Jauh di tempat lain, di waktu yang bersamaan saat kakak beradik Merilin dan Harven saling meyakinkan satu sama lain, sekarang di apartemen Rion yang sepi.
Laki-laki itu tidak terlalu suka berisik, suara musik atau TV, hanya ada suara langkah kakinya di dalam rumah.
Dia pulang sangat larut malam ini. Tertahan oleh Serge. Selama hampir satu jam dia mendengarkan Serge membacakan yang katanya hasil perenungannya selama dua hari dua malam. Serge mengarang naskah drama roman picisan, drama cinta pertemuannya dengan calon istrinya.
Setelah mandi, Rion bukannya masuk ke kamar dan tidur, dia malah masuk ke dalam ruang kerjanya. Lagi-lagi hanya keheningan yang menyambutnya saat membuka pintu.
Map bersisi biodata Merilin calon istrinya ada di atas meja. Tidak dia sentuh atau dia simpan setelah hari itu. Masih tetap ada di atas meja. Rion duduk lalu menyentuh map itu, mengeluarkan foto. Dia menatap gadis yang ada di dalam foto. Tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya, namun sambil mengetuk foto itu dengan jarinya dia bergumam.
"Bonekaku yang menyedihkan."
Rion bersandar di kursi kerjanya, mengingat kejadian selepas petang tadi bersama Serge.
Kejadian di dalam ruang kerja Rion.
"Kau kan sudah bertemu dua kali dengannya, jadi seperti yang aku bilang kemarin, kalau kalian jatuh cinta pada pandangan pertama pada saat kalian wawancara untuk majalah perusahaan."
Seperti itu kira-kira inti naskah drama yang dibuat Serge.
Kalau diuraikan dalam bentuk paragraf akan seperti ini dibacanya, naskah yang ditulis Serge dengan sepenuh hati.
Rion yang hatinya terluka karena cinta masa lalu, seperti kembali terpantik panah asmara ketika melihat Merilin. Dia jatuh cinta pada semangat gadis itu, pada wajahnya yang kalem dan manis. Senyumnya yang merekah bak kelopak mawar.
Awalnya, Rion masih ragu dengan perasaan hatinya dan mengesampingkan hal itu. Karena dia hanya berfikir, kalau dia belum ingin jatuh cinta dan mencari gadis pengganti masa lalunya. Namun, seiring waktu ada ceruk besar di hatinya yang kosong, dan dia teringat dengan gadis yang ia temui saat wawancara majalah perusahaan.
Dipertemuan kedua, Rion masih berusaha melawan rasa suka di hatinya. Namun, ketika tidak sengaja berpapasan di kantor, seperti sesuatu yang terpendam itu bergelora dengan cepat. Mengipasi hati Rion, agar matanya menatap wajah gadis itu, agar hatinya mengompori pikirannya untuk memikirkan gadis itu.
Disinilah Serge muncul sebagai dewa yang membawa panah asmara. Karena secara kebetulan, gadis yang diam-diam dipikirkan Rion ternyata adalah temannya. Sebuah kebetulan yang mungkin sudah dirancang Tuhan, menjadikan Serge sebagai perantara cinta.
Akhirnya, melalui dewa cinta Serge, pertemuan rahasia pun dilakukan, dan syukurlah gadis itu pun diam-diam sudah menyukai Rion. Seorang karyawan yang diam-diam terpesona pada wajah dingin dan berwibawa sang CEO. Sang gadis juga memendam perasaan yang sama pada Rion, namun, karena statusnya yang hanya karyawan biasa, gadis itu hanya bisa bersembunyi dan melihat Rion diam-diam dari kejauhan.
Dan kisah asmara ini pun akhirnya berjalan dengan mulus karena bantuan Serge sebagai pembawa panah asmara. Sang dewa cinta.
Begitulah kira-kira, garis besar bagaiman cinta bekerja menyerang hati Rion yang sudah lama membeku karena cinta.
Dasar gila!
Rion membanting foto Merilin ke meja kerjanya.
Karangan tidak masuk akal Serge tadi di kantornya, membuat Rion melemparkan setumpuk berkas laporan perusahaan yang membentur bahu Serge dan jatuh berserak di lantai.
"Kenapa tidak sekalian kau bilang aku berlutut menyatakan cinta padanya, kau pikir ayahku akan percaya. Hah! Kalau ibuku mungkin bisa dikelabui dengan drama menjijikkan itu, tapi ayahku!" Dengan kesal dilemparkan lagi pena ke tubuh Serge. Terpental jatuh ke lantai.
Serge yang mengeram kesal tapi tidak bisa melakukan apa pun selain mengumpulkan berkas berserak. Di kepala Serge sedang terucap kata makian. Sambil matanya memicing melihat Rion.
Kalau begitu kau karang sendiri kisah cintamu sialan!
Serge akhirnya mencoba menawarkan lagi, ide apa yang terpikirkan di kepal Rion yang pintar dan cerdas itu. Supaya dia bisa memperbaiki imajinasinya.
"Kalau kau tidak setuju dengan apa yang sudah ku buat, kau bisa memberi ide apa gitu."
Jangan cuma protes saja! Tetap cuma bisa bicara dalam hati.
Ditanya begitu membuat Rion mendesah malas. Kenapa jadi dia yang harus memikirkan. Aku sudah membayar kalian, jadi itu kan tugas kalian.
Dan karena malas memikirkan alternatif cerita lain, akhirnya dia setuju saja dengan cerita picisan yang dikarang Serge.
"Okelah, aku setuju, begitu saja." Jengah.
"Baiklah, kalau kau sudah setuju, aku akan memberikan ini pada Merilin. Kau juga baca ulang lagi supaya tidak salah." Menyodorkan lembar naskah karangannya. "Bekerjasamalah Rion, aku tidak bisa meyakinkan Presdir kalau kau tidak berakting dengan baik."
"Cih."
"Kau itu kunci semuanya. Kalau kau bisa meyakinkan ayah dan ibumu, tugasku dan Mei akan jauh lebih mudah."
"Kenapa jadi aku yang harus bekerja keras."
Rasanya Serge benar-benar ingin meninju Rion sekarang, tengkuknya berdenyut menahan emosi.
"Kalau begitu batalkan saja semua, robek surat kontrak Mei, dan aku mengundurkan diri jadi sekretarismu!" Sok mendelik dan bersikap galak. Bola matanya yang lebar mengerjap di balik kaca mata. Serge sedang menantang Rion.
"Hah! Baiklah, baiklah, akan kuhafalkan itu." Menyodorkan tangan menerima naskah drama yang sudah dibuat Serge. "Katakan padanya untuk melakukan semuanya dengan benar."
"Mei pasti melakukannya dengan benar, karena ini menyangkut hidup dan matinya dia. Yang harus lebih berusaha itu kamu."
Rion cuma mendengus kesal mendengar Serge bicara.
Begitulah yang terjadi tadi, catatan naskah drama yang dibuat Serge ada di tasnya di kamar. Belum dia buka lagi.
*Ah menyebalkan, kenapa aku harus menghafal hal bodoh begituan*.
Rion bangun dari duduknya. Berjalan menuju sebuah lemari yang cukup besar di ruang kerja. Deretan majalah ada di dalamnya. Dibukanya lemari itu. Majalah perusahaan dari edisi pertama ada di dalamnya. Mungkin itu hanya sampah tidak berarti setelah bulan berlalu dari waktu terbitnya. Isinya juga hanya sekedar pencapaian Andez Corporation dari generasi kakeknya dan ayahnya, sampai dia memimpin sekarang. Namun, beberapa eksemplar majalah terbaru yang dikeluarkan perusahaan benar-benar telah menyita perhatiannya.
Saat gadis itu mulai menjadi pemimpin redaksi majalah. Ada warna baru yang disajikan dari majalah perusahaan. Baik dari foto ataupun tulisan yang dia buat. Rion bahkan membacanya lembar demi lembar setiap tulisan yang ada di dalam majalah itu. Padahal biasanya menyentuhnya saja tidak.
Saat itu, dia mulai membaca majalah perusahaan adalah setelah wawancara yang dilakukan gadis itu. Awalnya dia hanya ingin melihat hasil wawancaranya. Namun setelah membuka lembar demi lembar ternyata isi majalah lumayan juga gumamnya.
Merilin Anastasya, saat pertama kali dia memegang biodata gadis itu, sejujurnya dia mengenali wajah dan nama yang tertulis di berkas yang dibuat Serge. Karena dia mengakui kemampuan Merilin sebagai pemimpin redaksi majalah perusahaan maka dia mengingat nama dan wajah gadis itu.
Baiklah, bonekaku, aku harap kau pandai berakting sepandai kau menulis kata dalam majalah ini. Karena untuk itulah, keberadaanmu akan menjadi berguna untukku.
Rion menyentuh deretan majalah paling atas, edisi terbaru. Dia geser tangannya. Berhenti di edisi di mana dia jadi sampul majalahnya. Pertemuan pertamanya dengan Merilin.
Wajah pias dan tangan gemetar Merilin nyaris tidak berbeda dengan pertemuannya baru-baru ini saat penandatanganan kontrak pernikahan.
Ya, tapi tidak buruk juga batin Rion. Dia lumayan menarik dan terlihat patuh. Setidaknya aku sudah mengakui kemampuannya sebagai pimpinan redaksi majalah. Sekarang aku akan memberinya kesempatan, menjadi istri bonekaku.
Rion keluar dari ruang kerja. Menuju kamarnya. Kantuk dan lelah sepertinya mulai datang menyerang. Dia berbalik lagi, mengambil botol air minum, lalu menghilang di telan pintu kamar.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
jumirah slavina
cih... Aku yakin Kau tak perlu menghapal'y Rion KRN itu benar trjd tp km blm menyadari 'y🤭🤭🤭
Rion : sok tau !!
Jumirah : ya iyalah Aku tau.. krn Aku sdh baca kisah mu berulang⁶ kali 🤭🤭😂😂😂🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-09-17
4
Anonim
Rion ntar lama2 bucin tuh sama Mei
2024-09-04
1
Fhebrie
dasar rion dr pertama bertemu juga sudah suka sm Mei jatuh cinta pandangan pertama beneran kan.. sok jual mahal
2024-07-08
1