10. Pertemuan Pertama

Hari ini adalah pertemuan yang sudah disepakati Merilin dan Serge. Pertemuan Merilin dan Tuan Rionald.

“Tuan Rion mau bertemu denganmu secara langsung Mei, apa kau sudah siap? Dia sepertinya menyukaimu dan mau melanjutkan tawaran yang aku berikan padamu. Aku akan menjemputmu setelah pulang kerja nanti ya.”

Begitu isi pesan panjang Serge pagi hari saat Merilin sudah ada di kantor.

Sepanjang hari ini Merilin bahkan tidak tenang menyelesaikan pekerjaannya. Ada banyak typo penulisan artikel terbarunya. Dia menjatuhkan kepala beberapa kali di depan komputernya. Membuat kopi hampir dua kali untuk menjernihkan pikirannya.

Ketakutan masih menghantuinya, Tuan Rionald, ah, dia bahkan masih takut untuk sekedar membayangkan. Dia sudah dua kali bertemu laki-laki itu dalam kesempatan formal melakukan wawancara dengannya. Untuk majalah perusahaan.

Hawa dingin langsung menguar di sekeliling mereka kala itu. Intinya laki-laki itu bukan pria yang bisa dia hadapi tanpa membuat tangannya tidak gemetar.

“Tenanglah Mei, aku akan menemanimu nanti.”

“Semangat.”

Hanya kata seperti itu saja yang diberikan Serge saat dia bilang dia sedikit takut, Merilin baca berulang kali. Membuatnya sedikit tenang. Dia baca ulang lagi pesan dari Serge di hpnya kalau rasa gelisah menghantui.

Dan akhirnya setelah seharian dihantui kegalauan dia berada di dalam mobil bersama Serge. Dadanya berdegub kencang. Dia meremas tangan di pangkuannya. Berdoa beberapa kali kepada Tuhan untuk membantunya menenangkan hatinya.

“Bagaimana kabarmu Mei?” Serge membuka pembicaraan sambil menyalip mobil yang berjalan lambat di depan mobilnya. Tidak menoleh melihat gadis di sampingnya. Karena perasaan bersalah tidak tidak mau bersitatap mata dengan Merilin.

“Baik Kak, terimakasih sudah menjemput.” Suara Merilin lembut terdengar.

Jangan berterimakasih padaku Mei, aku akan membawamu masuk ke dalam tempat yang, ah aku harus menyebutnya apa ya.

“Mei, Tuan Rion itu tipe orang yang tidak suka dibantah, jadi nanti tolong dengarkan saja apa yang dia katakan ya.”

Lagi-lagi hujan panah rasa bersalah menancap di dada Serge.

“Ia Kak.”

“Walaupun kata-katanya terkadang pedas jika didengar telinga, tapi sebenarnya maknanya tidak semenyakitkan itu. Jadi aku harap kau jangan mengambilnya dalam hati ya Mei.”

Boneka! Boneka! Kalau dia sampai bicara istri boneka bagaimana!

“Ia Kak.”

“Dia berjanji akan memperlakukanmu dengan baik.”

Bohong, sebenarnya dia tdak pernah berjanji begini.

“Turuti saja semua syarat yang dia berikan Mei, supaya semuanya lebih mudah.”

“Ia Kak.”

Huaaa. Maafkan aku paman dan bibi.

Rasanya Serge akan malu jika mengunjungi makam ayah Merilin, apalagi kalau sampai bertemu dengan ibu Merilin.

Sementara hati Merilin yang dari tadi terguncang, mulai menemukan kewarasan. Benar Mei, berhentilah berharap. Bahkan setitik debu sekalipun, tidak ada namamu di dalam hati Kak Serge. Sekarang kesenduan di mata Merilin bersumber dari fakta dan kenyataan ini. Bukan pada hal-hal yang harus dia waspadai tentang Tuan Rionald.

Sampailah mereka di tempat tujuan. Serge meraih tangan merilin yang berjalan di sampingnya. Menggandengnya.

“Kau berkeringat, jangan tegang ya. Tersenyumlah di depannya nanti. Dia bicara apa, tetap tenang dan tersenyum ya.”

“Ia Kak.”

Sekarang tangannya Merilin semakin tegang dan berkeringat karena Serge sedang menggandengnya.

Merilin masuk ke dalam ruangan privat. Serge meninggalkannya untuk menjemput Tuan Rion di depan karena sepertinya laki-laki itu juga sudah datang. Gadis itu bangun dari duduk, mondar mandir menenangkan hati. Merapikan rambutnya lagi. Menyelipkan di belakang telinga. Sambil mengusap dadanya supaya bernafas dengan pelan. Naik dan turun dengan tenang.

Saat pintu terbuka sebuah pandangan menusuk yang pertama kali di tangkap Merilin.

Tuan Rionald Fernandez.

Dia sudah sering melihatnya dari kejauhan. Foto-fotonya saat mengcrop foto Kak Serge dan membuang wajah laki-laki itu. Sekarang terlihat jelas. Dia tinggi dan tampan. Sangat tampan. Lekukan tubuh tinggi tegapnya dalam balutan jas. Aura penuh karisma dan wibawa terpancar bahkan hanya dengan melihatnya berjalan saja sudah bisa membuat hati berdebar. Garis wajahnya yang tegas dan dingin adalah semua daya tarik fisik yang membuat para penghuni grup di kantornya menjeit-jerit setiap kali ada foto baru.

Tangan Merilin gemetar tanpa bisa dia cegah. Baginya Tuan Rion itu terlihat menakutkan. Wajah tersenyum Serge di sampingnya yang membuatnya sedikit lega dan mengubur semua kepanikannya.

“Duduklah Mei.” Serge meraih tangan merilin yang terlihat gemetar. “Tenanglah, aku disini,” ujarnya lembut lagi, menunduk di sebelah Merilin yang sudah duduk di kursinya. Meja bundar, Rionald ada tepat di depannya, sementara Serge duduk di sampingnya. Merilin menurunkan tangannya dari atas meja.

Rion tidak mengubris salam perkenalan yang diucapkan Serge. Serge mengenalkan nama Merilin. Mata Rion sedang menilai gadis di depannya. Kelayakan wanita yang akan dia nikahi. Sekali lagi Rion melihat tangan serge menenangkan gadis di depannya.

“Siapa namamu?”

“Merilin Anastasya Tuan, Anda bisa memanggil saya senyaman Anda.” Sentuhan tangan Serge benar-benar membuat hatinya yang kebat kebit menjadi hangat. Tanpa sadar dia tersenyum pada Serge di sebelahnya. Lalu menundukkan pandangan saat matanya bertemu dengan milik Rion.

“Kau bisa memanggilnya Mei, aku memanggilnya begitu.” Serge langsung menutup mulut saat pandangan Rion mengisyaratkan kalau dia tidak suka dia bicara.

“Berikan padanya.”

Serge mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas yang dia bawa. Pelan meletakkannya di depan Merilin. gadis itu mulai menduga-duga.

Apa itu kontrak pernikahan. Seperti yang pernah aku baca di komik buatan Jesi dan teman-temannya. Bagaimana aku bisa mengalami hal yang kadang aku tertawakan saat membaca komik begini si. Ahh. Jes, sepertinya kau harus menjadikan jalan hidupku ini komik buatanmu.

“Dasar gila, mau-maunya dia menikah kontrak.” Begitu yang sering Merilin katakan pada Jesi setelah membaca. Dan sekarang seperti sedang menertawakan diri, dia benar-benar mengalaminya.

Dengan ragu, Merilin meraih amplop coklat itu. Tangannya dia tekan-tekan supaya tidak bergetar saat membukanya. Nafasnya naik turun, ada peluh yang tiba-tiba muncul di keningnya.

Tiga hal yang akan dilakukan Rionald Fernandez, selaku pihak pertama.

Melunasi hutang dari ayah pihak kedua.

Menanggung semua biaya pengobatan ibu pihak kedua.

Menjamin pendidikan terbaik untuk adik pihak kedua.

Yang harus dilakukan oleh Merilin sebagai pihak kedua.

Jadikan dirimu berguna dan layak untuk membayar semua itu.

Gila apa ini! Bibir Merilin bergetar saat membaca dalam hati.

Merilin seperti tidak mempercayai apa yang dia baca. Dia melihat Serge, tidak mungkin Kak Serge yang membuatnya. Bahasa yang dipakai terlalu to the poin, untuk ukuran Kak Serge, lantas apa dia yang membuatnya. Apa Tuan Rion yang membuatnya gumamnya.

“Aku akan mengabulkan tiga hal yang kau inginkan, kalau kau sepakat melakukan kontrak pernikahan ini.” Suara Rion memecah praduga Mei tentang siapa yang membuat surat kontrak itu.

Hah! Dia masih mau melakukan tiga hal untukku. Padahal tiga hal yang dia berikan ini saja sudah sangat besar untukku.

“Katakan, apa yang kau inginkan.”

Wajah Merilin terlihat memucat saat Rion bicara lagi.

“Mei, nggak papa, bicaralah, apa yang kau inginkan untuk dirimu sendiri.” Tangan Serge meraih tangan Merilin. Menepuknya pelan, menenangkan.

“Ge, singkirkan tanganmu!” wajah dingin Rion muncul tiba-tiba padahal tadi wajah itu hanya datar saja, membuat Serge menghentakkan tangannya menjauh dari tangan Merilin. “Kau lupa siapa dia, dia calon istriku, bagaimana kau bisa sembarangan menyentuh tangan calon istri bos mu.”

“Ah ia maaf, aku kebiasaan.”

“Berhati-hatilah mulai sekarang.”

Wajah Serge menjadi muram, dia kebiasaan begitu, kadang menepuk lembut bahu Merilin menenangkan, atau mengusap kepalanya sudah seperti kebiasaan baginya.

Merilin merasa bersalah karena Serge dimarahi karenanya. Jadi dia berinisiatif membela Serge.

“Tidak Tuan, Kak Ge itu sudah seperti kakak buat saya.”

Tangan Rion menghentak meja, membuat mulut Merilin terbungkam.

“Dua,” ujarnya sinis.

“Ia Tuan, apa yang dua?”

“Aku kurangi hadiah untukmu, aku hanya akan mengabulkan dua permintaanmu. Kau bahkan sudah membantah di hari pertama pertemuanmu denganku.” Berdecak kesal.

Gila ya! Siapa yang membantah! Aku kan menjelaskan kenyataan.

“Tuan bu…”

Serge menggeleng di samping Merilin supaya gadis itu tidak bicara yang akan merugikannya lagi. Maaf, minta maaf. Terucap dalam gerakan bibir Serge.

“Maaf Tuan, maafkan saya sudah lancang.” Gadis itu menunduk dalam.

Dia memang jauh menakutkan dan pendendam seperti yang Kak Serge katakan.

Merilin menandatangi surat perjanjian kontrak kepatuhannya. Membayar tiga hal yang akan diberikan Rion padanya nanti.

“Sekarang katakan apa yang kau inginkan?”

“Maaf Tuan, bolehkan saya tetap bekerja seperti biasanya?” Adalah hal yang diminta Merilin. Dia masih ingin tetap bekerja.

“Aku tidak perduli dengan pekerjaanmu dan hidupmu, kau bisa tetap melakukan apa yang kau lakukan sekarang.” Menjawab acuh lalu membuang pandangan ke tempat lain.

Syukurlah, aku pikir aku harus terpenjara dalam istananya.

“Kalau begitu, saya akan menyimpan hadiah Anda untuk nanti, tidak apa-apa kan.”

Rion menyeringai. Ternyata gadis di depannya lumayan perhitungan juga.

“Baiklah terserah padamu. Sekarang yang harus kau lakukan pertama kali adalah meyakinkan orangtuaku. Kalau kita menikah karena saling jatuh cinta.”

Hah! Bagaimana caranya.

“Karena aku tidak ada niat melarangmu bekerja, artinya pernikahan kita tidak akan diumumkan pada publik. Hanya pernikahan di antara keluarga, dan itu tugas pertamamu.”

Merilin bingung dengan rentetan kalimat Rion.

“Yakinkan ibu dan ayahku, kalau kau yang menginginkan pernikahan kita secara tertutup.” Rion tersenyum sinis lalu mengetukkan jari-jarinya di atas meja.

Serge yang jauh terserang panik, bagaimana tugas seberat itu diberikan pada Merilin yang bahkan tidak mengenal bagaimana presdir dan nyonya. Padahal kalau kau yang memutuskan tidak mau ada pesta, ibumu pasti akan lebih mudah ditenangkan.

“Kenapa? Kau sudah merasa tidak mampu?”

Merilin belum menjawab. Sedang mencerna tugas yang harus ia lakukan.

“Jadilah boneka yang berguna di sampingku, untuk membayar semua yang kau dapatkan.”

Wajah Merilin memerah karena malu dengan penghinaan yang dia dapatkan.

Aaaaaa, kenapa keluar juga kata boneka. Dasar laki-laki gila. Rasanya Serge ingin memeluk Merilin dan menutup telinga gadis itu agar tidak mendengar apa pun yang diucapkan Rion.

Bersambung

Terpopuler

Comments

🦋🦋Lore Cia🦋🦋

🦋🦋Lore Cia🦋🦋

🤣

2025-03-11

0

🦋🦋Lore Cia🦋🦋

🦋🦋Lore Cia🦋🦋

🤣🤣🤪

2025-03-11

0

Rita

Rita

😅😅😅g jelas ya meri

2024-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kisah Dimulai
2 2. Tawaran Menikah
3 3. Kesalahpahaman
4 4. Menjadi Istri Boneka
5 5. Kedatangan Ke Apartemen
6 6. Biodata Merilin
7 7. Kegelisahan Merilin
8 8. Menginap Di RS
9 9. Dunia Harven
10 10. Pertemuan Pertama
11 11. Kontrak 2 Tahun
12 12. Kunjungan Ke Rumah Presdir
13 13 Nasib Serge
14 14. Memberitahu Harven
15 15. Pengorbanan Kak Mei
16 16. Rion Mengenali Merilin
17 17. Masa Lalu
18 18. Mimpi Buruk
19 19. Bertemu Presdir
20 20. Kakak Laki-Laki Merilin
21 21. Undangan Makan Malam
22 22. Pernikahan Secara Tertutup
23 23. Kafe Musim Semi
24 24. Kemarahan Kakak
25 25. Rahasia Sedikit Terkuak
26 26. Persiapan Pernikahan
27 27. Ada Saja Ide Sherina
28 28. Resmi Menjadi Istri
29 29. Pembicaraan Rahasia
30 30. Pertengkaran Kecil
31 31. Sentuhan Tangan
32 32 Malam Pertama (Part 1)
33 33. Malam Pertama (Part 2)
34 34. Masih Berlanjut Senam Jantungnya
35 35. Pamer Bekas Kecupan
36 36. Berterimakasih Dengan Setimpal
37 37. Tetangga Serge
38 38. Isi Hati Para Wanita
39 39. Pelukan Di Balkon Apartemen
40 40. Buang Semua Baju Jelek Itu
41 41. Menyimpan Nomor Hp
42 42. Isi Hati Rion
43 43. Tidak Bisa Menolak
44 44. Akhirnya Terjadilah
45 45. Akal Bulus Rion
46 46. Amarah Rion
47 47. Hadiah Mobil
48 48. Kejadian di Lift
49 49. Ada Yang Iri
50 50. Shopping Time
51 51. Hadiah Baim Pemicu Keributan
52 52. Pertengkaran Kecil
53 53. Babak Kedua
54 54. Stiker Pembawa Masalah
55 55. Kakak Posesif
56 56. Siapa Pacar Sherina?
57 57. Masuk Ruangan Presdir
58 58. Keisengan Rion
59 59. Bertemu Serge (Part 1)
60 60. Bertemu Serge (Part 2)
61 61. Bertemu Mantan
62 62. Pertengkaran
63 63. Kesalahpahaman
64 64. Aku Lelah, Kesal dan Marah
65 65. Hadiah Rion
66 66. Proyek Andalusia Mall
67 67. Tanda Kecup-Kecup
68 68. Rion Move On
69 69. Nikmati Saja Mei
70 70. Panggilan Tak terjawab
71 71. Hadiah Rion Yang Asli
72 72. Kesalahpahaman Selesai?
73 73 Cemburu Buta
74 74. Kakak Beradik
75 75. Tetangga Sebelah
76 76. Berbaikan
77 77. Akting Mesra Dengan Maksimal
78 78. Kisah Cinta Lain
79 79. Menunjukkan Kamar Rion
80 80. Pil Kontrasepsi Terungkap
81 81. Bonekaku
82 82. Aku Menemukanmu
83 83. Bermain Dengan Bebas
84 84. Bertemu Dengan Amerla
85 85. Perang Dingin
86 86 Kabur Dari Lapangan Golf
87 87. Tawa Sejuta Makna
88 88. Rencana
89 89. Serangan Mematikan
90 90. Curhat
91 91. Cemburu
92 92. Cemburu Lagi
93 93. Karena Harta
94 94 Pagi Yang Penuh Keseruan
95 95. Gosip Mei Semakin Melebar
96 96. Ada Saja Ulahnya
97 97. Menyelamatkan Mei
98 98. Keributan Jilid Kedua
99 99. Pingsan Berjamaah
100 100. Merealisasikan Khayalan Mei
101 101. Hukuman Biang Gosip
102 102. Terlambat Bangun Pagi
103 103. Dukungan Sahabat
104 104. Kesombongan Amerla
105 105. Rencana Rion
106 106. Mensucikan Diri.
107 107. Pertengkaran Hebat
108 108. Mengaku Cinta
109 109. Ternyata Begitu
110 110. Berterimakasih
111 111. Meminta Hadiah
112 112. Sibuk
113 113. Di loby kantor
114 114. Makan Malam Di Hotel Berbintang
115 115. Eh, Gagal Ehem
116 116. Terungkap Fakta
117 117. Kabur
118 118. Kangen, Pokoknya Kangen
119 119. Hadiah Dari CEO
120 120. Sadar juga Akhirnya
121 121. Lembaran Hidup Baru
122 122. Ayah dan Ibu di Apartemen
123 123. Kejadian Tidak Terduga
124 124. Ingatan Ibu Kembali
125 125. Menginap
126 126. Bayi Kecil
127 127. Suap-Suapan Cake
128 128. Kau Bukan Bonekaku
129 129. Bunga Di Pusara Ayah
130 130. Akhir Pekan Berakhir
131 131. Mei Tahu Rahasia Rion
132 132. Hubungan Yang Menggantung
133 133. Cuma Memijat
134 134. Kamar Rahasia Rion
135 135. Persiapan Wawancara
136 136. Membahagiakan Keluarga
137 137. Rasa Bersalah
138 138. Amarah Ayah
139 139. Rencana Tinggal Rencana
140 140. Aku mencintainya
141 141. Dunia Milik Berdua
142 142. Pukul Aku Balik
143 143. Jemputan Datang
144 144. Tamparan Paman
145 145. Memeriksa Luka
146 146. Makan Malam Romantis
147 147. Hujan-hujanan
148 148. Aku Mencintaimu Mei
149 149. Penipu Itu
150 150. Ingin Bertemu
151 151. Senang Dicemburui
152 152. Kau Cemburu?
153 153. Kerinduan Dan Kemarahan
154 154. Obat Kegelisahan
155 155. Rion Tahu Tentang Pil
156 156. Diam-Diaman
157 157. Serge Selalu Salah (S3)
158 158. Si Kepala Batu
159 159. Terungkap Semua Rahasia (Part 1)
160 160. Terungkap Semua Rahasia (Part 2)
161 161. Isi Hati Mei
162 162. Berdamai Akhirnya
163 163. Ibram Berulah
164 164. Cinta Oh Cinta
165 165. Pagi Setelah Pertengkaran
166 166. Mirip
167 167. Perkenalan Keluarga
168 168. Perilisan Film Promo
169 169. Tamparan Di Pipi
170 170. Kesalahpahaman
171 171. Hadiah Untuk Mei
172 172. Hadiah Lanjutan
173 173. Kesadaran Datang
174 174. Perang Batin
175 175. Hadiah Presdir
176 176. Ngambek
177 177. Rencana Semua Orang
178 178. Rasa Sakit
179 179. Keberangkatan
180 180. Perlindungan ku
181 181. Menjemput Erla
182 182. Tidak Disangka
183 183. Maaf
184 184. Aku boleh cemburu?
185 185. Lamaran
186 186. Kebahagiaan Semua Orang
187 187. Masalah Selesai
188 188. Kebencian
189 189. Kontrakan Jesi
190 190. Cerita Cinta (Part 1)
191 191. Cerita Cinta (Part 2)
192 192. Cerita Cinta (Part 3)
193 193. Kemunculan Si Penipu
194 194. Amarah Yang Tak Berujung
195 195. Ketahuan
196 196. Aku Tidak Apa-Apa
197 197. Sheri dan Harven
198 198. Kata Maaf Yang Terucap
199 199. Dasar Pencuri!
200 200. Dipanggil Presdir
201 201. Hadiah Untuk Serge
202 202. Perceraian
203 203. Kesadaran Datang?
204 204. Cinta Selamanya
205 205. Si Manja Yang Disayang keluarga
206 206. Final Episode
207 Rahasia Yang Terungkap
208 207. Spesial Episode 1 (Kakek Keren kan?)
209 208. Spesial Episode 2 (Kemeriahan Pesta)
210 209. Spesial Episode 3 (Mimpi Dan Cinta)
211 210. Epilog (Hamil?)
Episodes

Updated 211 Episodes

1
1. Kisah Dimulai
2
2. Tawaran Menikah
3
3. Kesalahpahaman
4
4. Menjadi Istri Boneka
5
5. Kedatangan Ke Apartemen
6
6. Biodata Merilin
7
7. Kegelisahan Merilin
8
8. Menginap Di RS
9
9. Dunia Harven
10
10. Pertemuan Pertama
11
11. Kontrak 2 Tahun
12
12. Kunjungan Ke Rumah Presdir
13
13 Nasib Serge
14
14. Memberitahu Harven
15
15. Pengorbanan Kak Mei
16
16. Rion Mengenali Merilin
17
17. Masa Lalu
18
18. Mimpi Buruk
19
19. Bertemu Presdir
20
20. Kakak Laki-Laki Merilin
21
21. Undangan Makan Malam
22
22. Pernikahan Secara Tertutup
23
23. Kafe Musim Semi
24
24. Kemarahan Kakak
25
25. Rahasia Sedikit Terkuak
26
26. Persiapan Pernikahan
27
27. Ada Saja Ide Sherina
28
28. Resmi Menjadi Istri
29
29. Pembicaraan Rahasia
30
30. Pertengkaran Kecil
31
31. Sentuhan Tangan
32
32 Malam Pertama (Part 1)
33
33. Malam Pertama (Part 2)
34
34. Masih Berlanjut Senam Jantungnya
35
35. Pamer Bekas Kecupan
36
36. Berterimakasih Dengan Setimpal
37
37. Tetangga Serge
38
38. Isi Hati Para Wanita
39
39. Pelukan Di Balkon Apartemen
40
40. Buang Semua Baju Jelek Itu
41
41. Menyimpan Nomor Hp
42
42. Isi Hati Rion
43
43. Tidak Bisa Menolak
44
44. Akhirnya Terjadilah
45
45. Akal Bulus Rion
46
46. Amarah Rion
47
47. Hadiah Mobil
48
48. Kejadian di Lift
49
49. Ada Yang Iri
50
50. Shopping Time
51
51. Hadiah Baim Pemicu Keributan
52
52. Pertengkaran Kecil
53
53. Babak Kedua
54
54. Stiker Pembawa Masalah
55
55. Kakak Posesif
56
56. Siapa Pacar Sherina?
57
57. Masuk Ruangan Presdir
58
58. Keisengan Rion
59
59. Bertemu Serge (Part 1)
60
60. Bertemu Serge (Part 2)
61
61. Bertemu Mantan
62
62. Pertengkaran
63
63. Kesalahpahaman
64
64. Aku Lelah, Kesal dan Marah
65
65. Hadiah Rion
66
66. Proyek Andalusia Mall
67
67. Tanda Kecup-Kecup
68
68. Rion Move On
69
69. Nikmati Saja Mei
70
70. Panggilan Tak terjawab
71
71. Hadiah Rion Yang Asli
72
72. Kesalahpahaman Selesai?
73
73 Cemburu Buta
74
74. Kakak Beradik
75
75. Tetangga Sebelah
76
76. Berbaikan
77
77. Akting Mesra Dengan Maksimal
78
78. Kisah Cinta Lain
79
79. Menunjukkan Kamar Rion
80
80. Pil Kontrasepsi Terungkap
81
81. Bonekaku
82
82. Aku Menemukanmu
83
83. Bermain Dengan Bebas
84
84. Bertemu Dengan Amerla
85
85. Perang Dingin
86
86 Kabur Dari Lapangan Golf
87
87. Tawa Sejuta Makna
88
88. Rencana
89
89. Serangan Mematikan
90
90. Curhat
91
91. Cemburu
92
92. Cemburu Lagi
93
93. Karena Harta
94
94 Pagi Yang Penuh Keseruan
95
95. Gosip Mei Semakin Melebar
96
96. Ada Saja Ulahnya
97
97. Menyelamatkan Mei
98
98. Keributan Jilid Kedua
99
99. Pingsan Berjamaah
100
100. Merealisasikan Khayalan Mei
101
101. Hukuman Biang Gosip
102
102. Terlambat Bangun Pagi
103
103. Dukungan Sahabat
104
104. Kesombongan Amerla
105
105. Rencana Rion
106
106. Mensucikan Diri.
107
107. Pertengkaran Hebat
108
108. Mengaku Cinta
109
109. Ternyata Begitu
110
110. Berterimakasih
111
111. Meminta Hadiah
112
112. Sibuk
113
113. Di loby kantor
114
114. Makan Malam Di Hotel Berbintang
115
115. Eh, Gagal Ehem
116
116. Terungkap Fakta
117
117. Kabur
118
118. Kangen, Pokoknya Kangen
119
119. Hadiah Dari CEO
120
120. Sadar juga Akhirnya
121
121. Lembaran Hidup Baru
122
122. Ayah dan Ibu di Apartemen
123
123. Kejadian Tidak Terduga
124
124. Ingatan Ibu Kembali
125
125. Menginap
126
126. Bayi Kecil
127
127. Suap-Suapan Cake
128
128. Kau Bukan Bonekaku
129
129. Bunga Di Pusara Ayah
130
130. Akhir Pekan Berakhir
131
131. Mei Tahu Rahasia Rion
132
132. Hubungan Yang Menggantung
133
133. Cuma Memijat
134
134. Kamar Rahasia Rion
135
135. Persiapan Wawancara
136
136. Membahagiakan Keluarga
137
137. Rasa Bersalah
138
138. Amarah Ayah
139
139. Rencana Tinggal Rencana
140
140. Aku mencintainya
141
141. Dunia Milik Berdua
142
142. Pukul Aku Balik
143
143. Jemputan Datang
144
144. Tamparan Paman
145
145. Memeriksa Luka
146
146. Makan Malam Romantis
147
147. Hujan-hujanan
148
148. Aku Mencintaimu Mei
149
149. Penipu Itu
150
150. Ingin Bertemu
151
151. Senang Dicemburui
152
152. Kau Cemburu?
153
153. Kerinduan Dan Kemarahan
154
154. Obat Kegelisahan
155
155. Rion Tahu Tentang Pil
156
156. Diam-Diaman
157
157. Serge Selalu Salah (S3)
158
158. Si Kepala Batu
159
159. Terungkap Semua Rahasia (Part 1)
160
160. Terungkap Semua Rahasia (Part 2)
161
161. Isi Hati Mei
162
162. Berdamai Akhirnya
163
163. Ibram Berulah
164
164. Cinta Oh Cinta
165
165. Pagi Setelah Pertengkaran
166
166. Mirip
167
167. Perkenalan Keluarga
168
168. Perilisan Film Promo
169
169. Tamparan Di Pipi
170
170. Kesalahpahaman
171
171. Hadiah Untuk Mei
172
172. Hadiah Lanjutan
173
173. Kesadaran Datang
174
174. Perang Batin
175
175. Hadiah Presdir
176
176. Ngambek
177
177. Rencana Semua Orang
178
178. Rasa Sakit
179
179. Keberangkatan
180
180. Perlindungan ku
181
181. Menjemput Erla
182
182. Tidak Disangka
183
183. Maaf
184
184. Aku boleh cemburu?
185
185. Lamaran
186
186. Kebahagiaan Semua Orang
187
187. Masalah Selesai
188
188. Kebencian
189
189. Kontrakan Jesi
190
190. Cerita Cinta (Part 1)
191
191. Cerita Cinta (Part 2)
192
192. Cerita Cinta (Part 3)
193
193. Kemunculan Si Penipu
194
194. Amarah Yang Tak Berujung
195
195. Ketahuan
196
196. Aku Tidak Apa-Apa
197
197. Sheri dan Harven
198
198. Kata Maaf Yang Terucap
199
199. Dasar Pencuri!
200
200. Dipanggil Presdir
201
201. Hadiah Untuk Serge
202
202. Perceraian
203
203. Kesadaran Datang?
204
204. Cinta Selamanya
205
205. Si Manja Yang Disayang keluarga
206
206. Final Episode
207
Rahasia Yang Terungkap
208
207. Spesial Episode 1 (Kakek Keren kan?)
209
208. Spesial Episode 2 (Kemeriahan Pesta)
210
209. Spesial Episode 3 (Mimpi Dan Cinta)
211
210. Epilog (Hamil?)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!