Chp.08 : Pulau monster II

masih berada di kapal. Elena berada di luar bersama 3 teman baru nya, ia sedang menikmati pemandangan laut. beberapa ikan terkadang melompat ke atas permukaan. Elena tidak menyangka bakalan semuda ini keluar dari desa tempat nya tinggal.

awal nya ia mengira bakalan menunggu sampai dewasa kisaran 20 sampai 30 tahunan untuk keluar dari desa dan menjelajahi lautan serta Tempat-tempat yang memukau.

"Woah, liat itu liat!. ada ikan melompat-lompat" Elena bersemangat sampai-sampai jari nya menunjukkan letak ikan itu berada.

"haha, kau terlalu bersemangat Elena. padahal ini hal biasa bagi ku" Cia sedikit berbangga diri. ia ingin elena sedikit mengagumi nya.

"eh!, bukankah kita beberapa hari yang lalu juga begitu?" Yaya terheran, ia pun membocorkan fakta yang tidak bisa di bantah.

"itu hanya kalian, terutama Cia" wajah Clara masih saja berekspresi datar.

"eh ... aaaa etoh, jangan membocorkan nya" Cia terlihat malu, ia mengguncang tubuh Yaya sampai di buat pusing. saat kata-kata terakhir Cia sedikit mengeraskan suara nya.

"a, a, a, maaf kelepasan" yaya pusing.

"pftt, hahahaha" saat Elena melihat tingkah mereka. entah mengapa itu membuat Elena tertawa.

yang lain saling menatap wajah satu sama lain ketika melihat Elena tertawa, hingga pada akhirnya ikut tertawa bersama. namun, tidak untuk Clara. ia hanya terdiam sambil melihat lautan yang terombang-ambing.

saat mereka saling tertawa Cia melihat Clara yang hanya terdiam. mungkin, sedang dalam lamunan nya sendiri.

"ayolah kau harusnya ikut tertawa, dari waktu pertama kali bertemu kau hampir tak pernah ketawa. apakah kau berindukan orang tua mu? hmm" Cia mencoba untuk menaikkan bibir Clara yang tidak berekspresi.

"Clara tidak memiliki kedua orang tua" Clara masih menampakkan wajah acuh tak acuh, ia menangkap tangan Cia sembari menurunkan tangan nya.

"mereka bertiga yang mendengar perkataan Clara langsung agak syok dan terkejut. terutama Cia, ia langsung meminta maaf sambil membungkuk.

"maaf Clara. aku tidak tau" Cia terlihat menyesal.

"sudah terbiasa" jawab nya agak singkat.

Clara pun menoleh ke suatu tempat ke arah laut, dari kejauhan nampak ada pulau yang ukuran nya lumayan besar.

pohon-pohon menjulang tinggi, bahkan pulau itu kebanyakan hanya ada pohon, tidak ada yang spesial seperti pegunungan atau hal yang bikin menarik.

"ada pulau" Clara berbicara pelan. namun, teman nya masih bisa mendengar.

"eh iya, ada pulau" yaya juga ikut melihat apa yang di lihat oleh Clara.

"iya sih ada pulau, tapi itu terlihat tidak menarik. hanya ada pohon-pohon tinggi yang sudah terlalu tua" Cia mengatakan apa adanya.

"mungkin ada yang menarik jika kedalam sana, kita hanya bisa melihat dari kejauhan. tidak tau apa isi dalam nya" Elena mengutarakan pendapat nya.

"apakah kita akan kesana?" tanya Cia.

"ya, kita akan singgah ke pulau itu, ada hal yang harus kalian bertiga lakukan" ketika Cia bertanya, kakek Hai muncul dan menjawab pertanyaan Cia.

"bertiga?, salah satu dari kami ada yang tidak ikut?" Yaya sedikit kebingungan, jumlah mereka kan ada 4 orang tapi mengapa yang kesana hanya 3 orang.

"Elena akan berada di kapal, Elena tidak usah ikut. kalian dan ketiga anggota ku yang lain akan memasuki pulau itu untuk melihat patung.

"tapi ... bukankah itu hanya patung?, mengapa Elena tidak ikut bersama kami" Cia lagi-lagi kebingungan, padahal itu hanya patung tapi kenapa Elena yang lebih tua dari mereka tidak di perbolehkan ikut.

"Elena memiliki kondisi khusus ... akan sangat berbahaya jika kesana. bukankah tanda lahir air nya besar?"

"jika tanda lahir air itu udah besar maka tidak di perbolehkan untuk melihat patung yang ada di dalam pulau. milik kalian hanya kecil kan?, jadi itu tidak apa-apa"

"emm, ternyata begitu" ketiga wanita paham. mereka mempercayai omongan kakek Hai.

"nah baguslah kalau mengerti, Elena di kapal saja ya sambil menunggu kami kembali"

"baiklah" Elena sebenarnya ingin sekali ikut, tapi mau bagaimana lagi. kakek Hai mengatakan bahwa kesana itu tidak bisa karena kondisi tanda lahir air nya.

sebetulnya ia sedikit menyesal karena memiliki tanda lahir air yang berbeda sama mereka.

belasan menit telah terlewati, bahkan hampir tak berasa. kapal pun menurunkan jangkar nya, sekarang mereka telah singgah ke pinggiran pulau.

mereka semua di suguhkan pohon yang menjulang tinggi. ukuran nya jauh terasa berbeda ketika dari dekat.

"tinggi ... nya" yaya melihat ke atas puncak pohon,

"memang tinggi, mari kita turun" kakek Hai menyuruh mereka turun. kecuali, Elena yang masih takjub dengan tinggi nya pohon. baru kali ini elena melihat sesuatu yang berbeda dari tempat nya tinggal.

"huh ... sayang sekali tidak bisa ikut" Elena melihat mereka dari kejauhan sembari menahan dagu nya. hembusan nafas sedikit di keluar kan Elena.

sedikit demi sedikit mereka pun tidak terlihat lagi dari mata Elena. ia sekarang memandang laut, wajah nya terlihat cemberut. Elena mulai sedikit kebosanan.

***

"indah nya ... dari kejauhan terlihat biasa saja. tapi, ketika di dalam sangat indah ... benar kata Elena, kita tidak tau apa yang ada di dalam. ternyata sebagus ini" Cia menoleh kesana-kemari. ia sangat bersemangat ketika melihat hal-hal yang indah.

lumut dan sinar matahari menambah kesan indah di dalam hutan, mungkin terlihat seperti dongeng jika hal ini di ceritakan kepada yang lain.

"andai saja Elena ikut, mungkin dia akan senang melihat ini" Yaya melepaskan alas kaki nya. ia ingin merasakan bagaimana jika berjalan di sini tanpa alas kaki.

ketika menyentuh permukaannya, telapak kaki merasakan nyaman karena kelembutan dari lumut, ia berlarian menikmati hal-hal yang indah ini.

Cia juga mengikuti kelakuan Yaya, ia terlihat senang. sangat berbeda jika mereka di banding kan sama Clara. ia hanya menunjukkan secuil ekspresi senyum, mata nya masih berpandangan lurus melihat punggung kakek Hai.

Clara adalah orang yang pendiam, tidak terlalu menonjol kan diri. selalu tenang di berbagai kondisi, ia lebih suka mengamati situasi daripada berbicara.

hal itu membuat Clara lebih dewasa daripada ketiga teman nya termasuk Elena yang sedang berada di kapal. bahkan tubuh nya jauh lebih tinggi padahal perbedaan umur nya hanya 1 sampai 2 tahun saja.

"jangan terlalu jauh dari ku, nanti kalian tersesat" kakek Hai memperingati mereka. terlihat kakek Hai begitu sayang dan perhatian ke mereka. berbeda sama apa yang di pikiran nya kali ini.

"Bersenang-senang lah kalian ... karena nanti kalian tidak akan bisa melakukan nya" selintas ekspresi pria tua bungkuk memamerkan senyuman licik nya.

......................

apakah cerita penulis terlalu bertele-tele dan lambat?. jika merasa begitu penulis meminta maaf yang sebesar² nya karena ini adalah gaya penulisan author untuk sekarang.

jika kalian nanya kapan alur nya cepat, saya akan jawab nanti akan ada waktu nya.

Terpopuler

Comments

Origami Sempai

Origami Sempai

ini salah bang

2023-01-02

0

suka novel

suka novel

jut

2022-11-01

0

pecinta novel ><

pecinta novel ><

seru

2022-11-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chp.01 : Malaikat ke 8
2 Chp.02 : Tiga penjaga lapisan
3 Chp.03 : Keluar dari penjara 3 elemen
4 Chp.04 : Ruang hampa
5 Chp.05 : Melawan green scorpion
6 Chp.06 : Elena (Arc dunia magic)
7 Chp.07 : Pulau monster
8 Chp.08 : Pulau monster II
9 Chp.09 : Pulau monster III
10 Chp.10 : Monster ular
11 Chp.11 : Elena vs monster ular
12 Chp.12 : Elena vs monster ular II
13 Chp.13 : Meteor jatuh
14 Chp.14 : Calon murid pertama
15 Chp.15 : Manipulator
16 Chp.16 : Wadah dewi lautan dan tubuh regenerasi
17 Chp.17 : Elusan kepala
18 Chp.18 : Peristiwa desa
19 Chp.19 : Peristiwa desa II
20 Chp.20 : sifat tersembunyi Elena
21 Chp.21 : Elena hampir menghancurkan pulau
22 Chp.22 : Si kejam Elena
23 Chp.23 : Mulai nya latihan
24 Chp.24 : Mulai nya latihan II
25 Chp.25 : Mulai nya latihan III
26 Chp.26 : kegelapan menyelimuti
27 Chp.27 : Datang nya 3 kapal
28 Chp.28 : Murid vs organisasi darah merah
29 Chp.29 : Murid vs organisasi darah merah II
30 Chp.30 : Murid vs organisasi darah merah III
31 Chp.31 : Murid vs organisasi darah merah IV
32 Chp.32 : Bangkit nya kepribadian lain Clara
33 Chp.33 : Pertarungan antara Clara dan pria bertubuh api
34 Chp.34 : Berita ledakan
35 Chp.35 : Keadaan Elena dan Clara
36 Chp.36 : Kemarahan organisasi darah merah
37 Chp.37 : Puteri wilayah Aquari
38 Chp.38 : Flera roh bulan sabit
39 Chp.39 : Flera si roh bulan sabit II
40 Chp.40 : Kota samore
41 Chp.41 : Kota samore II
42 Chp.42 : Trauma
43 Chp.43 : Lenyap nya kelompok bandit singa sejati
44 Chp.44 : Tuan putri dikota samore
45 Chp.45 : Pertemuan Clark dan Tuan putri wilayah Aquari
46 Chp.46 : Ancaman Clark
47 Chp.47 : Pria baik?
48 Chp.48 : Pria baik? II
49 Chp. 49 : Rencana licik Clark
50 Chp. 50 : Pertemuan Tuan Putri dan organisasi darah merah
51 Chp. 51 : Putri Vania vs Halm
52 Chp. 52 : Clark Vs Pemimpin organisasi darah merah
53 Chp. 53 : Cerita masa lalu
54 Chp 54. Vivi suku Iblis
55 Chp. 55 : Akademi laut biru & Akademi gelombang bencana
56 Chp. 56 : Akademi laut biru & Akademi gelombang bencana II
57 Chp. 57 : Kembali berlayar
58 Chp. 58 : Penampilan baru Clark
59 Chp. 59 : Kota Meka
60 Chp. 60 : Menuju ke ibukota
61 Chp. 61 : Menuju ke ibukota II
62 Chp. 62 : Sekumpulan assasin
63 Chp. 63 : Sekumpulan assasin II
64 Chp. 64 : Semua assasin mati
65 Chp. 65 : Alasan tersendiri
66 Chp. 66 : Sampai di ibukota
67 Chp. 67 : Richeos berbuat masalah
68 Chp. 68 : Nasib Richeos dan keluarganya
69 Chp. 69 : Sebelum kompetisi dimulai
70 Chp. 70 : Menyerang markas assasin
71 Chp. 71 : Sedikit kekuatan pulih
72 Chp. 72 : Akhir dari penyerangan markas assasin
73 Chp. 73 : Beraktifitas malam
74 Chp. 74 : ketempat kompetisi
75 Chp. 75 : Berkumpulnya orang hebat
76 Chp. 76 : Meremehkan
77 Chp. 77 : Giliran tiba
78 Chp. 78 : Elena vs Akademi daun wangi
79 Chp. 79 : Elena vs Akademi daun wangi II
80 Chp. 80 : Kompetisi
81 Chp. 81 : Clara vs murid Akademi baja kebal
82 Chp. 82 : Clara vs Akademi baja kebal II
83 Chp. 83 : Cerita
84 Chp. 84 : 5 sesepuh
85 Chp. 85 : Kekacauan kompetisi
86 Chp. 86 : Pertempuran
87 Chp. 87 : Aksi Clark
88 Chp. 88 : Aksi Clark II
89 Chp. 89 : Rencana
90 Chp. 90 : Pertarungan diberbagai tempat
91 Chp : 91 Akhir pertarungan Clark penuh rencana
92 Chp. 92 : Tertawa lepas
93 Chp. 93 : wilayah Valcke
94 Chp. 94 : Padang gurun (Valcke)
95 Chp. 95 : Penyihir & Praktisi (END Arc dunia magic)
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Chp.01 : Malaikat ke 8
2
Chp.02 : Tiga penjaga lapisan
3
Chp.03 : Keluar dari penjara 3 elemen
4
Chp.04 : Ruang hampa
5
Chp.05 : Melawan green scorpion
6
Chp.06 : Elena (Arc dunia magic)
7
Chp.07 : Pulau monster
8
Chp.08 : Pulau monster II
9
Chp.09 : Pulau monster III
10
Chp.10 : Monster ular
11
Chp.11 : Elena vs monster ular
12
Chp.12 : Elena vs monster ular II
13
Chp.13 : Meteor jatuh
14
Chp.14 : Calon murid pertama
15
Chp.15 : Manipulator
16
Chp.16 : Wadah dewi lautan dan tubuh regenerasi
17
Chp.17 : Elusan kepala
18
Chp.18 : Peristiwa desa
19
Chp.19 : Peristiwa desa II
20
Chp.20 : sifat tersembunyi Elena
21
Chp.21 : Elena hampir menghancurkan pulau
22
Chp.22 : Si kejam Elena
23
Chp.23 : Mulai nya latihan
24
Chp.24 : Mulai nya latihan II
25
Chp.25 : Mulai nya latihan III
26
Chp.26 : kegelapan menyelimuti
27
Chp.27 : Datang nya 3 kapal
28
Chp.28 : Murid vs organisasi darah merah
29
Chp.29 : Murid vs organisasi darah merah II
30
Chp.30 : Murid vs organisasi darah merah III
31
Chp.31 : Murid vs organisasi darah merah IV
32
Chp.32 : Bangkit nya kepribadian lain Clara
33
Chp.33 : Pertarungan antara Clara dan pria bertubuh api
34
Chp.34 : Berita ledakan
35
Chp.35 : Keadaan Elena dan Clara
36
Chp.36 : Kemarahan organisasi darah merah
37
Chp.37 : Puteri wilayah Aquari
38
Chp.38 : Flera roh bulan sabit
39
Chp.39 : Flera si roh bulan sabit II
40
Chp.40 : Kota samore
41
Chp.41 : Kota samore II
42
Chp.42 : Trauma
43
Chp.43 : Lenyap nya kelompok bandit singa sejati
44
Chp.44 : Tuan putri dikota samore
45
Chp.45 : Pertemuan Clark dan Tuan putri wilayah Aquari
46
Chp.46 : Ancaman Clark
47
Chp.47 : Pria baik?
48
Chp.48 : Pria baik? II
49
Chp. 49 : Rencana licik Clark
50
Chp. 50 : Pertemuan Tuan Putri dan organisasi darah merah
51
Chp. 51 : Putri Vania vs Halm
52
Chp. 52 : Clark Vs Pemimpin organisasi darah merah
53
Chp. 53 : Cerita masa lalu
54
Chp 54. Vivi suku Iblis
55
Chp. 55 : Akademi laut biru & Akademi gelombang bencana
56
Chp. 56 : Akademi laut biru & Akademi gelombang bencana II
57
Chp. 57 : Kembali berlayar
58
Chp. 58 : Penampilan baru Clark
59
Chp. 59 : Kota Meka
60
Chp. 60 : Menuju ke ibukota
61
Chp. 61 : Menuju ke ibukota II
62
Chp. 62 : Sekumpulan assasin
63
Chp. 63 : Sekumpulan assasin II
64
Chp. 64 : Semua assasin mati
65
Chp. 65 : Alasan tersendiri
66
Chp. 66 : Sampai di ibukota
67
Chp. 67 : Richeos berbuat masalah
68
Chp. 68 : Nasib Richeos dan keluarganya
69
Chp. 69 : Sebelum kompetisi dimulai
70
Chp. 70 : Menyerang markas assasin
71
Chp. 71 : Sedikit kekuatan pulih
72
Chp. 72 : Akhir dari penyerangan markas assasin
73
Chp. 73 : Beraktifitas malam
74
Chp. 74 : ketempat kompetisi
75
Chp. 75 : Berkumpulnya orang hebat
76
Chp. 76 : Meremehkan
77
Chp. 77 : Giliran tiba
78
Chp. 78 : Elena vs Akademi daun wangi
79
Chp. 79 : Elena vs Akademi daun wangi II
80
Chp. 80 : Kompetisi
81
Chp. 81 : Clara vs murid Akademi baja kebal
82
Chp. 82 : Clara vs Akademi baja kebal II
83
Chp. 83 : Cerita
84
Chp. 84 : 5 sesepuh
85
Chp. 85 : Kekacauan kompetisi
86
Chp. 86 : Pertempuran
87
Chp. 87 : Aksi Clark
88
Chp. 88 : Aksi Clark II
89
Chp. 89 : Rencana
90
Chp. 90 : Pertarungan diberbagai tempat
91
Chp : 91 Akhir pertarungan Clark penuh rencana
92
Chp. 92 : Tertawa lepas
93
Chp. 93 : wilayah Valcke
94
Chp. 94 : Padang gurun (Valcke)
95
Chp. 95 : Penyihir & Praktisi (END Arc dunia magic)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!