani
trus sukses
2023-05-18
0